
Niko menatap teman Vanesa malas yang malah masuk ke mobilnya dan duduk di sampingnya, “Kenapa Vanessa membiarkan mahluk astral ini dekat denganku, menyebalkan,” batin Niko kesal.
Vanessa asik duduk di belakang sambil memainkan ponselnya, dia kembai membaca novel yang ada di rak favorit miliknya.
“Bapak ko bapak bisa ganteng gini gimana cara bikin adonannya?” tanya Putri sambil terus memandangi Niko yang terlihat lembih tampan saat fokus menyetir.
“Adonan apa maksudnya, dia pikir aku apa,” gerutu Niko di dalam hatinya mendengar pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut wanita di sampinya.
Putri menyangga dagunya menggunakan tangan kanannya agar lebih leluasa menatap wajah Niko, “Selain terigu dan gula adonanya di tambahin apa pak bisa semanis ini?” Putri kembali menanyakan pertanyaan absurd nya pada Niko.
Niko memberengut kesal, dia rasanya ingin menghentikan mobil dan mendorong mahluk astral itu keluar dari mobilnya. Namun dia urungkan, karena keberadaan Vanessa yang ada di belakangnya. Niko menambah kecepatan mobilnya dia ingin cepat sampai di kosan Vanessa dan jauh-jauh dari mahluk astral yang terus berceloteh di sampingnya tanpa berhenti.
Niko bisa bernafas lega saat mobilnya sampai di depan kosan, “Yah ko udah sampai lagi pak, padahal saya masih kangen,” ucap Putri dengan nada sedih dan turun dari mobil.
“Terimakasih pak,” ucap Vanessa saat turun dari mobil.
“Eh aku lupa ngucapin makasih, makasih ya sayang udah anterin aku,” ucap Putri sambil menamoakan senyum malu-malu miliknya.
Niko begidik ngeri mendengar panggilan sayang dari mahluk astral, dia menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Vanessa dan mahluk astral yang sedang melambai-lambaikan tangannya, “Mimpi apa aku semalam tuhan, bisa bertemu mahluk astral seperti itu,” gumam Niko sambil bergidik ngeri membayangkan tingkah absurd milik Putri.
***
__ADS_1
Pesta pernikahan berjalan dengan lancar, setelah acara selesai Vanessa dan Nathan masuk ke mobil untuk pulang ke rumah baru, rumah itu adalah hadiah pernikahan dari maminya Nathan.
Di dalam mobil Nathan dan Vanessa duduk di kursi belakang. Nathan meraba pipi Vanessa, wajah istrinya itu terlihat sangat lelah, “Sini bersandar sayang,” ucap Nathan sambil menuntun kepala istrinya agar melepaskan rasa lelahnya.
“Sayang,” panggil Vanessa tanpa merubah posisinya.
“Iya apa sayang,” jawab Nathan sambil mengelus kepala Vanessa.
“Kalau aku yang pergi duluan gimana?” tanya Vanessa dengan nada sedih.
“Kenapa kamu berbicara seperti itu, kita baru saja menikah,” Nathan menahan rasa kesalnya, dia kasihan melihat istrinya kelelahan masa harus kena semprot dirinya juga.
“Aku juga gak tau kenapa rasanya aku seperti akan pergi untuk selama-lamanya,” gumam Vanessa.
Vanessa menggelengkan kepalanya, “Aku baik-baik saja,” ucap Vanessa sambil berusaha menunjukan senyum terbaik miliknya.
Nathan terdiam melihat Vanessa yang menutup matanya dan mendekatkan dirinya pada Nathan seperti ingin menciumnya. Nathan tidak menutup matanya, dia tidak bisa melakukan apapun saat Vanessa menempelkan bibirnya lalu ******* bibir Nathan sebentar.
Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi tertabrak oleh bus pariwisata dan terhimpit pada pohon. Nathan menahan nafasnya, tubuhnya gemetar melihat kepala Vanessa berlumuran darah akibat pecahan kaca jendela yang melukai kepalannya.
Vanessa meraba kepalanya yang berdarah, Nathan melihat Vanessa yang meringis kesakitan namun melihat wajah shyok Nathhan Vanessa memberikan senyum terbaiknya sebelum kesadarannya hilang dan tubuhnya lemas.
__ADS_1
Nathan menarik tubuh Vanessa ke dalam pelukannya, air mata Nathan turun begitu deras tanpa suara. Hatinya sakit tidak bisa menyelamatkan istrinya, dia tidak becus menjaga Vanessa buat apa jadi seorang suami jika tidak bisa menjaga istrinya dangan baik. Lalu untuk apa dia menikah dengan Vanessa kalau akhirnya istrinya pergi tepat di hadapannya.
Nathan terbangun dari mimpinya dia meraba pipinya yang basah, “Mimpi apa lagi ini,” teriak Nathan dan bangkit dari posisi tidurnya. Nathan duduk dan memijat pelipisnya karena kepalanya terasa berdenyut.
Pintu terbuka dengan wajah khawatir mami, “Kenapa Nathan?” tanya Mami sambil menghampiri Nathan yang menundukan kepalanya.
Nathan menggelengkan kepalanya, “Gak papa Mi, Nathan hanya bermimpi,” jawab Nathan tanpa menatap ibunya.
“Mami kan sudah bilang biarkan dulu pekerjaanmu, dua minggu lagi kamu menikah tapi masih sibuk pulang malam hanya untuk bekerja.” Mami tidak habis pikir pada anak keduanya yang terlalu keras dalam bekerja, dia mengambil gelas berisi air untuk Nathan.
“Minum dulu sayang,” ucap Mami. Nathan menerima gelasnya dan menengak habis minum yang di berikan maminya, kepalanya masih berdenyut.
“Kamu gak usah ke kantor yah hari ini,” ucap Mami.
“Tapi kerjaan Nathan masih banyak Mi,” Nathan berusaha bangkit untuk ke kamar mandi namun baru melangkah kepalanya terasa semakin berdenyut.
Melihat Nathan yang mematung Mami menuntun Nathan untuk merebahkan tubuh anaknya, “Kamu istirahat dulu,” ucap Mami sambil menyelimuti Nathan.
Nathan hanya mengikuti ucapan maminya, kepalanya terasa sangat pusing. Sebelumnya dia tidak pernah pusing seperti ini, saat berusaha jalan tadi kepalanya terasa berat dan semua benda yang di lihatnya malah seperti blur dan bergoyang-goyang.
***
__ADS_1
Haduh ko Abang Nathan mimpi buruk lagi pertanda apa ini Thor ? ada yang bisa bantu jawab di kolom komentar 😁
Jangan lupa dukung author terus ya, love u all