
Seperti Inilah Budak Dunia,
Mati-matian mengejar dunia, hingga tak sempat belajar agama. Sibuk kerja mengumpulkan harta, sampai shalat pun tak di jaga. Al-Qur'an jarang di buka, berbagai macam cerita khatam di baca. Mendadak merasa paling kayak saat belanja, mendadak miskin tuk sedekah pada sesama. Seakan-akan uang itu segalanya, sehingga halal dan haram tak penting lagi dimatanya. Melakukan segala cara agar di puji manusia, namun sejatinya di sisi Allah ia hina. Angan-angan hidup ingin hingga tua, Padahal ajal sudah menunggu di depan mata.
Andress dan Jonathan terdiam di parkiran masjid. Mereka mengurungkan niat untuk masuk ke dalam mobil setelah melakukan shalat ashar berjamaah. Mereka terdiam, tertarik mendengarkan ceramah yang jelas terdengar melalui Toa Masjid. Mereka mengurungkan niat untuk pergi, dan malah menepi di pembatas trotoar lalu duduk di pembatas besi.
“Ustdaz Zhaf!” Ucap mereka serempak dengan saling pandang. Mereka mengenali suara tegas nan berwibawa yang terdengar di Masjid raya tersebut. Suara yang sering mereka dengar ketika mendengar kajian dari Ustadz Zhaf di masjid nya yang berada di pusat kota.
“Pantas saja tadi saya melihat Ustadz Zhaf mengimami shalat disini, ternyata benar itu Ustadz Zhaf.” Jack menganggukkan kepala dengan melipat tangannya erat.
“Berarti setiap hari kamis Ustadz Zhaf ada jadwal pengajian disini.” Sahutnya pelan sambil menselonjorkan kaki nya. Jonathan menganggukkan kepala seraya tersenyum.
“Kita ikut kajian ke dalam yuk Jack?” Jack menggeleng kepala dengan mengerutkan dahi.
“Kita dengar sebentar disini saja, karena sebentar lagi kita akan pergi. Ingat, sore ini kita ada janji dengan Ko Andress.” Jonathan menarik nafas dengan mengerucutkan bibirnya lalu menyandarkan tubuhnya ke pohon. Ia kembali memejamkan mata, mendengar kajian yang terdengar jelas dari arah Masjid.
Tidak capek pun perlu istirahat, tidak kaya pun perlu bersyukur. Sadarlah hidup itu pendek, pasti ada saatnya finis. Jangan tertipu usia muda, karena syarat mati tidak harus tua. Jangan terperdaya tubuh besar dan badan sehat, karena syarat mati tidak perlu sakit.
Jama'ah sekalian yang dirahmati Allah,
Jangan terlalu keras untuk menyesuaikan diri dengan dunia, karena kita datang bukan untuk menetap.
Mungkin kita terlalu percaya diri, bahwa umur kita masih panjang dan nasehat tentang kematian selalu kita anggap angin lalu. Kita selalu menganggap pintu ampunan masih terbuka, padahal belum tentu.
Hari ini kita masih di atas tanah, bisa jadi esok hari tanah yang berada di atas kita. Selalu berbuat baik, selagi ada kesempatan. Karena kematian juga tidak menunggu kita untuk menjadi orang baik.
Kematian itu pasti dan ia datang pasti tepat waktu, tidak akan terlambat ataupun cepat. Entah dengan apa kenangan akan terganti? Yang jelas masa pasti terlewati dan kita akan terlupa, menua dan menuai.
Semoga setiap detik usia yang tersisa, adalah episode taubat kita, Aamiin.
Karena kematian itu hanya ada 2 jalan. Pertama, mati dalam keadaan taat. Dan yang kedua, mati dalam keadaan maksiat.
Ucap tegas dari toa Masjid yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan langsung berintrospeksi diri. Mendengar pengingat, yang membuat siapa pun akan ketakutan takala mengingat tentang kematian. Bagaimana kita akan menghadapinya? Bagaimana kehidupan kita setelahnya?.
“Jack, ceramah Ustadz Zhaf seperti menampar kita. Nasihat demi nasihatnya mampu menggentarkan hati saya yang keras ini. Entahlah, air mata tiba-tiba keluar ketika saya mendengarnya. Apalagi ketika mengingat tentang mati,” ucap pelan Jonathan dengan menyusut sudut mata yang tiba-tiba berair menggunakan ibu jarinya. Jack masih menundukkan kepalanya, meresapi satu persatu kata yang terucap dari bibir Ustadz Zhaf yang membekas dihatinya. Benar apa yang dikatakan sepupunya, Nasehat Ustadz Zhaf mampu menampar hati mereka yang masih bersikap santai untuk menghadapi kematian.
“Mengingat kematian, mengapa membuat saya menangis. Jika Allah memanggil saya sekarang, saya tidak mempunyai bekal yang banyak. Bagaimana saya mempertanggungjawabkan hidup saya selama ini?” Jack mengangkat wajahnya dengan mata sendu. Ia mengusap bahu sepupunya yang sedang memandang kosong kearah kubah masjid.
__ADS_1
“Setidaknya hatimu lembut, ketika mendengar nasihat tentang kematian pun kamu menangis Jo.” Jawab pelan Jack dengan memandang kubah masjid mengikuti sepupunya. Mereka kembali mendengar ceramah singkat dari Ustadz Zhaf setelah melaksanakan shalat Ashar berjamaah.
"Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk berseru di langit sekali saja.” Maka, setelah diizinkan, berserulah ia dengan suara yang amat keras: "Aku ini adalah Al-Maut, tugasku sebagai pemisah orang yang saling mencintai. Aku adalah Al-Maut, tugasku memisahkan antara anak dan ibunya. Aku adalah Al-Maut, tugasku memisahkan saudara lelaki dan wanita. Aku adalah Al-Maut, tugasku menghancurkan bangunan rumah dan gedung-gedung. Aku adalah Al-Maut, tugasku meramaikan kuburan. Aku adalah Al-Maut, tugasku mencari dan mendatangi kamu semuanya, walaupun kamu berada dalam lapis benteng yang amat kuat. Dan tiada satupun makhluk yang tidak merasakan kepedihanku". Suara parau Ustadz Zhaf mampu merobohkan pertahanan Jack. Ia menggigit bibirnya keras lalu menatap kearah langit untuk menahan air matanya yang akan keluar.
Para Hadirin Muslimina Wal Muslimat,
Sesungguhnya seorang hamba mukmin apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seakan wajah mereka ibarat matahari. Mereka membawa kafan dan parfum dari surga. Mereka duduk di samping calon mayat sejauh mata memandang.
Diriwayatkan bahwa para malaikat ini mulai mencabut nyawa dari kaki sampai ke lututnya, kemudian diteruskan oleh para malaikat lainnya sampai ke perut, kemudian diteruskan lagi oleh para malaikat lainnya sampai ke kerongkongan, kemudian datanglah Malaikat maut Alaihis Salam dan duduklah di samping kepala calon mayat seraya berkata: "Wahai jiwa yang baik, wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan ridha dari Allah.”
Maka keluarlah rohnya dengan lembut seperti air yang menetes dari bibir tempat air. Malaikat maut-pun mengambilnya, setelah Malaikat mengambil ruh itu maka segera di masukkan ke dalam kafan yang dari surga tersebut dan diberi parfum yang dari surga itu. Lalu keluarlah dari ruh itu bau yang sangat wangi seperti bau parfum yang paling wangi di muka bumi ini.
Ketika telah keluar ruhnya maka para Malaikat di antara langit dan bumi menshalatinya, demikian pula semua Malaikat yang di langit. Dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, semua penjaga pintu tersebut berdoa kepada Allah agar ruh tersebut lewat melalui pintunya.
Para Malaikat membawa ruh itu naik ke langit, dan tiap-tiap melalui rombongan Malaikat mereka selalu bertanya: "Ruh siapa yang wangi ini???" Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini ruhnya Fulan bin Fulan,” sambil menyebutkan panggilan-panggilan terbaiknya selama di dunia.
Malaikat yang membawanya menyebutkan kebaikan-kebaikannya selama di dunia, Kebaikan-kebaikannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta. Tatkala telah sampai di langit dunia para Malaikat meminta dibukakan pintunya.
Malaikat penjaga pintu langit membuka pintu itu, kemudian semua Malaikat yang ada ikut mengiringi ruh itu sampai ke langit berikutnya hingga berakhir di langit ke tujuh. Lalu Allah berfirman: "Tulislah catatan amal hamba-Ku di Illiyyiin! Tahukah kamu apakah Illiyyiin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis (untuk mencatat amal orang yang baik)" (QS. Al-Muthaffifiin: 19-20).
Ditulislah catatan amalnya di Illiyyiin. Kemudian dikatakan: "Kembalikanlah ia ke bumi, karena Aku telah berjanji kepada mereka bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta membangkitkan mereka darinya pula pada kali yang lain". Roh itu-pun dikembalikan ke bumi dan ke jasadnya.
Sesungguhnya seorang hamba yang kafir atau fajir (banyak dosa), apabila hendak meninggalkan dunia menuju akhirat, turun kepadanya para Malaikat dari langit yang sangat keras lagi berwajah hitam sambil membawa kain yang kasar dari neraka. Para malaikat itu duduk disamping calon mayit sejauh mata memandang.
Diriwayatkan bahwa para malaikat ini mulai mencabut nyawa dari kaki sampai ke lututnya, kemudian diteruskan oleh para malaikat lainnya sampai ke perut, kemudian diteruskan lagi oleh para malaikat lainnya sampai ke kerongkongan, kemudian datang Malaikat maut Alaihis Salam dan duduk di samping kepalanya seraya berkata: "Wahai jiwa yang busuk keluarlah menuju murka dan kebencian dari Allah.” Roh itupun terkejut. Lalu Malaikat mencabutnya seperti mencabut alat pemanggang yang banyak cabangnya dari kain yang basah sehingga terputuslah urat-urat dan ototnya.
Malaikat itupun mengambil rohnya dan langsung memasukkannya kedalam kain kasar (yang dari neraka itu). Keluar dari ruh itu bau yang sangat busuk seperti bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi ini.
Para Malaikat lalu membawa roh itu naik, tiadalah melalui rombongan Malaikat melainkan mereka selalu bertanya: "Roh siapa yang busuk ini?" Para Malaikat yang membawanya menjawab: "Ini rohnya Fulan bin Fulan,” dengan menyebut panggilan-panggilan buruknya ketika di dunia. Malaikat yang membawanya menyebutkan keburukan-keburukanya selama di dunia. Keburukan-keburukannya dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama manusia bahkan dengan alam semesta.
Semua malaikat di antara langit dan bumi melaknatinya (mengutuknya). Ditutup untuknya pintu-pintu langit. Masing-masing penjaga pintu berdoa kepada Allah agar ruh itu tidak lewat melalui pintunya.
Tatkala telah sampai di langit dunia mereka meminta agar dibuka pintunya dan ternyata tidak dibukakan. Kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa ala alihi wa sallam membacakan: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum." (QS.Al-A’raaf: 40).
Lantas Allah berfirman: "Tulislah catatan amalnya di sijjiin, dibumi yang paling bawah", Kemudian dikatakan: "Kembalikan hambaKu ke bumi karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka darinya (tanah) dan mengembalikan mereka kepadanya serta mengeluarkan mereka darinya pula pada kali yang lain".
Lalu rohnya dilempar dari langit sehingga terjatuh ke bumi, kemudian Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam membacakan ayat: "Dan barangsiapa menyekutukan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." (QS. Al-Hajj: 31).
__ADS_1
Terdengar isakan kecil dari bibir Ustadz Zhaf, yang membuat Jonathan dan Jack meneteskan air matanya. Ia pun berdehem, lalu melanjutkan ucapannya.
Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW datang untuk shalat. Lalu beliau melihat sekumpulan Sahabat R. Hum sedang tertawa-tawa sampai gigi mereka terlihat jelas. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Apabila kalian banyak mengingat maut (kematian), kalian tidak akan seperti yang kulihat saat ini. Perbanyaklah mengingat maut. Di kubur tiada seharipun terlewati kecuali kubur akan berkata, “Aku rumah yang tidak mengenal persahabatan, aku rumah kesendirian, aku rumah penuh dengan tanah, aku rumah ulat-ulat.”
Apabila seorang mukmin diletakan di dalam kubur, kubur kan berkata, “Selamat datang. Bagus engkau datang, diantara orang yang tinggal diatas bumi ini, Engkaulah yang paling kusukai. Sekarang telah tiba, maka aku akan berbuat yang terbaik untukmu.” Lalu kubur akan melebar seluas pandangan mayit, dan akan dibukakan baginya salah satu pintu surga, sehingga berhembus angin surga kepadanya, dan akan tercium harumnya surga.
Dan jika seseorang yang berakhlak buruk dimasukkan ke dalam kubur, kubur kan berkata, “Tiada ucapan selamat datang bagimu. Sangat buruk kedatanganmu ini. Dari semua orang yang berada di atas bumi ini, kamulah yang paling kubenci. Sekarang kamu datang kepadaku. Maka lihatlah bagaimana aku memperlakukan dirimu.” Kemudian kubur akan merapat dan terus mengimpitnya, sehingga tulang rusuk saling menikam. Lalu datanglah tujuh puluh ekor ular untuk menyiksanya. Jika satu saja dari bisa itu menetes kebumi, tidak sehelai rumput pun yang dapat tumbuh diatasnya. Ular-ular itu terus mematuknya sampai hari kiamat." Sabda Nabi SAW, "Kubur adalah taman dari taman-taman surga, atau jurang dari jurang-jurang neraka."
Jack menutup mulutnya yang bergetar. Ia menundukkan wajahnya dengan sesekali menyeka air matanya. Begitu pun Jonathan, ia nampak sesenggukan dengan memeluk lututnya.
Sebelum saya akhiri kajian ini, saya ingin menyampaikan pada para Jamaah sekalian.
Jangan saling membenci! Jangan dendam, merasa paling benar, merendahkan orang lain apalagi musuhan. Jangan!
Usia kita tiada yang tahu, banyak mana amal baik dan buruk kita tak ada yang tahu. Jika benci yang sekedarnya saja, suka pun begitu. Sekedarnya saja! Karena orang yang kita benci, bisa saja menjadi orang yang menjadi penolong kita kelak. Datangnya hidayah tiada yang tahu, sebab isi hati hanya Allah yang genggam.
Jonathan termenung mendengar perkataan tersebut dengan bahu yang bergetar. Ia menghela nafasnya dengan mendongakkan wajahnya ke langit yang terlihat abu-abu.
“Yaa Allah, semoga hidayah mu segera datang pada Daddy, Mommy, dan Ko Andress. Semoga hati mereka terketuk untuk menerima kebenaran ini.” Do'a pelan Jonathan yang mendapat aminan dari Jack yang sedang menundukkan kepala.
“Semoga hati mereka tergugah untuk melihat kebenaran tentang Islam.” Sahutnya lagi dengan sendu.
“Aamiin. Semoga pintu Hidayah segera datang pada keluarga kita. Saya berharap semoga Allah meluluhkan hati mereka, dan menerima ini dengan tangan terbuka.”
“Dan tugas terberat kita sekarang adalah bersyiar. Berdakwah pada orang terdekat kita.” Jonathan menganggukkan kepala dengan menghapus air matanya menatap kearah pelantara Masjid.
Sedangkan Jack sedang melihat kearah para Jamaah yang baru keluar dari masjid, pertanda kajian dari Ustadz Zhaf telah selesai. Ia langsung melihat jam di tangannya, lalu mengingat janji yang telah di buatnya dengan Andress dan Jonathan.
“Jo, sekarang kita harus pergi! Koko mu pasti menunggu lama disana.” Jonathan menepuk dahinya keras dengan membulatkan matanya.
“Ya Tuhan saya lupa. Mari kita langsung kesana aja Jack. Jangan membiarkan koko terlalu lama menunggu, nanti dia marah sama kita.” Mereka pun langsung berlarian kearah mobil dengan terburu-buru, karena janji pertemuan dengan Andress tinggal beberapa menit lagi.
-
Like nya jangan pelit-pelit guys😘😘😘
Semoga langsung lolos review sama pihak NT nya 🤗😘😘
__ADS_1
Vote sama kopi nya di tunggu.
Hatur nuhun😘😘😘