
Sonya yang merasa khawatir dengan keadaan Nikko dia pun berusaha bertanya kepada Nikko kembali karena dia ingin tau apa yang terjadi karena menurutnya mana mungkin terjatuh seperti itu.
“Nik jujur sama aku kenapa?”tanya Sonya yang masih penasaran dengan apa yang terjadi kepada suaminya
“Gue gak kenapa-kenapa, bisa gak sih lo Diem”ucap Nikko yang marah kepada Sonya dan dia memilih untuk tidur dan tidak membersihkan lukanya.
Sonya yang melihat itu semua semakin bertanya-tanya tentang mengapa Nikko pulang seperti itu, dari pada ia berpikir terus ia akhirnya tidur juga di sampingnya Nikko.
Sonya masih tetap memikirkan apa yang terjadi karena semenjak mereka di Jakarta Nikko terlihat aneh dan tidak seperti biasanya.
***
Sedangkan di Apartemennya nadhira para lelaki sedang berkumpul di ruangan tamu karena memang kamar di Apartemennya nadhira memang hanya ada satu karena satunya di pakai untuk ruangan belajar.
“Kedepannya gimana?”tanya Leo membuka obrolan untuk bertanya apa yang akan Nathan lakukan.
“Sepertinya gue akan bawa nadhira kembali Leo”ucap Nathan yang sudah fiks akan membawa nadhira kembali demi keselamatan nadhira.
“Jangan”ucap Revan yang spontan tak kala mendengar ucapan dari Nathan yang tiba-tiba saja akan membawa nadhira.
“Maksud lo?”tanya Nathan tak kala mendengar ucapan dari Revan ia masih tidak mengerti.
“Bang Nathan, saya mohon jangan bawa nadhira pulang bang”ucap Revan memohon karena ia yang tidak sanggup untuk jauh dari nadhira.
“Gue udah fiks bawa dia dan gak bisa di ganggu gugat”ucap Nathan yang memang dia sudah yakin akan keputusannya.
__ADS_1
“Bang Nathan please, saya suka sama dhira”ucap Revan yang mengakui cintanya di depan Nathan walaupun ia merasa takut, karena takutnya Nathan tidak akan merestuinya apalagi Nathan yang sangat posesif terhadap adiknya.
“Gimana-gimana saya gak ngerti”ucap Nathan yang masih tidak bisa mencerna ucapan Revan.
“Maksud Revan, dia suka sama adik lo dan dia gak ingin lo bawa dhira pergi, gitu aja lo gak ngerti pantesan masih jomblo”ucap Leo yang mengejek Nathan yang tidak mengerti tentang apa yang terjadi.
“Sejak kapan lo suka sama dhira”ucap Nathan yang merasa kaget atas ucapan dari Revan yang bagaimana bisa Revan menyukai nadhira.
“Saya udah suka sama dhira sejak pertama bertemu dengan dhira”ucap Revan yang walaupun malu dia harus mengakuinya agar Nathan tidak membawa nadhira pergi.
“Terus kalian pacaran?”tanya Nathan lagi untuk memastikan apa yang terjadi.
“Belum bang”ucap Revan lemas karena sampai saat ini pun jawaban dari nadhira tak kunjung datang menghampirinya dan nadhira tidak pernah mengungkit sama sekali tentang pernyataan cinta itu.
“Bukan juga bang, intinya belum di jawab aja”ucap Revan yang lagi-lagi lesu.
“Yah kalau begitu mungkin dhira memang gak suka sama kamu, makannya dia gak mau jawab pernyataan cinta kamu”ucap Leo kembali tertawa.
“Udah Leo, jangan mengejek Revan terus, terus bagaimana? Kenapa nadhira tidak menjawab?”tanya Nathan yang dimana tidak seperti biasanya nadhira tidak menjawab ungkapan hati seseorang karena sebelumnya dia akan segera memberikan keputusan dengan cepat.
“Entahlah bang, saya mohon bang jangan bawa dhira, saya janji akan menjaga dhira”ucap Revan memohon agar Nathan mengizinkan nadhira terus bekerja disini.
“Gue gak percaya sama siapa-siapa buat jaga dhira, lo tau kan apa yang terjadi kepada dhira kemarin”ucap Nathan yang masih tetap ingin membawa nadhira pulang karena ia yang merasa khawatir.
“Please bang, saya cinta sama dhira dan saya yakin saya akan menjaga dhira lebih baik lagi serta tidak akan pernah hal seperti kemarin terjadi kepada dhira”ucap Revan dengan menangis ia yang sangat mencintai nadhira dan ia yakin nadhira juga mencintainya sehingga ia akan selalu berusaha untuk membuat nadhira menerima cintanya.
__ADS_1
Sedangkan leo yang melihat itu semua apalagi Revan yang menangis memohon kepada Nathan untuk tidak membawa nadhira pulang ke kampung halamannya, ia merasa kasihan kepada Revan karena dia juga pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta dan seseorang itu jauh dari kita.
“Kalau menurut gue sih Nath, lebih baik lo tanya dhira dulu bagaimana pun dhira bukan anak kecil yang harus terus lo urus, dia juga berhak untuk menentukan pilihan hidupnya”ucap leo yang mungkin hanya itu yang bisa ia ucapkan lagian dia juga merasa kasihan karena Nathan yang sangat posesif kepada adiknya karena ia juga merasakan bahwa di atur dan di kekang oleh orang lain itu sangat membuat menderita.
“Bener bang, lebih baik bang Nathan tanya dhira dulu aja”ucap Revan yang semoga saja nadhira enggan untuk pulang ke Bandung dan lebih memilih untuk tinggal di Jakarta.
“Oke Yaudah nanti gue tanya dhira dulu”ucap Nathan yang memang benar ucapan dari leo yang selama ini di selalu mengekang dan membatasi hidup nadhira dan tidak pernah mendengarkan keinginan nadhira. Walaupun dia Sadar apa yang dia lakukan karena dia sangat menyayangi adiknya itu.
Sedangkan di dalam kamar nadhira dan Nanda yang telah membersihkan badannya karena merasa lengket pun akhirnya mereka duduk di ranjang dan mengobrol.
“Dhira aku mau nanya boleh?”tanya Nanda dengan sopan karena ia takut nadhira tersinggung.
“Boleh kok, kenapa?”tanya nadhira sambil melihat ke arahnya Nanda.
“Kalau boleh tau, sejak kapan Nikko selalu ngejar kamu?”tanya Nanda yang penasaran karena nadhira yang tidak pernah menceritakan apa yang terjadi kepadanya.
“Kurang lebih satu bulan”ucap nadhira dengan jujur.
“Terus kenapa kamu gak bilang sama bang Nathan atau Enggak sama aku deh”tanya Nanda yang penasaran mengapa nadhira yang tidak pernah bercerita apapun tentang Nikko yang masih mengejarnya.
“Aku takut bang Nathan khawatir dan kalau bang Nathan tau Nikko ngejar aku pasti dia akan membawa aku pulang. Kamu tau kan nan, aku itu dari kecil selalu saja di awasi oleh kak Nathan sampai-sampai aku gak bisa terbebas untuk melakukan apapun”ucap nadhira yang merasa tertekan akan tingkah kakaknya yang posesif.
“Terus kenapa kamu gak bilang aku, aku kan bisa jaga kamu”ucap Nanda
“Aku gak mau kalau ngerepotin orang nan, aku ingin bisa hidup mandiri dan jaga diri aku sendiri, aku ingin hidup seperti orang lain yang bisa menjaga diri sendiri”ucap nadhira dia yang tidak ingin selalu saja merepotkan orang lain, apalagi sia yang sudah dewasa yang tidak perlu lagi orang lain tau permasalahannya.
__ADS_1