Cinta Haqiqi

Cinta Haqiqi
Puasa


__ADS_3

“Setelah selesai resepsi pernikahan Meida, saya langsung terbang ke New Zealand Jack. Mungkin sekitar 7 hari lagi saya disini.” Jack langsung meletakkan cangkir kopinya. Ia menatap Andress dengan wajah kaget sekaligus sedih.


“Secepat itu ko?” Andress menganggukkan kepala sambil merapatkan bibirnya karena dingin. Dengan kedua tangan di masukkan ke dalam kantong Hoodie nya.


“Iya. Saya sudah menemukan universitas yang cocok yang dekat dengan rumah sakit milik keluarga kita. Karena saya disana study sambil bekerja di Hospital, untuk mengisi waktu luang. Walaupun Daddy tak mengizinkan saya untuk bekerja.” Terang Andress dengan melipat kakinya. Ia kembali menyeruput kopi hitam yang asapnya masih mengepul di udara.


“Mending koko fokus study aja biar cepet kelar. Lagian buat apa koko kerja, wong uang koko masih numpuk. Koko gak bakalan jatuh miskin, kalau cuman buat bayar kuliah.” Andress menggeleng-gelengkan kepala seraya tersenyum. Ia melempar koin ke kepala sepupunya dengan wajah malasnya.


“Kamu benar, uang saya masih numpuk satu lemari di rumah dan belum di potong-potong. Tapi saya bekerja bukan karena uang, tapi karena bosan Jack. Saya mau merasakan menjadi orang susah, apa ada wanita yang mau dengan saya jika saya susah? Saya ingin mencari wanita yang tulus mencintai saya, bukan karena harta kekayaan saya. Tapi, dia yang mampu menerima saya apa adanya.” Jawab simple Andress yang sudah menata hidupnya disana. Jack tersenyum sambil menonjok pelan perut  sepupunya dengan terkekeh.


“Ciee yang berjuang Move On, good luck! Semoga di New Zealand koko menemukan cinta sejati, menemukan pelabuhan hati, menemukan bule pirang ataupun bule lokal, asal jangan bule yang seksi yang sering mengenakan bikini. Dan setelah mendapatkannya, jangan lupa langsung bawa pulang kesini untuk diperkenalkan pada kami.” Andress pun tertawa mendengar celotehan sepupunya. Ia menoyor kepala Jack dengan meniup wajahnya.


“Sadar Jack, kamu pun masih jomblo haha. Kamu pun harus segera mencari pacar, usia mu sudah matang. Bawa wanitamu kesini, perkenalkan pada keluarga kita. Gaya nya nyuruh saya cari cewek, wong kamu sendiri aja masih jomblo.” Ledek Andress sambil menjulurkan lidah. Jack mencebikkan bibirnya kesal seraya menyeruput kopi milik sepupunya hingga tandas.


“Setidaknya masih tuaan koko. Santai aja, umurku baru menginjak 25 tahun, belum kadaluarsa.” Sewot Jack dengan melipat kedua tangannya. Ia menatap Andress kesal karena telah menertawakannya.


“Jangan keasikan santai, tahu-tahu nya udah tua haha.” Kelakar Andress dengan tawa terpingkal-pingkal. Jack mengambil sapu tangan di dalam kantong celana training nya lalu menyumpal mulut Andress.


“Gak ada sopan santunnya sama orang tua!” Sungut Andress sambil melemparkan sapu tangan ke muka Jack yang berhasil ditangkapnya.


“Baru sadar, kalau anda sudah tua haha.”


-


Setelah merasakan denyutan dalam milik istrinya, Melvin langsung mempercepat gerakan pingg*lnya menekan kuat melepaskan hasrat bersamaan dengan istrinya, meledakkan lahar ke rahim Meida seraya berdo'a,


Alhamdulillahilladzi khalaqa minal mai basyaran faja’alahu nasiban wa sihra wa kaana rabbuka qadiira. Allahumma in kunta khalaqta khalqan fi bathni hadzihi al-mar’ati fa kawwinhu dzakaran wa sammahu ahmad bi haqqi muhammadin Shallallahu alaihi wasallam. Rabbi laa tadzarni fardan wa anta khairul warisin.


(Segala puji milik Allah, yang telah menciptakan manusia dari air mani. lalu jadikan manusia itu punya keturunan dan musaharah dan Dia adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Ya Allah, Ya Tuhan kami, jika Engkau takdirkan di dalam perut istriku ini tercipta seorang makhluk, maka jadikanlah ia seorang laki-laki yang akan keberikan nama Ahmad. Dengan hak yang ada pada Nabi Muhammad, Ya Allah Ya Tuhan kami, jangan biarkan aku sendirian (tanpa memiliki keturunan). Engkaulah (Tuhan) sebaik-baik zat yang mewarikan (yang mengkaruniai tinggalan keturunan).)


Do'a Melvin dalam hati seraya mencondongkan tubuhnya ke sebelah kanan. Dengan harapan dikaruniai anak-anak yang Sholeh nan Sholeha, biji matanya, penyejuk hatinya. Ia pun tersenyum, menatap wajah lelah istrinya yang sedang mengatur nafas dengan keringat yang bercucuran, setelah menunaikan ibadah bersama di bawah selimut.


(Ibnu Yamun  menjelaskan, apabila seorang suami lebih dahulu keluar mani dari istrinya, maka dianjurkan untuk tidak mencabut zakarnya sampai istrinya keluar air maninya, karena hal itu merupakan sunnah.

__ADS_1


Dalam suatu hadits disebutkan: "Buatlah mereka (para istri) ridha, maka sesungguhnya keridhoan mereka berada di farji-farji mereka." Dalam hadis lain disebutkan, "Syahwat itu ada 10 bagian, 9 bagian untuk wanita, dan 1 bagian untuk pria. Hanya saja Allah Ta'ala telah menutupi kaum wanita dengan sifat malu.")


(Dalam Syarah Al-Waqhlisiyah dijelaskan: "Janganlah suami menjima' istrinya dalam keadaan duduk, karena hal itu akan mempersulit sang istri. Begitu juga dalam keadaan miring, karena hal itu dapat membuat salah satu pinggang menjadi lemah. Begitu juga jangan berjima' dalam keadaan istri di atas suami karena dapat mempersulit kehamilan.)


“Terima kasih sayang. Saya mencintai mu.” Meida membuka perlahan matanya. Membiarkan suaminya mencium wajahnya bertubi-tubi.


“By, lepasin! Rahimku sesak. Kamu berat!” Lirih Meida dengan wajah memerah dan lelahnya. Melvin mencium kening istrinya, mencabut benda pusaka miliknya dan menggulingkan tubuh ke samping istrinya.


(Ibnu Yamun menjelaskan, disunnahkan melakukan jima' pada malam Jumat, karena malam Jumat adalah malam paling utama dalam satu minggu. Nabi SAW bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang ia menyebabkan orang lain mandi wajib dan ia pun mandi wajib.")


-


-


Melvin memainkan rambut istrinya yang sedang telungkup disampingnya dengan menumpu wajah menggunakan kedua tangannya. Sesekali ia merapikan selimut untuk menutupi pundak polos istrinya agar tidak kedinginan.


“Yang, kamu belajar darimana yang tadi?” Meida menyusupkan wajah merah meronanya ke bantal dan langsung memeluknya erat. Ia kembali malu melihat wajah suaminya, setelah melewati olahraga panas di atas ranjang mereka.


“By, jangan bahas itu! Aku malu sayang.” Melvin malah terkekeh sambil mengusap rambut panjangnya. Tangannya dengan perlahan memeluk tubuh istrinya yang telungkup lalu meletakkan dagu di punggungnya.


“Tetapi sekarang aku malu sama kamu By!” Sahut Meida yang kembali menyusupkan wajahnya ke bantal. Melvin dengan lembut memainkan bulu-bulu halus yang berada di punggung istrinya lalu kembali menciumnya.


“Masa sama suami sendiri malu sayang. Sini saya peluk!” Melvin menyampingkan posisi tidurnya dengan tangan mengangkat lembut wajah istrinya dari atas bantal. Ia merapikan rambut gelungnya lalu menyandarkan kepala Meida di dada polosnya. Ia dengan lembut mengelus lengan istrinya agar kembali tenang dan rasa malu pada dirinya menghilang.


“By, aku belajar kayak tadi dari google. Aku baca beberapa artikel dari sana. Maklum, aku masih amatiran,” ucap Meida malu-malu sambil melingkarkan tangan di perut suaminya yang sama-sama terbalut selimut.


“Kamu searching apa emang?” Tanya ulang Melvin mengecup pucuk kepala Meida dengan mengusap punggungnya lembut. Ia pun penasaran apa yang di cari istrinya di google setelah shalat subuh tadi.


“Aku pengen tahu aja, cara menyenangkan suami itu seperti apa. Tapi yang muncul kebanyakan itu. Ternyata menyenangkan suami itu sederhana, yang pertama perhatikan makannya (perut), yang kedua penuhi hasrat biologisnya (Ranjang). Benarkan By?” Melvin pun tersenyum dengan memamerkan gigi putihnya.


“Nabi Muhammad SAW pun bersabda: “Sebaik-baiknya wanita adalah yang harum baunya dan sedap masakannya.” Itulah sebuah hadist yang aku baca dari artikel tadi.”  


Lanjut Meida sambil mendongakkan wajah kearah suaminya dengan tersenyum.

__ADS_1


“Melihat kamu di samping saya seperti ini, saya sudah seneng sayang. Apalagi yang tadi, saya di buat terpesona oleh mu jutaan kali.” Tutur Melvin sembari mengecup singkat pelipis istrinya.


“Tapi by, ini aku sakit.” Meida mengangkat sedikit tubuhnya lalu memperlihatkan buah dada yang menggelantung kearah suaminya dengan wajah memerah. Ia memperlihatkan lingkaran pink nya yang nampak bengkak dan sedikit luka.


“Saking gemasnya sama kamu, saya sampai tak sadar menggigitnya sayang. Maaf, nanti saya pakaikan salep yah?” Melvin pun terbangun dari posisi tidurnya lalu memeriksa luka di lingkaran pink istrinya.


“By, jangan di pegang! Sakit!” Melvin melepaskan tangan dari buah dada istrinya. Ia pun melihat lingkaran pink istrinya yang nampak bengkak dan memerah akibat ulahnya.


“Bentar! Saya pakaikan salep dulu!” Meida kembali menutup kedua dadanya dengan selimut lalu menyandarkan tubuhnya di headbord ranjang. Ia memperhatikan pergerakan suaminya yang sedang mengambil salep pereda nyeri dari dalam laci. Melvin kembali mendekati istrinya, menurunkan selimutnya lalu memakaikan salep di area yang bengkak dan memerah .


“Untuk sementara, pabrik susunya di tutup dulu yah!” Meida dengan lembut mengusap rambut suaminya yang sedang meniup-niup dadanya. Melvin pun menganggukkan wajahnya pasrah dengan perasaan bersalah.


“Maaf membuatmu seperti ini sayang. Sumpah saya gak sengaja.” Meida kembali tersenyum dengan membelai lembut suaminya.


“Gak papa By, mungkin 2 hari juga sembuh. Konsekuensinya kamu harus puasa beberapa hari ok, sampai ini nya sembuh.” Melvin menganggukkan kepalanya dengan terpaksa. Tak ada pilihan lain, karena itu merupakan hukuman akibat ulahnya.


“Gak ada pilihan lain sayang?” Tanya nya dengan wajah memelas. Meida menggelengkan kepalanya sambil mencubit wajah suaminya.


“Gak bisa di tawar sayang. Sabar ... cuman beberapa hari ini kok. Sekarang kamu mandi gih, bukannya setelah Dzuhur kita berangkat ke Surabaya?” Melvin menarik nafasnya kasar dengan mengerucutkan bibirnya lalu mendekap istrinya dari samping.


“Mandi bareng yah! Sunnah Nabi.” Meida menggelengkan kepala seraya menyugar rambut suaminya.


“Kamu duluan aja By. Aku mandi nanti setelah kamu. Mandi bareng kamu, yang ada malah menambah durasi waktu. Mandi gih!” Meida mendorong pelan tubuh Melvin agar menjauhinya. Melvin pun dengan wajah pasrah turun dari ranjang sambil memungut kaos, koko, sarung, gaun tipis, bra, underwear beserta sarung, lalu membawanya ke kamar mandi.


Baru aja beberapa hari buka puasa, ehh udah puasa lagi.


Sungut Melvin sambil menyimpan pakaian kotor ke keranjang pakaian yang terletak di pojok wastafel.


-


Jempolnya jangan pelit-pelit guys🥰


Kuyy vote, komen, sama☕☕☕☕

__ADS_1


Hatur nuhun😘♥️♥️♥️


__ADS_2