
Dering telpon yang terdengar nyaring di kamarnya membuat Vanessa buru-buru menyelesaikan acara mandinya. “Ngapain papa telpon,” ucap Vanessa saat melihat nama papanya yang tertera di layar ponselnya, namun dia tetap mengangkatnya.
“Hallo teh,” sapa papa di sebrang sana.
“Iya kenapa pa?” tanya Vanessa.
“Teteh ko suaranya serak gitu kenapa?” tanya papa dengan nada khawatir.
“Ini pa teteh lagi gak enak tenggorokan kebanyakan makan berminyak kayanya,” ucap Vanessa memberi alasan. Dia tidak mungkin menceritakan alasan sebenarnya, dia tidak ingin papanya khawatir.
“Di jaga atuh makanannya, masa nanti pengantin wanitanya serak kan gak lucu nyapa tamunya juga.”
“Iya pa, papa tumben telpon pagi-pagi ada apa?” tanya Vanessa mengalihkan perhatian papanya.
“Papa mau ngabarin kayanya baru bisa ke ibu kotanya pas satu hari sebelum acara, soalnya papa ada kerjaan gak papa kan teh?”
“Gak papa ko pa,” jawab Vanessa.
“Yaudah teteh hati-hati di sana, jaga kesehatannya jangan sampe sakit pas hari pernikahan.”
“Iya pa,” jawab Vanessa sebelum menutup telponnya.
Vanessa sudah siap untuk berangkat ke kantor namun dia sedang merapikan riasan wajahnya, mata bengkaknya sudah hilang setelah dia kompres dengan es batu yang di bawa Putri. Mendengar suara ketuka di pintunya membuat Vanessa bangkit dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu. Nampak Putri yang berdiri di depan pintu, “Ada apa Put?” tanya Vanessa.
__ADS_1
“Gue mau ngomong sebentar boleh?” tanya Putri sambil tersenyum.
Vanessa menganggukan kepalanya dan masuk kedalam kosan dia duduk kembali di meja belajarnya. Melanjutkan memoles wajahnya yang sempat tertunda, dia mulai memakai mascara agar bulu matanya lentik dan matanya tidak terlihat sipit.
“Lo udah tau alasan Nathan membatalkan pernikahan kalian?” tanya Putri.
Vanessa menghela nafasnya lalu menggelengkan kepalanya, rasa sakit kembali menyeruak di hatinya.
“Nathan membatalkan pernikahan kalian karena dia bermimpi buruk,” ujar Putri. Dia menunggu respon yang akan di tunjukan sahabatnya, namun Vanessa diam tidak bergeming sama sekali.
“Nathan bermimpi sebanyak dua kali, di dalam mimpinya itu Nathan dan lo sudah menikah … mimpinya itu berujung kecelakan dan lo pergi untuk selama-lamanya.” Putri memandangi sahabatnya, Vanessa tampak menghentikan aktifitasnya.
“Lo tau dari mana?” tanya Vanessa dengan nada yang dia buat santai supaya Putri tidak khawatir dengan keadaan hatinya.
Vanessa diam memikirkan ucapan Putri, “Kenapa Nathan bisa bermimpi sampai dua kali, dan berakhir aku meninggal setelah pernikahan?” Vanessa memikirkan pertanyaan yang keluar dari benaknya.
Pikirannya melayang pada kejadian saat Nathan menyelamtkan Vanessa saat akan tertabrak oleh mobil, dan sebelumnya Nathan bermimpi juga. Vanessa mencoba mengingat-ingat kejadian saat dia akan tertabrak, “Mahluk itu,” teriak Vanessa.
Putri terkejut dengan teriakan Vanessa, “Mahluk apaan Nes?” taya Putri penasaran.
“Gue harus balik ke Bandung ini mah Put,” ucap Vanessa sambil membawa tasnya.
Putri semakin kebingungan, “Ngapain balik ke Bandung?”
__ADS_1
Vanessa tidak mungkin ke Bandung sendirian apalagi sampai papanya tau bisa gawat, masalah ini akan semakin merembet dan pembatalan pernikahan itu akan sampai ke telinga papanya.
“Put lo ikut gue ke Bandung yah,” pinta Vanessa.
“Gue ikut ke bandung? … ngapain,” tanya Putri dia heran tiba-tiba Vanessa mengajaknya.
“Gue harus ketemu Ayu sodara gue, dan kalau sampai papa tau bisa gawat masa gue tiba-tiba ke Bandung padahal sebentar lagi gue nikah, jadi lo yang ke rumah Ayu.”
“Ngapain repot-repot ke Bandung kan bisa telpon kalau mau ngobrol sama sodara lo,” ucap Putri mengeluarkan pemikirannya.
Masalahnya Vanessa tidak tau nomor telpon Ayu karena dan Ayu tidak pernah aktif di media social. “Ceritanya panjang, sekarang kita berangkat dulu nanti gue certain di jalan.” Vanessa langsung menarik Putri keluar dari kosannya, dia tidak memperdulikan setelan kerja yang dia pakai.
Sepanjang perjalanan ke bandung Vanessa menceritakan semua yang di alaminya termasuk melihat mahluk aneh itu, begitu juga dia menceritakan tentang kebisaan Ayu dalam melihat dunia lain. Vanessa harus memastikan lewat mata batin Ayu apakah mahluk itu masih mengikutinya atau tidak karena hanya Ayu yang bisa melihatnya.
Vanessa hanya ingin memastikan jika mahluk itu masih mengikutinya mimpi Nathan kemungkinan tepat 90%. Karena saat Vanessa hampir tertabrak pun mimpi Nathan benar terjadi, Vanessa tidak tau bagaimana nasibnya jika Nathan tidak menolongnya mungkin sekarang dia sudah pergi untuk selama-lamanya.
Vanessa juga tidak tau kenapa Nathan bisa bermimpi seperti itu tentangnya, karena saat gangguan malkuk waktu Vanessa di tolong Ayu, Ayu tidak bermimpi apa-apa sebelumnya berbeda dengan Nathan, kenapa Nathan bisa memimpikannya.
***
Gak papa sedikit yah yang penting ada lanjutanya hihi
Dukung author terus ya biar makin semangat
__ADS_1