
Kalian yang mendapatkan notip up langsung masuk ke bab ini. Ini bonus untuk kalian, jadi kalian baca dulu ekstra part 1 dan ke 2 nya yah.
Terimakasih atas dukungannya, semoga kalian suka dengan cerita ini.
Bye-bye love u all
***
Mahluk itu berdiri tepat di samping Vanessa, dia diam
memandangi wajah Vanessa cukup lama.
Ayu yang tidak melihat pergerakan mencurigakan dari mahluk
itu memilih untuk diam. Dia melihat mahluk itu meraba bibir Vanessa, “Eh
nanonannya … moal aya adegan ******* kitu?” (Ngapain yah, gak akan adegan
ciuman kan?)
Ayu tampak terkejut melihat Vanessa yang bisa membuka
mulutnya. Mahluk itu meraba leher Vanessa seperti sedang membuka kunci gembok,
lalu mahluk itu memegang pergelangan tangan Vanessa. Ayu melihat Vanessa yang
bisa menggerakan tangannya.
Vanessa tersenyum berkat mahluk itu dia bisa membuka
mulutnya, dan menggerakan jarinya meskipun masih terasa kesemutan. Dia memperhatikan
mahluk itu yang meraba kakinya dari atas hingga bawah. Kakinya terasa hangat, Vanessa
mencoba menggerakan kakinya. “Terima kasih,” ucap Vanessa.
Mahluk itu hanya diam, lalu menganggukan kepalanya. Mungkin
ini alasan kenapa aura mahluk itu ada tiga, selain berbahaya mahluk itu
memiliki hati lembut dan menjaga majikannya dengan baik.
“Oh jadi ie alasan aura kamu kaya pelangi teh,” ujar Ayu.
(Oh jadi ini kenapa kamu memiliki tiga warna aura)
__ADS_1
Mahluk itu tampak pergi meninggalkan ruangan itu. Vanessa
tersenyum saat merasakan tubuhnya yang di peluk Nathan.
“Tong didie atuh ah, eweh kasopanan pisan. Ie panon urang
bisi karacunan,” ketus Ayu. (Jangan di sini, gak punya etika. Mataku bisa-bisa
keracunan.)
“Eh itu si Angel gimana?” tanya Vanessa mengalihkan
perhatian.
“Ges jig kaditu make baju, ie mah ku abdi weh,” jawab Ayu.
(Udah sana pake baju. Ini mah aku aja yang urus.”
Nathan mengangkat tubuh Vanessa untuk masuk ke kamar mandi. Senyum
di wajah Nathan terus mengembang dan tidak memudar. Di tatapnya istri yang
sudah sangat dia rindukan, “Maafkan aku,” ucap Nathan.
“Ini bukan salah kamu,” jawab Vanessa sambil memeluk Nathan
Ayu berhasil membawa ruh Angel kembali ke raganya. Angle
sudah sadar dan menatap Ayu dengan tatapan tidak suka. “Si borokokok lain nan
nuhun malah wani pulang pelong deih,” gumam Ayu.
***
Entah datang dari mana Vanessa terasa tertarik kembali ke
dunia lain. Dia melihat mahluk tiga aura itu menghampiri anak-anak kecil yang
seperti menanti kedatangan mahluk itu. Vanessa memperhatikan interaksi mereka,
bahkan dia bisa mendengar percakapan mahluk itu. “Papa gagal, maaf papa tidak
bisa membawakan ibu untuk kalian,” ucap Mahluk itu sambil memeluk erat ketiga
anaknya.
__ADS_1
Hati Vanessa terenyuh, dia seperti melihat sosok kuat mahluk
itu persis seperti papanya. “Kamu papa yang hebat,” puji Vanessa.
“Papa itu siapa?” tanya seorang anak sambil menunjuk
Vanessa.
“Sini sayang,” ucap Vanessa sambil merentangkan kedua
tangannya.
Awalnya anak perempuan itu terlihat ragu, namun dia
melangkah dengan pelan dan mendekati Vanessa. Vanessa tidak tinggal diam, dia
langsung memeluk perempuan kecil itu dengan erat. Tidak lama dua anak kembar
laki-laki ikut memeluknya juga, Vanessa menatap mahluk itu yang tersenyum di
tempatnya.
Ada perasaan senang bisa masuk ke dunia mahluk itu, dia
merasa memiliki keluarga kecil yang bahagia. Meskipun dia tidak tau asal usul
anak-anak yang sedang memeluknya erat.
***
Nathan yang melihat istrinya termenung menatap ke luar
jendela, dia mencoa menyadarkannya, “Lagi mikirin apa sih sayang bengong gitu?”
tanya Nathan sambil memeluk istrinya dari belakang.
Vanessa tersenyum saat merasakan pelukan hangat milik
suaminya, “Gak mikikirin apa-apa Cuma seneng aja liat taman bunga yang kamu
buat khusus untu aku,” Jawab Vanessa, dia tidak mungkin menceritakan dunia lain
yang baru saja dia datangi pada suaminya. Vanessa takut Nathan cemburu dan
melarangnya kembali ke dunia mahluk itu.
__ADS_1
_ The End_