Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 76 (Memohon)


__ADS_3

Setelah menutup telponnya Vanessa tampak diam dan berpikir, dia melirik Putri yang sudah selesai makan, “Kita balik ke Ibu kota lagi,” ujar Vanessa sambil mengeluarkan uang lima puluh ribu.


“Lo gak cape apa?” tanya Putri setelah meneguk air minumnya.


“Gue harus selesaikan semuanya sebelum pernikahan gue bener-bener batal,” jawab Vanessa dan beranjak dari duduknya lalu menghampiri uni pemilik warung nasi padang, “Jadi berapa uni?”


“Empat puluh dua ribu,” jawab uni dan memberikan kembalian Vanessa.


 ***


Setelah sampai di Ibu kota Vanessa menyuruh Putri untuk pulang, dia ingin menemui Nathan.


“Gue juga mau ketemu Pak Niko dong,” rengek Putri.


“Iiish pak Niko lagi kerja, lain kali aja ketemu Pak Niko nya,” ketus Vanessa dan meninggalkan temannya sendiri.


“Yaudah titip salam aja buat Pak Niko yah,” teriak Putri.

__ADS_1


Vanessa mengacungkan jempolnya tanpa berbalik, dia menaiki angkutan umum untuk sampai ke kantornya. Setelah sampai di loby kantornya Vanessa memilih untuk pergi ke kamar mandi. Seperti biasa dia merapikan penampilannya, tidak lupa memoles wajahnya. Setelah cukup puas Vanessa berjalan menuju lift dan naik ke lantai tujuh untuk bertemu Nathan.


Vanessa tidak memperdulikan sekertaris Nathan yang menyebalkan itu, dia mengetuk pintu sebentar dan langsung masuk tanpa menunggu jawaban Nathan.


Nathan diam membeku di tempatnya saat Vanessa tiba-tiba muncul dari balik pintu dengan wajah santainya lalu duduk di hadapannya.


Melihat tatapan datar milik Nathan membuat hati Vanessa berdenyut sakit, “Kamu tidak bisa membatalkan pernikahan ini secara sepihak,” ucap Vanessa dengan bibir gemetar.


Nathan menaikan satu alisnya, “Kenapa tidak bisa?” tanya Nathan dengan nada santai sambil tersenyum sinis.


Vanessa mencoba menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia mencoba memberanikan diri untuk melihat Nathan, “Kamu tidak perlu lagi khawatir tentang mimpi kamu,” Vanessa sengaja menggantung ucapannya. “Mahluk itu sudah pergi dan tidak akan bisa menghipnotisku lagi.” Vanessa sengaja berbohong, dia tidak mungkin membatalkan pernikahan ini Papanya pasti sangat kecewa, begitupun dirinya tidak sanggup merasakan sakit hati Karena cemoohan orang tentangnya yang di tinggal menikah tepat satu minggu pernikahannya akan di gelar.


Vanessa melihat tatapan mata Nathan yang seolah bertanya kenapa dia bisa tau mahluk itu sudah pergi, “Aku baru pulang dari Bandung bersama Putri untuk menemui Ayu yang bisa melihat mahluk itu, Ayu yang bilang mahluk itu sudah tidak ada di sampingku.”


“Aku tetap ingin membatalkan pernikahan ini,” jawab Nathan sambil beridiri dan berjalan membelakangi Vanessa.


“Alasan apa lagi yang membuat kamu masih ingin membatalkan pernikahan kita?” tanya Vanessa dengan suara bergetar, dia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia menutup mulutnya agar tidak ada isakan yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


“Apa kamu tidak mencintaiku lagi?” tanya Vanessa. Buliran air mata yang keluar seakaan saling berkejaran satu sama lain, sebagai bentuk rasa sakit yang di rasakan Vanessa karena sikap Nathan.


“Apa artinya pernikahan jika aku harus melihat mu pergi untuk selama-lamanya?” tanya Nathan tanpa membalikan tubuhnya. Dia juga merasakan sakit di hatinya mendengar isakan kecil milik wanita yang di cintainya.


Vanessa bangkit dari duduknya dia berdiri satu meter di belakang Nathan. “Kenapa kamu selalu pesimis? Apa kamu tidak ingat saat kamu hanya memiliki kesempatan hidup 10% tapi kamu masih di sini bersamaku sayang,” ucap Vanessa setengah berteriak dia tidak bisa menahan emosinya.


Vanessa berjalan mendekati Nathan, memeluk erat pria yang di cintainya dari belakang, “Jangan tinggalkan aku, aku mohon,” ucap Vanessa sambil membenamkan wajahnya di punggung Nathan.


Nathan diam mematung merasakan pelukan Vanessa, hatinya menyuruh Nathan untuk memeluk wanitanya. Tapi tubuhnya kalah karena ucapan dari logikanya, “Kalau kamu melanjutkan pernikahan,  itu artinya kamu siap kehilangan wanita yang kamu cintai.”


 ***


Nathan ko jahat, ada yang punya tisu gak author gak kuat nulisnya


Meskipun edisi sedih jangan lupa dukung author ya


Eh tapi author mau berbagi kebahagiaan, termiakasih yah untuk kalian yang sudah mendoakan suami author akhirnya di terima kerja di Tangerang. Makasih banget doanya kaka-kakaku semuanya love u

__ADS_1


__ADS_2