Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nikko datang lagi


__ADS_3

Nikko yang sedang berada di Apartemen sewanya tengah berpikir bagaimana caranya agar dapat berdekatan dengan nadhira dan sialnya Sonya malah mengikutinya ke Jakarta sehingga kebebasannya terganggu.


“Sayang ini sarapannya udah siap”ucap Sonya sambil menata sarapannya di meja makan.


Sedangkan Nikko yang tengah bengong tidak mendengar ucapan dari Sonya yang memanggilnya dari dapur.


“Sayang ayo sarapan”ucap Sonya lagi sambil mendekat ke arah Nikko.


“Oh iya”ucap Nikko sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah meja makan.


“Kamu lagi mikirin apa yang dari tadi aku panggil gak denger?”tanya Sonya penasaran.


“Enggak”jawab Nikko simpel dan malah mengambil makanannya.


“Kamu gak seneng yah aku nyamperin kamu?”tanya Sonya yang duduk di sebrang Nikko.


“Aku kan udah bilang kamu di Bandung aja. Aku lagi ada kerjaan disini yang gak bisa terganggu oleh kamu”ucap Nikko yang memang kesal kalau Sonya berada disini, ia tidak bisa bertemu dengan nadhira dengan bebas.


“Maaf nik tapi aku janji gak bakalan ganggu kamu kok”ucap Sonya


Sedangkan Nikko yang makan tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi karena ia enggan untuk berdebat lagi dengan Sonya lebih baik ia cepat selesai makan dan segera menemui nadhira.


“Aku udah selesai”ucap Nikko beranjak dari tempat duduknya.


“Kamu mau kemana nik?”tanya Sonya yang melihat Nikko mengambil kunci mobilnya.


“Aku mau kerja, kamu tunggu di rumah jangan pernah keluar atau aku bakal marah sama kamu”ucap Nikko berjalan meninggalkan Sonya sendirian.


**


Nadhira yang hari ini badannya terasa segar sehingga ia memutuskan untuk pergi bekerja masalah jawaban revan bisa ia pikirkan kapan saja yang penting bekerja dahulu, kalau keseringan libur nanti Leo marah tau kan Leo bagaimana marahnya.


Nadhira sarapan terlebih dahulu dengan susu dan beberapa lembar roti karena ia yang tidak sempat memasak apalagi ia yang tidak terlalu jago urusan memasak.


Setelah selesai sarapan nadhira mengambil barang-barangnya lalu keluar pergi untuk bekerja, sesampainya di depan jalan raya dimana ia tengah menunggu taksi datang sebuah mobil yang menghampirinya.


“Siapa orang ini”gumam nadhira bingung tak kala melihat mobil yang berhenti di depannya.

__ADS_1


“Dhira”ucap Nikko yang baru saja keluar dari mobilnya.


“Nikko?”ucap nadhira kaget kenapa pagi-pagi Nikko sudah berada di hadapannya belum lagi kejadian lusa saat ia bertemu dengan Nikko masih terasa kaget.


“Iya aku mau jemput kamu”ucap Nikko yang tengah membuka pintu mobilnya untuk nadhira.


“Gak usah nik, aku naik taksi aja”ucap nadhira menolak ajakan Nikko karena ia yang masih sakit hati terhadap Nikko dan juga ia yang takut terjadi salah paham apalagi kalau sampai Sonya tau ia bisa-bisa di sebut pelakor.


“Ayo lah aku udah jauh-jauh buat jemput kamu, masa kamu gak kangen sama aku”ucap Nikko yang lagi-lagi membawa hubungan yang telah berlalu.


“Nik kamu itu harus sadar kita itu udah tidak punya hubungan apa-apa, kalau sampai Sonya tau kamu nemuin aku dia bakalan marah”ucap nadhira yang kesal dengan Nikko.


“Tapi aku hanya sayang sama kamu dan sampai kapanpun aku bakalan tetap ngejar kamu buat balik lagi sama aku”ucap Nikko


“Ayo masuk”ucap Nikko sambil menarik tangannya nadhira.


“Nik lepasin gak? Atau aku teriak”ucap nadhira yang geram akan Nikko yang menarik tangannya.


“Coba aja kalau kamu berani”ucap Nikko yang tetap saja menarik tangannya nadhira.


“Lepasin”ucap Revan mendekat ke arah nadhira yang tangannya sedang di tarik oleh Nikko.


“Kamu siapa? Pahlawan?”tanya Nikko yang melihat kedatangan Revan.


“Lepasin Nik aku mau kerja”ucap nadhira berusaha melepaskan tangannya dari cekalan nikko.


“Aku gak bakalan lepasin tangan kamu sebelum kamu ikut ke mobil aku”ucap Nikko sambil terus menarik tangannya nadhira.


“Lepasin jangan berani lo sentuh pacar gue”ucap Revan yang seketika menjadi sangar dan marah.


“Pacar? Gue tau dhira itu belum punya pacar, lo itu hanya sebatas rekan kerjanya aja”ucap Nikko yang memang mengetahui bahwa nadhira itu belum mempunyai pacar saat ia menyuruh anak buahnya untuk memantau nadhira.


“Kata siapa? Gue pacarnya dan lo siapa? Berani-berani deketin dhira”ucap Revan yang yang mendekat ke arah Revan dengan marahnya.


“Udah-udah nik lepasin aku”ucap nadhira dengan sekuat tenaga sampai akhirnya cekalan nikko terlepas dari tangannya.


“Ayo dhira”ucap Revan sambil menarik tangan nadhira menuju ke arah mobilnya.

__ADS_1


Sedangkan Nikko sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena nadhira yang sudah di bawa oleh Revan.


“Sial awas aja lo berani-berani deketin dhira”ucap nikko saat melihat mobil yang di tumpangi nadhira melaju dan seketika ia pun masuk ke dalam mobilnya dengan emosinya.


Sedangkan nadhira yang sedang berada di mobil bersama Revan tengah memegang tangan kanannya oleh tangan sebelahnya karena merasa sakit akibat cekalan nikko yang begitu kuat sampai-sampai berwarna merah.


“Sakit”tanya Revan saat melihat tangannya nadhira.


“Sedikit kak, terima kasih udah tolongin dhira”ucap nadhira padahal tangannya lumayan terasa sakit.


“Yaudah nanti udah sampai kantor kita obatin”ucap Revan yang tengah fokus menyetir mobilnya.


“Aku boleh tanya?”tanya revan yang ragu-ragu akan bertanya apa tidak.


“Boleh kak, tanya apa?”jawab nadhira.


“Kalau boleh tau tadi siapa?”tanya Revan yang penasaran orang yang memaksa nadhira untuk masuk mobilnya itu siapa.


“Itu nikko kak mantan tunangan aku yang berselingkuh”ucap nadhira.


“Lalu ngapain dia nyamperin kamu lagi?”tanya Revan penasaran apa yang di lakukan oleh nikko yang kembali mendekati nadhira.


“Aku gak tau kak”ucap nadhira berbohong padahal ia tau bahwa nikko menemuinya untuk meminta ia kembali.


“Yaudah kalau kamu gak mau cerita”ucap Revan yang tau bahwa nadhira enggan untuk menceritakan.


“Iya kak, sekali lagi terima kasih”ucap nadhira


“Sama-sama, lain kali hati-hati”ucap Revan yang khawatir bahwa nikko kedepannya akan menemui lagi nadhira.


“Iya kak”ucap Nadhira.


Mereka sepanjang perjalanan berbincang-bincang sampai akhirnya sampai di perusahaan dan walaupun mereka telat karena waktu yang terpakai karena ulahnya nikko, sehingga mereka segera keluar dari mobilnya dan berjalan dengan cepat.


“Pasti pak Leo marah”ucap nadhira saat melihat jam di pergelangan tangannya.


“Kamu santai aja jangan buru-buru nanti ke peleset”ucap Revan yang melihat nadhira berjalan dengan terburu-buru apalagi nadhira yang memakai sepatu hak.

__ADS_1


__ADS_2