Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 73 (Bahasan Pembatalan)


__ADS_3

Setelah sesi menangisnya selesai karena merasa lelah Vanessa merebahkan tubuhnya dan menutup matanya untuk beristirahat.


Vanessa bangun dia mengambil ponselnya membuka aplikasi kamera, “Jadi jelekan bengkak gini,” ucap Vanessa memandangi wajahnya.


Dia mengirim pesan pada Putri untuk meminta membelikannya es batu untuk mata bengkaknya. Putri terkejut melihat mata Vanessa yang bengkak saat mengantarkan es batu yang di minta sahabatnya. Namun dia tidak banyak berbicara dan langsung pergi karena Vanessa menutup pintu kamarnya, itu artinya sahabatnya sedang tidak ingin di ganggu.


Putri mengambil telpon di sakunya lalu menghubungi Niko, dia mendapat nomor Niko mencuri dari ponsel Vanessa. Panggilan pertama tidak di angkat oleh Niko, namun Putri kembali menelpon Niko dan akhirnya pria itu mengangkatnya, “Ini siapa?” pertanyaan itu langsung di lontarkan Niko tanpa berbasa basi.


“Saya temannya Vanessa, ada yang harus saya bicarakan tentang Vanessa.” Putri sengaja menekan nama Vanessa agar Niko mau bertemu dengannya. Bukan tidak tau diri, Putri tau pria tampan itu tidak menyukainya dia hanya menganggap hiburan semata karena bisa membuat dosen tampannya kesal karena tingkahnya.


“Baik,” jawab Niko singkat sebelum mengakhiri telponnya.


Putri mengirimkan lokasi untuk merka bertemu, ternyata Niko lebih dulu sampai di sana. Putri duduk di hadapan Niko dengan wajah seriusnya, kali ini bukan waktunya bercanda, “Pagi ini saya melihat mata Vanessa bengkak, bukan hal yang wajah untuk seseorang wanita yang sebentar lagi akan menikah … sebenarnya ada masalah apa?”


Niko kagum melihat keseriusan Putri, “Mahluk astral ini bisa serius juga,” batinnya. 


“Saya pikir kamu seharusnya yang lebih tau tentang permasalahan sahabatmu,” sindir Niko tanpa memperdulikan wajah kesal Putri.


“Kalau saya tau saya gak akan bertemu dengan bapak … meskipun saya merindukan bapak,” jawab Putri cepat. Dia menggelengkan kepalanya, “Aduh Put fokus … Vanessa itu gak akan pernah cerita pada siapapun jika dia belum ingin membagi masalahnya, dan saya sebagai sahabatnya tidak bisa terima melihat Vanessa menangis seperti itu, dan ini pasti gara-gara adik bapak!” 


“Ko kamu jadi emosi gitu ke saya, yang buat masalah itu adik saya bukan saya,” jawab Niko dia tidak suka pada Putri yang berbicara dengan nada sedikit meninggi kepadanya.


“Aduh kok bapak jadi ikutan emosi,” ucap Putri sambil memajukan bibirnya.


“Kamu yang duluan emosi,” jawab Niko dia seakan tidak mau kalah.


“Aduuh udah pak kita kan lagi bahas masalah adik bapak dengan sahabat saya,” ujar Putri.

__ADS_1


“Hmmm,” Niko hanya menjawab dengan deheman.


“Jadi gimana?” Putri menanyakan kepastian.


“Gimana apanya?” Niko malah balik bertanya.


“Si bapak di tanya malah balik tanya,” ucap Putri kesal tetapi karena mendapat tatapan tajam dari Niko, nyali Putri jadi menciut, “Galak banget si bapak,” gumam Putri.


Melihat Putri yang malah diam membuat Niko kesal, “Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi saya mau pulang,” ujar Niko hendak berdiri.


Putri yang terkejut saat Niko mau beranjak dengan cepat menarik tangannya, namun tatapan tajam Niko yang memberi isyarat agar melepaskan tanggannya langsung Putri turuti, “Bapak masa mau main pulang aja, dari tadi tuh kita Cuma depat gak jelas dan belum menemukan titik terang untuk masalah sahabat saya,” ujar Putri, kali ini dia berbicara pelan tidak ingin terpancing emosi seperti tadi.


Niko kembali duduk dan menatap Putri lekat, mahluk astral itu malah belingsatan gak jelas di tatap oleh Niko.


“Aduuuh si bapak ganteng banget kalau serius kaya gitu,” ucap Putri di dalam hatinya sambil tersenyum malu-malu.


“Adik saya membatalkan pernikah-


Niko menggosok-gosok telinganya yang terasa pengang akibat teriakan Putri, “Kalau bicara gak usah teriak-teriak!” bentak Niko.


“Ya maaf pak namanya juga refleks … lanjutkan pak saya tidak akan memotong,” ucap Putri kesal.


“Adik saya itu bermimpi dua kali.”


“Mimpi apa pak mimpi basah?” tanya Putri di dalam hatinya dia tidak berani mengeluarkan suara namun wajahnya malah senyum-senyum gak jelas.


“Sabar Niko sabar,” batin Niko kesal melihat Putri malah senyum-senyum gak jelas.

__ADS_1


“DI dalam mimpinya itu kejadiannya setelah mereka menikah terjadi kecelakan dan mengakibatkan Vanessa meninggal,” ucap Niko serius.


“Aduh ganteng banget ya tuhaan, bolehkan kalau dia jadi suami aku aja?” ucap Putri di dalam hatinya. Dia sungguh terpesona dengan wajah serius milik Niko, sampai-sampai dia tidak menyadari kalau mulutnya terbuka saat mengangummi ketampanan Niko.


Niko melambai-lambaikan tangannya tepat di wajah Putri karena tidak mendapatkan respon, “Heh mahluk astral,” ucap Niko sedikit keras.


Putri tersentak dari lamunannya, “Eh iya pak kenapa?” tanya Putri dengan suara gelagapan.


“Kalau ada orang ngomong itu di dengerin!” jawab Niko.


“Saya dengerin kok pak, tadi bapak bilang Nathan mimpi Vanessa meninggalkan?” tanya Putri.


Niko mengangguk, “Iya Nathan takut semua yang ada di mimpinya itu menjadi kenyataan.”


“Bukannya mimpi itu Cuma bunga tidur ya pak?” tanya Putri lagi.


“Waktu itu Nathan juga pernah bermimpi Vanessa tertabrak mobil dan itu benar-benar terjadi. Nathan semakin yakin kalau mimpinya itu bukan hanya bunga tidur saja,” ucap Niko menjelaskan permasalahan yang di hadapi adiknya.


“Yang waktu Nathan masuk rumah sakit pak, gara-gara lari menyelamatkan Vanessa?” Putri mencoba memastikan.


“Iya … saya harus ke kantor,” ucap Niko sambil berjalan meninggalkan Putri yang sedang berpikir.


“Ini mah harus buru-buru lapor kanjeng ratu.” Putri bergegas pergi dari sana untuk kembali ke kosan.


 ***


Kesian Vanessa gara-gara mimpinya Nathan jadi di batal pernikahannya

__ADS_1


Author lagi carzy update nih Cuma kesendat di rivew terus, pengennya hari ini beres Cuma kayanya masih rada panjang, baru juga masuk konflik masa udah ending hehe


Jangan lupa dukung author terus ya lewat vote, like dan komentarnya


__ADS_2