
Air matanya keluar melihat dokter yang melepaskan semua alat
medis yang di menempel di tubuhnya, kalau aku di makamkan berarti aku
benar-benar pergi untuk selamanya. Dia berjalan ke luar ruangan tidak kuasa
melihat Nathan yang menangis dengan diam di samping raganya. Ada sesuatu yang
menarik perhatiannya. Vanessa menatap tubuh wanita yang terbaring di atas
brankar dengan cahaya yang menyilaukan penglihatannya. Dia berjalan mendekati
brankar, tubuhnya terasa tertarik ke dalam cahaya itu.
***
Vanessa mengrejapkan matanya kala mata hari menembus kaca
dan menyinari wajahnya. Dia merasa terkejut melihat wanita yang tidak dia kenal
memeluknya, “Astaga dia siapa?” pikir Vanessa. Namun tubuhnya diam saat di
peluk wanita itu.
“Angel akhirnya kamu sadar juga sayang,” ucap wanita itu
dengan lembut.
Vanessa menelan ludahnya, “Angel? … raga siapa ini kenapa
aku bisa masuk di tubuh wanita tadi?” pertanyaan itu muncul. Mahluk pelangi itu
memperhatikan ku di sudut ruangan, “Dua puluh empat jam,” ucap mahluk pelangi
itu.
“Astaga aku Cuma punya waktu dua puluh empat jam, aku tidak
boleh menyia-nyiakannya,” ambisinya.
“Ibu senang kamu bisa sadar Angel,” wanita itu mencium
kening Vanessa.
Vanessa diam, dia memperhatikan wajah wanita itu dengan
seksama, “Astaga ibu,” pekiknya di dalam hati. Ada rasa ragu di hatinya melihat
wajah ibunya yang terlihat cantik menggunakan makeup dan gaya rambutnya pun
terlihat berbeda. “Eh ini beneran ibu bukan yah?” tanya Vanessa di dalam
hatinya. Untuk memastikan Vanessa memperhatikan leher wanita yang sangat mirip
__ADS_1
dengan ibunya, “Betul ada tahi lalatnya, refleks Vanessa memeluk ibunya erat
dia sangat merindukan ibu yang sudah melahirkannya. “Astaga keajaiban apa ini
ya tuhan,” gumam Vanessa.
“Ibu aku ingin bertemu seseorang,” ucap Vanessa.
Namun dahi wanita itu mengrenyit mendengar panggilan yang di
lontarkan anaknya, “Kita kan sudah sepakat sayang untuk tidak memanggil ibu,
kamu kan mau memanggil ibu dengan panggilan mami.”
Vanessa salah berbicara, dia menggaruk kepalanya yang tidak
gatal, “Maaf mami A-angel lupa,” ucap Vanessa gugup.
“Tidak apa-apa sayang, kamu mau bertemu siapa memangnya?”
“Nanti aku jelaskan ya mami, soalnya ini urgent banget,”
mohon Vanessa.
“Kalau begitu mami minta ijin bawa kamu pulang pada dokter
yah, kamu tunggu di sini sebentar.”
Vanessa menganggukan kepalanya, dia mencoba berfikir untuk
***
Setelah mendapat ijin dari dokter mami kembali, ke ruangan.
“Kamu boleh pulang sayang, katanya benturan di kepala kamu tidak parah dan tidak
perlu rawat inap.”
“Benturan di kepala?” tanya Vanessa. Dia meraba kepalanya
yang memakai perban, tapi dia tidak ingin memikirkannya yang terpenting adalah
dia harus bertemu dengan Nathan.
Vanessa meminta mami untuk melajukan mobilnya ke rumah
Nathan, dia turun dari mobil sendirian dan berjalan mendekati pos penjaga, “Pa
maaf tuan Nathan nya ada?” tanya Vanessa pada pria yang sedang berjaga.
“Tidak ada nona, tuan Nathan belum kembali dari acara pemakamkan nona Vanessa,” jawab penjaga
tersebut.
__ADS_1
Vanessa menganggukan kepalanya, “Kalau boleh tau nona
Vanessa di makam kan di mana?”
“Di pemakaman umum Jati****.”
“Kalau begitu terimakasih pa,” jawab Vanessa dan kembali
masuk ke mobilnya. “Kita ke pemakaman sekarang mam,” ucap Vanessa sambil
memasang seatbeltnya.
***
Setelah sampai di tujuan Vanessa meminta maminya untuk
menunggu di mobil. Dia berlari untuk mencari Nathan. Namun dia melihat Ayu yang
sedang berjalan dengan menundukkan kepala, “Ayu,” panggil Vanessa.
Ayu tampak mengrenyitkan dahinya, “Maaf siapa ya?” tanya
Ayu.
“Ayu ini aku Vanessa, tolong aku aku ingin kembali ke
ragaku,” pinta Vanessa.
Ayu yang mulai faham pun menarik tangan wanita yang tidak
dia kenal. Ayu menarik Vanessa ke dekat makamnya, di sana masih ada Nathan.
“A panggilin tukang gali kubur buruan,” perintah Ayu.
Nathan yang tidak mengerti pun malah terdiam memperhatikan
wanita di samping Ayu. “Ini aku Nathan cepat panggil bantuan.” Nathan terkejut
bukan main, tanpa berkata dia mencari tukang gali kuburan tadi.
“Pak tolong gali kembali makam istri saya,” ucap Nathan.
“Loh kenapa di gali lagi mas?” tanya pria itu yang terlihat heran dengan
permintaan Nathan.
“Ini urgent pak cepet, nanti saya bayar empat kali lipat.”
Mendengar penawaran yang di berikan Nathan sangat
menggiurkan bagi mereka.
Tubuh Vanessa sudah di angkat ke atas, Ayu serta Nathan menunggu
__ADS_1
dengan tidak sabar.
“Ayu terus ini bagaimana?” tanya Vanessa.