Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Berbelanja


__ADS_3

Nikko yang merasa kesal ia mengacak-ngacak rambutnya. Ia merasa menyesal atas semua yang terjadi kepadanya dan nadhira.


“Kenapa sayang?”tanya Sonya tak kala mendekat ke arah suaminya yang tengah mengacak-ngacak rambutnya.


“Enggak”jawab Nikko simpel ia enggan untuk berbicara dengan Sonya, ia juga merasa seandainya saja di kehidupannya tidak ada Sonya pasti semuanya berjalan lebih baik.


“Kamu pusing mikirin kerjaan?”tanya Sonya lagi yang ia tidak mengerti bahwa suaminya tidak ingin ia berbicara.


“Kamu Diem jangan banyak bicara dan aku harap kamu pulang ke Bandung”ucap Nikko dengan kasarnya pokoknya ia harus bisa mengusir Sonya dari Jakarta.


“Apa salah aku?”tanya Sonya yang matanya mulai berkaca-kaca ia merasa sedih atas sikap Nikko kepadanya.


“Kamu itu pembawa sial”ucap Nikko sambil berjalan meninggalkan Sonya yang mulai berkaca-kaca ia pergi keluar dan misinya untuk bertemu dengan nadhira.


Sonya yang merasa sangat sedih atas tingkahnya Nikko ia yang tidak mengerti mengapa Nikko bersikap seperti itu kepadanya, padahal yang ia tau Nikko juga sangat mencintainya.


**


Nadhira yang berjalan menuju ke arah mobil Bu Raline untuk berbelanja, walaupun nadhira senang bisa pergi berbelanja tapi ia masih kepikiran tentang pekerjaannya yang menumpuk, apalagi kemarin ia yang tidak bekerja bisa-bisa besok Leo yang marah kepadanya.


“Kenapa dhira bengong?”tanya Bu Raline gak kala melihat nadhira yang bengong dari saat mereka masuk ke dalam mobilnya.


“Enggak tante”ucap nadhira bohong padahal ia sedang merasa cemas.


“Jangan pikirin pekerjaan, udah ada Revan yang mengerjakan pekerjaan kamu, pokoknya kita hari ini shopping aja”ucap Bu Raline yang ia tau bahwa nadhira memikirkan pekerjaannya apalagi Leo yang begitu kejam kepadanya pasti membuat nadhira ketakutan.

__ADS_1


“Iya enggak kok tante”ucap nadhira bohong.


“Yaudah kalau kamu lelah tidur aja”ucap Bu Raline yang ia tau bahwa nadhira kelelahan.


“Iya tante”ucap nadhira yang memang ia mengantuk , kalian sudah tau kan kalau nadhira itu anaknya hobby tidur kalau ada kesempatan ia selalu tertidur karena saat malam ia selalu tidak nyenyak saat tertidur.


Nadhira yang memang mengantuk sampai akhirnya ia pun tertidur di tengah perjalanan untuk pergi ke mall, karena nadhira itu paling hobby kalau tidur di mobil.


Setelah beberapa puluh menit akhirnya sampai ke mall tempat yang akan Bu Raline bersama dengan nadhira belanja.


“Dhira bangun udah sampai”ucap Bu Raline membangunkan nadhira yang tengah tertidur dengan pulasnya.


“Iya tante”ucap nadhira sambil menguap dan mengucek matanya ia berusaha bangun dari tidurnya.


“Ayo udah sampai kita belanja”ucap Bu Raline tak kala keluar dari mobilnya begitu pun dengan nadhira yang keluar dari mobilnya mengikuti Bu Raline dari belakang.


“Dhira gimana mau makan dulu?”tanya Bu Raline yang ia takut kalau nadhira merasa lapar sehingga ia mengajak nadhira untuk makan.


“Dhira udah makan tante, tapi dhira izin ke toilet dulu yah”ucap nadhira ia ingin mencuci muka sekaligus merapihkan rambutnya yang terlihat acak-acakan.


“Yaudah tante tunggu disini”ucap Bu Raline yang menunggu nadhira di sebuah cafe sedangkan nadhira ia berjalan menuju toilet ia yang ingin mempercantik wajahnya dahulu.


Sedangkan Bu Raline menunggu di cafe sambil memesan kopi, ia yang sangat bahagia ketika bisa berbelanja dengan anak perempuan karena ia yang hanya mempunyai anak satu-satunya dan sang anak juga belum menikah sehingga ia tidak mempunyai teman untuk berbelanja.


Tak begitu lama nadhira sudah keluar dari toiletnya dan menghampiri Bu Raline yang tengah duduk sekarang nadhira wajahnya sudah terlihat segar dan cantik.

__ADS_1


“Udah beres?”tanya Bu Raline tak kala nadhira sampai sari toilet.


“Udah tante”ucap nadhira


“Yaudah ayo kita lanjutkan belanjanya”ucap Bu Raline dengan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan beriringan bersama dengan nadhira mereka seperti terlihat antara anak dan ibu.


“Dhira udah punya pacar?”tanya Bu Raline penasaran, ia ingin mengetahui apakah nadhira sudah menerima Revan atau tidak.


“Belum tante, untuk saat ini dhira tidak memikirkan cinta”ucap nadhira yang ia memang masih trauma akan cinta karena rasa sakit di khianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri masih terasa dengan jelas dan rasanya hal itu akan sulit untuk di lupakan apalagi dimana Nikko yang menjadi cinta pertamanya dan orang yang selalu ada bersamanya.


“Kenapa? Apakah kamu pernah tersakiti?”tanya Bu Raline yang biasanya wanita akan enggan mempunyai pacar saat ia sudah di sakiti.


“Seperti itu tante”ucap nadhira yang ia hanya mampu menjawab seperti itu.


“Tapi ingat dhira jangan kelamaan merasakan sakit hatinya dan coba untuk membuka lembaran baru jangan sampai seperti Leo sekali di sakiti dia tidak pernah mencintai lagi bahkan sampai usianya 30tahun ia belum ingin menikah”ucap Bu Raline yang memang luka yang di rasakan oleh Leo sangat pedih dan Leo juga mengalami trauma akan cinta.


“Insya Allah enggak tante, kedepannya dhira juga akan memikirkan tentang pendamping”ucap nadhira yang ia juga tidak akan berlarut-larut.


“Yaudah udah sampai di tokonya kamu pilih aja mana yang kamu mau nanti tante bayarin”ucap Bu Raline yang memang ia berniat untuk membayarkan belanjaan nadhira tak perduli kedepannya nadhira bersama dengan revan ataupun Leo juga.


“Gak usah tante, dhira masih punya banyak pakaian”ucap nadhira menolak ia yang tak enak tak kala ada orang yang membayarkan belanjanya karena saat bersama Nikko pun nadhira selalu membayar apa-apa sendiri tak pernah merepotkan Nikko.


“Gak apa-apa, ini hanya rasa terima kasih tante karena kamu udah bertahan jadi sekertarisnya Leo soalnya sebelumnya tidak ada yang mampu bertahan bekerja dengan Leo”ucap Bu Raline.


“Terserah tante deh, kayla beli apa yang tante pilih aja”ucap nadhira yang mau tidak mau ia menerima karena tidak ingin Bu Raline yang terus memaksanya.

__ADS_1


“Yaudah tante pilihan”ucap Bu Raline sambil memilih beberapa dress untuk nadhira sampai ia melihat dress berwarna merah muda yang akan sangat cocok di badan nadhira yang langsing.


“Gimana ini bagus gak? Coba kamu cobain”ucap Bu Raline memberikan dress tersebut kepada nadhira dan sampai akhirnya nadhira pun mencoba dress tersebut, setelah nadhira memakai dress tersebut terlihat ke anggunan dan kecantikannya andai saja disini ada Leo dan Revan pasti mereka akan terpesona atas kecantikan nadhira tetapi sangat di sayangkan kedua orang tersebut yang sangat sibuk bekerja apalagi Leo tidak ada hari tanpa bekerja.


__ADS_2