Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Pertengkaran


__ADS_3

Nathan yang masih dengan keras kepalanya dengan semua keputusannya ia tidak ingin keputusannya ada yang ganggu gugat dan merubahnya, dia yang cenderung sangat keras kepala apalagi terhadap nadhira adik perempuannya yang selalu ia jaga.


“Kak please dong. Dhira juga ingin meraih mimpi ingin bekerja seperti orang lain”ucap nadhira memohon kepada kakanya, karena bagaimana pun ia ingin punya pengalaman bekerja di perusahaan orang lain dan hidup mandiri.


“Dhira sejak kapan kamu membantah kakak”ucap Nathan yang semakin marah akibat ucapannya nadhira sejak dulu nadhira tidak pernah membantah ucapannya karena nadhira cenderung penurut.


“Kak udah saatnya dhira juga punya kehidupan sendiri, dhira janji dhira akan jaga diri dhira sendiri”ucap nadhira menangis memohon kepada kakaknya yang sangat keras kepala.


“Nath, gue mohon lo jangan selalu egois dong. Lo udah saatnya dengerin kemauannya dhira, dhira udah dewasa dan udah bisa mengurus urusannya sendiri”ucap Leo menasehati Nathan karena ia pun merasa kasihan kepada nadhira karena harus selalu mendengarkan ucapan Nathan.


“Iya bang, gue janji akan jaga nadhira, gue juga gak bakal mungkin Biarin orang yang gue sayang terluka”ucap Revan memohon agar Nathan mengizinkannya untuk menjaga nadhira dan nadhira tetap disini.


“Kak Nathan tenangin dulu emosi kak Nathan jangan mengambil keputusan dengan emosi”ucap Nanda mencoba menenangkan Nathan yang tengah emosi karena nadhira yang enggan untuk pulang.


Nathan yang sangat kesal dan marah. Amarahnya sudah di ujung tanduk yang akan meledak, ia memang posesif dan tak ingin adiknya terluka apalagi adiknya terluka oleh tunangannya yang brengsek, Nathan berbuat semua itu karena dia merasa menyesal atas kejadian dimana Nikko yang menyakiti nadhira sehingga dia sangat khawatir apabila nadhira berjauhan dengannya dan sekarang Nikko yang masih mengejar nadhira.


“Kak, Gimana kalau dhira tinggalnya bareng sama Nanda aja, biar kalai ada apa-apa Nanda bisa jagain dhira”ucap Nanda tak kala Nathan emosinya sudah mulai mereda dan dia yakin Nathan akan mendengarkan ucapannya karena menurutnya itu adalah saran yang sangat baik.


“Iya bang bener, kalau bisa nadhira tinggal sama nanda aja”ucap Revan yang tersenyum karena akhirnya ada jalan keluarnya.


“Iya kak, dhira tinggal sama nanda aja. Dan dhira yakin kok, dhira akan aman kalau berdua bersama nanda”ucap nadhira mencoba membujuk kakaknya yang sangat keras kepala.

__ADS_1


“Tapi kemarin kan dhira hilang juga gara-gara berduaan sama kamu”ucap Nathan membentak Nanda, dia marah ketika mengingat awalnya nadhira hilang gara-gara Nanda yang tidak menjaga nadhira dengan baik.


“Kakak itu selalu aja keras kepala dan selalu mengekang hidupnya dhira, dhira juga punya pulihan kak, dhira juga punya tujuan hidup gak selamanya dhira akan hidup sama kakak terus, cukup saat SMA dan kuliah kakak yang selalu mengatur kehidupan dhira. Sekarang dhira udah dewasa dhira udah bisa menentukan hidup dhira”ucap nadhira yang baru kali ini ia marah ini pun karena dia sangat marah terhadap kakaknya yang selalu mengatur kehidupannya.


“Dhira berani kamu bantah kakak”ucap Nathan yang semakin saja marah.


Nadhira yang sudah bingung harus bagaimana lagi menghadapi kedua orang tuanya ia memilih untuk pergi meninggalkan kakaknya, dia berjalan menuju ke arah kamarnya, dia memasuki kamarnya dan meng kuncinya.


“Dhira kakak belum selesai bicara”ucap Nathan ia yang masih belum beres berbicara dengan adiknya tetapi adiknya sudah kabur.


“Udah Nath, tenangin diri lo sendiri”ucap Leo yang berusaha menenangkan sahabatnya ia tau sikap Nathan dan dia tidak jauh berbeda hanya saja dia yang tidak mempunyai adik sehingga tak ada yang dia jaga. Sedangkan Revan terdiam dan menjatuhkan air matanya ia berpikir bagaimana kalau nadhira sampai di bawa pulang oleh Revan dia gak akan sanggup berjauhan dengan nadhira apalagi nadhira yang sangat sulit di takluki.


Sedabgkan nadhira yang berada di dalam kamar cenderung menangis karena kakaknya yang selalu saja egosi tidak pernah memikirkan kainginannya, dia yang juga ingin hidup normal mempunyai pekerjaan dan berhubungan dengan siapa saja tanpa adanya aturan.


“Kak Nanda pamit yah”ucap Nanda pamit karena ia yang tak ingin ikut keributan lagi di rumah ini sudah cukup pusing dia sedari tadi mendengarkan ucapan dari Nathan.


“Jangan dulu pulang. Temenin dhira dulu”ucap Nathan dengan singkat tak kala Nanda menyebutkan ingin pulang.


“Yaudah”ucap Nanda menurut karena ia takut kalau Nathan akan marah dan keluar emosi yang menggebu-gebu.


Nathan duduk di kursi agar dia bisa mengontrol amarahnya akan adiknya tersebut.

__ADS_1


**


Sonya yang sudah bangun lebih dahulu, ia pun menyiapkan sarapan untuk suaminya walaupun suaminya yang tidak membahagiakannya tetapi dia harus tetap berbakti kepadanya.


Mungkin Sonya saat ini juga hari ini masih terpikirkan mengapa Nikko luka-luka dan Sonya juga penasaran mengapa Nikko datang ke Jakarta padahal ia tau kalau pekerjaan Nikko berada di Bandung.


Sonya yang tengah memasak sayur sop dan menyiapkan kopi untuk Nikko karena setiap pagi Nikko akan meminum kopi.


Nikko keluar dari dalam kamarnya dengan wajah yang masih terluka dengan rambut yang berantakan.


“Ini nik kopinya”ucap sonya menaruh kopinya di depannya Nikko.


Sedangkan Nikko hanya cuek tidak merespon sama sekali karena mungkin cintanya untuk sonya sudah tidak ada dan hanya nafsu sesaat yang selalu membuatnya menyesal telah meninggalkan nadhira demi seorang sonya.


“Nik aku mau tanya kamu sebenarnya kenapa?”tanya sonya masih penasaran dengan apa yang terjadi terhadap suaminya.


“Banyak tanya lo, kata gue jatuh”ucap Nikko dengan marah karena sonya yang tidak percaya akan dirinya.


“Aku cuman tanya nik. Istri mana yang tidak khawatir saat melihat suaminya terluka”ucap sonya ia yang khawatir akan Nikko, dia yang memang mencintai Nikko sebelum Nikko pacaran sama nadhira hanya saja dahulu dia enggan untuk mengungkapkan perasaannya tetapi saat Nikko yang mulai mendekatinya dan khilaf ia akhirnya ada kesempatan walaupun ia harus menyerahkan kehormatannya tetapi ia rela karena rasa cintanya yang begitu mendalam terhadap Nikko.


“Jangan banyak omong, lo pulang sana ke Bandung gue disini sibuk”ucap Nikko membentak sonya, karena ia pun merasa kesal dan tidak bebas ada sonya disini takut sonya menggagalkan tujuannya untuk datang kesini, dan dia pun tak ingin nadhira tau bahwa dia tinggal bersama dengan sonya karena dengan begitu dia akan bisa mendapatkan nadhira kembali.

__ADS_1


__ADS_2