
"sayang mamah kangen sama kamu"ujar seorang paruh baya yang sedang memegang foto anaknya yang sudah meninggal.
agam melihat mamahnya yang menangis foto dirinya,agam pun menghampirinya.
"hik hik hik,agam mamah kangen sama kamu"ucapnga sambil menangis.
"agam juga kangen sama mamah"ucap agam yang berusaha ingin mengusap air mata mamahnya.
tiba-tiba seorang pria datang menghampiri bu maya,ia adalah pak sakti.papahnya agam "mah udah jangan nangis terus,biarkan agam tenang disana"ucap pak sakti sambil duduk dan mengelus pundak bu maya.
"mah agam disini".
*****
hari sudah malam merta kawatir kenapa agam belum saja pulang."agam kamana sih kok belum pulang".
Merta duduk didekat jendela sambil melihat bintang yang bercahaya dilangit."bagus ya"tiba-tiba terdengar suara didekatnya merta pun menolehnya dan ternyata itu agam.
"darimana aja si lo?"tanya merta.
"kepo,kawatir ya sama gue".
"idih gr lo".
"gue tadi habis dari rumah orang tua gue".ucap agam sambil bersedih.
"tapi percuma sih orang tua lo ga bakal bisa lihat lo".
agam hanya mengangguk"ahah gue punya ide"sambil berteriak merta mengucapkannya.
"ngagetin aja lo,ide apa".
"sini gue bisikin"sambil mendekat ke telinga agam untuk mebisiki rencana yang dibuat merta.
"setuju?"tanya merta kepada agam.
"iya gue setuju".
tiba-tiba agam seperti sesak nafas dan teelihat pucat.sepertinya ada yang menyedot energi agam.
"kok gue tiba-tiba lemes ya"ujar agam sambil memegang dadanya yang sakit.
"lo kenapa"sambil menahan agam yang sudah mau jatuh.
"lo istirahat ya".
Agam pun istirahat terlebih dahulu dikamar merta.sudah lama agam istirahat tapi tetap saja masih merasa sesak dan semakin parah.
Merta pun lalu membawa agam keluar merta pikir ia butuh ruang terbuka.setelah dibawa ke luar agam tidak lagi merasakan sesak nafas lagi.
__ADS_1
"kok udah ga sakit ya"ucap agam yang terkejut.
"beneran udah ga sakit?".
"iya beneran,aneh ga sih".
"syukurlah udah ga sesak lagi".
Merta dan agam kebingungan karena kenapa agam tiba-tiba tak merasakan sakit lagi setelah dibawa keluar rumah.
Merta pun segera pulang karena agam sudah baik-baik saja.
"merta"panggil batara.
"iya kak".
"kamu tau mamah sama papah ternyata naro ramuan pengusir hantu"ucap batara yang sudah mengetahui mamah,papahnya menaro ramuan pengusir hantu disekitar rumahnya.karena mereka pikir ada hantu yang mengganggu merta.
"hah ya bener lo kak,pantesan sih tadi agam masuk rumah ini dia sesak nafas kesakitan pas keluar baik-baik aja".
"kamu harus jagain agam,mamah sama papah udah curiga"ucap batara dengan mengingatkan merta untuk menjaga agam.
"iya kak,lagian agam udah malahan tua haha"ujar merta dengan tertawa.
"seterah kamu lah"ucap batara dan pergi.
****
"haii merta"sapa derel kepada merta.
"haii derel"sapa merta balik.
"kamu sibuk ga?"tanya derel ingin mengajak merta ke prepustakan.
"engga,kenapa derel?".
"boleh anterin aku ke prepus,soalnya belum tua prepusnya dimana".
"ya udah ayok,gue juga sekalian mau pinjem buku".
Merta dan derel pun pergi ke prepus dan meninggalkan agam.tiba-tiba saat mereka berjalan derel menoleh ke belakang tresenyum seolah ia tersenyum kepada agam.
"kenapa dia senyum ke gue emang dia bisa liat gue?"sambil kebingungan agam berkata.
Di prepus.....
Merta menunjukan buku-buku yang menurutnya bagus dibaca.mereka berjalan bersama memilih-milih buku.
kejadian tak terduga merta hampir saja ketimpa lemari buku,tapi derel bergegas menolong merta dengan menariknya dan akhirnya mereka terjatuh bersama.merta dan derel pun saling bertatap-tatapan.
__ADS_1
tiba-tiba datang nesa memanggil merta"merta-mer".nesa malah melihat kejadian itu pun menjadi cemburu kepada merta."merta lagi ngapain?".
Merta dan derel pun segera bnagun dari lantai sambil membersihkan bajunya."eh nesa,nyariin aku?"tanya merta kepada nesa.
"eee-ee gue mau ngajak elo ke cave gimana?"nesa mengajak merta untuk cave tapi merta tidak bisa karena ia harus part time.
"yah,besok aja ya gue gak bisa hari ini kan gue kerja maaf ya nes"sambil meminta maaf kepada nesa.
"yah padahal gue pengen banget ngobrol-ngobrol sama elo mer,karena semenjak lo part time jadi lo jarang main ama gue"sambil terlihat sedih.
"udah jangan sedih kan masih ada waktu"ucap merta dengan mengelus pundak nesa.
"oh iya derel,lo nanti pulang sama siapa?"tanya nesa.
"gue sendirian aja"tukas derel.
"mau nganterin gue engga,soalnya gue gak bawa mobil"ucap nesa yang tak punya malu meminta derel untuk mengantarkanya.
"eee tapi gue naik motor"ucap derel seperti ingin menghindar.
"gak papa malahan seru ya kan mer?".
"eeh iya"sambil mengangguk.
"ya udah ayok"ujar derel merima untuk menga ntar nesa.sebenarnya ia ingin pulang berdua bersama merta.tapi difikir-fikir belum tentu merta mau pulang bareng dengannya.
"ternyata derel baik,gue kira dia ga baik karena tampangnya kayak bukan orang baik".
"palingan modus"tiba-tiba suara agam.
"sok tau"dengan mengibatkan rambutnya kepada agam dan pergi.
"dasar cewe aneh"ucap agam yang sebal dengan merta.
seperti biasa merta datang ke toko roti sayang."pagi pak,gimana kondisi bapak"tanya merta dengan kondisi pak marvel.
"dasar cewek buaya,semua laki-laki diembat"ucap agam dari kejauhan.
"alhamdulilah sudah baik"ucap pak marevel.
"oh iya nanti malem,kamu mau saya ajak makan malam?".
"mau apa ya pak?"tanya merta.
"ada yang saya omongin tentang toko roti sayang,iya itu".
"oh ya sudah kalo begitu saya balik kerja".
"tapi mau kan?"tanya marvel sekali lagi.
__ADS_1
"iyaa".
bersambung.....