Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Kedatangan ibunya Leo


__ADS_3

Setelah beberapa puluh menit mereka menunggu kedatangan kliennya akhirnya klien tersebut datang.


“Mohon maaf pak Leo saya terlambat apakah bapak sudah menunggu lama”ucap klien Tersebut.


“Belum lama pak, mari Silahkan duduk”ucap Leo dengan sopan, ia akan terlihat berbeda ketika ia berhadapan dengan klien beda lagi kalau ia berhadapan dengan karyawan.


“Apanya yang belum lama udah jamuran”batin Revan yang kesal karena ulahnya Leo sehingga ia tidak dapat makan siang bersama nadhira padahal itu adalah hal yang sangat ia inginkan.


“Kadi bagaimana pak Leo tentang proyek yang saya berikan kepada pak Leo”tanya klien tersebut karena yang perusaaan tersebut bergerak di bidang properti.


“Setelah saya membaca proposal tersebut saya setuju dengan apa yang ada di proposal tersebut”ucap Leo


“Ya sudah kalau begitu semoga kerja sama kita lancar”ucap klien tersebut sambil berjabat tangan dengan Leo.


Setelah mereka setuju akhirnya meeting tersebut pun selesai dan Leo serta Revan kembali keperusaanya dengan menaiki mobil.


“Tumben Diem”ucap Leo saat melihat Revan diam biasanya revan yang akan terus berbicara tanpa henti walaupun di dalam mobil.


“Enggak bang”jawab Revan simpel padahal ia tengah marah.


Sedangkan Leo yang mendengar ucapan tersebut tidak kembali bertanya apa yang terjadi kepada Revan ia lebih memilih untuk membuka ponselnya untuk melihat jadwal yang akan ia kerjakan hari ini.


Setelah tiga puluh menit akhirnya sampai di perusahaan dan Revan segera turun dengan terburu-buru dari mobilnya.


Sedangkan Leo yang melihat itu semua bergeleng-geleng kepalanya.


“Dasar bucin”gumam Leo tak kala melihat Revan yang terburu-buru.


Mereka pun berjalan menuju ke lantai 23 dengan menaiki lift dan tak lama mereka akhirnya sampai di lantai 23.


“Dhira udah makan?”tanya Revan tak kala menghampiri nadhira yang sedang mengerjakan berkas-berkasnya.


“Udah kak”jawab nadhira


“Laporan yang saya minta tolong bawa keruangan saya”ucap Leo tak kala berjalan melewati nadhira dan Revan lalu ia masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


“Kak Revan dhira ke ruangan pak Leo dulu”ucap nadhira berjalan meninggalkan Revan sendirian.


“Bang Leo ganggu aja gak tau apa kita pengen kangen-kangenan”ucap Revan tak kala berjalan menuju ruangannya.


Bu Raline yang khawatir anaknya tidak pulang sudah beberapa hari akhirnya hari ini ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan tanpa memberi tahu dulu Leo karena takutnya saat Bu Raline memberi tahu Leo akan kabur dan tidak ingin menemui ibunya tersebut.


Dhira yang sedang memberikan laporan kepada Leo sampai tidak beberapa lama saat ia ingin keluar ada seorang ibu paru bawa yang hendak masuk ke ruangan Revan.


“Leo nya ada di dalam?”tanya Bu Raline saat melihat nadhira yang keluar dari ruangannya Leo.


“Ada Bu, kalau boleh tau ibu sudah membuat janji dengan pak Leo?”tanya nadhira sopan, ketika ada orang yang ingin masuk ke ruangan Leo nadhira harus memastikan apakah orang tersebut sudah mempunyai janji atau belum.


“Tidak perlu janji karena saya ibunya Leo, kamu pasti sekertaris baru yah?”tanya Bu Raline yang melihat nadhira tidak mengenalnya.


“Iya Bu, saya sekertaris baru yang sudah bekerja dengan pak Leo selama 3 bulan”ucap nadhira menjelaskan.


“Tas udah saya masuk dulu”ucap Bu Raline yang masuk ke dalam ruangan leo.


“Tapi Bu”ucap nadhira tetapi Bu Raline tidak dapat di cegah sehingga nadhira mengikuti dari belakang.


“Maaf pak”ucap nadhira


Sedangkan Bu Raline melihat kesekeliling ruangan tersebut.


“Mah mamah ada apa tumben ke kantor”tanya leo yang beranjak dari kursinya menghampiri sang ibu.


“Apakah mamah tidak boleh datang ke perusahaan anak sendiri”jawab Bu Raline yang langsung duduk di sofa tersebut.


“Tapi kan mah leo lagi kerja”ucap leo yang merasa terganggu atas kedatangan ibunya tersebut.


“Mamah kesini gara-gara kamu tidak pulang kerumah? Kenapa kamu menghindar dari mamah?”tanya Bu Raline melihat ke arah anaknya.


Sebelum Leo membalas ucapan ibunya nadhira datang membawa minuman untuk ibunya Leo.


“Silahkan di minum”ucap nadhira sambil meletakan minuman di mejanya.

__ADS_1


“Terima kasih”jawab Bu Raline sambil mengambil minumannya.


“Saya permisi”ucap nadhira yang keluar dari ruangannya leo.


“Sekertaris baru?”tanya Bu Raline saat nadhira keluar.


“Iya mah dia sekertaris barunya leo”ucap leo yang duduk di dekat ibunya.


“Sudah berapa bulan dia bekerja?”tanya Bu Raline


“3 bulan mah”jawab leo


“Tumben bertahan lama biasanya kan hanya seminggu sudah menyerah untuk menjadi sekertaris kamu”ucap Bu Raline yang memang selama ini sekertaris leo tidak ada yang bertahan lama dan hanya bertahan beberapa minggu saja.


“Mah pulang yah, leo lagi banyak kerjaan”ucap leo yang ia tidak mau ibunya berada di sana karena ujung-ujungnya akan ada pertengkaran karena leo yang belum kunjung menikah.


“Sekertaris kamu cantik, kamu gak berniat untuk memulai hubungan sama dia?”tanya Bu Raline yang memang nadhira yang sopan, santun dan cantik.


“Mah Leo udah anggap dhira adik”ucap leo yang memang ia tau dari kecil kepada nadhira.


“Kenapa kamu menganggap dia adik bukan pasangan?”tanya Bu Raline bingung bagaimana bisa leo menganggap sekertaris barunya sebagai seorang adik.


“Mah dia itu adiknya Nathan, mamah tau kan Nathan teman kuliah saat di Bandung dulu”ucap Leo menjelaskan karena ia yang selama di Bandung sangat dekat dengan keluarga Nathan.


“Gadis kecil yang selalu bermain bersama kalian?”ucap Bu Raline yang sudah mengingat sosok nadhira.


“Iya mah udah yah mamah pulang Leo lagi banyak kerjaan”ucap Leo memaksa ibunya untuk pergi dari pada bertanya hal-hal yang aneh-aneh.


“Mamah setuju kalau kamu sama dhira”ucap Bu Raline yang karena keluarga mereka mengenal satu sama lain.


“Mah jangan bicara begitu, Revan yang menyukai dhira janji gak bakalan mungkin Leo sama dhira”ucap Leo.


“Tuh kan kamu kalah sama Revan, Revan masih muda aja udah mendapatkan pacar sedangkan kamu di umur yang sudah 30 tahun masih saja sendirian”ucap Bu Raline.


“Mah Leo yang ada waktu buat mikirin pernikahan, Leo lebih suka memikirkan pekerjaan”ucap Leo yang seakan ia sudah mati rasa.

__ADS_1


“Ya sudah mamah pulang dulu jangan lupa nanti malam pulang ke rumah”ucap Bu Raline yang keluar dari ruangannya Leo.


Sedangkan pak Leo sangat lega ibunya telah pulang sehingga ia kembali bernapas kalau seharian ibunya berada di kantor bisa-bisa ia di nasehati terus menerus.


__ADS_2