
Vanessa mengalihkan perhatiannya dan melihat pria yang sedang mengemudi di sampingnya, “Aku gak papa,” ucap Vanessa sambil menahan air matanya, dia tak kuasa menahan gejolak yang ada di dalam hatinya.
Pria itu memarkirkan mobilnya , mengangkat dagu Vanessa agar mau menatapnya.
Vanessa menatap pria di sampingnya dengan perasaan tidak karuan, antara senang, sedih, kesal, dan marah. Pria itu malah menampakan senyum yang sangat Vanessa rindukan, sampai air matanya menetes.
Pria itu langsung membawa Vanessa ke dalam pelukannya, “Aku sangat merindukanmu,” ucapnya lirih.
Vanessa melepaskan pelukannya agar bisa melihat wajahnya dengan jelas, “Bukannya kamu me-“ Vanessa sengaja menggantung ucapannya.
“Kenapa kamu tau kalau aku meninggal?” tanya pria itu dengan nada serius.
“Setelah pulang dari pulau itu, aku ingin memastikan keadaan mu. Aku dan Putri ingin menjenguk mu, tapi saat di rumah mu aku liat banyak papan bunga di sana," jawab Vanessa.
Nathan menghela nafasnya, "Aku memang meninggal saat itu, bahkan dokter sudah mencopot semua alat medis dari tubuhku. Namun Tuhan memberikan keajaiban untuk ku, aku bisa membuka mata kembali. kamu tau betapa terkejutnya mereka melihat aku yang sudah meninggal tiba-tiba membuka mata, kalau ingat itu aku suka jadi ingin ketawa," ucap Nathan dengan menahan senyumnya.
Vanessa mukul lengan Nathan, "Kamu tuh ya, ini aku lagi serius, malah pengen ketawa gitu!"
"Ya gak papa, biar kamu senyum." Nathan mengambil tisu dan di berikan nya pada Vanessa.
"Tuh hapus ingus kamu, jelek tau gak jadi gak keliatan cantiknya," goda Nathan dengan mengedipkan matanya.
Vanessa mendelik pada Nathan, "Lanjutkan lagi ceritanya," pinta Vanessa sambil membersihkan wajahnya.
"Yaudah, akhirnya aku sadar."
Vanessa menundukkan kepalanya, "Tapi kamu gak ingat aku saat sadar. kenapa baru sekarang nemuin akunya?" gumam Vanessa.
Nathan menangkup pipi Vanessa dengan kedua tangannya, "Aku masih ingat kamu, kamu yang sudah menolongku agar bisa masuk kembali ke ragaku. mana mungkin aku melupakan wanita yang sangat aku cintai," ungkap Nathan.
mendengar ucapan Nathan Vanessa tidak kuat menahan rasa haru di dadanya, dia langsung memeluk Nathan dengan erat sambil menangis sesegukan. menumpahkan semua rasa yang tertahan di dadanya selama hampir setengah tahun.
"Jangan menangis aku tidak suka melihat mu menangis, aku mohon," ucap Nathan.
Vanessa tidak bisa menghentikan tangisnya, dia terlalu bahagia karena keinginannya memeluk Nathan terlaksana.
Nathan semakin mengeratkan pelukannya, mendengar Vanessa yang menangis sesegukan.
teringat kejadian di kafe tadi Vanessa menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukannya. di tatapnya mata Nathan, "Jadi yang tadi di kafe itu kamu?" tanya Vanessa.
Nathan mengangguk kan kepalanya, "Maaf tadi aku sangat senang bisa bertemu denganmu, mulut aku rasanya terkunci."
"Kamu mengira itu Niko yah?"
Vanessa menganggukkan kepalanya, "Jadi Nicholas itu saudara kembar mu?" tanya Vanessa memastikan.
"Iyah dia kakaku," jawab Nathan.
flashback
Setelah dinyatakan adiknya kembali hidup Nicholas berjalan ke salah satu kamar untuk menjenguk adiknya.
__ADS_1
Adiknya hanya diam tidak banyak berbicara seperti biasanya.
"Bagaimana keadaanmu?"
Adiknya bernama Nathan menoleh mendengar suara kakanya.
"Aku baik-baik saja," jawab nya singkat.
Rasa senang nya membuat senyum Niko terus mengembang di bibirnya.
"Abang," panggil Nathan.
"kenapa?"
"Aku jatuh cinta."
Niko mengernyit heran, "Jatuh cinta sama siapa?"
"Selamat aku koma, arwah ku tidak bisa masuk ke ragaku, dia yang membantu aku agar bisa kembali pada ragaku. Tolong bantu dia."
"Anak itu memohon, tapi ucapannya masih saja datar seperti itu," batin Niko.
"Abang harus membantu apa?"
"Dia harus lulus semester ini, karena menolongku dia mengambil cuti. Abang jadi dosen pembimbingnya di universitas milik Papa."
Melihat kakanya yang sedang diam tampak berpikir, Nathan yang tidak sabaran langsung angkat bicara, "Pokoknya Abang harus mau!"
"Ya makanya jawab, bukan diem aja!"
"Kamu tau kan kerjaan ku di kantor banyak, Karena harus menghandle pekerjaan mu," jawab Niko dengan santai.
"Aku tidak mau tau urusan itu, pokoknya Abang harus ikuti keinginan ku," ucap Nathan sambil menahan emosi.
Niko menyimak semua yang Nathan ceritakan tentang gadis yang menolongnya.
flashback off
Vanessa meraba bibir Nathan yang terlihat pucat, "Kamu masih sakit?" tanya Vanessa dengan nada khawatir.
"Harusnya aku masih di rawat, tapi aku memaksa ingin pulang. Takut kamunya keburu di ambil orang." Nathan tersenyum karena berhasil menggoda Vanessa.
Pipi Vanessa memanas karena kalimat terakhir yang keluar dari mulut Nathan.
"Memangnya siapa yang mau mengambilku?"
"Doni," jawab Nathan cepat.
"Doni?" Vanessa mengernyitkan keningnya.
"Kata Niko dia udah curi start waktu kemarin kamu wisuda."
__ADS_1
Vanessa tersenyum mendengar ucapan Nathan, "Memangnya Doni curi start bagaimana?"
"Kata Niko dia deketin orang tua kamu."
"Iya dia melamar ku kemarin waktu ada Papa." Vanessa sengaja ingin memanas-manasi Nathan, dia ingin tau reaksi yang di tunjukkan Nathan.
"Jangan di terima, nanti aku kerumah melamar kamu secepatnya," ucap Nathan cepat dengan nada memohon.
Vanessa tidak kuat menahan tawanya, melihat ekspresi Nathan yang sangat menggemaskan.
"Jangan serius gitu, aku hanya bercanda. Doni tidak melamar ku."
***
melihat kepergian Vanessa, Putri hanya bisa tersenyum pada dosen di depannya. Dia mengambil minuman kemasan yang dia beli tadi.
"Duduk dulu Pak," tawar Putri.
Niko mengikuti Putri yang duduk di kursi yang di sediakan Madam di depan kamar kos masing-masing, untuk menerima tamu lawan jenis.
Putri menyimpan minumannya di atas meja, "Minum dulu Pak." Putri tersenyum ramah pada dosen tampan di sampingnya.
"Terima kasih," jawab Niko singkat.
"Aduh aku mimpi apa semalam bisa berduaan dengan dosen tampan ini," batin Putri.
Putri sesekali mencuri pandang pada dosen di sampingnya yang tampak sibuk dengan ponsel di tangannya.
"Ini mah harus di abadikan," batinnya.
"Pak sini dulu liat kamera, foto dulu sebentar," pinta Putri dengan mengangkat hp nya.
"Untuk apa?"
"Ini untuk pa- untuk lapor sama ibu kos kalau ada tamu," jawab Putri sambil tersenyum kikuk. "Haduh hampir saja keceplosan," batin Putri.
Putri hanya mengambil satu foto selfie, Putri langsung memandangi ponselnya. Tampak wajah senang milik Putri, namun muka Niko datar tanpa ekspresi, "Ya gak papa lah datar gitu, yang penting bisa pamer di grup.
Putri mengirimkan foto selfie- nya di grup kampus. "Malam minggu gini enak ada yang ngalapelin 🤭."
Fotonya langsung banyak di komentari oleh teman-temannya.
***
Sudah terungkap teman-teman ☺️
kalian jadi gak penasaran lagi, tapi jangan tinggalkan author sendiri ya. author masih butuh kalian untuk menemani perjalanan Nathan dan Vanessa.
Jangan lupa vote, like dan komentarnya ya
Love u all ❤️
__ADS_1