Cinta Haqiqi

Cinta Haqiqi
Aku Hamil Sayang


__ADS_3

Sebenarnya aku malas mendatangimu kesini! Tapi apa daya, ini salah satu cara agar aku terlepas dari mu. Untuk membalas perbuatan mu, setelah mempermainkan ku dan berkhianat dengan perempuan lain. Tunggu saja, perlahan-lahan aku akan membalas semuanya. Setelah kesetiaan dan pengabdian ku selama ini, kau balas dengan sebuah pengkhianatan.


Gumam seorang wanita  muda yang mengenakan pakaian minim dengan melipatkan tangan, menatap dalam lelaki yang kini sedang terbaring dihadapannya. Ia mendekati lelaki itu, untuk membangunkannya.


Akting di mulai!


Wanita itu terlebih dahulu menarik nafas, bola matanya dengan nyalang menyorotkan kebencian. Ia lalu mengubah tatapannya itu menjadi tatapan sendu.


“Honey, bangun sayang! Bangun!” Wanita itu mengguncang lengan lelaki itu agar segera bangun.


Wanita itu tak lain adalah Maya, dan lelaki yang sedang tertidur itu tak lain adalah kekasihnya yang bernama Alex. Pacar, sekaligus m#cikari nya dalam mengarungi dunia malam.


Alex melenguh, ia semakin erat memeluk guling tanpa memperdulikan teriakan dari perempuan yang sudah menjadi kekasihnya kurang lebih selama setahun ini.


“Bangun sayang! Ada yang ingin kuberi tahu padamu! Bangunlah! Ini sudah siang.” Alex dengan kesal membuka matanya menatap tajam wanita yang kini sedang menatapnya dengan kesal. Ia mendengus dengan muka masam.


“Gue ngantuk! Nanti kita bicara lagi! Gue mau tidur! Jangan ganggu tidur gue!” Ucapnya dengan suara dingin dan menusuk. Maya pun tak ingin kalah, ia kembali menggoyangkan tubuh kekasihnya dengan kencang.


Sikap aslinya keluar!


“Honey, please! Sekarang aja, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu! Ini penting!” Teriak Maya seraya melempar selimut yang dikenakan Alex. Ia berdiri di samping lelaki itu dengan menolak pinggang.


“Gue bilang nanti yah nanti! Gue ngantuk! Rese banget sih jadi orang!”


Alex pun terbangun dengan wajah kesal menahan amarah. Ia menatap tajam wanita yang berada di depannya dengan menyilangkan tangan. Ia ingin sekali mendorong tubuh wanita itu ataupun memb#nuhnya, karena telah berani mengganggu tidur lelapnya.


“Kamu nyebelin! Kamu berubah akhir-akhir ini. Kenapa kamu jadi kasar kayak gini? Gak biasanya kamu seperti ini. Dan sudah seminggu ini, kamu tak mengunjungi apartemen ku. Kenapa?” Runtut Maya seraya duduk di depan Alex yang sedang mengepalkan tangan. Alex berusaha menahan amarahnya, karena tak ingin menyakiti wanita didepannya.


Ada apa dia datang pagi-pagi ke apartemen gue. Apa yang diinginkannya? Padahal gue sudah menghindarinya seminggu ini demi mencari wanita cantik itu. Jika gue sudah tak membutuhkannya lagi, mungkin gue sudah memb#nuhnya. Tapi sayang, dia ATM berjalan, sumber pundi-pundi rupiah gue.


Batin Alex dalam hati. Ia berusaha tersenyum kepada Maya dengan memegang tangannya.


“Ok, aku minta maaf. Seminggu ini aku tidak pergi ke apartemen mu, karena aku sibuk. Apa yang ingin kamu katakan sayang? Katanya penting.” Maya menarik nafasnya dalam mengumpulkan kekuatan. Ia menatap lelaki di depannya dengan mata sendu,

__ADS_1


“Aku hamil Honey.” Alex langsung membelalakkan mata dengan wajah terkejut mendengar pengakuan Maya. Ruangan itu tiba-tiba hening, hanya suara dentingan jam yang terdengar.


“Tolong ucapkan sekali lagi! Mungkin telinga ku salah dengar.” Maya kembali menarik nafasnya. Dengan mata terpejam, ia kembali mengulang ucapannya.


“Aku hamil sayang!”


“Apa? Hamil? Kok bisa?” Teriak Alex seraya mengguncang bahu wanita di depannya dengan tatapan nyalang. Dalam pikirannya berkecamuk, jika wanita itu hamil, ia tak memiliki pemasukan lagi. Bisa-bisa ia banyak mengeluarkan pengeluaran.


“Aku hamil anak kamu! Kamu harus bertanggungjawab! Aku tak ingin menggugurkannya!” Kata Maya dengan suara lirih, matanya berkaca-kaca seraya memegang lengannya. Walaupun dalam hatinya muak, tapi ia berusaha melakoni perannya dengan baik.


Alex langsung terkekeh mendengar perkataan wanita yang berada di depannya. Kekehan itu tiba-tiba berubah menjadi tawa menggelegar yang sangat menyeramkan. Maya mengusap-usap dadanya, ia sedikit takut mendengar tawa Alex yang begitu mengerikan.


Aku yakin dia tak ingin mengakui anak yang berada dalam kandunganku adalah anaknya. Aku tahu sikap liciknya seperti apa. Jika dia tak ingin bertanggungjawab, siap-siap saja, aku bisa menghancurkannya. Sudah lelah aku terus diam, menerima semua perlakuan semena-menanya. Dan sekarang, perlahan-lahan aku harus membalas perbuatannya. Tak peduli, jika nyawaku harus melayang.


Tenang- tenang! Kamu harus tenang, tahan emosi mu. Jika dia mulai berbuat kasar, kamu boleh bertindak.


Alex menggeser posisinya, ia membelai wajah Maya dengan seringai mengejek.


Sudah kuduga responnya akan seperti ini. Batin Maya dengan tersenyum kecut.


“Ini anakmu! Aku tak pernah berhubungan dengan lelaki manapun setelah keluar dari penjara! Aku hanya berhubungan dengan kamu!” Ucapnya dengan suara tajam penuh penekanan. Alex kembali terkekeh, dengan menepis kasar tangan Maya yang sedang memegang lengannya erat.


“Aku tak percaya itu anakku. Mungkin kau berhubungan dengan lelaki lain dibelakangku. Atau kau hanya ingin menjebakku? Sayang, rencana mu recehan!” Maya langsung menampar wajah lelaki yang berada dihadapannya dengan tatapan nyalang.


“Tutup mulut mu lelaki br*ngsekk! Ini anakmu! Aku tak pernah berhubungan dengan lelaki manapun selain kamu! Apa kau ingat? Setelah hari kebebasan kita dari penjara, 3 bulan yang lalu. Kau sering memaksaku melayani n#fsu mu tanpa mengenakan alat pengaman! Kau harus bertanggungjawab! Kau harus menikahi ku! – (Dan membebaskan ku)” Teriak Maya dengan mengguncang tubuh lelaki yang berada dihadapannya. Alex tak ingin tinggal diam, ia menepis tangan Maya lalu membanting tubuhnya ke ranjang hingga berada dibawahnya.


“Jangan mimpi gue akan menikahi loh! Kita melakukannya suka sama suka, tanpa ada paksaan. Jika loh hamil, yah itu resiko loh. Jangan nyalahin gue! Lagian siapa yang mau memiliki istri seorang w*nita malam, yang tubuhnya bisa din*kmati banyak lelaki. Sorry gue gak sudi!” Ucap tajam Alex setengah meledek dengan mencengkram rahang Maya. Ia meniup wajahnya yang  memerah menahan amarah, dengan sebuah seringai yang menakutkan. Gigi Maya bergemelutuk, dengan rahang yang mengeras. Ia dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Alex yang berada di atasnya hingga terjungkal ke ranjang. Ia menindih tubuhnya dengan mencengkram kerah bajunya erat. Ia menatap lelaki itu tajam, seperti ingin menelannya hidup-hidup.


“Br*ngsekk! Loh jangan mau enaknya aja! Gue seperti ini karena loh! Selain melayani n#fsu buas loh, loh yang menjual gue pada lelaki hidung b*lang! dan setelah gue hamil, loh angkat tangan? Dasar p*ngecut!” Alex menahan tangan Maya yang terus menamparnya. Ia tidak bisa berkutik, karena maya menduduki dadanya hingga nafasnya terasa sesak.


Apa ini benar-benar Maya? Kenapa dia bisa sebringas ini? Apa yang dia inginkan sebenarnya? Alex, berpikirlah jernih! Kau jangan mati dalam keadaan seperti ini. Tapi sekarang tak ada pilihan lain, kecuali loh harus mengalah.


Batin Alex menatap wanita yang berada di depannya seperti monster yang terus menamparnya tanpa henti, hingga ujung bibirnya sobek.

__ADS_1


“Mau loh apa hah?” Tanya terengah-engah Alex yang mendapat serangan mendadak dari Maya. Ia tidak bisa berkutik, karena Maya benar-benar menguasai tubuhnya. Jika lama-lama dalam kondisi ini, mungkin dia akan mati.


“Loh masih nanya mau gue apa? Gue mau loh nikahin gue! Dan loh jangan ngatur-ngatur hidup gue! Itu aja!” Dengan kepala setengah keleyengan. Alex menganggukkan kepalanya lemah. Nafasnya sesak karena Maya mencekiknya, ujung bibirnya berdarah karena maya menampar wajahnya seperti orang kesetanan, sedangkan tubuhnya terkunci karena Maya mendudukinya dengan mata melotot.


“Iyaiya gue akan nikahin loh, tapi tidak sekarang. Gue.. gue.. Janji!” Ucapnya dengan terbata-bata.


Maya menyunggingkan senyum sinis nya, melepaskan cengkeramannya lalu berdiri.


“Gue pegang ucapan loh! Jika loh berani-beraninya permainan gue, gue pastikan hidup loh tak akan tenang. Dan loh harus ingat, gue bukan Maya yang bisa loh tindas seenaknya seperti dulu! Jadi jangan macam-macam! Karena gue sudah tahu kelicikan loh seperti apa. Yang berubah menjadi baik, ketika ada mau nya.” Ancamannya dengan nyalang. Ia pergi meninggalkan dengan senyum penuh kemenangan.


Rencana pertama selesai, tinggal menyusun rencana selanjutnya.


Alex menatap kepergian Maya dengan nafas terengah- engah sambil mengusap-usap lehernya yang memerah. Ia tak menyangka sikap Maya yang kembali kasar jika sedang marah. Ia pun berpikir keras, apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih bayangannya itu.


Dia benar-benar konyol, menginginkan sebuah pernikahan dalam hubungan ini. Tapi sayang, sampai kapanpun gue tak akan menikahinya. Gue tak pernah menganggap hubungan ini serius, apalagi memperjuangkannya sampai ke jenjang pernikahan. Karena dia hanya salah satu partner r#njang gue. Gue akan tetap mencari wanita cantik itu dan memilikinya.


Alex berpikirlah! Kau harus punya rencana, agar terbebas dari menikahi Maya.


-


Masih ingat Maya dan Alex? Otor sengaja munculin mereka di novel ini. Karena di novel sebelumnya peran mereka belum selesai.🤗 Dan mereka belum memetik karma yang sesungguhnya.


Mereka berdua nanti ada keterkaitannya dengan Sandra. Karena Alex mencintai Sandra pada pandangan pertama, dan Maya orang yang menghalanginya.


Like nya jangan pelit-pelit guys😘😘😘


Semoga langsung lolos review sama pihak NT nya 🤗😘😘


Vote sama kopi nya di tunggu.


Hatur nuhun buat yang masih stay di novel ini😘😘😘


Gomawooo 😘😘😘♥️♥️♥️🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2