
Setelah melakukan ritual mandinya Vanessa keluar dan menatap Nathan tajam.
“Tuhkan lo cantik kalau udah mandi, udah gak ada ilernya,” ucap Nathan menahan tawanya.
Vanessa mendekati Nathan dengan wajah marahnya, lalu mencubit pinggang Nathan sekuat tenaganya, “Berani ya lo ngerjain gue,” ucap Vanessa kesal tanpa melepaskan cubitannya di pinggang Nathan.
“Aa-aaw sakit Nes lepas,” ucap Nathan dengan nada memelas.
“Awas ya lo ngerjain gue lagi,” ancam Vanessa.
“Iya engga lagi deh, tapi lepasin dong,” pinta Nathan sambil memgang lengan Vanessa.
Vanessa sudah melepaskan cubitannya tapi lengan Nathan masih memegang pergelangan tangannya, Vanessa menatap Nathan meminta Nathan melepaskan cekalan tangannya, bukan melepaskan tangan Nathan malah menarik Vanessa kedalam pelukannya.
Tubuh Vanessa membeku saat Nathan memeluknya, perasaan Vanessa menghangat saat Nathan memeluknya dengan erat, kupu-kupu terbang pun sudah memenuhi perutnya.
Vanessa rasnya tidak ikhlas saat Nathan melepaskan pelukannya, “Lebih baik kamu siap-siap hari ini,” ucap Nathan tanpa melihat kearah Vanessa.
Vanessa melihat Nathan yang sepertinya akan pergi dari kamarnya, “Lo mau kemana?” tanya Vanessa.
“Ada sesuatu yang harus gue kerjakan.”
Tanpa menunggu jawaban Vanessa Nathan langsung menghilang begitu saja.
Nathan merasa canggung setelah kejadian pelukan barusan dia tidak tau harus bersikap seperti apa setelah kejadian barusan dan memilih pergi dari hadapan Vanessa.
***
Vanessa menatap tumpukan barang-barang yang akan dia bawa, Vanessa hanya membawa beberapa stel pakaian dan perawatan tubuhnya, “Bawa apalagi yah,” ucap Vanessa sambil menopang dagu dengan tangan kanannya.
__ADS_1
“Nes,” panggil seseorang sambil mengetuk pintu kos Vanessa.
Vanessa membuka pintunya dan tersenyum melihat Putri yang datang kekamarnya, “Masuk Put.”
Putri menatap Vanessa heran saat melihat tumpukan baju dan perlengkapan Vanessa yang tercecer diatas tempat tidur.
“Gue jadi pergi kepulau itu besok,” ucap Vanessa seakan tau isi pikiran Putri.
“Serius lo jadi pergi sendirian?” tanya Putri.
“Lo ikut dong biar gue ada temennya,” pinta Vanessa.
“Bukannya gue gak mau nemenin lo, tapi gue udah pake jatah ijin gue,” ujar Putri.
Vanessa tidak mungkin memaksa Putri apalagi waktunya mepet, “Maafin gue ya,” Putri memeluk Vanessa erat.
“Lo jaga diri baik-baik yah, lo harus pulang dengan selamat,” Putri melepaskan pelukannya.
“Gue takut lo kenapa-napa,” ucap Putri khawatir perasaannya tidak enak tapi Putri tidak mungkin memberitau Vanessa dia takut Vanessa kepikiran karena ucapannya.
“Doain gue ya,” ucap Vanessa.
“Gue pasti doain lo, inget lo harus hati-hati di sana jangan gegabah ya, jaga sikap,” ucap Putri perhatian.
“Makasih Put, lo emang sahabat terbaik gue,” kini Vanessa yang memeluk Putri.
Putri melepaskan pelukannya, “Gue bantuin lo beres-beres yah.”
Vanessa tersenyum mendengar Putri mau mebantunya, “Kira-kira apa yang kurang?”
__ADS_1
Putri Nampak berpikir, “Lo harus bawa kotak P3K, disana pasti sepi banget, jadi kalo lo jatuh lo harus bisa obtain diri lo sendiri.”
“Anter gue yu, sekalian gue traktir lo makan,” ajak Vanessa.
“Wah asik tuh kebetulan gue laper,” ucap Putri semangat.
***
Vanessa dan Putri sedang menunggu pesanan sate mereka, Putri memperhatikan Vanessa yang terlihat gelisah.
“Lo kenapa?” tanya Putri.
“Ee-emm,” Vanessa tidak melanjutkan ucapannya dia bingung harus bicara dari mana soal Nathan.
“Nathan?”
Vanessa menganggukan kepalanya, “Gue belum liat Nathan setelah kejadian tadi.”
“Kejadian apa Nes?” tanya Putri khawatir.
“Ta-tadi Nathan … meluk gue erat banget,” Vanessa mengigit kecil bibir bawahnya.
Putri menatap Vanessa tidak percaya, “Kalian pelukan?”
“I-iya,” jawab Vanessa gugup.
“Kalian bisa bersentuhan?” tanya Putri lagi.
Vanessa menganggukan kepalanya sebagai jawaban, “Meskipun kalian bisa bersentuhan, lo harus inget Nathan bukan manusia,” ujar Putri.
__ADS_1
Melihat Vanessa yang diam saja Putri mengguncang bahu Vanessa, “Jangan bilang kalau lo udah jatuh cinta sama Nathan.”
“Gu-gue ….”