Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nathan dan Nanda


__ADS_3

Nanda yang merasa tidak enak kalau dia harus meninggalkan Nathan sendirian beres-beres walaupun dia sedikit ragu dan juga canggung tetapi dia tetap membantu Nathan untuk membersihkan piring sisa makan.


“Udah kamu ke kamar aja”ucap Nathan karena dia juga kasihan kepada Nanda.


“Gak usah kak biar Nanda bantuin aja”ucap Nanda dengan bolak balik membawa piring yang kotor dan menaruhnya di wastafel sedangkan Nathan mencuci piringnya karena dia sudah biasa, Nathan yang laki-laki juga sudah mandiri berbeda dengan nadhira yang selalu di manja oleh kedua orang tuanya sehingga dia tidak bisa beres-beres ataupun masak makannya Nathan tidak mengizinkan ia jauh dari keluarganya karena takutnya nadhira tidak bisa berbuat apa-apa tetapi untung saja sekarang nadhira tinggal bersama dengan Nanda jadi ada teman yang membantu Nanda.


Nanda menaruh piringnya tanpa sengaja tangan Nathan terpegang oleh Nanda.


“Maaf kak”ucap Nanda yang segera menjauhkan tangannya dari Nathan.


“Kenapa? Biasa aja kali”ucap Nathan yang biasa saja karena dia yang memang belum ada perasaan kepada Nanda yah tak semudah tergoda itu Nathan oleh Nanda karena dia yang sudah biasa hidup di kelilingi wanita walaupun dia yang masih saja jomblo.


“Iya kak, maaaf”ucap Nanda yang takut nathah marah dengan wajahnya yang sudah memerah.


“Kenapa wajahnya ? Lo merasa canggung sama gue?”tanya Nathan saat melihat wajahnya Nanda yang memerah.


“Enggak kak”ucap Nanda berbohong karena dia tak ingin bahwa Nathan curiga dia menyukai Nathan.


“Jangan-jangan lo suka sama gue”ucap Nathan sambil mendekat ke arahnya Nanda yang berdiri tak jauh darinya sedangkan Nanda yang kaget dan bingung harus bagaimana ketika Nathan mendekat, jantungnya berdebar dengan kencang dan dia tidak dapat berpikir apapun.


“Nanda ke kamar dulu yah kak”ucap Nanda yang segera berjalan menuju ke kamarnya karena dia takut Nathan mendengar detak jantungnya yang begitu kencang.


“Dasar bocah”ucap Nathan tak kala Nanda pergi dia melanjutkan membereskan rumahnya sendirian.


Sedangkan Nanda di dalam kamarnya mencoba untuk menangkan hatinya apakah benar dia mencintai Nathan atau hanya sebatas canggung saja berdekatan dengan laki-laki, karena dia yang juga tidak ada pengalaman pacaran jadinya dia tidak yakin dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


“Nan jangan sampai lo suka sama kak Nathan, lo sama dia beda dunia”ucap Nanda yang masih insecture dengan keadaanya karena dia yang hanya sebatas gadis miskin yatim piatu yang harus bertahan hidup.


“Udah nan jangan mikirin Nathan yah stop”ucap Nanda yang membaringkan badannya karena dia yang merasa lelah.


Tak perlu waktu lama akhirnya Nathan pun selesai tapi dia juga bingung harus tidur dimana saat dia mau istirahat karena kamarnya hanya ada dua dan terpaksa dia tidur di sofa dengan sesekali dia melihat ke handphonenya. Dan sialnya Apartemen ini terasa sepi apa karena Nanda dan nadhira yang sudah lebih dulu tidur.


“Harusnya gue ke rumahnya Leo, kalau begini kan gue bingung mau ngapain”ucap Nathan yang bolak balik ke kiri dan ke kanan karena dia yang merasa sangat bosan.


“Kira-kira gue ngapain yah”ucap Nathan yang merasa bosan sehingga dia yang nongkrong di ballroom saja melihat sekeliling Jakarta yang cukup indah di hiasi lampu-lampu.


Sedangkan Nanda yang tak bisa tidur entah mengapa dia keluar dari kamarnya karena dia yang haus dan juga lupa tidak membawa minum biasanya dia akan menaruh minum di kamarnya tetapi tadi dia lupa karena dia yang takut kuat berdekatan dengan Nathan.


“Kak Nathan kemana ? Kok gak kelihatan”ucap Nanda yang melihat ke sofa tetapi tidak melihat adanya Nathan.


“Mungkin kak Nathan jalan-jalan”ucap Nanda yang berjalan menuju ke arah dapur sambil membawa minuman dia juga bosan dan akhirnya dia memutuskan untuk ke ballroom dan siapa sangka orang yang ia hindari berada di sana.


“Nanda, lo belum tidur?”tanya Nathan saat Nanda yang kaget melihat dirinya berada di sana.


“Udah kak, Nanda cuman haus aja”ucap Nanda berbohong padahal ia yang tak bisa tertidur sedari tadi dan memutuskan untuk mengambil minum.


“Kalau lo belum ngantuk lo temenin gue, gue bosan gak ada temen bicara”ucap Nathan yang dimana dia merasa sangat bosan tetapi dia juga yang tidak mengantuk.


“Nanda mau tidur kak, udah ngantuk”ucap Nanda beralasan padahal dia yang tak ingin berdekatan dengan Nathan karena takut dia menyukai Nathan, dia berusaha menolak hatinya untuk menyukai Nathan.


“Jangan bohong, ayo sini”ucap Nathan menarik tangannya Nanda yang berdiri tak jauh darinya dan Nanda duduk di sampingnya Nathan.

__ADS_1


“Lo kenapa sih canggung banget sama gue”ucap Nathan yang melihat ke arahnya Nanda yang dimana wajahnya tampak memerah.


“Enggak kok kak, cuman udaranya akhir ini agak panas”ucap Nanda yang mencoba mengipas-ngipas dengan tangannya karena dia yang merasa sangat panas.


“Pake ini kalau gerah”ucap Nathan memberikan kipas angin kecil kepada Nanda, padahal Nathan tau bahwa Nanda yang kepanasan karena berdekatan dengannya tetapi Nathan sangat suka menggoda perempuan apalagi perempuan yang polos seperti Nanda.


“Makasih kak”ucap Nanda yang menyalakan kipas anginnya dan dia mulai bisa bernapas dengan lega.


“Oh yah, lo jomblo ?”tanya Nathan yang penasaran.


“Iya kak”ucap Nanda menjawab.


“Lo suka sama sama gue?”tanya Nathan yang ingin tau perasaannya Nanda.


“Enggak kak”jawab Nanda berbohong dan mencoba menutupi kegugupannya berdekatan bersama Nathan.


“Bohong, gue tau lo suka sama gue”ucap Nathan dengan percaya dirinya karena selama ini memang tidak akan pernah ada perempuan yang menolak pesonanya Nathan yang populer dan ganteng.


“Enggak kok kak, Nanda gak suka sama kak Nathan”ucap Nanda yang menolak dan berusaha terlihat biasa-biasa saja.


“Udah lo ngaku suka sama gue”ucap Nathan yang mendekat ke arahnya Nanda dan mencium bibirnya Nanda dan seketika Nanda di buat kaget oleh ciuman itu.


“Kak Nathan”ucap Nanda yang kaget karena tidak menyangka bahwa Nathan akan menciumnya.


“Bibir lo manis”ucap Nathan dengan tanpa rasa bersalahnya.

__ADS_1


“Kak Nathan mabuk ?”tanya Nanda karena tak mungkin Nathan seperti itu.


“Enggak, karena bibir lo manis lo jadi pacar gue aja”ucap Nathan yang berdiri dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Nanda yang masih saja bengong apa yang barusan terjadi, apakah Nathan serius bilang meminta dia untuk menjadi pacarnya, Nanda ingin bertanya dan mengejar Nathan tetapi Nathan malah masuk ke dalam kamar mandi dan belum kunjung keluar dari pada dia yang menunggu Nathan lebih baik dia masuk ke dalam kamarnya bisa besok lagi bertanya kepada Nathan.


__ADS_2