Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Mencari dhira


__ADS_3

Mereka yang sangat bingung karena bagaimana menemukan nadhira apalagi Leo yang merasa tertekan dan takut karena Nathan yang menitipkan nadhira kepadanya tetapi dia malah tidak menjaga nadhira dan menyebabkan nadhira hilang.


“Apa kita hubungi kak Nathan?”tanya Nanda dengan perasaan cemas dan menyesal andai saja ia yang tak membiarkan nadhira pergi sendirian pasti ini semua tak akan terjadi.


“Jangan dulu bilang Nathan. Gue takut Nathan bakalan marah besar”ucap Leo yang ia tau bahwa Nathan sangat menyayangi adiknya dan kalau sampai Nathan tau kalau nadhira hilang mungkin dia akan paniknya setengah mati.


“Tapi bang lebih baik kita kasih tau bang Nathan, bagaimana pun bang Nathan kakaknya dhira dan dia juga kenal sama Nikko pasti dia akan membantu kita mencari nadhira”ucap Revan yang bagaimana pun menurutnya dia harus memberi tahu apa yang terjadi terhadap nadhira kepada Nathan.


“Yaudah gue telpon Nathan dulu”ucap Leo sambil mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Nathan dan memberi tahukan kabar tentang nadhira, ia pasrah kalaupun Nathan marah besar kepada nya karena tidak menjaga nadhira


Tak lama telpon tersebut di angkat oleh Nathan dan Leo menjelaskan apa yang terjadi kepada Nathan seketika Nathan merasa marah dan kesal karena bagaimana tidak adiknya sangat ia sayangi hilang.


Setelah mendapatkan telpon tersebut Nathan segera meminta izin kepada kedua orang tuanya dan ia hanya bilang akan bertemu dengan Leo serta ada beberapa urusan yang harus ia urus masalah perusahaan bersama dengan Leo.


Orang tua Nathan memang tak banyak bertanya karena memang sudah terbiasa Nathan menemui Leo tanpa ada rasa curiga sama sekali. Setelah itu Nathan segera melajukan mobilnya menuju ke arah Jakarta dengan perasaan yang campur aduk.


Sedangkan Leo dan yang lainnya pun merasa bingung kemana dia harus mencari nadhira. Dengan sekuat tenaga dan di bantu oleh para pegawai keamanan perusahaan Leo mencoba mencari nadhira dengan mengelilingi kota Jakarta.


“Kira-kira Nikko bawa dhira kemana yah bang?”tanya Revan dengan isak tangisnya dan merasa khawatir.

__ADS_1


“Gue juga gak tau van, malahan gue gak tau Nikko yang mana”ucap Leo yang ia sama sekali tidak mengenal Nikko dan belum pernah melihat Nikko.


“Pak Leo tadi kan kita lihat plat nomor Nikko kenapa gak kita lacak aja nomor mobilnya”ucap Nanda yang ia baru saja ingat bahwa tadi saat melihat cctv ada plat no mobilnya Nikko. Bodohnya Nikko saat ia akan beraksi ia malah memperlihatkan plat mobilnya.


“Kenapa baru bilang”ucap Leo tak kala mendengar ucapan dari Nanda yang ia sedari tadi tidak terpikir kesana karena perasaan khawatir dan panik.


“Baru ingat pak”ucap Nanda yang merasa takut dan canggung kereta harus bersama dengan atasan yang sama sekali tidak ia kenal.


Mereka yang tadi telah meminta video cctv nya segera membuka kembali dan melihat plat mobilnya Nikko setelah itu Leo memerintahkan dan memberitahukan kepada pengawalnya tentang plat nomor mobilnya Nikko.


“Yaudah ayo kita cari dhira”ucap Revan yang segera mengambil mobilnya dan tak lama ia kembali.


“Iya Nanda lebih baik kamu pulang, besok kan kerja dan berbahaya buat kamu takutnya Nikko tidak sendirian”ucap Revan ia berpikir bahwa Nikko pasti menyewa anak buahnya untuk menemaninya menculik nadhira.


“Gak apa-apa pak, Nanda pengen bantuin cari dhira lagian Nanda juga yang buat dhira hilang”ucap Nanda dengan mata yang hampir bengkak karena sedari tadi dia menangis karena memikirkan keadaan nadhira.


“Yaudah kalau kamu mau ikut, saya tidak bisa mencegah”ucap Leo ia tidak bisa mencegah Nanda untuk tidak pergi, Nanda pasti merasa bersalah begitupun dengan Leo yang merasa bersalah karena tidak dapat menjaga nadhira dan dia yakin Nathan akan marah kepada nya tetapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur dan dia harap nadhira baik-baik saja.


Mereka menaiki mobil yang di kendarai oleh Revan, Revan mengendarai mobilnya dengan begitu cepat karena ia yang tak sabar ingin segera menemukan keberadaan nadhira.

__ADS_1


“Van lo santai dong”ucap leo yang merasa kaget karena Revan yang membawa mobilnya seakan kerasukan, karena selama hidupnya Leo belum pernah melihat Revan yang melajukan mobilnya begitu cepat.


“Bang gue khawatir sama keadaannya dhira, kalau kita lambat takutnya dhira kenapa-kenapa, jadi lebih cepat lebih baik dan akan segera ketemu sama dhira”ucap Revan yang memang ia tidak berkonsentrasi dan memilih menjalankan mobilnya dengan cepat.


“Biar Nanda aja pak yang nyetir”ucap Nanda yang merasa takut juga karena takut terjadi apa-apa. Dia juga mengerti kalau Revan khawatir tetapi kalau melajukan mobilnya seperti ini bukannya bertemu nadhira malah bertemu malaikat maut lebih dulu.


“Iya van, biar Nanda aja yang nyetir, kalau lo nyetir takut lo gak focus”ucap Leo yang mencari aman lebih baik Nanda yang mengendarai mobilnya karena perempuan biasanya membawa mobilnya pelan dan penuh hati-hati.


Revan mendengarkan apa ucapan Leo karena sebenarnya ia pun tidak ada tenaga untuk menyetir hanya saja terpaksa ia menyetir karena mana mungkin ia menyuruh Leo sang atasan.


Revan memberhentikan mobilnya dan berganti kursi agar Nanda dapat menyetir mobilnya. Ia duduk dengan lesu dan pandangan yang kosong dengan air mata yang sedari tadi turun.


Nanda melajukan mobilnya tapi siapa sangka Nanda dan Revan sama saja hanya Nanda lebih lambat sedikit di bandingkan Revan tapi tak apa lah lebih Nanda yang menyetir dari pada Revan sedangkan Leo yang harus senantiasa menghubungi anak buahnya untuk mencari keadaannya nadhira.


Leo yang melihat ke arah Revan yang tampak khawatir akan nadhira mungkin lebih khawatir di bandingkan dirinya. Apakah rasa sayang dan cinta Revan kepada nadhira begitu besar walaupun belum ada kejelasan dari nadhira entah nadhira menerima atau menolak Revan.


Mereka melajukan mobilnya tanpa arah karena anak buahnya Leo belum juga mengetahui keberadaannya nadhira. Apalagi mereka tidak tau tempat seperti apa yang di datangi oleh Nikko.


Sedangkan Nathan yang melajukan mobilnya dengan kencang karena ia ingin segera sampai ke Jakarta karena menurutnya tidak mungkin kalau Nikko membawa nadhira ke Bandung.

__ADS_1


“Dhira semoga kamu baik-baik aja”batin Nathan dengan cemas dan rasa amarahnya berani-beraninya Nikko menculik nadhira kalau sampai ia bertemu dengan Nikko, Nikko gak bakalan di berikan ampun olehnya sudah menyakiti nadhira dan sekarang menyakitinya lagi.


__ADS_2