Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
episode 12


__ADS_3

merta merasa bersalah kepada marvel,walau dirinya tak melakukannya.


tiba-tiba kirana datang ke arah merta dan membisikan sesuatu padanya"makanya jangan caper"ucap kirana membisikan ditelinga merta.


Merta pun terkejut kirana melakukan itu dengannya.merta pikir kirana orang yang baik yang ia temui ditempat kerja.


"baaa"agam mengejutkan merta.


"agam,ngageti aja".


"lagian elo ngapain ngalamun?"tanya agam kepada merta,karena merta terlihat banyak masalah.


"gue ngelakui kesalahan".


"kesalahan?".


"iya jadi gue disuruh bikin laporan malah salah,padahal gue udah cek berkali-kali".ucap merta sambil menjelaskannya.


"mungkin elo difitnah".


"tapi siapa yang fitnah gue?".


"ga tau".


"oh iya elo ngapain disini gue lagi musuhan sama elo".


"cie lupa kalo lagi musuhan sama gue"ucap agam sambil meledek merta.


"udah ah gue mau lanjut kerja"ujar merta sambil senyum-senyum.


"semangatttt"teriak agam.


****


disebuah rumah besar terlihat batara yang sedang menunggu rachel keluar rumah,batara ingin meminta maaf padanya karena kejadian tadi siang.

__ADS_1


Batara sudah berusaha mengetuk pintu tapi,batara tak diizinkan masuk karena perintah rachel.


"gue bodoh banget,rachel gue minta maaf"ujarnya sambil menyesal.


"bi plis ijinin batara ketemu rachel".


"ga bisa den,ini teh perintah non rachel kalo bibi ijinin masuk nanti bibi dipecat"ucap asisten rumah tangga rachel dengan menutup pintunya.


"tapi bi".


Batara pun prustasi tapi dia tetap menunggu rachel untuk menemuinya.batara terus menghubungi rachel tapi tidak diangkat.


Sedangkan rachel masih memantau batara diatas.sebenarnya rachel merasa kasihan dengan batara tapi ia juga capek karena sifat batara yang tak peka-peka.


Hujan pun turun tetapi batara tetap saja menunggu rachel didepan grebang.walau ia harus hujan-hujanan.


"batara,kenapa gak pulang kan hujan"ucap rachel yang melihat batara masih saja didepan rumahnya.


Terlihat batara kedinginan,tapi ia masih berharap rachel menemuinya dan mendengarkan alasannya.


Tapi rachel tetap tak menemuinya karena ia sudah sakit hati.walau rachel hawatir dengan batara karena takut demam.


"akhirnya batara pulang,gue takut dia sakit"ucap rachel yang dari tadi memperhatikan batara dari blakon.


Sesampainya dirumah batara bersin terus menerus sampai merta pun kesal mendengarnya karena ia sedang makan malam.


"kak elo kalo demam ya minum obat berisik tau".


"ya maaf,haci,haci"ujarnya sambil bersin-bersin.


"batara kamu sakit?"tanya mamahnya sambil memegang kening batara,dan ternyata panas.


"kamu panas lo,ke dokter yok".


"engga usah mah,palingan nanti kalo dibawa istirahat sembuh"ucapnya yang terlihat lemas dan pucat.

__ADS_1


"beneran kamu?"tanya papahnya juga yang kawatir.


"iya pah,ya udah batara ke kamar duluan".


"kebiasaan kakak,kalo sakit ga mau ke dokter".


"iya tapi nanti mamah kasih obat biar demamnya mereda".


cuaca hari ini dingin sekali hingga merta tak bisa tidur ia pun memandang langit dan terlihat bintang-bintang yang berkilau indah dilangit.


"andai aja gue bisa gapai bintang".


"gampang itu".muncul agam didekat merta.


"ngapain?".


"ya teminin lo".


"gak perlu".


"masih marah ni,jangan marah dong"sambil meledeknya.


"ih apa sih".


"ih kalo jutek kok tambah cantik ya".


Merta pun tersenyum "ih ga usah muji-muji gue deh".


"hayo pipinya merah,hahahah".


"engga ih engga".


"itu apa itu"sambil menggelitikki merta.


"oke gue bales ya,hahahha"mereka pun bercanda bersama dimalam yang indah walau mereka beda dunia.

__ADS_1


tak disangka papah merta melihatnya "kenapa merta jadi gini".ucapnya sambil sedih karena papahnya kira merta punya gangguan mental.


bersambung.......


__ADS_2