
Hari besoknya Nanda masih berusaha dengan tegar dan masuk ke kantor seperti biasanya walaupun berat tapi ia harus bekerja karena siapa lagi yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya kalau bukan dirinya sendiri.
Nanda yang berada di ruangannya dan sedang bekerja dengan cepat karena banyak pekerjaan yang tertunda karena kemarin dia yang masuk rumah sakit, Nanda sudah tidak memperdulikan Nathan sedikitpun rasa sakit yang di berikan Nathan sudah terlalu kejam sehingga ia sudah tak bisa memaafkan Nathan, istri mana yang tidak sakit hati di caci dan dimaki apalagi suaminya yang tidak menganggap anak di dalam kandungannya.
“Nan kamu baik-baik aja kan?”tanya nadhira yang mendekat ke arahnya Nanda yang sedang bekerja.
“Eh dhira, aku baik-baik aja kok”ucap Nanda tersenyum mencoba bersikap biasa saja karena bagaimanapun nadhira tidak salah dan hanya Nathan yang sangat menyebalkan.
“Nan, kamu pindah lagi yuk ke Apartemennya aku, aku khawatir sama kandungan kamu”ucap nadhira yang takut terjadi apa-apa dengan Nanda kalau Nanda sendirian.
“Gak usah dhira, aku udah punya tempat tinggal yang layak kok, ayo juga akan jaga kandungan aku jadi kamu jangan khawatir yah”ucap Nanda tersenyum mungkin memang benar bahwa Nadhira hanya khawatir saja dengan bayi di dalam kandungannya tapi dia juga yang tak ingin kembali ke Apartemennya nadhira apalagi ia yang harus bertemu dengan Nathan.
“Tapi nan ayolah”ucap nadhira mencoba memaksa nanda. Tak lama saat nanda dan Nanda sedang berbicara datang Leo, Leo harus menyetir sendiri karena dia belum menemukan sopir dan harusnya nadhira yang menjadi sopirnya Leo karena dia yang menggantikan pekerjaannya Revan tapi Leo yang tidak nyaman apabila sopirnya perempuan.
“Dhira, ngapain masih disini?”tanya Leo yang baru saja datang dengan tatapan yang menyeramkan yah Leo memang sangat berbeda dengan Revan yang cenderung baik dan ramah.
__ADS_1
“Lagi ngobrol aja kok pak, Yaudah nan aku ke ruangan dulu yah takutnya pak Leo marah”ucap nadhira yang berpamitan kepada Nanda.
Sedangkan seperti biasanya Leo kesal kepada nadhira karena nadhira yang selalu membuatnya marah tapi apa boleh buat nadhira adiknya Nathan dan orang yang sangat di cintai oleh Revan sehingga bagaimanapun dia Leo tidak bisa memecatnya.
“Nan keruangan saya dulu, ada yang mau saya bicarakan”ucap Leo yang berjalan lebih dahulu di ikuti oleh Nanda yang berdiri dan berjalan di belakangnya Leo.
“Duduk”ucap Leo menyuruh Nanda untuk duduk karena ada hal yang sangat penting dan harus ia bicarakan sebagai bos dan juga sahabatnya Nathan, Leo memang tidak ingin ikut campur hanya saja kalau ia tidak ikut campur Nathan tidak akan berubah pikiran karena Leo tau bahwa Nathan yang sangat egois.
“Ada apa yah pak?”tanya nanda bingung karena dari tatapan Leo sudah berbeda kepadanya sepertinya bukan pekerjaan yang akan mereka bicarakan melainkan hal lain.
“Saya sebelumnya minta maaf yah nan, tapi saya hanya ingin tau mengapa Nathan tidak mengakui bahwa itu anaknya, saya hanya ingin tau kebenarannya karena saya juga yakin kalau itu anaknya Nathan, saya cuman ingin tau alasannya saja”ucap Leo berbicara dengan tenang takutnya ia menyinggung nanda apalagi nanda sedang hamil yang cenderung sangat sensitif.
“Tapi nan, biar masalah kamu segera selesai, bagaimanapun juga kamu adalah karyawan saya begitupun Leo yang juga sahabat saya. Saya tak ingin ada kesalahpahaman antara kamu dan Nathan”ucap Leo dengan tulus karena ia hanya ingin melihat orang-orang terdekatnya baik-baik saja dan bahagia.
“Maaf pak tapi sepertinya memang tak ada lagi yang harus kita bicarakan, saya pamit dulu pak”ucap Nanda yang berjalan meninggalkan Leo karena dia juga seakan sudah menyerah dengan apa yang terjadi terhadap hidupnya, mungkin memang nasib bagus tidak pernah datang menghampirinya.
__ADS_1
“Lo bicara apa sama Nanda?”tanya Nathan yang masuk ke dalam ruangannya Leo, yah Nathan masih belum pulang karena masih ada urusan di Jakarta.
“Gak, cuman masalah kerjaan aja”ucap Leo yang sudah tak ingin berbicara dengan Nathan ia sangat kecewa dengan sahabatnya bisa-bisanya sahabatnya itu tidak mengakui tentang anak yang di kandung Nanda, harusnya betapa brengsek dan Playboynya pun dia harus tetap mengakui darah dagingnya.
“Oh”ucap Nathan yang tidak menghiraukan Leo lagi.
“Nath, sebenarnya lo sayang gak sih sama Nanda? Lo gak kasihan apa sama dia harus menanggung beban berat sendirian, harus menjalani kehamilan sendirian tanpa seorang suami di sisinya”ucap Leo yang sudah kesal dengan tingkah Nathan yang bukannya berpikir malah berkata oh saja, Leo rasanya ingin menghajar Nathan kalau ia tidak berada di kantornya.
“Leo, Nanda hamil bukan anak gue, harusnya lo marah sama Nanda, harusnya lo ngertiin perasaan gue yang sakit karena Nanda berani-beraninya berselingkuh dengan orang lain sampai hamil”ucap Nathan dengan rasa marah dan kesalnya.
“Gue tau gimana Nanda Nath, gue yakin dia hamil anak lo”ucap Leo yang malah kesal dengan ucapan dari Nathan,”kalau lo gak percaya lo tes DNA aja buktiin itu anak siapa”ucap Leo agar semuanya sangat jelas.
“Oke siap, ayo kita buktikan”ucap Nathan yang tidak merasa takut atas semua ucapan dari Leo.
“Aku gak butuh tes DNA, ini bayi aku dan aku sama sekali tidak butuh pengakuan kamu sebagai ayah dari anak ini”ucap Nanda yang mendengar karena tadi dia hendak memberikan laporan kepada Leo.
__ADS_1
“Oke kalau kamu gak butuh, kamu ingat aku gak akan pernah anggap anak itu anak aku, sampai kamu mau tes DNA”ucap Nathan tetap dengan pendiriannya.
“Kak Nathan tenang aja, aku gak akan minta pertanggung jawaban sama kak Nathan. Memang aku yang salah dan bodoh kenapa aku aku menikah dengan orang seperti kak Nathan”ucap Nanda yang menangis, ia tak mampu membendung air matanya, ia berlari keluar, rasanya ia ingin mencurahkan semua tangisan dan deritanya. Hidup menjadi anak yatim piatu dan susah tidak mempunyai saudara dan ia harus hidup berjuang sendirian, ia berharap saat menikah dia akan ada yang menjaga dan mendapat kebahagiaan tapi ternyata menikah malah Lebih menyakitkan.