Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nanda hanya diam


__ADS_3

Nathan yang mendengar itu semua langsung kaget bagaimana bisa istrinya berpikir untuk pulang kembali ke Jakarta padahal ia belum juga malam pertama.


“Nan tapi kan kita baru aja menikah masa udah mau pulang lagi aja”ucap Nathan yang tak setuju dengan pemikiran istrinya tersebut.


“Tapi kak, Nanda memang banyak banget kerjaan yang harus Nanda kerjakan”ucap Nanda padahal hanya alasan saja, ia ingin menenangkan dirinya yang masih merasa kecewa kepada Nathan.


“Gak apa-apa nan kalau masalah kerjaan, biar saya serahkan sama orang lain”ucap Leo yang ia tau bahwa Nathan masih ingin bersama istrinya dan agar Nathan dapat memperbaiki kesalahan yang ia perbuat Kepada Nanda.


“Iya nan, kamu disini aja, kak Nathan masih kangen sama kamu dan gak mau jauh-jauh dari kamu”ucap nadhira membujuk kakak iparnya tersebut.


“Yasudah kalau begitu, karena segala urusan sudah selesai, kita sekeluarga akan pulang. Terima kasih pak Angga Bu wulan sudah menyambut kedatangan kita sekeluarga”ucap pak Adrian mewakilkan adiknya.


“Iya sama-sama pah. Semoga saja niat kita Allah lancarkan”ucap pak Angga.


“Mah, pah, dhira pamit yah, dhira masih banyak kerjaan”ucap nadhira berpamitan ia tak perlu membawa apa-apa karena memang barangnya sudah berada di Jakarta.


“Iya hati-hati yah sayang, nak Revan titip dhira yah”ucap Bu wulan yang khawatir dengan anaknya apalagi Nanda yang tidak ikut pulang.


“Iya saya titip dhira yah, tolong jaga dhira baik-baik”ucap pak Angga menitipkan anaknya kepada calon menantunya itu.


“Iya om saya akan jaga dhira”ucap Revan ia berjanji akan selalu menjadi garda terdepan untuk membela nadhira dan menjaganya.


“Iya pak Angga tenang saja, kita akan menjaga dhira kok”ucap Bu Vania yang tau mungkin orang tuanya nadhira merasa khawatir.


“Yasudah saya percaya”ucap pak Angga merasa lega karena nadhira bertemu dengan orang yang tepat dan semoga saja mereka berjodoh sampai maut memisahkan mereka.


Mereka semua berpamitan karena besok harus kembali lagi bekerja, nadhira ikut bersama rombongan Revan dan yang lainnya karena masih ada pekerjaan sedangkan Nanda tidak ikut karena Nathan yang tidak setuju.

__ADS_1


“Nan kamu istirahat aja biar mamah sama bibi yang beres-beres”ucap Bu wulan yang melihat menantunya sedari tadi diam tanpa berbicara dan sekarang ia malah membereskan rumah takutnya Nanda yang kecapean.


“Enggak mah, Nanda baik-baik aja kok, mamah aja yang istirahat biar Nanda yang beres-beres”ucap Nanda yang tidak enak juga kalau ia hanya berpangku tangan saja.


“Iya Nanda istirahat saja, gak usah bantu-bantu nanti lelah”ucap pak Angga yang ia sangat menyayangi Nanda.” Nath ajak istrimu istirahat”ucap pak Angga sambil melihat ke arah anaknya yang malah bermain handphone tidak mengajak istrinya istirahat.


“Tapi pah”ucap Nanda yang merasa tidak enak.


“Ayo istirahat”ucap Nathan membawa Nanda yang sedari tadi sedang beres-beres. nathan membawa Nanda menuju kamarnya untuk istirahat.


“Pah kok Nanda kaya yang ada masalah yan?”tanya Bu wulan yang duduk di samping suaminya itu.


“Iya mah, sepertinya Nanda ada masalah sedari tadi dia diam”ucap pak Angga yang sedari tadi melihat raut wajah menantunya itu yang terus diam tak banyak berbicara.


“Iya pah apa jangan-jangan Nanda yang terpaksa menikah dengan Nathan pah gara-gara kita paksa?”ucap Bu wulan yang ia tau bahwa Nanda tidak pernah berbuat yang aneh-aneh dengan Nathan hanya saja Bu wulan ingin Nathan menikah dengan Nanda yang jelas baiknya makannya atas kejadian itu menjadi kesempatan Bu wulan untuk menikahkan Nanda dan Nathan.


“Iya mah semoga aja mereka awet selalu yah”ucap pak Angga yang masih duduk disana sambil membaca buku.


Sedangkan Nanda yang sudah di kamar bersama dengan nathan masih saja diam dan tak banyak berbicara apapun.


“Nan kenapa sakit?”tanya Nathan saat melihat istrinya yang diam saja dan berbaring di ranjangnya.


“Nanda cuma lelah aja kak butuh istirahat”ucap Nanda yang mencoba menutup matanya agar ia tertidur kalau tidak Nathan akan terus bertanya.


“Nathan mendekat ke Nanda dan ia yang berbaring di samping istrinya tersebut, ia memeluknya dari belakang.


“Nan kamu marah sama aku?”tanya Nathan yang istrinya berbeda, padahal kemarin waktu menikah ia terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


“Enggak kak”jawab Nanda simple dan berusaha untuk tertidur.


“Jangan bohong, kakak tau kamu marah sama kakak, kakak minta maaf dan kakak janji gak akan mengulangi lagi masalah ini”ucap Nathan ia menyesal mengapa semalam ia harus pergi meninggalkan Nanda sendirian dan malah bertemu dengan Angeline.


“Nanda baik-baik aja kok”ucap Nanda yang tak ingin membahas apapun dengan Nathan.


“Atau jangan-jangan kamu marah gara-gara semalam kita gak jadi malam pertama”ucap Nathan dengan berbisik dan membuat Nanda yang geli.


“Apaan sih kak engga”ucap Nanda yang geli karena Nathan yang memainkan telinganya.


Nathan membalikkan Nanda yang awalnya tidur menyamping menjadi terlentang, Sedangkan Nathan berada tepat di atas Nanda dan Nathan hendak menc**m Nanda.


“Kakak bayar yang semalam tertunda”ucap Nathan dengan gemas sambil menc**m Nanda.


Nanda yang terbawa suasana sampai akhirnya ia pun ikut menikmati c**man Nathan. Nanda yang juga pasrah karena memang perempuan mana suh yang tahan dalam suasana seperti itu walaupun Nanda yang masih kecewa dan marah kepada Nathan.


Saat mereka sedang asik berc**man terdengar suara telpon di samping mereka dan membuyarkan semuanya.


“Kak itu ada telpon”ucap nadhira saat Nathan yang melepaskan c**man dari bibirnya dan berpindah ke lehernya.


“Biarin aja tanggung”ucap Nathan yang dari pada tidak jadi lagi padahal ia yang sudah tak tahan dan ngebet.


“Tapi kak itu berisik”ucap Nanda yang dimana telponnya tidak mau berhenti berdering.


“Yaudah bentar aku angkat dulu”ucap Nathan yang segera duduk dan mengambil handphone.


“Siapa juga yang ganggu, pasti Leo”ucap Nathan yang kesal dan segera melihat nama orang itu tetapi bukan Leo tapi orang yang semalam bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Nathan mengangkat telponnya sambil beranjak menuju ke balkon karena dia yanh takut kalau Nanda mendengar itu semua akan marah kepadanya dan tak ingin melanjutkannya lagi.


__ADS_2