Cinta Beda Dunia

Cinta Beda Dunia
Bab 78 (Berbaikan)


__ADS_3

Vanessa menatap rumah Nathan untuk yang ketiga kalinya, “Ngapain diem aja ayo masuk,” perintah Niko yang melihat Vanessa diam.


Vanessa sedikit tersentak karena ucapan Niko yang menyadarkannya dari lamunan tentang masa lalunya saat melihat papan bunga. 


Melihat Niko yang berjalan masuk, Vanessa melangkahkan kakinya sedikit berlari agar mensejajarkan langkahnya dengan Niko. Niko menghentikan langkahnya tepat di sebuah pintu, “Masuk sana!”


Vanessa diam, dia ragu-ragu untuk masuk. Niko yang sudah tidak sabar ingin merebahkan tubuhnya dengan cepat mengambil seribu langkah membuka pintu kamar Nathan.


Nathan yang sedang duduk ditempat tidurnya sedang bersandar ke dipan kasur menaikan satu alisnya melihat Niko yang tiba-tiba masuk ke kamarnya. “Ada yang ingin bertemu kura-kura,” ketus Niko.


Nathan diam, dia tidak mengerti ucapan Niko. “Malah jadi patung, buruan masuk!” ucap Niko tidak sabaran. Rasa penasaran itu muncul di benak Nathan, “Siapa yang datang bersama abang?”. Namun pertanyaan itu terjawab sudah saat melihat Vanessa yang masuk ke kamarnya dengan menundukan wajahnya.


“Ingat kalian belum menikah, jangan membuat percikan api,” ujar Niko santai sambil berjalan keluar kamar meninggalkan Vanessa yang masih mematung di tempatnya, sementara Nathan masih pada posisinya menyender pada dipan.


Setelah lama berdiam Vanessa mencoba mengangkat wajahnya untuk menatap Nathan. Pria yang sangat ia rindukan meskipun telah memberikannya luka yang cukup dalam, kalau saja bisa menghilangkan rasa cintanya, mungkin Vanessa akan membatalkan pernikahan ini tidak perlu memohon atau berusaha menemui laki-laki keras kepala yang sedang menatapnya dengan tatapan kosong, bukan tatapan cinta seperti dulu, “Apa aku harus mengakhirinya? Atau harus ku perjuangkan pernikahan ini,” tanya Vanessa di dalam hatinya.


Vanessa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan untuk menutupi kegugupannya. “Aku masih ingin melanjutkan pernikahan ini,” ucap Vanessa.


“Kalau kamu memang ingin pergi dariku untuk selama-lamanya silahkan lanjutkan pernikahan ini,” ucap Nathan sambil membuang mukanya, dia tidak tahan melihat wajah kesedihan yang tepancar dari wanitanya.

__ADS_1


Vanessa menggigit kecil bibir bawahnya, “Tuhan yang menentukan takdir jodoh, hidup dan mati seseorang, bukan kamu dan bukan mimpi kamu,” ucap Vanessa tegas.


Nathan turun dari tempat tidur menghampiri Vanessa, berdiri tepat di hadapan wanitanya. “Aku memang bukan tuhan yang menentukan takdir hidup dan mati seseorang … lalu untuk apa mimpi itu datang berturut-turun kepadaku kalau tidak untuk memberikan peringatan.”


Vanessa diam, dia mencoba memikirkan untuk menjawab ucapan Nathan, “Untuk memberi peringatan kepadaku agar aku bisa memanfaatkan waktu terakhirku, jika memang tuhan menggariskan takdir memanggilku setelah pernikahan itu sebuah kebanggaan untukku bisa merasakan kebahagiaan di akhir kehidupanku.”


Nathan menggelengkan kepalanya, dia memeluk tubuh Vanessa erat, “Aku tidak ingin kehilanganmu sayang,” lirih Nathan.


“Kamu bisa kembali ke ragamu dengan caraku, dan kamu bisa menjagaku dari maut yang mengancam kehidupanku dengan caramu,” jawab Vanessa sambil membenamkan wajahnya. Dia sudah tidak bisa menangis lagi, air matanya sudah habis karena setiap malam dia menangis.


“Semua mimpi yang datang dalam tidur mu adalah petunjuk untuk kita, kita bisa menghindari semua penyebab aku meninggal dari mimpi yang datang padamu,” ucap Vanessa sambil melepas pelukannya, dia ingin melihat wajah Nathan.


Untuk kedua kalinya Nathan mencoba percaya dengan ucapan wanitanya, jika dia bisa hidup kembali kenapa dia tidak bisa menjaga Vanessa agar tidak meninggalkannya, “Aku akan menjagamu dari bahaya yang mengancam,” ucap Nathan sambil tersenyum. Dia menyatukan keningnya pada kening Vanessa, “Maafkan aku karena telah mengabaikanmu … maafkan aku yang bodoh karena menyakitimu dan mengabaikanmu … aku takut kamu pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya, aku sangat mencintaimu sayang,” ucap Nathan serius sambil menatap mata Vanessa.


Nathan menganggukan kepalanya, dan menempelkan bibirnya pada bibir Vanessa, “Aku janji tidak akan mengabaikan dan menyakitimu lagi.”


Vanessa memberanikan diri untuk mencium Nathan lebih dulu, Nathan yang sudah merindukan bibir wanitanya tidak membiarkan kesempatan itu menghilang begitu saja. Dalam ciumaaan itu Nathan yang lebih mendominasi.


Nathan melepaskan paguutannya dia tidak ingin membuat bibir Vanessa bengkak lagi karena ciumannya. “Kamu lapar tidak? Kita makan yuk,” ajak Nathan.

__ADS_1


Vanessa yang masih malu-malu akibat adegan ciuuman barusan hanya menganggukan kepalanya.


Nathan menggenggam tangan Vanessa agar berjalan beriringan, “Kamu mau makan dimana?” tanya Nathan.


Vanessa tampak berpikir, namun dia tidak ide untuk tempat makan yang akan dia kunjungi karena dia terbiasa makan di pinggiran. “Terserah aku ikut saja,” jawab Vanessa.


 ***


Sesampainya di tempat makan yang di pilih Nathan, Vanessa hanya mengekor di belakangnya. Ternyata Nathan memilih tempat VIP di sana, terdapat ruangan khusus di lantai dua. Vanessa tersenyum saat memasuki ruangan itu, tampak terkesan romantic dengan dekorasi bunga dan hanya ada satu meja dengan dua kursi di sana. Meskipun tidak terlihat sangat romantic tapi Vanessa suka, sepertinya Nathan ingin mewujudkan keinginannya untuk makan malam romantic yang dulu tertunda.


Vanessa bahagia bukan main, dengan kejutan yang di berikan Nathan yaitu bucket bunga yang di bawa pelayan.


“Aku gak tau bunga kesuakaan kamu,” ujar Nathan.


Vanessa yang sedang mencium aroma bunga mengalihkan perhatiannya pada Nathan. “Aku gak banyak tau tentang jenis bunga, karne aku tidak pernah membayangkan ada pria yang akan memberikan aku bunga,” jawab Vanessa sambil menyimpan bunganya.


Nathan hanya tersenyum menanggapi ucapan Vanessa. Tampak Vanessa melihat baju yang di pakainya, “Kalau tau mau makan malam romantic aku kan bisa ganti baju dulu, gak lucu gini pakai baju kerja,” keluh Vanessa.


“Kamu tetep kelihatan cantik kok, apalagi bibirmu itu selalu menggodaku,” jawab Nathan sambil tersenyum misterius.

__ADS_1


Vanessa memajukan bibirnya, di ambilnya bucket bunga pemberian Nathan untuk memukul pria yang penuh nafsu di depannya ini, namun ucapan Nathan menghentikan niatnya.


“Kamu tuh yah kalau wanita di kasih bunga tuh di jaga, malah mau di pakai untuk pukul-pukul,” ujar Nathan santai.


__ADS_2