Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 28 (Terungkap)


__ADS_3

Merasa pegal berdiri terus Vanessa memilih duduk, di ikuti Nathan yang duduk di sebelahnya sambil merangkul Vanessa.


Vanessa melirik Nathan yang wajahnya terlihat saat lautan lepas sudah tidak Nampak lagi, namun kali ini terlihat jelas pulau yang terlihat kecil dari kejauhan, “Kamu kenapa?” tanya Vanessa lembut.


Nathan berusaha menampakan senyumnya, “Aku hanya teringat kejadian itu, jujur aku masih trauma.”


Vanessa menyandarkan kepalanya pada pundak Nathan, “Kamu harus bisa lawan rasa takut kamu, karena sebentar lagi kamu akan bebas dari dunia ini,” ujar Vanessa meyakinkan Nathan.


“Aku takut tidak bisa melihat mu,” lirih Nathan seraya menundukan pandangannya.


“Maksud kamu?” tanya Vanessa bingung, padahal jelas-jelas Nathan meminta bantuan Vanessa agar ia bisa melanjutkan perjalanan kematian selanjutnya, tidak seperti sekarang terkurung di dunia dan menjadi arwah penasaran.


“Mungkin ini terdengar aneh, tapi aku mencintai kamu Vanessa,” ucap Nathan tegas sambil menatap Vanessa.


Seulas senyum muncul di bibir Vanessa mendengar ungkapan cinta dari Nathan, tapi dia tidak tau harus menjawab apa, dia memang mencintai Nathan tapi tidak mungkin Vanessa menjalin hubungan beda dunia seperti ini.

__ADS_1


Agung mendengar jelas ungkapan cinta pria tidak terlihat itu pada Vanessa, otak Agung di hinggapi berbagai pertanyaan mengenai pasangan di hadapannya itu, “Mereka tidak mungkin bisa bersatu,” batin Agung.


Tubuh Agung menegang melihat adegan di depannya, dimana Vanessa dan pria itu berciuman, sungguh baru kali ini Agung melihat mahluk yang terlihat tampan dan tidak menakutkan, memang Agung bisa melihat sebuah bercak darah tepat di dada pria itu. “Apa yang sebenarnya terjadi pada Pria itu?” tanya Agung di dalam hatinya.


Melihat Vanessa dan Pria itu mengakhiri ciumannya Agung memberanikan diri mendekati mereka, “Hai,” sapa Agung pada Nathan.


Seperti biasa Nathan bukan orang yang mudah akrab dengan orang baru, yang dia tampakan hanya wajah datarnya sambil menatap Agung tajam.


“Kamu bisa liat Nathan?” tanya Vanessa tidak percaya saat Agung menghampiri mereka namun yang di sapa Agung bukan lah dia, tapi Agung malah menatap Nathan yang ada di sebelahnya.


“Berani sekali kamu berucap seperti itu,” sindir Nathan.


“Selama aku melihat mahluk tidak kasat mata tidak pernah sekali pun aku melihat mereka bisa bersentuhan dengan manusia, seperti kalian berciuman barusan, itu untuk pertama kalinya aku melihat adegan mahluk tidak kasat mata, berciuman dengan manusia,” ungkap Agung.


Kali ini Vanessa melirik Nathan yang terlihat santai mendengar ucapan Agung, “Maksud kamu?” tanya Vanessa.

__ADS_1


“Sepertinya Nathan ini dalam keadaan koma, dia ada di antara hidup dan mati,” ujar Agung.


Vanessa menatap Nathan, “Apa itu benar?” 


Melihat anggukan kepala Nathan dia langsung memeluk Nathan erat, Vanessa senang mendengarnya dia masih punya kesempatan untuk bersama Nathan di dunia.


Nathan membalas pelukan Vanessa, melirik Agung yang tampak tersenyum melihat tingkah Vanessa. “Sepertinya Aku harus kembali, silahkan menikmati kebersamaan kalian,” ucap Agung dan berjalan ke tempat dia duduk tadi.


“Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu masih hidup?” tanya Vanessa dengan wajah pura-pura kesalnya.


Nathan mencubit hidung Vanessa sampai memerah, “Sakiiit,” teriak Vanessa sambil berusaha melepaskan tangan Nathan.


Vanessa kesal melihat Nathan yang malah tersenyum senang dan memunggungunginya, dia berjalan mendekati Nathan, berdiri tepat di samping Nathan,“Jelaskan!” ucap Vanessa lembut di telinga Nathan.


“A-aku….”

__ADS_1


   


__ADS_2