
Hari-hari terus berlalu dan nadhira yang sudah bisa menerima cintanya Revan yah walaupun masih sedikit rasa cinta nya tetapi dia lega dengan begini Nikko tidak akan pernah mengejarnya lagi dan membuat nadhira tenang.
Pekerjaan sudah selesai dan mereka segera bersiap-siap untuk pulang.
“Sayang ayo aku anterin”ucap Revan yang menghampiri nadhira yang masih di mejanya.
“Gak usah kak, lagian kan kakRevan harus nganterin pak Leo, lebih baik dhira pulang sama Nanda aja”ucap nadhira yang tidak enak karena kasihan Nanda yang selalu menjadi orang ketiganya takutnya dia merasa tidak nyaman.
“Iya lo anterin gue, lo lupa apa masih ada urusan sama klien”ucap Leo yang tiba-Tiba saja datang.
“Tapi kan bang? Apa gak bisa besok aja”ucap Revan yang sangat ingin mengantar nadhira dan sudah lelah untuk bekerja.
“Gak ada tapi-tapian ayo”ucap Leo yang berjalan lebih dahulu meninggalkan Revan.
“Yaudah kakak pamit yah, hati-hati, makanan mateng masih ada kan?”tanya Revan karena dia tau bahwa sang kekasih memang tidak bisa memasak sehingga dia selalu menyediakan masakan matang yang ia masak untuk nadhira.
“Masih kak, kakak hati-hati”ucap nadhira dan Revan pun berpamitan kepada nadhira.
Nadhira yang turun ke lantai bawah untuk bertemu dengan Nanda untuk pulang bareng, hari ini juga Nathan akan datang berkunjung karena setiap satu bulan sekali dia selalu melihat keadaan adiknya sekaligus entah juga dia ingin melihat Nanda.
“Ayo nan pulang”ucap Nadhira yang sudah sampai di ruangannya tempat nanda bekerja.
“Iya dhira”ucap Nanda yang sudah membereskan barang-barangnya dan berjalan bergandengan dengan nadhira.
Nadhira yang sudah mulai bahagi dan melupakan masa lalunya yang disakiti oleh Nikko dan bahagianya nadhira dia mempunyai teman dan pacar yang sangat perhatian dan menyayanginya yah walaupun dia mempunyai bos yang selalu membuat dia kesal dan marah terus.
__ADS_1
Kayla menaiki mobil bersama dengan Nanda karena Nathan yang sudah membelikan mobil agar adiknya tidak perlu lagi untuk naik angkutan umum.
“Dhira kita mampir dulu ke supermarket yah ada barang yang harus aku beli”ucap Nanda yang sedang menyetir.
“Ia boleh nan”ucap nadhira sambil meregangkan badannya yah mau apa lagi kalau bukan tidur, karena nadihira yang sangat suka tertidur dalam perjalanan.
Nanda menyetir mobil yang di tumpanginya dan tak lama mereka sampai di supermarket.
“Dhira bangun”ucap Nanda membangunkan nadhira yang sedang tertidur.
“Iya nan”ucap nadhira sambil meregangkan badannya dan dia keluar dari mobilnya bersama dengan Nanda. Mereka memasuki supermarketnya sambil melihat ke kiri dan ke kanan, tapi saat mereka hendak berbelanja mereka melihat Nikko dan Sonya yang juga sedang berbelanja.
“Nan, jangan lewat kesana”ucap nadhira karena takut ketahuan oleh Nikko dan bisa-bisa mereka bertengkar kembali.
“Itu ada Sonya dan Nikko aku malas ketemu mereka”ucap nadhira yang merasa muak dan juga takut terjadi kesalahpahaman kembali di Antara mereka.
“Yaudah, kita tunggu mereka balik aja baru kita belanja”ucap Nanda yang tau bagaimana perasaannya nadhira bahwa nadhira tidak mau bertemu dengan Nikko.
Sedangkan Nikko yang berada di dekat kasir merasa kesal karena dia harus menemani Sonya berbelanja dan membuatnya semakin repot saja padahal dia datang ke Jakarta itu ia ingin mengejar nadhira bukannya harus menjaga Sonya apalagi Sonya yang tengah hamil dan makin banyak maunya saja.
“Cepetan dong”ucap Nikko saat Nanda yang berbelanja dengan lambat.
“Bentar nik. Aku belum beres”ucap Sonya yang masih memilih beberapa makanan yang ada di dekat Kasir sana.
“Kamu lama banget sih apa-apa lama, lo lebih baik pulang sana jangan disini terus ganggu kerjaan gue aja”ucap Nikko yang terus mengomel kepada Sonya.
__ADS_1
“Maaf nik,”ucap Sonya yang sudah selesai berbelanja dan berjalan menuju ke Kasir sedangkan Nikko lebih dahulu pergi keluar menuju ke mobil tanpa menghiraukan Sonya. Padahal Sonya yang sedang hamil tetapi harus membawa belanjaan yang lumayan banyak, padahal saat hamil muda tidak di sarankan untuk membawa barang berat.
Sonya juga merasa sedih atas perlakukan Nikko kepadanya tetapi harus bagiamana lagi, dia yang sudah memilih Nikko dan mau-maunya menjadi selingkuhan Nikko sampai dia hamil dan menikah dengan Nikko, dulu saat berpacaran dengan nadhira Nikko tampak perhatian dan sangat menyayangi nadhira sehingga Sonya merasa iri tetapi mengapa saat menikah dengan Sonya Nikko menjadi seperti itu.
Sonya dengan raut wajahnya yang tampak sedih berjalan dengan perlahan sambil membawa belakangnya menuju ke arah mobilnya.
“Gila yah si Nikko gak habis pikir istri lagi hamil di suruh bawa belanjaan”ucap Nanda yang melihat semua itu.
“Iya heran kenapa Nikko jadi berubah begitu, tapi aku selalu berdoa semoga hubungan mereka langgeng terus”ucap nadhira yang merasa sedih karena sahabatnya di perlakukan seperti itu, tetapi dia juga yang masih kecewa kepada Sonya yang telah mengkhianati nya.
“kenapa dhira? Kamu masih sakit hati melihat mereka?”tanya nanda yang raut wajahnya nadhira berubah seketika.
“Enggak kok, ayo belanja,nanti kak Nathan nunggu lama di rumah”ucap nadhira yang berjalan lebih dulu sambil membawa trolly belanjanya untuk memulai berbelanja.
Mereka memilih beberapa makanan yang sudah habis serta beberapa persediaan yang sudah habis. Tak perlu lama berputar-putar akhirnya mereka selesai berbelanja dan segera menuju ke arah Kasir untuk membayar.
“Nan aku duluan ke mobil gak apa-apa? Aku agak pusing nih”ucap nadhira yang memang kepalanya pusing entah mengapa.
“Gak apa-apa kamu ke mobil dulu aja, biar aku yang bayar”ucap nanda dengan tersenyum.
Nadhira keluar menuju mobilnya entah mengapa dia menjadi pusing, apakah gara-gara dia yang lebih sering bergadang karena Leo yang selalu memberikan banyak pekerjaan sampai-sampai dia juga harus mengehandel kencan buta nya.
“Gara-gara pak Leo nih, mana besok harus meluangkan jadwal kencan buta lagi, heran udah tua belum mau nikah aja, kan jadinya repot orang lain”ucap nadhira yang merasa kesal kepada bosnya itu yang selalu memberikan pekerjaan, andai saja Leo bukan teman kakaknya dan juga orang yang di percaya kakaknya mungkin dia sudah merasa muak dan enggan untuk bekerja lagi dengan dia yang semakin bawel saja.
Tak perlu lama nanda sudah beres membayar dan berjalan menuju ke mobil dan disana sudah ada Nadhira yang sedang tertidur. Akhirnya Nanda masuk dan mulai menyetir tanpa membangunkan nadhira yang sudah terlelap.
__ADS_1