
“Sandra, boleh Mimih masuk?” Ucap wanita paruh baya sambil mengetuk pintu itu berulang kali. Namun sayang, tak ada jawaban dari dalam kamar tersebut. Pintu itu masih tertutup rapat seperti tak berpenghuni. Lucky akhirnya berinisiatif membuka pintu kamar Putrinya, memastikan keadaan Putrinya baik-baik saja dalam kamar setelah seharian tidak keluar. Ia melihat tubuh Putri nya terbaring rapat terbalut selimut dengan suara yang terdengar sesenggukan.
Merasakan kehadiran Mimih nya, Sandra langsung menghapus sudut matanya, lalu menatap mimihnya dengan senyum terpaksa.
“Makan yuk! Kamu belum makan seharian. Di tunggu Daddy di meja makan!” Ajak Lucky serasa mengelus lengan Sandra yang matanya nampak membengkak. Sandra menyandarkan kepalanya ke headboard ranjang, menatap wajah mimih nya dengan lesu.
“Aku belum lapar. Mimih dan Daddy duluan aja!” Jawabnya dengan suara parau. Sudut matanya kembali mengembun, dengan bibir yang bergetar. Lucky merasa sedih melihat kondisi Putrinya yang nampak terpuruk, wajah bengkak dengan rambut yang berantakan.
“Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Apa ini berkaitan dengan Melvin? Ikhlaskan dia, dia bukan jodoh mu.” Bahu Sandra kembali terguncang. Ia menundukkan kepalanya, hingga wajahnya tertutup oleh rambut.
“Aku menyesal Mih. Aku sangat menyesal! Aku kecewa dengan diri ku sendiri. Walaupun perpisahan kami terjadi 2 tahun lalu, aku masih mencintai Melvin sampai sekarang. Aku menyesal, telah membuat keputusan yang ceroboh dengan meninggalkannya demi karier ku. Hidupku hancur Mih! Hidupku semakin hancur – ( Setelah melihat video yang Melisa kirim. Aku tak punya harapan lagi untuk mengejar Melvin, apalagi memilikinya. Sekarang, aku tak memiliki tujuan hidup lagi. Aku takut dengan ancaman Melisa Mih ... Aku takut video itu tersebar! Aku takut kalian melihatnya! Aku takut kalian kecewa padaku) – ucap Sandra dalam hati seraya memeluk mimihnya erat. Lucky mengelus pundak putri-nya untuk menenangkan. Walaupun terbersit sedikit rasa kecewa pada Sandra, tapi ia tak ingin menyalahkan putrinya.
“Sudahlah! Yang lalu biarlah berlalu. Penyesalan itu datangnya pasti di akhir. Sekarang saatnya kamu berkaca pada pengalaman, memetik hikmah dari kejadian ini. Jika kau menangis darah pun, Melvin tak akan pernah kembali padamu. Dia sudah memiliki keluarga, dia sudah memiliki istri. Sangat mustahil jika dia kembali padamu. Karena sekarang, kamu bukanlah prioritasnya seperti dulu, kamu hanyalah sang mantan, kamu hanyalah masa lalu yang tak mungkin dilihatnya kembali.” Sandra melepaskan pelukan Mamihnya lalu menatapnya dengan sorot mata tajam. Tangannya tak berhenti menghapus air mata yang berderai di wajahnya.
“Mimih kenapa bicara seperti itu? Kenapa mimih memojokkan ku?” Lucky kembali menggelengkan kepala, seraya mengusap rambut kusut anaknya. Ia menatap putrinya penuh kasih dengan sorot mata menyejukkan.
“Mimih tak memojokkan mu Sandra. Mimih hanya ingin katakan saja, menyesal sekarang sudah tak ada gunanya. Melvin sudah bahagia dengan istrinya. Dia bukan jodoh mu! Sandra, jodoh itu sedekat urat nadi. Dia sudah ada sejak kamu dalam kandungan. Kamu akan dipertemukan saat semesta bersepakat untuk mempertemukan mu dengan nya. Dan Melvin bukan orangnya, dia bukan jodoh mu, tak peduli seberapa besar kau mencintainya. Tetap itu tak akan mengubah takdir mu untuk tak memilikinya!” Sandra langsung terdiam mendengar penuturan tajam Mimihnya. Ternyata, Mimihnya sendiri terang-terangan tak mendukungnya untuk kembali mendapatkan Melvin. Padahal yang dia harapkan, mimihnya dengan senantiasa mensupport nya untuk mendapatkan pujaan hatinya itu kembali kepelukannya.
Lucky menarik nafasnya dalam. Ia membalas tatapan Putri nya dengan tatapan rasa sayang bercampur dengan kecewa. Ia ingin mengungkapkan isi hatinya, agar anaknya kembali sadar.
“Jika kau benar-benar tulus mencintainya, tak mungkin kau baru datang sekarang. Di saat dia sudah menemukan pengganti mu! Kenapa kau baru datang? Kenapa tidak dari dulu? Kenapa kau tak mencoba memperbaiki hubungan kalian setelah Melvin memutuskan mu? Dan kau malah memilih ego dan ambisi mu meninggalkannya pergi Amerika.” Tangis Sandra kembali pecah. Ia menundukkan kepalanya dengan memegang lengan Lucky erat.
“Mimih tahu sendiri kan? Menjadi Model go Internasional adalah cita-cita ku sejak kecil. Aku tak mungkin melewatkan begitu saja kesempatan yang kuperjuangkan mati-matian sejak dulu. Waktu itu aku tak ingin menikah muda, mamih tahu sendirikan usia ku dulu baru menginjak 23 tahun ketika Melvin mengajakku menikah. Aku tak ingin melewatkan masa muda dengan begitu saja!” Lucky melepaskan pegangan tangan Putri-nya. Ia berjalan kearah jendela, dengan membelakanginya. Ia menghapus sudutp matanya, dengan perasaan pilu.
__ADS_1
“Ya, dan sekarang kamu terima konsekuensinya. Mengejar keinginan mu dan kehilangan Melvin. Mimih mau tanya sama kamu, lebih berharga mana Melvin dengan karier mu?” Tanya menohok Lucky yang kembali menatap dalam wajah Putrinya yang sedang menunduk. Ia melipat tangannya, menantikan jawaban dari Putri-nya.
Sandra menggigit bibirnya tajam dengan menangis tergugu. Ia mengangkat wajahnya dengan wajah beribu penyesalan dan kegetiran.
“Dulu, mereka berdua sama-sama berharga Mih. Aku tak bisa memilih salah satunya. Tapi sekarang, aku menyesal! Andai saja dulu aku memilih Melvin dan menikah dengan nya, mungkin sekarang aku sudah hidup bahagia menjadi Nyonya Nagara, memiliki seorang anak pewaris kerajaan bisnis. Aku tak perlu capek-capek menjadi model yang menyita hampir separuh waktuku.” Lucky tersenyum getir dengan kembali menyusut sudut matanya. Ia duduk di meja rias dengan menundukkan wajahnya.
“Mimih pun sangat menyayangkan keputusan mu dulu. Jika saja kau menikah dengannya, mungkin sekarang keluarga kita menjadi keluarga terhormat karena bersanding dengan keluarga Nagara.” Kekeh pilu Lucky dengan menggigit punggung tangannya. Sandra semakin menangis tergugu dengan mencengkram selimut yang dikenakannya dengan erat.
“Aku sungguh menyesal Mih. Jika bisa, aku ingin memutar waktu ke 2 tahun lalu. Aku tak mungkin sebodoh itu mengambil keputusan. Karena hidupku tanpa Melvin sungguh tidak berarti, dan kini aku sadar dia sangat berharga dari segalanya!” Teriak pilu Sandra dengan penuh keputus-asaan. Ia menjambak kepalanya dengan tangis pilu yang suaranya memenuhi kamar tersebut.
“Dan di saat seperti ini. Aku masih sangat mencintainya, perasaan ku semakin menggebu-gebu. Aku tak bisa melupakannya begitu saja. Aku harus apa Mih?” Lucky menghampiri putri-nya lalu memeluknya erat walaupun Sandra meronta dengan mendorongnya. Ia mengerti keterpurukan dan keputusasaan yang di alami p putri-nya tersebut.
“Sandra, lupakan dia jika kau ingin hidup normal! Kau harus sadar, jika bukan Melvin, masih ada Melvin lainnya yang kelak menjadi pendamping mu. Ingat! Semua ada pasangannya! Tidak perlu memaksakan diri, sesuka apapun itu. Tidak perlu merendah sampai level terbawah, demi apapun itu. Tidak perlu mengemis, untuk di terima siapapun itu. Yang tidak ditakdirkan untuk mu, tak akan menjadi milikmu. Dan yang sebaliknya akan dimudahkan-Nya.” Nasihat lembut Lucky seraya membelai lembut rambut Putri-nya, yang kini tengah menangis pilu di pelukannya.
Ya Tuhan, bagaimana hidup ku setelah ini? Apa semua akan baik-baik saja? Apa aku harus melupakan Melvin dan mengikhlaskannya? Bagaimana dengan hidupku? Bagaimana jika aku hamil? Bayi siapa yang aku kandung? Bagaimana ini? Aku takut Tuhan, aku takut! Ya Tuhan, aku harus berbuat apa? Aku sadar, kejahatan pasti di balas dengan kejahatan. Dan inilah karma yang aku tuai sekarang. Bagaimana jika Mimih dan Daddy mengetahui semua ini? Aku takut mereka marah! Aku takut mereka membuangku! Aku takut Tuhan!
Batin Sandra memeluk erat tubuh Mimih-nya dengan penuh ketakutan, terhadap kejadian yang akan terjadi pada dirinya kedepannya seperti apa. Pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikirannya, mengingat kejadian kelam yang menimpanya.
“Sekarang kita makan yuk! Nasi keburu dingin. Kasian Daddy mu makan sendiri.” Sandra tak menggubris ajakkan Lucky, ia masih terhanyut dalam lamunan sendiri.
-
Di salah satu apartemen elit Surabaya. Seorang lelaki nampak tersenyum-senyum memandang kosong kearah botol wine yang berada ditangannya. Senyumnya semakin lebar, takala ia mengingat pertemuan pertama dengan seseorang yang sangat berkesan dalam hidupnya.
__ADS_1
Siapa wanita cantik bertubuh semapai itu? Dia telah memberikan kesan terindah untuk pertama kalinya dalam hidup gue. Ahh, malam itu. Gue benar-benar tergila- gila padanya.
Gumam lelaki itu seraya tertawa. Ia mengetuk-ngetuk pelan botol w*ne ke meja, dan kembali meminum w*ne nya hingga tandas.
Gue harus cari tahu tentang wanita itu. Dia harus jadi milik gue! Gue merasakan Jack spot ketika bersamanya. Berc*nta dengannya serasa menaiki roller coaster, membuat jantung gue naik turun. Malam itu benar-benar indah, dia wanita yang paling berkesan dari semua wanita yang gue tiduri.
Lelaki itu berjalan kearah kamar dengan tubuh yang sempoyongan, ia tersenyum-senyum seperti orang gila mengingat kejadian yang dilakukannya malam itu.
Ahh, mengingatnya. Membuat gue merindukannya! Gue ingin mengulang malam itu. Untuk pertama kalinya gue bercinta dengan wanita semendebarkan itu. Gerakan er#tisnya, wajah mer#ntihnya, tubuh mulusnya, masing terngiang-ngiang di kepala gue. Ahh, gue bisa gila jika tak menemukannya.
Cercau lelaki itu seraya memukul-mukul dinding dengan tertawa. Lalu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang. Lalu memeluk guling dan menciumnya dengan tersenyum-senyum.
Gue pasti menemukan mu!
-
Like nya jangan pelit-pelit guys😘😘😘
Semoga langsung lolos review sama pihak NT nya 🤗😘😘
Vote sama kopi nya di tunggu.
Hatur nuhun buat yang masih stay di novel ini😘😘😘
__ADS_1
Satu Chapter nya nyusul yah nanti.