Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Ekstra part 1


__ADS_3

Air matanya keluar melihat dokter yang melepaskan semua alat


medis yang di menempel di tubuhnya, kalau aku di makamkan berarti aku


benar-benar pergi untuk selamanya. Dia berjalan ke luar ruangan tidak kuasa


melihat Nathan yang menangis dengan diam di samping raganya. Ada sesuatu yang


menarik perhatiannya. Vanessa menatap tubuh wanita yang terbaring di atas


brankar dengan cahaya yang menyilaukan penglihatannya. Dia berjalan mendekati


brankar, tubuhnya terasa tertarik ke dalam cahaya itu.


***


Vanessa mengrejapkan matanya kala mata hari menembus kaca


dan menyinari wajahnya. Dia merasa terkejut melihat wanita yang tidak dia kenal


memeluknya, “Astaga dia siapa?” pikir Vanessa. Namun tubuhnya diam saat di


peluk wanita itu.


“Angel akhirnya kamu sadar juga sayang,” ucap wanita itu


dengan lembut.


Vanessa menelan ludahnya, “Angel? … raga siapa ini kenapa


aku bisa masuk di tubuh wanita tadi?” pertanyaan itu muncul. Mahluk pelangi itu


memperhatikan ku di sudut ruangan, “Dua puluh empat jam,” ucap mahluk pelangi


itu.


“Astaga aku Cuma punya waktu dua puluh empat jam, aku tidak


boleh menyia-nyiakannya,” ambisinya.


“Ibu senang kamu bisa sadar Angel,” wanita itu mencium


kening Vanessa.


Vanessa diam, dia memperhatikan wajah wanita itu dengan


seksama, “Astaga ibu,” pekiknya di dalam hati. Ada rasa ragu di hatinya melihat


wajah ibunya yang terlihat cantik menggunakan makeup dan gaya rambutnya pun


terlihat berbeda. “Eh ini beneran ibu bukan yah?” tanya Vanessa di dalam


hatinya. Untuk memastikan Vanessa memperhatikan leher wanita yang sangat mirip

__ADS_1


dengan ibunya, “Betul ada tahi lalatnya, refleks Vanessa memeluk ibunya erat


dia sangat merindukan ibu yang sudah melahirkannya. “Astaga keajaiban apa ini


ya tuhan,” gumam Vanessa.


“Ibu aku ingin bertemu seseorang,” ucap Vanessa.


Namun dahi wanita itu mengrenyit mendengar panggilan yang di


lontarkan anaknya, “Kita kan sudah sepakat sayang untuk tidak memanggil ibu,


kamu kan mau memanggil ibu dengan panggilan mami.”


Vanessa salah berbicara, dia menggaruk kepalanya yang tidak


gatal, “Maaf mami A-angel lupa,” ucap Vanessa gugup.


“Tidak apa-apa sayang, kamu mau bertemu siapa memangnya?”


“Nanti aku jelaskan ya mami, soalnya ini urgent banget,”


mohon Vanessa.


“Kalau begitu mami minta ijin bawa kamu pulang pada dokter


yah, kamu tunggu di sini sebentar.”


Vanessa menganggukan kepalanya, dia mencoba berfikir untuk


***


Setelah mendapat ijin dari dokter mami kembali, ke ruangan.


“Kamu boleh pulang sayang, katanya benturan di kepala kamu tidak parah dan tidak


perlu rawat inap.”


“Benturan di kepala?” tanya Vanessa. Dia meraba kepalanya


yang memakai perban, tapi dia tidak ingin memikirkannya yang terpenting adalah


dia harus bertemu dengan Nathan.


Vanessa meminta mami untuk melajukan mobilnya ke rumah


Nathan, dia turun dari mobil sendirian dan berjalan mendekati pos penjaga, “Pa


maaf tuan Nathan nya ada?” tanya Vanessa pada pria yang sedang berjaga.


“Tidak ada nona, tuan Nathan belum kembali dari acara  pemakamkan nona Vanessa,” jawab penjaga


tersebut.

__ADS_1


Vanessa menganggukan kepalanya, “Kalau boleh tau nona


Vanessa di makam kan di mana?”


“Di pemakaman umum Jati****.”


“Kalau begitu terimakasih pa,” jawab Vanessa dan kembali


masuk ke mobilnya. “Kita ke pemakaman sekarang mam,” ucap Vanessa sambil


memasang seatbeltnya.


***


Setelah sampai di tujuan Vanessa meminta maminya untuk


menunggu di mobil. Dia berlari untuk mencari Nathan. Namun dia melihat Ayu yang


sedang berjalan dengan menundukkan kepala, “Ayu,” panggil Vanessa.


Ayu tampak mengrenyitkan dahinya, “Maaf siapa ya?” tanya


Ayu.


“Ayu ini aku Vanessa, tolong aku aku ingin kembali ke


ragaku,” pinta Vanessa.


Ayu yang mulai faham pun menarik tangan wanita yang tidak


dia kenal. Ayu menarik Vanessa ke dekat makamnya, di sana masih ada Nathan.


“A panggilin tukang gali kubur buruan,” perintah Ayu.


Nathan yang tidak mengerti pun malah terdiam memperhatikan


wanita di samping Ayu. “Ini aku Nathan cepat panggil bantuan.” Nathan terkejut


bukan main, tanpa berkata dia mencari tukang gali kuburan tadi.


“Pak tolong gali kembali makam istri saya,” ucap Nathan.


“Loh kenapa di gali lagi mas?”  tanya pria itu yang terlihat heran dengan


permintaan Nathan.


“Ini urgent pak cepet, nanti saya bayar empat kali lipat.”


Mendengar penawaran yang di berikan Nathan sangat


menggiurkan bagi mereka.


Tubuh Vanessa sudah di angkat ke atas, Ayu serta Nathan menunggu

__ADS_1


dengan tidak sabar.


“Ayu terus ini bagaimana?” tanya Vanessa.


__ADS_2