
“Tapi kamu harus ingat Leo kamu itu sudah tidak muda lagi, mamah ingin punya cucu seperti orang lain”ucap Bu raline.
“Iya mah tapi memang Leo belum siap, Leo masih ingin mengejar karir”ucap Leo yang masih saja tetap menolak dengan pertanyaan sang ibu bila menyangkut pernikahan.
“Terserah kamu, mamah gak bakalan ikut campur lagi urusan kamu”ucap Bu raline sambil meninggalkan sang anak di ruangan kerja karena ia merasa kecewa kepada Leo karena tidak pernah mendengarkan ketika dirinya menyuruhnya untuk menikah.
“Mah”ucap Leo sambil mengacak-ngacak rambutnya merasa frustasi atas pertanyaan yang selalu orang tuanya pertanyakan tentang pernikahan dan pernikahan saja.
Leo yang merasa frustasi dan sudah tidak fokus lagi bekerja akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur sekaligus menenangkan pikirannya.
Malam telah terlewati dan pagi pun datang menyapa dengan segala kesibukan yang akan dijalaninya. Nadhira yang baru saja selesai mandi akhirnya berganti pakaian dan sarapan yang seperti biasa ia hanya sarapan sendirian.
“Kangen mamah sama papah biasanya kalau sarapan bareng-bareng”gumam nadhira tak kala menyuap roti kedalam mulutnya, ia merasa rindu akan orang tua nya karena nadhira tidak pernah bisa jauh dengan orang tuanya tapi hari ini ia berjauhan dengan orang tuanya karena suatu hal.
Setelah sarapan nadhira akhirnya berangkat ke kantor dengan menaiki taksi karena kalau menaiki bus takutnya agak macet karena ia yang memang bangunnya agak terlambat.
Nikko yang selalu saja memantau nadhira, ia mencoba mencari kesempatan untuk bertemu dengan nadhira tapi lagi lagi selalu gagal karena nadhira yang selalu saja pulang kantor bersama dengan revan.
“Tunggu aku dhira, kamu pasti bakalan kadi milik aku lagi”ucap Nikko tak kala melihat nadhira memasuki taksinya dan segera ia pun mengikuti taksi tersebut.
Selang puluh menit nadhira akhirnya sampai ke kantornya tapi tak lupa ia memesan kopi dan sandwich buat Leo karena walaupun ia tinggal bersama kedua orang tuanya tetapi Leo sangat jarang sarapan bersama kedua orang tuanya dan lebih memilih sarapan di kantor.
“Sandwichnya satu sama lette nya satu”ucap nadhira memesan makanannya dan membayarnya.
“Terima kasih”ucap nadhira sambil membawa makanannya dan berjalan menuju ke kantornya, nadhira masih belum sadar bahwa ia diikuti oleh Nikko.
Nadhira memasuki kantornya menggunakan lift dan sampai di kantornya.
“Gimana semalem tidur nyenyak?”tanya revan yabg sudah berada di ruangan kerjanya nadhira.
“Nyenyak kak, makasih udah mau temenin nadhira nonton, nadhira seneng banget”ucap nadhira sambil tersenyum.
__ADS_1
“Yaudah kalau kamu suka nanti saya ajak kamu pergi lagi”ucap revan dengan perasaan bahagianya akhirnya ia menemukan belahan jiwanya dan sebentar lagi ia yakin akan terlepas dari masa jomblo nya.
“Iya kak, eh bentar kak dhira mau anterin sarapan dulu buat pak Leo nanti keburu dingin”ucap nadhira yang hampir saja ia lupa akan sarapannya Leo kalau sarapannya keburu dingin nanti jadi ribet, Leo pasti akan marah-marah dan memintanya untuk membeli lagi.
“Yaudah saya kembali keruangan dulu, semangat kerjanya”ucap revan tak kala meninggalkan ruang kerja nadhira menuju ke kantornya.
Setelah Revan pergi nadhira pun segera menyiapkan sarapan untuk Leo dan setelah itu ia mengetuk pintu ruangan Leo.
“Masuk”ucap Leo tak kala mendengar ketukan pintu sari luar. Seketika nadhira masuk membawa nampan yang berisi sarapan Leo dan menaruhnya di atas meja.
“Ini pak sarapannya”ucap nadhira yang sudah meletakan makanan di mejanya.
“Kamu bisa keluar”ucap Leo sambil terus membuka berkas-berkasnya dan tidak melihat ke arahnya nadhira.
“Baik pak”ucap nadhira yang keluar dari ruangannya Leo.
Leo pun segera memakan sarapannya yang sebenarnya ia sudah sangat lapar, ia sangat malas kalau harus sarapan di rumah karena ujung-ujungnya keluarganya akan menyuruh ia untuk menikah sedangkan Leo belum memikirkannya.
“Ada apa?”tanya Leo singkat dan terus memakan sandwichnya.
“Kata tante raline abang disuruh kencan buta”ucap Revan tak kala duduk di kursinya.
“Apa?”ucap Leo kaget saat mendengar ucapan Revan.
“Ia kencan buta”ucap Revan sekali lagi.
“Kenapa mamah nyuruh saya kencan buta memangnya saya gak laku”ucap Leo melihat ke arahnya Revan.
“Tapi kan kemang bang Leo gak laku”ucap Revan mengejek sang sepupuh.
“Sial lo”ucap Leo sambil melempar bantal ke mukanya Revan.
__ADS_1
“Bang Leo juga harus mikirin pernikahan, apalagi yang usia abang memang sudah cukup umur untuk menikah”ucap Revan mencoba memberikan penjelasan.
“Gak di rumah gak di kantor pasti semuanya membicarakan pernikahan”ucap Leo yang lagi-lagi pusing.
“Atau jangan-jangan abang suka sesama jenis yah”ucap Revan kembali mengejek sang sepupuh.
“Sial, saya masih normal hanya saja belum ada orang yang pantas untuk saya cintai”ucap Leo dengan mantap.
“Memang abang nyari yang bagaimana sih heran masa sebanyaknya manusia di dunia ini tidak ada yang membuat abang jatuh cinta”ucap Revan heran bagaimana bisa sepupuhnya jomblo terus padahal ia mempunyai wajah yang rupawan, kaya dan dari keluarga terhormat yah walau memang dingin dan galak.
“Nyari yang bikin nyaman”ucap Leo yang melanjutkan pekerjaannya karena ia merasa tidak nafsu untuk sarapan.
Revan yang malas berdebat dengan Leo akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangannya.
“Kenapa kak bad mood?”tanya nadhira yang melihat Revan dari ruangan Leo dengan cemberut dan terlihat kesal.
“Biasa bang Leo gak mau di suruh nikah”ucap Revan frustasi.
“Ya mungkin pak Leo belum menemukan jodohnya tapi yakin aja suatu saat nanti bang Leo pasti mendapatkan jodoh yang baik”ucap nadhira mencoba menghibur Revan.
“Gue juga berharap ada wanita yang dapat mencintai bang Leo apa adanya tanpa memikirkan sikapnya”ucap Revan penuh harap.
“Pasti kak”ucap nadhira tersenyum.
“Ya sudah saya kembali dulu ke kantor”ucap Revan berjalan meninggalkan ruangan nadhira melangkah menuju ke kantornya.
“Heran kenapa pak Leo gak mau nikah kaya kak Nathan aja”ucap nadhira geleng-geleng kepala.
Sedangkan Leo yang berada di ruangan moodnya seketika Ka berubah tak kala mendengar ucapan Revan bahwa ia harus menikah tetapi ia merasa belum siap.
“Gak mamah gak Revan sama aja”ucap Leo dengan menghela nafasnya.
__ADS_1
Karena mood bekerjanya hilang Leo hanya mondar mandir terus memikirkan bagaimana ia bisa mendapatkan pasangan. Ia pun mengerti keinginan orang tuanya untuk menikah terapi ia yang selalu saja menolak tentang pernikahan, bagi Leo pernikahan adalah hal yang sangat rumit.