Cinta Haqiqi

Cinta Haqiqi
Masa lalu


__ADS_3

Melvin menggandeng tangan istrinya menuju ke Butik berlantai 3 miliknya. Butik berlabel ML itu cukup ramai di kunjungi oleh ibu-ibu sosialita di sore hari, karena mereka merupakan pelanggan VVIP butik tersebut.


“Angkat wajahmu Nyonya Nagara! Sekarang kamu pemilik butik ternama ini, semua karyawan disini adalah bawahanmu.” Bisik Melvin ketika semua pegawai menundukkan kepala ketika melihat kearahnya. Meida pun mengangkat wajahnya yang terhalang masker dan kacamata hitam dengan menyambut uluran tangan suaminya dan menautkan jari-jari tangannya dengan erat.


“Jalannya pelan sayang!” Melvin pun menganggukkan kepala dengan tersenyum di balik masker dan topi hitam nya. Ia berjalan pelan, mensejajarkan langkahnya dengan langkah istrinya yang pelan. Tangannya yang bertautan, di kecupnya sesekali.


“Jika kamu suka pakaian disini, bawa pulang aja. Ambil sesuka hati mu, karena semua ini milikmu sayang. ” Meida pun terkekeh dengan menyandarkan kepala di lengan suaminya.


“Kalau aku mau sama butik-butik nya gimana?” Melvin mencium kepala istrinya yang tertutup kerudung pashmina dengan tersenyum


“Ambil aja, semua ini milikmu. Syaratnya sederhana, tetaplah di samping saya, sampai saya menutup mata.” Ia memeluk pinggang Meida dengan posesif, dengan mata tak berhenti menatap wajah istrinya. Semua pasang mata melihat kearahnya, memperhatikan keromantisan pengantin baru yang lengket tak terpisahkan bagai lem dan perangko. Namun berbeda dengan satu pasang mata yang melihat kearah mereka dengan mengepalkan tangan di pojok ruangan, wajah nya terlihat kesal menatap kearah pasangan pengantin baru yang dicarinya selama ini, yang sedang menaiki eskalator dengan tangan saling bertautan erat dan saling pandang di balik kacamatanya.


Itu benar-benar Melvin, aku sangat menghafal postur tubuhnya. Setelah 2 tahun tak melihatnya, kini dia semakin gagah. Aku harus menemuinya! Aku yakin dia masih mencintaiku.


 Gumam pelan wanita yang memakai rok di atas lutut dengan pakaian ketat di atas pusar, yang terus memperhatikan Melvin dengan ekor matanya sampai hilang di tikungan lantai 2.


“Ini khusus fitting baju pengantin sayang. Tapi kita langsung ke ruangan saya aja di lantai 3 biar lebih leluasa, disini banyak orang yang memperhatikan kita.” Meida menganggukkan kepala mengikuti langkah suaminya menuju ruang yang berada di lantai paling atas.


“Butik kamu besar banget By.” Melvin menganggukkan kepala. Tangannya dengan jahil memasukkan tangan istrinya ke dalam kantong celana yang dikenakannya.


“Saya merintis usaha ini dengan menjual mobil Lamborghini saya hadiah kelulusan dari Papih. Setelah terjual, saya membeli tanah sekaligus mendirikan bangunan  disini. Asal kamu tahu, butik ini sudah 2x bangkrut sayang. Pertama, orang kepercayaan saya menggondol kabur uang penjualan pakaian, hingga saya rugi Milyaran. Yang kedua, butik ini pernah kebakaran, hingga semuanya hangus terbakar. Sampai Papih pun berhenti memberikan modal pada saya, dan dia menyuruh saya untuk melanjutkan perusahaan keluarga daripada bisnis ini. Untuk memajukan butik ini, saya berjuang dari nol sayang. Saya mempertaruhkan semua tabungan saya untuk memulai segalanya. Sampai sekarang Papih tak mengetahui butik ini, yang ia tahu, ini butik milik orang lain. Asal kamu tahu sayang, Papih tak mengetahui semua bisnis saya, yang dia tahu bisnis saya sudah bangkrut semua.  Awal berdiri, butik Ini memiliki brand nama SN, dan sekarang saya ganti menjadi brand ML. Papih pun tak sadar, koleksi pakaian yang dipakainya sekarang berasal dari butik ini. Dan Alhamdulillah, butik ini sudah memiliki 10 cabang di kota-kota besar di seluruh Indonesia.” Terang Melvin sambil mencium pelipis istrinya yang masih diam terkejut dengan perkataannya. Ia kagum dengan sikap pantang menyerah suaminya, yang jatuh berkali-kali, tapi tetap berdiri tegak sampai sekarang. Karena kesabaran dan keuletannya, terbukti semua bisnis suaminya sudah memiliki beberapa cabang sekarang.


“Ini ruang kerja saya sayang. Dulu saya mengajak mu kesini hanya keliling-keliling lantai 1, sekarang ke lantai 3 nya. Disini tempat suami mu mencari uang setelah pulang dari kantor, mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk modal nikah.” Meida memindai ruang kerja suaminya yang nampak rapi dan elegan dengan nuansa warna putih dan abu-abu. Dindingnya terpampang besar foto keluarga besarnya. Meja kerja, satu set sofa, beserta stand hanger yang tertata rapi.


“By, kenapa setiap ruangan mu di dominasi warna putih abu-abu?” Tanya Meida sambil menatap foto keluarga suaminya. Melvin memeluk istrinya dari belakang dengan mendekapnya erat.


“My favorite colour baby.” Meida perlahan membuka masker dan kacamata hitamnya lalu diletakkan di atas meja. Lalu ia membalikkan tubuhnya membuka masker suaminya.


“Ruang kamu nyaman By. Aku betah disini!” Meida memejamkan matanya. Merasakan suasana yang sangat sejuk di ruang kerja suaminya yang terpasang beberapa AC. Melvin menggoyang-goyangkan tubuh istrinya dengan menciuminya bertubi-tubi.


“Tapi, nanti saya jarang kesini. Setelah resepsi pernikahan, papih meminta saya untuk kembali bekerja di perusahaannya, membantu membereskan beberapa trouble semenjak kepergian saya. Setelah itu kita berkunjung ke pedalaman Sulawesi untuk bertemu orang tua angkat saya. Setelah masuk kantor saya pasti sibuk, apa kamu tidak keberatan sayang?” Meida menggelengkan kepala  seraya  menjinjitkan  kakinya mencium bibir suaminya sekilas.


“Asal kamu kerja, bukan main cewek, aku tak keberatan sama sekali. Terus komunikasi kita harus di jaga agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika ada waktu luang, kamu harus hubungin aku. Karena kamu kerja buat bela-belain aku, buat memenuhi nafkah lahir ku, aku pasti men-support mu.” Melvin tersenyum memamerkan gigi putihnya. Dengan lembut tangannya membelai wajah istrinya lalu mencium bibir nya,


“Xie-xie sayang. Saya akan bekerja keras, supaya hidup kamu dan anak-anak kita kelak tak kekurangan apapun. Saya akan berusaha semampu saya, memberikan kalian kehidupan yang terbaik.” Melvin mendudukkan Meida di atas meja kerjanya. Dengan lembut ia kembali mengh*sap bibir ranum istrinya, dengan memeluk pinggang nya erat. Meida membuka perlahan mulutnya, membiarkan suaminya memanggut bibirnya dengan sedikit liar.

__ADS_1


Meida melepaskan ciuman dari bibir suaminya. Ia menyudahi kenakalan suaminya yang tak pernah tahu tempat. Dengan lembut, ia mengusap bibir suaminya dengan tersenyum,


“Jangan mancing-mancing, nanti kamu pusing sendiri.” Melvin kembali mengecup sekilas bibir istrinya. Lalu mendekapnya erat.


“By, mana bajunya? Mamih udah nanyain kita juga.” Melvin memejamkan mata di ceruk leher istrinya dengan menghirup aroma parfum yang di pakainya.


“Sebentar lagi Steven mengantarnya kesini.” Meida menepuk-nepuk pundak bayi besarnya yang manja.


Tok tok tok


“Tuh pasti Steven!”


Melvin melepaskan lembut dekapan istrinya lalu mencium keningnya sekilas. Setelah itu, ia berjalan kearah pintu dan membukanya,


“Kau lama sekali Ste...” Melvin membelalakkan mata dengan wajah terkejutnya, melihat wanita masa lalunya yang kini berdiri dihadapannya dengan tak tahu malunya. Ia menatap wanita yang berdiri di depannya dengan tatapan tajam,


“Honey, sudah lama kita tak bertemu.” Sapa wanita itu dengan wajah sendunya. Ia ingin memeluk Melvin, namun lebih dulu di tepisnya.


“Ada keperluan apa kau kesini?” Tanya dingin Melvin dengan suara pelannya agar tak terdengar istrinya. Wanita itu berusaha memegang tangan Melvin, namun kembali di tepisnya kasar.


“By, lama amat. Steven nya mana?” Tanya Meida yang tiba-tiba menepuk bahu suaminya. Melvin pun terlonjak kaget, dengan jantung yang berdetak cepat. Meida menatap dalam wanita yang berada di depan suaminya yang memakai atasan ketat yang memperlihatkan pusarnya, dengan bawahan hanya sepahanya.


“Siapa dia By? Karyawan baru kamu?” Tanya Meida menatap kearah suaminya dengan menyelidik. Sementara Sandra mengepalkan tangan mendengar ucapan Meida yang menyebutkan dirinya sebagai karyawan dari lelaki yang masih dicintainya.


“Bukan siapa-siapa sayang. Masuk yuk! Kita tunggu Steven di dalam.” Ajak Melvin sambil mencium pelipis istrinya yang masih menatap Sandra dengan tatapan menyelidik. Ia ingin mengetahui, siapa sebenarnya wanita yang berdiri di depannya tersebut.


“Perkenalkan saya Sandra, mantan tunangan suami mu.” Meida menghela nafasnya panjang lalu tersenyum. Wajah masam nya di buat seramah mungkin,


Sandra, ternyata wanita ini yang pernah menjadi tunangan suami ku. Pantas saja suami ku pernah mencintainya, tubuhnya tinggi semampai, dengan kulit putih, dan baju terbukanya.


 Meida menjabat uluran tangan wanita didepannya dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


“Meida, Istri sah mantan tunangan mu.” Jawab Meida dengan elegan. Ia mengedipkan sebelah matanya kearah Sandra pertanda mengejek. Wajah Sandra langsung kesal, takala Meida memperkenalkan dirinya sebagai istri sah Melvin. Menegaskan pada dirinya, bahwa dia pemilik sah lelaki yang dicintainya tersebut.


“Mari masuk! Tak baik, tamu dibiarkan di luar.” Melvin membelalakkan matanya. Ia inginnya membantah ucapan istrinya, namun Meida lebih dulu memelototkan mata kearahnya agar diam.

__ADS_1


“Ruangan ini masih sama seperti 2 tahun lalu. Kau tak merubahnya sedikitpun Honey?” Meida mencebikkan bibirnya, mendengar wanita di depannya memanggil nama suaminya dengan sebutan honey.


“Suamiku terlalu sibuk mengurusiku hingga tak sempat merubah ruang ini. Benarkan sayang?” Melvin menganggukkan kepalanya seraya mencium pelipis istrinya. Memanasi wanita bermuka tebal di depannya agar pergi.


“Ngapain di suruh masuk, dia mengganggu kita sayang.” Bisik Melvin dengan suara setengah kesalnya. Meida mengecup sekilas bibir suaminya agar diam. Sandra wanita tak tahu malu itu malah duduk di sofa tanpa dipersilahkan, ia melipat kakinya dengan wajah arogant. Dia bersikap seperti seorang nyonya diruangan


“Mbak tolong di tutup pahanya, underwear mbak kelihatan! Maaf, suami saya tak tergoda.” Meida meletakkan kain hitam  di depan Sandra yang wajahnya sudah merah padam. Ia seperti dipermalukan secara halus. Setelah sandra menutup pahanya, Melvin baru menghampiri istrinya lalu duduk di sampingnya.


“By, sekarang giliran kamu yang ngomong. Selesai masa lalu mu di depan ku.” Bisik Meida ke telinga suaminya. Melvin menganggukkan kepala menatap tajam wanita yang berada di depannya yang sedang salah tingkah.


“Ada keperluan apa kau kesini?” Tanya dingin Melvin yang melingkar tangan dipinggang istrinya. Sandra menelan ludahnya kasar, ia berusaha tersenyum menutupi rasa malunya.


“Aku merindukan mu Honey?” Meida mengepalkan tangan menatap tajam kearah wanita tak tahu malu di depannya.


“Apa pantas wanita lajang merindukan seorang suami yang telah beristri?” Tanya menohok Meida sambil melipatkan tangannya.  Sandra pun tersenyum dengan wajah di buat semanis mungkin.


“Pantas saja, karena kami pernah menjalin hubungan percintaan yang sangat indah.” Melvin menatap malas kearah Sandra sambil memeluk istrinya.


“Jangan di dengarkan sayang! Orang gila.” Sungut Melvin sambil memeluk Meida. Sandra mengepal tangannya, amarahnya langsung bergejolak ketika melvin menyebutnya sebagai orang gila.


“By, aku tidak akan berpengaruh dengan ucapan dia. I believe you. Tapi, sepertinya dia masih mengharapkan mu.” Meida melirik Sandra dengan ekor matanya dengan senyum mengejeknya.


Melvin kembali menatap tajam Sandra dengan wajah sinis nya. Ia benar-benar marah, jika ada seseorang yang mengusik kenyamanannya.


“Listen to me Sandra! Kamu hanyalah wanita masa lalu saya! Dan ini, She is my future! Meida is my wife, don't distrube her!” Sandra kembali menelan salivanya kasar. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca mendengar perkataan menohok mantan tunangannya. Padahal sangat yakin, Melvin tidak akan melupakannya begitu saja.


“Jadi saya mohon jangan ganggu rumah tangga kami! Saya sudah bahagia dengan istri saya. Hubungan kita sudah berakhir 2 tahun yang lalu ketika kau memutuskan pergi ke Las Vegas mengejar karir mu! Dan saya tegaskan, jangan pernah mengganggu lelaki yang sudah beristri! Karena saya sudah tak tertarik lagi pada mu.”


-


-


☕☕☕☕☕


Hampura yah baru up🤗 lagi badmood nih🤭

__ADS_1


Vote, like, komennya jangan pelit-pelit yah. biar otor semangat ngehalu nya wkwkwk


Hatur nuhun baraya sadaya😘🥰😘😘♥️


__ADS_2