
Nanda yang terpaksa membawa Nathan melihat-lihat kantor karena keinginan Nathan padahal dai juga bisa sendiri dan entah apa yang ia rencanakan.
“Kak kan bisa ajak pak Leo aja buat lihat-lihat kantornya”ucap Nanda yang merasa canggung apalagi dia yang berduaan bersama dengan Nathan, apalagi detak jantungnya masih belum berhenti karena masalah tadi pagi di tambah sekarang harus bersama dengan Nathan.
“Leo sibuk gak ada waktu”ucap Nathan dengan singkat dan hanya tersenyum saja melihat Nanda yang tampak marah. Entah Nathan menyukai Nanda atau tidak tetapi dia yang masih penasaran dengan Nanda.
“Kan bisa sama dhira kak, Nanda lagi banyak kerjaan”ucap Nanda beralasan karena dia yang tak ingin bersama dengan Nathan.
“Dhira lagi sibuk, memangnya kenapa sih kamu gak mau nganterin kakak”ucap Nathan yang kesal karena sedari tadi nanda hanya marah-marah terus sambil berjalan bukannya dia senang bersama dengannya.
“Enggak, cuman nanda lagi malas jalan-jalan aja, kaki nanda lecet”ucap nanda yang kaki nya juga mulai sakit kalau tahu begini dia tidak akan memakai sepatu hak.
“Lagian ngapain sih, malah pake sepatu kaya gitu”ucap Nathan saat melihat sepatu nanda yang tinggi dan terlihat kesusahan saat sedang berjalan.
“Namanya juga kerja di kantor”ucap nanda yang masih menunjukkan beberapa tempat yang ingin Nathan ketahui, entah apa yang dia inginkan padahal dia tidak akan bekerja di perusahaan ini tapi mengapa dia ingin tau semua ruangan yang ada di sana.
“Tapi jangan pake sepatu begitu juga dong. Nanti kaki kamu sakit”ucap Nathan yang terlihat perhatian karena Nanda yang kaki nya terlihat kesakitan.
“Tapi biasanya gak jalan-jalan begini”ucap Nanda yang masih terus berjalan walaupun kakinya yang sakit apalagi sepatu nya yang masih sangat baru.
“Yaudah, nanti di lanjutin aja sama Leo, lo pergi kembali kerja aja”ucap Nathan yang merasa kasihan karena kaki Nanda yang kesakitan.
“Yaudah makasih kak”ucap Nanda yang berjalan karena dia yang senang tidak jadi mengantar Nathan berkeliling apalagi dengan kakinya yang sakit serta Nanda juga yang tidak canggung lagi dan bebas.
Sedangkan Nathan yang merasa kasihan kepada Nanda akhirnya dia pergi dahulu untuk membeli sepatu untuk Nanda agar tidak kesakitan.
__ADS_1
Di mejanya nadhira masih sibuk dengan beberapa berkas apalagi sedari tadi dia bolak balik ke ruangannya Leo karena masih saja banyak pekerjaannya yang salah di mata Leo entah harus seperti apa yang jelas Leo segala sesuatu harus terlihat rapih dan sesuai dengan apa yang ia inginkan.
“Kenapa sayang?”tanya Revan yang datang dan melihat nadhira yang kesal dan lelah.
“Ini kak kerjaan masih belum selesai dan pak Leo malah nyuruh buat ngulang lagi”ucap nadhira yang terlihat sedih dan lelah.
“Yaudah sini biar Kakak kerjain”ucap Revan yang tak ingin melihat nadhira yang kecapean.
“Gak usah yah kak, biar dhira aja, kakak udah banyak kerjaan”ucap nadhira yang merasa kasihan kepada Revan yang selalu saja membantunya dan selalu ada saat ia butuhkan.
“Gak apa-apa sayang, biar kakak aja yah kamu udah lelah istirahat aja dulu”ucap Revan yang hendak mengambil laporannya karena dia yang tidak tega ketika nadhira menderita dan dia juga tidak dapat protes kepada Leo karena Leo memang sudah seperti itu.
“Gak usah yah kak, dhira bisa kok, dhira gak mau repotin kakak terus yah, dhira mampu kok”ucap nadhira yang tersenyum kepada Revan karena kalau ia yang terlihat murung Revan akan merasa kasihan kepadanya.
“Yaudah kalau begitu, ayo makan siang dulu bentar lagi kan waktunya makan siang”ucap Revan mengajak nadhira makan.
“Bukannya begitu bang, tapi ini aku lagi ngajak dhira makan”ucap Revan memberikan alasan padahal dia yang sudah kangen kepada nadhira walaupun sebentar tidak melihat wajahnya.
“Yaudah ayo makan”ucap Leo yang berjalan dan mengajak Revan makan siang.
“Kita makan di kantin bang, ia kan dhira”ucap Revan sambil melihat ke arahnya nadhira karena dia yakin saat nadhira banyak kerjaan biasanya nadhira selalu makan di kantin perusahaan.
“Yaudah gue juga ikut deh”ucap Leo karena dia yang tak ingin makan sendirian.
“Oh yah pak Leo, kak Nathan kemana yah? Katanya tadi mau kesini?”tanya nadhira karena tidak melihat ada kakaknya.
__ADS_1
“Nathan lagi lihat-lihat perusahaan”ucap Leo yang sudah berjalan lebih dahulu di susul oleh nadhira dan Revan.
Sedangkan di tempat lain Nathan baru saja pulang dari mall setelah membeli sepatu karena memang mall nya tidak jauh dari tempat kerja mereka, Nathan segera berjalan menuju tempat kerjannya Nanda dan untung saja Nanda masih berada di sana karena dia yang menunggu nadhira dan kakinya yang merasa sakit.
“Ini pakai”ucap Nathan yang memberikan sepatunya kepada Nanda yang sedang duduk.
“Ini apa yah pak?”tanya Nanda karena ia yang tak tau apa yang Nathan berikan kepadanya.
“Ini sepatu lo pakai biar kakinya gak sakit”ucap Nathan yang membuka sepatunya dari kardusnya dan memasangkannya di kaki nya Nanda, Nanda tampak kaget karena dia belum pernah di perlakukan seperti ini, di perhatian seperti ini dan Nanda bengong, ia terpesona dengan semua yang di lakukan Nathan.
“Biar Nanda pakai sendiri Kak”ucap Nanda yang merasa canggung dan tidak enak hati kalau harus Nathan yang memakai kan sepatu kepadanya.
“Gue aja, lo Diem aja”ucap Nathan yang memakai kan sepatunya kepada Nanda.
“Udah selesai”ucap Nathan yang berdiri karena dia yang sudah selesai memakaikan sepatunya kepada Nanda sedangkan Nanda masih dan bengong.
Tapi Nathan mengambil kesempatan yang ia punya sehingga ia segera mencium Nanda yang sedang bengong.
“Kak Nathan”ucap Nanda karena kaget tiba-tiba ia di cium oleh Nathan.
“Enggak”ucap Nathan dengan simpel.
“Eh kak Nathan disini, aku nyariin”tanya nadhira saat melihat kakaknya yang berada di sini.
“Ia, kakak lagi lihat-lihat perusahaan aja”ucap Nathan berbohong padahal dia juga baru kembali kesini.
__ADS_1
“Lo ngapain di sini? Lo gak niat Nanda jadi tumbal Playboynya lo kan?”tanya Leo karena dia tau bagaimana seorang Nathan sang Playboy yang terkenal suka mempermainkan wanita entah wanita dari kalangan manapun selagi cantik dia selalu mendekati.
“Apaan sih lo, Enggak lah, mana mungkin gue jadiin tumbal, Nanda temennya dhira”ucap Nathan yang berbohong karena dia juga bingung harus berbicara apa dan apakah dia benar-benar mencintai Nanda atau tidak.