
Pagi hari datang telah tiba dan memang para laki-laki pun menginap disana karena kalau pulang mereka terlalu malam dan lelah. Nadhira dan Nanda yang baru saja bangun karena memang hari ini libur bekerja sehingga mereka tidak siap-siap.
Mereka berjalan ke arah dapur karena merasa lapar, semalam mereka tidak makan sama sekali karena panik dan tidak ada nafsu untuk makan. Di dapur sana Nathan tengah memasak makanan yang tercium harumnya.
“Ah wanginya”ucap nadhira mendekat ke arah kakanya yang sedang memasak.
“Udah bangun dhira?”tanya Nathan tak kala nadhira beranjak mendekatinya.
“Udah kak. Dhira lapar”ucap nadhira sambil memegang perutnya.
“Ada yang bisa Nanda bantu kak?”tanya Nanda yang berjalan mendekat ke arahnya Nathan dan nadhira.
“Tolong potong daun bawang”ucap Nathan kepada Nanda.
“Sama dhira aja kak”ucap nadhira yang dimana ia ingin membantu kakaknya.
“Gak usah, kamu kan belum pernah pegang pisau nanti luka”ucap Nathan yang tau adiknya tidak pernah masuk dapur apalagi memasak.
“Biar aku aja dhira”ucap Nanda sambil membawa pisau untuk memotong daun bawangnya.
“Kamu duduk aja disana”ucap Nathan dan nadhira pun duduk di meja makannya sambil memainkan handphonenya
Nadhira masih memikirkan keadaannya Nikko karena bagaimana pun Nikko merupakan suami sahabatnya yang mungkin sudah tidak dia anggap lagi, sedangkan Nathan dan Nanda tengah asik memasak menyiapkan sarapan untuk yang berada di Apartemen tersebut jangan tanya kemana Leo dan Revan mereka masih tertidur karena semalam mereka yang asik ngobrol sampai lupa waktu, sedangkan Nathan bangun lebih dahulu karena ia tau bahwa adiknya akan lapar.
“Dhira bangunin Revan dan Leo gih”ucap Nathan tak kala membawa sup dan menaruhnya di atas meja.
“Ia kak”ucap Nadhira yang beranjak dari tempat duduknya untuk membangunkan Leo dan Revan.
Leo dan Revan masih tertidur, nadhira yang melihat itu semua merasa kasihan karenanya jadi banyak orang yang kesulitan. Nadhira menghampiri Revan dengan tangan yang terluka karena semalam Revan memukul Nikko dengan keras.
__ADS_1
“Kak bangun udah siang”ucap nadhira dengan pelan membangunkan Revan lebih dahulu, ia merasa kasihan dan bersalah kepada Revan karena selama ini Revan selalu saja menjaganya walaupun cintanya belum terbalaskan.
“Eumm masih ngantuk”ucap Revan tanpa membuka matanya karena memang ia masih mengantuk.
“Sarapan dulu kak udah siang”ucap nadhira masih dengan sabar membangunkan Revan yang tak kunjung bangun. Dan Revan masih saja tidak bangun akhirnya nadhira mempunyai ide.
“Kak Revan dhira pamit yah, mau balikan lagi sama Nikko”ucap nadhira yang ingin menjahili Revan apakah dengan ini Revan akan bangun.
“Jangan”ucap Revan berteriak dan membangunkan Leo yang tidur sebelahnya.
“Apaan sih van lo pagi-pagi”ucap Leo tak kala duduk karena ia kaget dengan suara teriakannya Revan.
“Please dhira jangan balikan lagi sama Nikko, aku suka sama kamu”ucap Revan dengan meneteskan air matanya.
“Enggak kak. Dhira cuman bicara biar kak Revan bangun aja, bercanda”ucap nadhira tersenyum ke arah Revan yang sangat khawatir dirinya akan balikan lagi kepada Nikko.
“Ada apa van bangun-bangun?”tanya Nathan menghampiri mereka karena dia yang kaget mendengar Revan yang berteriak.
“Enggak kak, tadi dhira ide Vin Revan”ucap nadhira.
“Kakak pikir ada apa, Yaudah bangun deh sarapan dulu gue udah masak”ucap Nathan yang berjalan kembali menuju meja makan untuk menyiapkan sarapan kembali.
“Ayo bangun pak Leo kak Revan”ucap nadhira yang beranjak dari sana berjalan menuju ke arah meja makan.
Sedangkan Revan dan Leo mencuci muka dahulu sebelum makan karena wajah mereka yang sangat kusut bagaikan cucian yang belum di setrika.
Revan dan Leo berjalan ke arah meja makan yang sudah ada Nanda, nadhira dan Nathan dengan hidangan sarapan yang menggugah selera.
“Kak dhira udangnya”ucap nadhira kepada kakanya, nadhira yang cenderung sangat manja karena selama ini keluarganya selalu memanjakan nadhira apalagi Nathan.
__ADS_1
“Yaudah”ucap Nathan yang mengambilkan makanan untuk adiknya.
Mereka pun makan dan tidak ada pembicaraan selain suara sendok dan garpu. Karena kalau mereka berbicara takutnya nafsu makan mereka menghilang.
“Ah kenyang, udah lama dhira gak makan makanan manusia”ucap nadhira yang begitu kenyang karena makan masakan kakanya.
“Terus selama ini kamu makan makanan hewan”ucap Leo tak kala mendengar ucapan nadhira.
“Maksudnya masakan kak Nathan, dhira kangeun sama masakan kak Nathan”ucap nadhira tersenyum ke arah kakanya yang cenderung dingin tapi posesif.
“Yaudah kalau mau makan masakan kakak, kamu ikut kakak pulang ke Bandung”ucap Nathan ia berbicara terlebih dahulu untuk membawa nadhira pulang ke rumahnya kembali karena ia yang merasa khawatir.
“Bang, jangan bawa dhira dong. Beluk juga gue dapetin hati dhira eh udah di tinggal pergi”ucap Revan karena ia tidak mau kehilangan nadhira dan tidak mau jauh dengan nadhira.
“Kak, dhira gak mau pulang dhira mau kerja disini”ucap nadhira yang memang ia sangat enggan untuk pulang karena ia yang sudah nyaman dengan lingkungan pekerjaan walaupun ia yang hanya mempunyai teman yaitu Nanda dan Revan.
“Kakak ingin kamu pulang dhira, apa kamu gak takut kalau sampai nikko mencari dan mengganggu kamu lagi”ucap Nathan yang ia khawatir bagaimana kalau nikko datang kembali dan membawa kabur nadhira.
“Kak dhira udah dewasa kak. Udah saatnya dhira mencari uang dan hidup mandiri”ucap nadhira memohon ia ingin hidup dengan apa yang ia inginkan.
“Kalau kamu udah dewasa kamu pasti udah bisa jaga diri dhira”ucap Nathan yang marah terhadap adiknya.
“Kak dhira janji kak. Dhira akan selalu jaga diri dan dhira yakin kalau nikko gak bakalan ganggu dan sakiti nadhira lagi”ucap nadhira memohon kepada kakanya.
“Pokoknya gak ada ganggu gugat”ucap Nathan sudah fiks membawa nadhira pulang.
“Kak, kakak itu selalu aja nge kang dan posesif sama nadhira, nadhira udah dewasa kak, dhira udah bisa jaga diri”ucap nadhira sambil menangis.
“Stop Nath, semalam lo kan udah bilang lo akan mengikuti keputusannya dhira, dhira berhak memilih untuk hidup bagaimana pun”ucap Leo yang memberi pengertian kepada sehebatnya yang cenderung posesif.
__ADS_1
“Bang, saya janji akan menjaga nadhira, tapi biarkan nadhira tetap bekerja disini dan menuruti semua keputusan nadhira.
“Van. Saya gak bakalan percaya sama siapin untuk menjaga nadhira, apalagi kamu telah lalai untuk menjaga nadhira”ucap Nathan yang merasa kesal kalau ia ingat kejadian tadi malam.