
Nathan tercengang atas ucapan ibunya yang bagaimana bisa ibunya berpikiran bahwa ia yang tidak normal, bukannya ia tidak normal hanya saja ia yang tidak pernah membawa perempuan kerumah padahal di luaran sana ia terkenal dengan Playboy nya.
“Mah kenapa mamah berpikiran begitu”ucap Nathan tak kala mendengar ucapan ibunya tersebut.
“Soalnya kamu gak pernah bawa perempuan kerumah Nath yah jadi mamah pikir memang kamu suka sesama jenis”ucap Bu wulan sambil tertawa.
“Makannya kalau kamu gak mau di bilang suka sesama jenis lebih baik kamu cepat nikah Nath kita itu sudah tua sudah ingin menggendong cucu”ucap pak Angga.
“Iya iya”ucap Nathan yang tak ingin mendengar ucapan dari orang tuanya yang selalu saja memaksanya untuk menikah.
“Mamah gak tau aja anaknya Playboy”batinya
**
Dhira mengerjakan pekerjaannya dengan fokus karena ia yang tak ingin di marahi lagi oleh Leo apalagi Leo yang ketika marah membuatnya takut.
Sampai-sampai nadhira lupa bahwa jam sudah menunjukkan waktunya makan siang.
“Dhira gak makan?”tanya Revan menghampiri nadhira yang masih tetap membuka berkas-berkasnya.
“Memangnya udah waktu makan siang kak?”tanya nadhira yang ia merasa bahwa baru saja ia bekerja tapi sudah siang lagi.
“Udah jam dua belas ayo makan siang dulu”ucap Revan
Tetapi sebelum ia berhasil membujuk nadhira untuk makan tak lama Leo yang keluar dari ruangannya dengan tatapan yang menakutkan dan membuat orang yang melihat akan takut dan tidak bisa berkata-kata.
“Bang lo nakut-nakutin aja”ucap Revan tak kala melihat wajahnya Leo
“Saya bilang kalian kerja malah ngobrol”ucap Leo yang melihat mereka tengah berbicara.
“Tapi bang kan waktunya istirahat”bela Revan yang tak ingin di salahkan.
“Maaf pak”ucap nadhira yang hanya bisa meminta maaf ia enggan untuk berbicara yang lainya karena ia yang takut kalau Leo akan semakin marah nantinya.
“Revan ayo pergi kita ketemu klien dan dhira kamu tunggu disini saja kerjakan pekerjaan kamu yang tertunda”ucap Leo yang berjalan meninggalkan nadhira dan Revan.
__ADS_1
“Tapi bang”ucap Revan yang bagaimana bisa Leo mengajaknya pergi padahal dia sudah berharap untuk bisa makan siang bersama dengan nadhira.
“Jalan atau gaji lo gue potong”ucap Leo yang terus berjalan.
“Pergi aja kak”ucap nadhira yang ia tau bahwa Revan mengkhawatirkannya karena takut nadhira tidak ada teman makan.
“Yaudah saya pergi jangan lupa makan”ucap revan berjalan mengejar Leo yang sudah berjalan duluan.
Nadhira yang merasa lapar yang mau tidak mau ia berjalan menuju ke kantin sendirian ia yang masih belum mempunyai teman karena ia yang memang orangnya pendiam sehingga tidak pandai bergaul apalagi ia yang hanya berinteraksi dengan Leo dan Revan saja.
Nadhira berjalan dengan perlahan menuju ke arah depan kantin untuk memesan makanannya.
“Mbak ayam goreng yah”ucap nadhira yang setelah memesan ia duduk di kursinya sendirian melihat kesekeliling banyak karyawan yang tertawa begitu indahnya mempunyai teman yang ada saat ia ingin berbicara dan berbagi keluh kesalnya sedangkan dia sahabat satu-satunya pun mengkhianatinya.
“Kenapa bengong”ucap Nanda yang seketika membuat nadhira kaget.
“Nanda, kaget tau”ucap nadhira saat melihat Nanda yang duduk di sebrang nya.
“Lagian kenapa bengong disini sendirian”ucap Nanda
“Sendirian karena aku gak punya teman kan apalagi aku yang memang pendiam dan sulit untuk berkenalan dengan orang baru”ucap nadhira menjelaskan.
“Makasih yah nan, aku perlu belajar banyak sama kamu agar aku lebih bisa kenal dengan orang baru”ucap nadhira yang ia akan berusaha untuk berkenalan dengan orang baru dan agar ia tidak terlalu takut ketika bertemu orang.
“Santai aja”ucap Nanda
Dan tak lama makanan nadhira pun datang dan mbak kantinnya menaruh makanan nadhira di meja.
“Terima kasih Bu”ucap nadhira tak kala mbak kantin menaruh makanannya.
“Oh yah pak Leo sama pak Revan kemana tumben kamu sendirian”ucap Nanda melihat kesekeliling yang ia lihat di saat ada nadhira pasti dua laki-laki tersebut akan ada.
“Mereka nemuin klien”ucap nadhira sambil memakan makanannya.
“Tumben gak ikut?”Tanya Nanda penasaran.
__ADS_1
“Aku masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan jadinya gak ikut”ucap nadhira yang memang bertumpuk-tumpuk berkas yang Leo berikan untuk ia kerjakan.
“Oke Yaudah makan cepet biar cepet kembali kerja lagi”ucap Nanda
Dan mereka pun makan di kantin, nadhira begitu senang karena akhirnya ia udah makan sendiri lagi karena ada Nanda yang menemaninya.
**
Sedangkan di tempat lain Leo dan Revan yang tengah duduk di sebuah Restoran dimana ia menunggu klien.
“Bang Nathan bisa Kali kan kalau bertemu kliennya jangan pas waktu istirahat”ucap Revan yang kesal jadinya ia gagal berduaan bersama nadhira.
“Lagian kalau mau pacaran kan bisa di luar perusahaan”ucap Leo dengan datarnya.
“Bang kita itu baru PDKT an lagian dhira juga belum jawab pernyataan cintanya Revan”ucap revan dengan wajah memelasnya yang penuh kesedihan karena ia belum mendapatkan jawaban dari nadhira.
“Lebay”ucap Leo saat melihat Revan yang terlihat berkaca-kaca.
“Nanti juga bang Leo kalau merasakan cinta akan lebih lebay dari pada gue”ucap revan.
Dan tak lama pesanan mereka datang karena tadi mereka sudah memesan makanan dan bertemu dengan kliennya setelah selesai makan.
Mereka makan dengan lahannya dengan sesekali Revan mengeluarkan ucapan-ucapan galaunya.
“Nadhira oh nadhira I love you”ucap revan
“Lo diam gak ada malunya”ucap Leo yang bagaimana tidak semua orang melihat ke arah mereka seakan-akan mereka yang terlihat bahwa mereka seorang pasangan sejenis.
“Maaf bang”ucap Revan yang hanya bisa meminta maaf.
Andai saja kalau Revan bukan sepupunya udah ia tendang dari dulu, Leo yang sudah mulai kesal atas semua kelakuan Revan yang aneh-aneh saja.
“Bang kliennya kapan datang?”tanya Revan yang tak melihat kliennya padahal mereka yang sudah duduk begitu lama di Restoran Tersebut.
“Bentar lagi juga datang kan janjian nya jam 13.30”ucap Leo santainya.
__ADS_1
“Terus kenapa kesini nya buru-buru kan tau gitu bisa makan siang dulu sama dhira kasihan dhira sendirian terus gimana kalau dhira ada yang ganggu ada yang deketin”ucap Revan yang berbicara kemana-mana.
“Biar gak telat, saya orang yang tidak pernah telat sehingga kamu juga harus membiasakan untuk disiplin”ucap Leo yang memang ia selalu disiplin.