
Hujan, apa saya bisa menatap mu seperti ini lagi? Apa saya akan baik-baik saja melewati hari setelah ini? Saya harap demikian, ini terakhir kalinya saya memandang mu dengan seperti ini di tempat ini.
Rasanya hidup ini hampa penuh kekosongan. Jalan yang saya lewati terasa hambar. Tuhan, semoga hidup saya disana menjadi lebih baik. Semoga disana saya dapat menyembuhkan luka lalu menemukan cinta.
Karena saya sadar, semua butuh proses dan perjuangan. Tak ada perjuangan tanpa rasa lelah, walaupun raga saya yang lelah. Karena saya yakin, setelah perjuangan ini akan ada kebahagiaan untuk saya. Semoga waktu mengajarkan saya untuk lebih bersabar menunggu sebuah kepastian. Mengobati sebuah luka dan menghadirkan penggantinya.
Tuhan, semoga pengorbanan ini tidak sia-sia.
Gumam Andress seraya menatap keluar jendela, melihat tetesan hujan yang membasahi bumi. Sore itu suasana cafe cukup sepi, hanya ada beberapa orang yang duduk bercengkrama seraya menikmati secangkir kopi.
Sugeng sonten sedulur kabeh, arek-arek Suroboyoo. Masih bersama kami disini, di 130.7 FM, Radarnya orang Suroboyo. Sore ini, di tengah hujan yang mengguyur kota Suroboyo saya Danar Wijaya di temani oleh Amel, penyiar ayu nan tenan dari kota Malang akan menghibur Sedulur kabeh.
“Sore ini tema kita apa Mel?”
“Oh yah Danar, kebetulan sekali sore ini cuaca anyep-anyep ayem. Jadi tema yang cocok untuk sore ini yaitu Move on, kita khusus kan tema ini buat teman-teman disana yang sedang berjuang bangkit dari rasa keterpurukan, dari patah hati, putus cinta, atau di tinggal pas lagi sayang-sayang nya. Pokoknya lagi di kondisi nyesek bin maknyuss. Untuk yang mau titip pesan atau SMS buat teman-teman yang lagi galau, kalian bisa langsung kirim DM ke 130.7 FM Radarnya orang Suroboyo. Di tunggu pokokne!”
“Benar sekali Mel. Untuk kawan-kawan ingin merequest lagu, genrenya bebas yah guys. Silangkan langsung kirim pesan langsung ya.. Wess kita tak tunggu. Biar kita wes putar, untuk menemani kegabutan kalian di sore ini.”
Andress mendengarkan siaran radio yang sengaja di putar di cafe tersebut dengan seksama. Ia memainkan ponsel dengan telinga mendengarkan fokus suara tersebut karena tertarik sementara matanya masih melihat keluar, menunggu kedatangan adik laki-laki serta sepupunya.
Hei, apa kabar kamu yang tengah tertikam oleh fase pendewasaan? Apa hari mu sudah sesuai keinginan? Apa hati dan pikiran mu sudah agak lebih mendingan? Atau masih saja terjebak di dalam perputaran rasa yang begitu menyakitkan?
Bagaimana rasanya? Apa masih sangat menyesakkan? Apa masih sangat melelahkan? Apa kamu ingin berteriak, meronta menyalahkan keadaan? Tetapi tetap saja, Bukan? Pada akhirnya yang menang hanyalah kenyataan.
Rasanya seperti, kita tidaklah pantas untuk sebuah kemenangan. Kita tidaklah pantas untuk sebuah kebahagiaan. Karena ujung-ujungnya bahagia itu akan segera menghilang, dan kesedihan akan kembali datang.
Masih terjebak dalam kubangan keputus-asaan? Sini, genggam tanganku. Mari kita bersama menghadapi manis pahit kehidupan.
“Kata-kata mu wes bikin aku merinding Mil, bulu kudukku merinding seperti melihat hantu wkwkwk. Becanda Mel, jangan marah. Yoo buat kalian yang lagi galau, yuk wake up. Sini, kita bareng-bareng. Jangan merasa kesepian, gabung bareng kita. Kita pun sama lagi galau, biar ada temennya haha.” Celotehan suara lelaki itu membuat Andress tersenyum,
“Danar, SMS pertama kita untuk hari ini sudah masuk dari. Kita buka yah!”
“Dari Suram, yang berada di pojokkan kamar. Kak mau request doang, tolong di putar lagu-lagu galau satu album juga gak papa, untuk mengobati patah hatiku. Aku korban ghosting kak.”
“Hahaha satu album, keburu acaranya beres. Tapi it's ok kami putar lagu galau yah. Itung-itung mengobati hati mu yang jadi korban ghosting.
Tembang kang kapisan yaiku Tenda Biru, saka Desi Ratnasari. Sugeng midhangetaken!”
Andress tersenyum mendengarkan lagu yang sangat asing baginya, tapi ia menikmati lirik itu dengan memejamkan mata mengetuk-ngetuk kakinya ke lantai hingga lagu itu selesai.
“Pesan selanjutnya yang masuk ini ada dari calon Jenazah, dari Probolinggo. Buat yang mati segan hidup tak mau, khusus buat para Jomblo Fisabilillah. Wess aku baca pesannya nyoo.
Bersikaplah sibuk, sehingga tidak punya waktu untuk bersedih. Bersikaplah bodo amat untuk hal-hal yang tidak bisa membuatmu kuat. Agar hati tidak mudah patah, agar perasaan tidak mudah kecewa. Dan berhentilah peduli terhadap hal-hal yang tidak membuat diri lebih baik, berhentilah mencari tahu. Karena hidup akan lebih tenang kalau kita tidak mencari tahu hal-hal yang tidak perlu kita tahu.”
“Wissss dalam banget kata-katanya Danar. Hidup emang lebih baik Bodo Amat, biar gak banyak perselisihan. Good banget kata-katanya. Untuk mempersingkat waktu karena banyak pesan yang sudah masuk, pesan selanjutnya dari Kelabu. Balon yang tersisih haha.
Semakin sedikit beban yang kita bawa, semakin tinggi dan jauh kita terbang. Semua masa lalu, rasa kecewa, sakit hati, silahkan ditinggalkan saja. Jangan di bawa terbang, agar kita bisa terbang jauh.”
Pesan selanjutnya dari Anak Mama, korban PHP. Untuk para jomss dari Sabang sampai Merauke.
“Kita selalu punya kesempatan untuk memilih, apapun pilihannya. Jadi berhentilah penuh drama dalam kehidupan ini. Tidak suka situasi nya, buatlah pilihan baru, hadapi resikonya. Beres!”
“Terlalu banyak tawa yang di bentuk dengan hanya berpura-pura. Setelah apa yang ditampakkan hanya wajah penuh ceria, pada akhirnya rasa sakit akan memenuhi relung dada. Tidak, kupikir bukan rasa sakit saja. Namun juga kekosongan yang di sebut dengan hampa turut mengisinya.”
__ADS_1
“Tuhan tahu kamu lelah, Tuhan tahu kamu capek, Tuhan tahu kamu itu kuat dan Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untukmu. Bersabar dulu karena hal-hal baik pasti ada untuk mu.”
Pesan-pesan demi pesan telah di baca oleh penyiar radio tersebut, seakan memberikan energi positif pada Andress yang masih setia mendengarkan.
“Dan ini pesan yang terakhir kita baca, sebelum acara ini selesai. Mohon maaf, untuk pesan yang belum di baca, kami baca besok yah. Tetap pantengin 130.7 FM. Saya Danar dan Amal, pamit undur diri. See you sedulur kabeh.
... Belajarlah dari Hidup,
Bahwa banyak orang tidak sadar, mereka memberikan trauma pada orang lain. Melanjutkan hidupnya dengan tenang, dan merasa baik-baik saja tanpa beban. Mereka tak peduli bahwa kamu depresi, mereka tidak mau tahu betapa beratnya yang kamu alami dan seberapa kerasnya kamu berjuang melewatinya untuk sembuh.
Maka dari itu kamu harus sayang pada dirimu sendiri, obati luka-luka mu, batasi diri dengan orang-orang yang menguras energi mu. Kamu harus kuat bukan buat orang lain, tapi buat mu sendiri. Tetaplah tumbuh walaupun sering runtuh, pulihlah dari patah-patah walaupun terpaksa, berjuanglah untuk sembuh walaupun trauma itu masih ada.
Karena alasan untuk kamu mencintai dirimu sendiri, karena keadaan bisa saja berubah. Orang yang kamu cintai pergi, teman bisa saja berkhianat, pekerjaan bisa berganti, orang-orang yang dekat tiba-tiba menjauh. Hidup seperti roda, yang tadinya baik-baik saja bisa menjadi berantakan
Tapi seseorang yang mencintai dirinya, akan tetap memperjuangkan dirinya. Karena hanya Tuhan dan dirimu sendiri, yang tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi. @Melisalisagara.
Andress mengaduk-aduk es cappucino yang berada di depannya dengan tersenyum,
“Pasti itu Melisa. Secepat itu ia bangkit. Saya tertinggal start olehnya.” Kekeh Andress seraya menyeruput kopinya.
-
-
“Lagi nonton apa By? Kenapa mata mu memerah?” Tanya Meida seraya duduk di samping suaminya yang sedang fokus menatap ponselnya dengan mata yang memerah. Melvin memperlihatkan layar ponselnya agar istrinya dapat melihat apa yang ditontonnya.
“Yang dengerin ini,” Melvin kembali memutar video yang barusan dilihatnya,
Jika kamu punya uang di dompet, dan dapat pergi kemana saja yang kamu mau. Kamu adalah 18% orang kaya dalam bumi ini.
Jika kamu hidup dan sehat hari ini, kamu adalah orang paling beruntung dari pada jutaan orang yang tidak bisa bertahan hidup minggu ini dan mati.
Jika kamu sebenarnya dapat membaca dan mengerti pesan ini. Kamu lebih beruntung dari 3 Milyar orang di bumi ini yang buta, mati ataupun buta huruf.
Hidup bukan melulu untuk mengeluh. Hidup itu tentang ribuan alasan lainnya untuk bersyukur dan bahagia.
Apa kalian sudah bersyukur?
Tanya Ustadz itu seraya tersenyum.
Meida memandang suaminya dengan tersenyum, lalu kembali memberikan ponsel pada suaminya.
“Maa Shaa Allah.” Melvin menganggukkan kepala. Ia mengambil ponsel, lalu memeluk istrinya dari arah samping.
“Maa Shaa Allah banget. Kita harus pandai-pandai bersyukur sayang. Lihatlah video Ustadz yang satu lagi!” Meida kembali melihat kearah ponsel yang suaminya pegang. Lalu melihat kearah layar untuk melihat cuplikan singkat kajian selanjutnya dari Ustadz yang sering mereka lihat di televisi.
Kita tahu ibadah kita masih berantakan, ngaji kita masih semrawutan, hal-hal yang haram kita lakukan, perintah Allah kita abaikan.
Dunia sepertinya sudah menarik kita, kita hanyut dalam kecintaan dunia yang sementara. Bahkan sangat berani melakukan maksiat dan menunda taubat.
Maaf, Yaa Allah. Hamba mu sungguh tak tahu diri. Selalu menginginkan surga- Mu, tapi kecintaan dihatinya adalah duniawi bukan sang Ilahi.
Mata Meida tiba-tiba berkabut meresapi kajian Ustadz tersebut lalu menatap wajah suaminya dari samping dengan sendu.
__ADS_1
Yaa Allah aku malu. Sungguh aku malu...
Bahkan ketika bersikap munafik, masih saja ada orang yang menganggap diri ini baik. Bahkan ketika berbohong pun masih ada saja manusia yang menilai diri ini jujur.
Tersadar bahwa pandangan orang adalah rahmat serta teguran dari-Mu. Engkau lebih tahu Yaa Allah, bahwa aku tak sebaik yang orang lain pikirkan. Aku tak sejujur yang mereka pikirkan.
Aku malu dan tersadar ...
Betapa Engkau sangat baik padaku ...
Sangat sayang padaku sekalipun aku teramat sering mengecewakanmu.
Batin Meida seraya menatap suaminya dalam. Melvin mengusap wajah istrinya dengan tersenyum,
“Ingatkan saya, jika saya salah. Tuntun saya, jika saya salah arah. Genggam erat tangan saya, untuk senantiasa berjalan membimbing mu menuju Jannah-Nya.” Meida menyandarkan tubuhnya ketubuh suaminya seraya tersenyum haru.
“Aamiin sayang. Terus bimbing aku! Ungkapkan hal-hal yang tidak kamu sukai dari aku, jika itu untuk kebaikan kita. Aku tidak akan marah, aku akan dengan senang hati memperbaikinya.” Melvin mendekap istrinya dari arah belakang dengan mencium pucuk kepala istrinya berulang-ulang.
“By, kamu tahu tidak? Wanita beruntung itu seperti apa?” Melvin menggelengkan kepala seraya memainkan rambut istrinya dengan menggulung-gulung ke telunjuk tanganya. Meida menyampingkan posisinya, lalu membelai wajah suaminya dengan tersenyum.
“Wanita yang beruntung bukanlah wanita yang mendapatkan suami yang kaya raya dan dapat hidup mewah. Akan tetapi, wanita yang beruntung itu adalah wanita yang mendapatkan suami Sholeh dan bertanggungjawab dengan kehidupan di dunia dan akhiratnya. Seperti kamu By.” Melvin pun tersenyum dengan mencium wajah istrinya bertubi-tubi.
“Aamiin. Semoga saya bisa mewujudkan harapan mu sayang.”
“Kamu ingin Quotes ini sayang? Akan ada saatnya kamu akan menemukan seseorang yang membuat mu ingin terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik, menjadi lebih pantas, menjadi seseorang yang tepat untuknya. Tanpa di minta, tapi kemauan itu sendiri. Itulah saya setelah bertemu kamu.” Ucap Melvin seraya tersenyum lebar menatap cinta wajah istrinya. Meida mengecup bibir suaminya sekilas lalu kembali membelai wajahnya.
“Baik dan buruknya manusia, itu sudah ditakdirkan. Tapi keputusan untuk baik atau buruk, manusia sendirilah yang menentukan. Terima kasih telah berubah By.”
-
Putih tak selalu cantik, hitam belum tentu kotor. Karena putih kain kafan itu menakutkan, sementara kelambu Ka'bah itu menyenangkan.
Ingat, hidup ini ...
Antara Janur Kuning dan Bendera Kuning
Antara Gaun Pengantin dan Kain Kafan
Antara Surat Undangan dan Batu Nisan
Antara Qolbitu dan Innalilahi Wa Innailaihi Raji’un
Antara KUA dan TPU
Antara Kau dan Malaikat Izrail.
Like nya jangan pelit-pelit guys😘😘😘
Semoga langsung lolos review sama pihak NT nya 🤗😘😘
Vote sama kopi nya di tunggu.
Hatur nuhun😘😘😘
__ADS_1