
Meida membuka mata, memamerkan senyuman termanisnya.
“Aku memang cantik By. Kamu baru nyadar yah?” Jawab Meida sambil mengedipkan sebelah matanya. Melvin pun terkekeh, ia menuntun tangan istrinya untuk melingkar di lehernya, sementara tangannya ia lingkarkan di pinggang istrinya.
“Sejak kapan kamu jadi narsis kayak gini sayang?” Meida tersenyum dengan lepas nya. Rasa dalam dirinya tiba-tiba menghilang. Rasa canggung, gugup, malu, kini telah berganti menjadi rasa nyaman.
“Kamu yang ngajarin aku By.” Melvin pun tersenyum sambil mencondongkan tubuh kearah istrinya dengan memagut bibirnya sebentar.
“Kamu nakal sayang. Kamu sangat menggemaskan! Rasanya saya tak sabar untuk menggigit mu.” Kekeh Melvin sambil mendekap tubuh istrinya. Mereka saling pandang dengan tersenyum, mengagumi satu sama lain. Malam ini, dunia serasa milik mereka berdua.
“Aku bukan daging By, masa di gigit. Malam ini kita baikan dulu yah! Maaf, tadi sore aku menjahilimu.” Melvin menganggukkan kepalanya samar. Ia kembali membelai wajah istrinya dengan binar cinta yang begitu besar.
“Saya pun minta maaf, karena sering menjahilimu. Obatmu sudah di minum?” Meida menganggukkan kepala dengan meletakkan tangan di dada suaminya.
“Tadi aku sudah meminum ... Ahhhhhh Byyy.” Teriak meida kaget dengan tangan yang langsung menggenggam erat bahu suaminya, karena mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba. Wajahnya kini berada sedikit lebih atas dari wajah suaminya.
“By, aku takut jatuh.” Melvin malah terkekeh dengan memutar tubuh istrinya. Meida menahan bobot tubuhnya dengan melingkarkan tangannya di leher suaminya. Wajah mereka saling berhadapan dengan pandangan penuh cinta.
Dengan malu-malu, Meida menempelkan bibirnya di bibir suaminya sebentar.
“Turunin By! Aku berat!” Melvin menggelengkan kepalanya. Ia malah menghisap bibir istrinya lembut dengan menuntunnya kearah kursi panjang yang dilapisi karpet bulu tebal.
Ia terlebih dulu duduk, dan membiarkan istrinya duduk dipangkuannya.
“Aku menyukai wangi mu Baby.” Puji Melvin setelah melepaskan ciumannya. Ia menghirup ceruk leher istrinya dengan berulang-ulang.
“Sebaik-baiknya wanita adalah yang harum baunya dan sedap masakannya. (Ali Bin Abi Thalib)” Sahut Meida dengan memejamkan mata mengingat sebuah Hadits yang diingatnya. Ia memainkan rambut pendek suaminya yang sudah di cukur.
“Aku memakai parfum yang kamu belikan. Lagian ini parfum yang sering aku pakai. Dari mana kamu tahu semuanya tentang aku By?” Tanya nya kembali sambil mencium bibir suaminya sekilas.
“Saya tahu semua tentangmu, sayang!” ucap Melvin sambil menghirup kembali ceruk leher istrinya. Meida tersenyum geli, ia mengelus kepala suaminya yang sedang menghirup wangi di ceruk lehernya.
“Kamu mau minum apa By? Biar aku buatkan ke dapur.” Melvin melepaskan wajahnya dari leher istrinya. Ia menyandarkan dagu di bahu istrinya dengan memainkan rambut panjangnya.
“Saya mau minum susu putih aja, karena susu yang langsung dari pabriknya masih di segel. Kamu tahu yang? Minum susu sebelum melakukan hubungan badan itu, membuat sari mani kita berkualitas dan menghasilkan bibit yang baik. Jangan lupa bikinnya pake cinta.” Goda Melvin sambil mencium wajah istrinya yang memerah. Meida melepas pelukan suaminya lalu menyampingkan posisinya.
“Apa hubungannya sama susu? Kamu ngaco By.” Melvin kembali mencium bibir istrinya dan melanjutkan perkataannya,
“Kata Ustadz di YouTube, makanan yang kita makan sebelum melakukan ritual suami-istri, itu berpengaruh pada kualitas air mani kita. Malahan Ustadz tersebut menyarankan, minum susu atau makan buah-buahan yang manis sebelum melakukan ritual itu sangat dianjurkan sayang.” Terang Melvin sambil membelai wajah istrinya yang seperti kepiting rebus.
“Kamu berarti tahu banyak By?” Melvin menaikan sebelah alisnya dengan tersenyum. Dengan perlahan ia menganggukkan kepalanya pelan.
“Setelah menikahi kamu, saya mulai mencari tahu sayang. Saya sering lihat kajian-kajian Ustadz-ustadz yang tengah viral. Dan saya belajar banyak dari Kitab Qurrotul 'Uyun karangan Syeikh Muhammad At-Tihami bin Al-Madani Kanun yang merupakan syarah (kitab penjelas) atas Kitab Nazhom (syair-syair) Syeikh Ibnu Yamun, yang menjelaskan secara detail bagaimana adab bersetubuh dan posisi yang baik dalam melakukannya.” Meida mengelus wajah suaminya sambil menggesekkan hidungnya dengan hidung mancung suaminya.
“Pengetahuan mu luas By. Suamiku memang pintar.” Kekeh Meida sambil menyandarkan kepala di bahu suaminya. Melvin mengikis jarak dengan istrinya. Menaikan kedua kakinya kepangkuannya, dan menselonjorkan kakinya supaya tidak pegal.
“Saya belajar biar gak salah kaprah. Karena segala sesuatu ada tatak rama dan adabnya sayang. Ternyata Islam itu sangat luar biasa, mengatur dari mulai tata cara makan, mandi, sampai berhubungan badan. Maa Shaa Allah, membuat saya terkagum-kagum.” Meida tertegun mendengar penuturan suaminya dengan tersenyum. Ia membiarkan tangannya mengelus-ngelus paha mulusnya yang tak tak tertutup kemeja.
“Gimana aku mau bikin susu, posisinya aja kayak gini. Itu tangan kamu mau kemana?” Melvin pun tertawa ketika tangan kanannya di pukul pelan istrinya karena menggerayangi pahanya.
“Ini namanya simulasi sayang.” Bisik lembutnya sambil membopong tubuh istrinya masuk ke dalam.
__ADS_1
“Kita mau kemana By?” Tanya aneh Meida ketika suaminya membopongnya keluar kamar mereka.
“Katanya kamu mau bikin susu, makanya saya antar.” Jawab Melvin yang terus berjalan kearah dapur melewati beberapa ruang yang terlihat sepi. Ia mendudukkan istrinya di meja makan, lalu mengambil gelas di rak kaca, dan mengambil susu di kulkas. Sementara Meida di sampingnya sedang merebus air menggunakan teplon.
“By, bikinnya satu gelas aja!” Kata Meida mengambil gelas yang berada di depan suaminya, lalu menyimpannya kembali ke dalam rak kaca.
Melvin menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Ia kembali mengangkat tubuh istrinya untuk duduk di meja.
“Udah, saya aja. Kamu duduk disini!” Meida pun mengerucutkan bibirnya mematuhi perkataan suaminya.
“Yang, cobain deh. Aneh, rasanya gak manis loh! Padahal ini susunya udah banyak.” Melvin menyondorkan segelas susu hangat ke hadapan istrinya, dan duduk disampingnya. Meida mengerutkan keningnya dengan mendekatkan bibir ke sisi gelas.
“Ini manis By. Sumpah ini manis banget.” Meida kembali menyondorkan gelas ke depan suaminya dengan wajah bingung, dan Melvin pun kembali meminumnya.
“Ini gak manis yang. Lidah kamu bermasalah yah?” Meida kembali meminum susu di gelas suaminya karena tak percaya. Ia mengecap-ngecapkan bibirnya dan memandang suaminya.
“Menurutku ini manis By. Lidah kamu kali yang bermasalah.” Melvin kembali meminum susu itu dengan mengerutkan keningnya,
“Ini sumpah gak manis sayang. Coba kamu julurkan lidah mu ke dalam sini!” Pinta Melvin sambil menyondorkan gelas pada istrinya. Meida pun mematuhi perintah suaminya, ia menjulurkan lidah ke gelas itu dan memutarnya untuk merasakan rasanya.
“Sini saya cobain lagi!” Melvin mengambil gelas dari tangan istrinya dan meminumnya. Ia tertegun dengan wajah sumringah.
“Maa Shaa Allah, air susu ini menjadi manis setelah air liur bidadari bercampur di dalamnya.” Wajah Meida langsung memerah mendengar ucapan manis suaminya. Ia langsung menundukkan wajahnya dengan malu.
“Berarti dari tadi kamu ngerjain aku By?” Melvin terkekeh lalu mendekap istrinya erat. Ia menyondorkan gelas kearah istrinya.
“Kamu mau?” Meida menganggukkan kepalanya. Ia mengambil gelas bekas suaminya, lalu meminum air susunya.
“Bukan gitu cara ngebersihinnya sayang, tapi gini.” Meida menatap bingung kearah suaminya. Ia hanya diam ketika suaminya menurunkan tangannya. Dan seketika ia membelalakkan mata, ketika lidah suaminya menjilati sudut bibirnya dengan lembut. Meida menolehkan sedikit kepalanya dengan membuka sedikit bibirnya, hingga suaminya berhasil ******* bibir nya dengan lembut. Ia membalas ******* suaminya dengan kembali melingkarkan tangan di lehernya, Melvin yang duduk pun kini berdiri di depan istrinya. Ia memegang wajah istrinya dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi sedang merayapi pinggangnya. Ruang dapur itu dipenuhi dengan suara kecapan mereka. Ciuman lembut itu, perlahan-lahan berubah menjadi liar dan menuntut. Melvin mulai meraba kedua paha istrinya untuk dilingkarkan di pinggangnya. Meida melepaskan pagutan nya karena kehabisan nafas, nafasnya terengah-engah dengan menenggelamkan wajah di dada bidang suaminya.
“Ini sudah jam 9. Kita ke kamar yuk! Disini dingin.” Melvin mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya menuju kamar mereka yang berada di depan.
Dengan hati-hati Melvin menurunkan tubuh istrinya di tepi ranjang. Dan mereka pun duduk bersisian,
“Sekarang jadi yah?” Tanya Melvin sambil mengedipkan sebelah matanya. Meida menganggukkan kepalanya dengan wajah merah bagai kepiting rebus.
“Tapi kamu berdo'a dulu By,” ucap Meida mengingatkan suaminya sambil. Melvin menganggukkan kepalanya dengan memegang kedua bahu istrinya untuk menghadap kearah nya. Ia menggeserkan tubuhnya dengan tangan kanan memegang ubun-ubun istrinya.
Allahumma janibnasyaithana wa jannibi syathaanamaa razaqtana.
"Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang hendak Engkau kurniakan kepada kami." (HR. Bukhari-Muslim).
Note :
Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa orang yang membaca basmalah ketika akan melakukan senggama kemudian dari senggama itu dia dikaruniai anak, maka dia memperoleh pahala sebanyak nafas anak tersebut dan keturunannya sampai hari kiamat.”
Dalam kitab Qasthalany karya Imam mujahid disebutkan bahwa orang yang bersenggama tanpa menyebut asma Allah, maka setan akan ikut masuk melalui lubang dzakar (*****) suami dan setan akan ikut bersenggama. Dalam riwayat lain, setan akan duduk di dzakar suami dan mengeluarkan spermanya pada farji (******) istri sebagaimana suami mengeluarkan spermanya. Na'udzubillahi min dzalik.
Melvin kembali mencium kening istrinya lama dengan penuh penghayatan. Malam sakral seumur hidupnya, akan di mulai sekarang.
“Assalamu’alaika Yaa Baabar Rohmati. (Semoga keselamatan itu tetap atas dirimu wahai pintu rahmat).” Meida mengangkat wajahnya dengan tersipu malu,
__ADS_1
“Alaika Wa'alayyas Salaamu. (Semoga keselamatan itu tetap atas dirimu dan diriku juga).” Jawab Meida sambil menggenggam tangan suaminya dan mencium jemarinya. Melvin memandang istrinya dengan wajah penuh menambakan. Ia memegang pucuk rambut sang istri dengan di ciumnya tiga kali, lalu membaca shalawat 3 kali. Melvin lalu mendekap leher istrinya dengan mencium pipi kanan kiri serta membaca shalawat 3 kali, lalu mencium buah dadanya yang kanan dan kiri dengan membaca kalimat syahadat. Lalu ia mencium kening dengan membaca surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sekali. Kemudian Melvin mendekap sang istri seraya membaca shalawat.
Setelah itu, Melvin membaca sebuah ayat,
Alhamdulillaahil Ladzi Kholaqo Minal Maa-i Basyaron Fa Ja'alahuu Nasaban Wa Shihron Wa Kaana Robbuka Qodiiron.
(Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, maka diciptakanlah nasab dan menantu. Dan adalah Tuhanmu itu dzat yang maha kuasa).
Ia melepaskan dekapan pada istrinya. Dan memandang wajahnya yang sama-sama memerah. Ia kembali mencumbu bibir istrinya yang wajahnya sudah memanas. Melvin memagut bibir istrinya dan menggigitnya pelan, agar istrinya membuka mulutnya. Meida pun membuka bibirnya ia membiarkan lidah suaminya menyusup membelit lidahnya, menelusuri setiap rongga mulutnya, mengabsen satu persatu giginya. Ia pun membelai pundak suaminya dengan terpejam, sebelah tangannya membelai wajah suaminya yang liar menghisap bibirnya. Ia membalas setiap cumbuan suaminya dengan tak kalah liarnya. Bibir istrinya terbenam seluruhnya di mulutnya, bibir istrinya seakan memberi rasa manis bak madu yang ia ingin hisap terus menerus. Tangannya mulai bergelirya di tubuh moleknya, menyusuri paha, memijit pelan bokongnya lalu menyusuri pundaknya di balik kemejanya.
Bibirnya pun turun menelusuri leher jenjang istrinya dengan menghisapnya lembut. Meida memejamkan matanya merasakan sensasi hisapan dari bibir suaminya, yang langsung meremangkan seluruh tubuhnya.
“By .. ahh ... jangan di.. situ.” ******* keluar begitu saja dari mulutnya dengan memejamkan mata. Sementara tangannya dengan lembut meremas rambut pendek suaminya.
“Yang, jangan di tahan. Keluarin aja! Gak papa kalau mau teriak juga. Kamar kita kedap suara, gak bakal di denger orang kok.” Ucap Melvin dengan tersenyum, melihat raut wajah istrinya yang memerah sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Ia kembali mencium bibir istrinya, dan menuntutnya untuk tidur telentang di bawahnya.
Ia memandang wajah istrinya yang sedang terengah-engah di bawahnya.
“Saya sangat mencintaimu. Terima kasih telah membuat saya jatuh cinta segila ini.” Melvin mencium kelopak mata istrinya bergantian. Dan kembali menatapnya. Meida memandang wajah suaminya yang berada di atasnya dengan tak berkedip, dengan jantung berlompatan, ia menelusuri wajah suaminya dengan ibu jarinya yang bergetar.
“Ini akan sakit. Apa kamu akan melanjutkannya? Kalau tidak pun, saya gak papa.” Seru Melvin kembali menanyakan kesiapan batin istrinya. Meida dengan pelan menganggukkan kepalanya mantap.
“Aku berhak untukmu By, dan kamu pun berhak untukku. Lakukan sesuai keinginan mu. Aku Ridho jika kamu mengambilnya sekarang, asal kamu pun ridho padaku.” Lirih Meida sambil membelai wajah suaminya. Melvin tersenyum, mengecup lembut lengan yang ada di wajahnya.
“Tapi ini akan sakit. Aku takut kamu kesakitan sayang,” ucap ragu Melvin sambil mengecup bibirnya lembut.
“Itu sudah menjadi konsekuensinya By. Asal kamu melakukannya dengan pelan-pelan. Karena kamu pun pasti tahu, ini pertama kalinya bagiku.”
“Saya akan melakukannya dengan lembut sayang. Jika tak nyaman, bilang langsung pada saya.” Meida tersenyum. Ia dengan pelan membuka kancing piyama yang membungkus tubuh suaminya, lalu melemparkannya ke sembarang arah.
“Bukankah kamu akan menjadikan malam ini malam terindah untuk kita? Malam yang tak akan kulupakan seumur hidup? Maka, lakukanlah!” Lirih Meida sambil meraba dada bidang suaminya. Melvin kembali terkekeh dengan sikap menggoda istrinya yang matanya seakan mendambakannya.
“Kamu tunggu sayang, saya pemanasan dulu!” Melvin pun kembali ******* bibir istrinya dengan liar, dengan perlahan ia membuka kemejanya dengan menggunakan bibirnya.
Syeikh Ibnu Yaman mengatakan, apabila jima' tidak didahului dengan bermain-main (bercumbu rayu), maka hal itu dapat menyebabkan percekcokan dan perselisihan. Bahkan bisa menyebabkan anak yang terlahir dalam keadaan bodoh dan lemah otaknya.
Rasulullah SAW juga bersabda:"Janganlah salah seorang dari kalian menjima' istrinya sebagai mana jimaknya binatang. Akan tetapi hendaklah ada antara mereka berdua perantara, Maka Sahabat bertanya: "Apakah perantara itu wahai Rasulullah?' Maka Nabi SAW berkata: "Berciuman dan rayuan"
-
☕☕☕☕☕☕
Jangan lupa like, vote, komen, sama hadiahnya 😘😘😘
Berkata Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA: "Istri itu laksana kendaraan suami, kapan saja suami boleh menaikinya. Akan tetapi sifat yang paling disukai adalah naik ke atas istri dengan perlahan dan lemah lembut". (Hanya pasutri yang tahu)
Tahu gak guys? Nulis ini tanganku sambil gemetaran 😂😂😂 Apalah daya, hanya bisa gigit jari di pojokan kamar, mana prosesnya masih panjang lagi😂 Skip jangan, skip aja yah.
Jempol sama komen kalian ditunggu yah🤗😘♥️
__ADS_1
Xie-xie