Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 38 (Terungkap)


__ADS_3

Nathan memberanikan diri mengelus rambut panjang Vanessa dengan penuh kasih sayang.


Vanessa menghentikan tangisnya melirik ke arah kanan untuk melihat siapa yang berani mengelus rambutnya. Namun yang di lihatnya adalah Nathan yang duduk di sampingnya dengan wajah datar “Bahkan dia tidak menampakan wajah penyesalan sedikitpu. Dia memang tidak mencintaiku,” batin Vanessa.


Dengan kasar Vanessa menepis lengan Nathan, bangkit dari duduknya dan berjalan ke depan. Terpaan angin mengoyak dres yang dia pakai, rambutnya berterbangan tanpa arah. Vanessa diam membisu merasakan air yang menerpa kakinya terasa sangat menyejukan di tengah cuaca panas siang itu.


Nathan mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan. Perlahan kakinya melangkah mendekati tubuh Vanessa, dia berdiri tepat di belakang Vanessa.  Nathan menghela nafasnya perlahan membuang rasa ragunya. “Aku sudah menemukan orang yang telah menusukku.”


Tubuh Vanessa menegang saat mendengar ucapan Nathan dari arah belakang, “Dia sudah menemukannya, lalu?” tanya Vanessa di dalam hatinya. Vanessa tidak ingin mengeluarkan suara sedikit pun, dia masih sakit hati karena perlakuan Nathan yang tidak menganggapnya.


Melihat Vanessa tidak meresponnya Nathan menutup matanya rapat-rapat, merasakaan terpaan angin di tubuhnya. “Dan aku sudah tau alasan orang itu menusukku, terimakasih karena kamu sudah banyak berkorban untukku.”


Vanessa dengan jelas mendengar suara bergetar milik Nathan. Dengan cepat Vanessa membalikan tubuhnya melihat Nathan yang tengah memejamkan matanya dengan satu tetes air mata yang meluncur di pipinya. Entah dorongan dari mana Vanessa memeluk tubuh Nathan erat, air matanya pun tidak bisa ia tahan.


“Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa saat kamu terbawa arus sungai,” ucap Nathan lirih.


Padahal Vanessa jelas-jelas melihat Nathan melompat ke sungai sebelum kesadarannya hilang.


“Bahkan kamu hampir kehilangan nyawa akibat kebodohanku.”


Vanessa merasakan kecupan Nathan di kepalanya. “Aku tidak ingin membuatmu ada dalam bahaya lagi, sekarang pulanglah … aku mohon,” ucap Nathan seraya melepaskan pelukan mereka.


“Kamu sudah tau semuanya?” tanya Vanessa. 


Melihat anggukan dari kepala Nathan, Vanessa kembali mengajukan pertanyaan, “Tapi kenapa kamu masih di sini! Kenapa tidak kembali ke tubuhmu?”


Nathan menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Vanessa.


“Apa kamu sudah mati?” tanya Vanessa. Refleks Vanessa  menutup mulutnya yang asal bicara.


“Keadaanku masih koma,” jawab Nathan tanpa melihat ke arah Vanessa. “Aku tidak bisa kembali ke ragaku, kesalahan ku terlalu besar.”


“Kesalahan?” tanya Vanessa mengulangi ucapan Nathan.

__ADS_1


“Dres yang kamu pakai adalah dres yang aku lihat satu tahun yang lalu di pakai oleh Anatasya.”


Flashback 


Malam yang dingin seorang pria berjalan sempoyongan akibat minuman beralkohol yang membuatnya mabuk. 


Perempuan memakai dres berwarna coklat  berjalan di lorong itu sendirian sambil menggenggam ponsel miliknya, dia sedang mencari apartemen milik temannya. Namun tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh pria yang dia tidak kenal. Dia di bawa masuk ke apartemen, “Kamu cantik sekali, temani aku mala mini,” ucap Pria itu dengan senyum yang sangat mengerikan.


Anatasya mencium bau alkohol dari mulut pria itu, “Aku harus melarikan diri.”


“Tolong,” Anatasya berteriak sekencang-kencangnya dia berusaha melepaskan cekalan di tangannya. Namun pria itu sangat kuat, Anatasya menggigit tangan pria itu.


Saat tangan pria itu terlepas dengan cepat Anatasya berlari ke arah pintu. Namun langkahnya kalah cepat pria itu kini menarik kembali Anatasya dan mendorongnya ke sofa dengan sangat kasar.


Malam itu adalah malam terburuk yang Anatasya alami. Bagaimana dia di perlakukan dengan kasar oleh pria yang tidak di kenalnya. Pria itu menikmati tubuh Anatasya dengan sangat ganas. Anatasya berusaha untuk lepasa dari pria itu, sampai Anatasya pasrah dengan keadaan karena dia tidak bisa lepas dari pria gila ini tubuhnya lelah.  Suaranya habis karena terus berteriak meminta tolong, namun sayangnya tidak ada yang mendengar teriakannya. 


Pria itu menyingkap dres yang di pakai Anatasya dan merobek celana dalam milik Anatasya. Tanpa aba-aba pria itu memasukan miliknya ke dalam ******** Anatasya. Pria itu berhasil merenggut kesucian milik Anatasya dengan sangat kasar, Anatasya hanya bisa menangisi menahan rasa sakit. 


Pria itu mencapai pelepasannya dan ambruk di lantai. Dengan sisa tenaganya Anatasya bangkit  menahan rasa sakit di ***********, namun Anatasya tetap berjalan keluar apartemen meninggalkan tempat terkutuk itu dengan air mata yang masih mengalir deras di pipi putihnya.


Melihat raut wajah bingung milik Vanessa, Nathan mencoba menceritakannya pada Vanessa, “Malam itu aku bertengkar hebat dengan ibu, aku pergi ke sebuah club malam sampai mabuk. Aku meminta asistenku untuk mengantarkan aku ke apartemen. Namun dia mendapat telpon dan hanya mengantarkan aku sampai ke loby. Aku tidak ingat jelas kejadiannya. Namun aku bisa melihat semuanya dari CCTV di apartemenku. Dan baju itu ….” Nathan menunjuk baju yang dipakai Vanessa.


Vanessa memperhatikan baju yang di pakainya, “Baju milik Anatasya,” Vanessa sangat terkejut dan menutup mulutnya. 


“Baju yang di pakai perempuan itu, terlihat jelas dari CCTV. Aku sangat ingat betul baju yang di pakainya sampai sekarang.


Vanessa diam mematung dia tidak tau harus berbicara apa, semuanya sangat mengejutkan untuk Vanessa.


“Aku tidak tau kalau wanita itu sampai depresi gara kejadian itu,” lirih Nathan dengan wajah penuh penyesalan.


Vanessa mendapat jawaban dari ekspresi yang di lihatnya saat Nathan berada di kamar Anatasya. “Jadi Tuan Pasusanto membalaskan dendamnya padamu?” tanya Vanessa.


“Iya, dia pasti tidak terima karena perbuatanku anaknya sampai depresi seperti itu.”

__ADS_1


“Sepertinya aku harus menemui Anatasya,” ujar Vanessa.


“Untuk apa?”


“Untuk mendapatkan maaf darinya, supaya kamu bisa kembali ke ragamu,” ucap Vanessa yakin.


Nathan menggelengkan kepalanya, “Jangan!” Nathan mencoba mencegah Vanessa yang sudah menggendong tasnya.


“Kenapa?” tanya Vanessa heran.


“Aku takut terjadi apa-apa padamu,” Nathan menangkup pipi Vanessa.


“Kamu tidak usah khawatir, Tuan Pasusanto itu orangnya baik,” Vanessa tersenyum mencoba meyakinkan Nathan.


“Kalau dia orang baik, dia tidak mungkin membunuhku.”


Vanessa melepaskan tangan Nathan yang menangkup pipinya, “Dia melakukan itu mungkin karena emosi, tidak ada orang tua yang rela anaknya di perkosa. Dia sejatinya pria baik.”


“Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan nyawamu, aku mohon jangan ke sana lagi,” nathan sampai berlutut di kaki Vanessa. Dia tidak ingin membuat Vanessa berada dalam bahaya, sementara Nathan tidak bisa menolongnya dengan keadaan seperti ini.


Vanessa memegang tangan Nathan, memintanya untuk berdiri lewat sorot mata yang di berikan Vanessa. “Kamu harus percaya aku akan baik-baik saja, sampai kamu berhasil masuk kembali ke ragamu.”


Nathan tau Vanessa sedang berusaha meyakinkan dirinya. Entah kenapa Nathan masih takut jika Tuan Pasusanto berbuat yang tidak-tidak pada Vanessa. Apa yang di perbuat Tuan Pasusanto padanya sangat lah kejam namun Nathan tidak ingin menceritakannya pada Vanessa. Dia takut Vanessa akan membahas itu pada Tuan Pasusanto, Nathan rasa lebih baik dia menyimpan semuanya sendiri.


 ***


Selamat malam semuanya ☺️


Masih penasaran kah dengan kelanjutan ceritanya?


Berhasil tidak ya Vanessa mendapat permintaan maaf dari Anatasya agar Nathan bisa kembali ke raganya, yuk ikuti terus kelanjutan ceritanya.


Dukung author yuk lewat like, komentar dan Votenya.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun author ya, pasti author folback.


__ADS_2