Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 79 (Moment penting)


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, setelah acara makan malam itu hubungan Vanessa dan Nathan membaik dan kembali seperti semula. 


Vanessa mengatur nafasnya dia gugup bukan main, ini adalah hari pernikhannya dengan Nathan. Hari bahagia yang akan ia ingat dengan baik di setiap momentnya. “Kamu cantik banget sayang,” puji mami. Vanessa tersenyum menanggapi ucapan mami, “Mami juga cantik,” puji Vanessa.


Vanessa memilih riasan kepala yang simple untuk pernikahannya, dia tidak memakai adat sunda yang memakai siger besar di kepalanya. Terlalu berat menurutnya apalagi di tambah sanggul dan kembang goyang dia sudah bergidik ngeri membayangkan seharian tersiksa selama pesta pernikahannya. Memang riasan yang di pilihnya terkesan simple namun menampakan wajah cantiknya lewat kesederhanaan riasannya.


Janji suci dan pesta pernikahannya berjalan sebagaimana mestinya, semuanya lancar tanpa hambatan. Setelah acara selesai Vanessa memandangi Nathan yang duduk di sampingnya. Pria tampan yang mencuri hatinya, Vanessa tau suaminya itu sedang memikirkan mimpinya, sepanjang acara Nathan tampak was-was. Tidak ada kegugupan sama sekali saat menucapkan janji sucinya, entah apa yang di pikirkan Nathan namun Vanessa mencoba berpikir positif.


Nathan terlihat tampan jika di lihat dari samping, halisnya yang rapi, mukanya penuh keseriusan. Hidungnya yang mancung, kadang Vanessa berpikir kalau Nathan melakukan oprasi hidung. Vanessa tersenyum malu-malu saat memperhatikan bibir Nathan, bibir yang selalu membuatnya panas dingin saat berciuman.


“Kamu kenapa senyum-senyum gitu?” tanya Nathan.


Vanessa menggelengkan kepalanya, “Gak papa pengen senyum aja,” jawab Vanessa, dia tidak mungkin menceritakan khayalannya tentang bibir Nathan.


Meskipun melakukan perdebatan panjang tentang masalah mereka akan beristirahat di rumah Nathan atau di hotel, karena Nathan tetap pada pendiriannya tidak ingin naik mobil seperti mimpinya, sementara Vanessa mencoba tetap mengabaikan mimpi Nathan dan berakhir Vanessa yang mencoba mengalah untuk mengikuti keinginan Nathan. Sesuai kesepakatan Vanessa dan Nathan memilih menginap di hotel tempat mereka melakukan pesta pernikahan untuk menghindari kecelakan mobil yang ada di mimpi Nathan.


Vanessa duduk di sisi tempat tidur menunggu Nathan yang sedang mandi, dia *******-***** tangannya karena gugup. Kini statusnya sudah berubah menjadi sorang istri, dan di sini merka hanya berdua, itu alasan Vanessa tidak ingin menginap di hotel. Dia masih sedikit canggung meskipun mereka sering berciuman tapi hanya sebatas itu, “Bagaimana kalau Nathan memintanya?” memikirkannya sata membuat Vanessa panas dingin dan bergidik ngeri.


Meskipun pernah menonton film seperti itu tetap saja dia sedikit gugup, apalagi malam ini dia akan menjadi pemeran utamanya.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka tampak Nathan dengan rambut basah, dia hanya menggunakan handuk di bawah pinggangnya. Seperti sengaja menampakan dada bidangnya Nathan berjalan dengan santai menghampirinya. Vanessa menundukan kepalanya, kegugupannya semakin bertambah saat Nathan tepat di depannya.


Nathan mengelus kepala Vanessa dengan lembut, membuat bulu kuduk Vanessa berdiri, “Ini lebih seram dari pada novel horror yang di bacanya,” pikirnya.


“Kamu mandi sana! Habis itu kita makan,” ucap Nathan sambil mencium puncak kepala Vanessa dan berjalan meninggalkan wanitanya yang masih duduk di tempat tidur.


Melihat Nathan yang berjalan meninggalkannya dengan cepat Vanessa mengambil baju miliknya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah Vanessa selesai mandi Nathan sudah tampak rapi dengan setelan santainya, “Ayo,” ajak Nathan sambil menggenggam tangan Vanessa.


Vanessa merasa aman, sesi bergulat sebagai pemeran utamanya masih lama, itu artinya Vanessa punya waktu beberapa jam untuk menenangkan dirinya.


Ternyata beberapa jam yang di pikirkannya begitu cepat, setelah selesai makan Nathan mengajaknya untuk kembali ke kamar.


Saat masuk ke kamar Nathan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Vanessa memilih duduk di sisi tempat tidur. “Kamu tidak lelah? Sini rebahan” ucap Nathan.


“Lelah, tapi kan baru selesai makan nanti makanannya tidak bisa di cerna dengan benar oleh lambung. Minimal dua jam setelah makan baru boleh tiduran,” ucap Vanessa mencari alasan yang logis.


Nathan bangun dari posisi tidurnya, dia duduk di atas tempat tidur menyender pada dipan, “Sini,” pinta Nathan sambil menempuk kasur.

__ADS_1


“Haduh gimana ini,” batinnya.


Melihat istrinya yang diam saja, Nathan menarik tangan Vanessa agar mendekat. Vanessa hanya pasrah mengikuti permintaan Nathan, dia mencoba menenangkan detak jantungnya yang sepertinya ikin melompat dari tempatnya.


Nathan menarik dagu Vanessa agar menatapnya, “Kamu kenapa gugup gitu?” tanya Nathan pura-pura tidak tau, padahal dia jelas-jelas tau istrinya itu sedang gugup, sangat gugup malahan karena tangannya terasa dingin saat tadi Nathan menariknya.


Vanessa menggelengkan kepalanya, “A-aaku gak papa,” jawab Vanessa terbata.


Nathan menipiskan jarak di antara mereka, dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Vanessa. Menciuum bibir istrinya dengan lembut, “Harus bermain santai ini supaya dapet malam pertama,” pikirnya.


 ***


Author gak sanggup teman-teman bikin adegan malam pertamanya 


Meskipun kemarin author sempet sedih waktu carzy update ternyata like dan komentarnya sedikit tapi gak papa author tetep harus semangat


Jangan lupa dukung author terus yah lewat vote, like dan komentarnya


Author lagi kejar target nih biar cepet ending dan lanjut season duanya, jadi kalian bisa cek ceritanya karena author usahakan setiap satu bab beres langsung author publish.

__ADS_1


Buat yang minta visual nya udah yah Park Hae Jin dan teteh Isyana Sarasvati cocok gak ?


__ADS_2