Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Jantung berdebar


__ADS_3

Nathan yang merasa kesal dan bingung terhadap kepolosan adiknya tersebut. Sedangkan Revan yang tengah memasak dan sudah selesai segera menghidangkan makanannya di meja makan, dia memasak lebih cepat karena takutnya nadhira yang kelaparan dan ingin makan masakannya.


“Kak Nathan, dhira udah siap”ucap Revan yang berteriak memanggil karena masakan nya sudah selesai di hidangkan.


“Iya van”ucap Nathan yang beranjak dari duduknya begitupun dengan nadhira yang juga ikut berjalan menuju ke arah meja makan yang sudah terhidang masakan yang banyak dan terlihat begitu enak.


“Kakak Revan yang masak semua ini? Terus bahan-bahannya dari mana?”tanya kayla karena setaunya di kulkasnya sudah tidak ada bahan apapun dan hanya ada telur dan susu, soalnya tadi pagi sudah di masak oleh Nathan untuk sarapan.


“Aku tadi mampir ke supermarket buar beli bahan makanan”ucap Revan karena dia tau di kulkas nadhira tidak apa-apa karena nadhira yang tidak pernah memasak dan hanya masak yang simpel saja macam telur sama mie saja.


“Tuh kan udah cocok jadi suami dhira”ucap Nathan yang mengejek adiknya, ia ingin adiknya segera menikah agar adiknya terlepas dari teror dan kejaran Nikko.


“Apaan sih kak”ucap nadhira yang malu karena Kakaknya yang berkata seperti itu apalagi di hadapan Revan nya, wajah nadhira pun memerah dan tak mampu menahan rasa malunya.


“Kenapa wajah kamu merah dhira?”tanya Revan yang membuat nadhira semakin salah tingkat saja.


“Biasa van, dhira lagi memendam”ucap Nathan yang kembali mengejek adiknya tersebut.


“Memendam apa?”tanya Revan yang tidak mengerti dan melihat ke wajahnya nadhira.


“Lebih baik kakak panggil Nanda aja sana”ucap nadhira mendorong kakaknya karena kesal kakaknya yang selalu menggodanya saja.


“Yaudah kakak panggil Nanda dulu”ucap Nathan meninggalkan adiknya berdua bersama Revan agar dia bisa berbicara, Nathan pun berjalan ke kamar Nanda dan mengetuk pintunya Nanda namun tak kunjung di jawab sehingga Nathan yang masuk ke kamar Nanda.

__ADS_1


“Nan ayo makan”teriak Nathan yang melihat ke kiri dan ke kanan.


Sedangkan nanda yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai celana pendek dan crop saja karena ia yang tidak tau bahwa Nathan masuk ke kamar dan seketika dia kaget begitu pun dengan Nathan yang juga kaget.


“Kak Nathan”ucap Nanda yang terbata-bata karena malu.


“Di tunggu makan”ucap Nathan yang segera keluar dari kamarnya Nanda dari pada dia yang khilaf karena melihat ke sexy an dan kecantikan Nanda yang baru saja mandi.


“Iya kak”ucap Nanda yang segera berlari mencari bajunya, dia yang merasa malu karena Nathan melihat dia memakai baju seperti itu, dan membuat dia yang gak karuan.


“Bodohnya lo nan, lo kan bukan di kostan lo yang gak ada laki-laki dan lo bisa seenaknya untuk pakai pakaian kaya gini, lo lupa apa disini ada laki-laki”ucap Nanda yang berbicara sendirian karena dia yang merasa bodoh.


Nanda memakai pakaiannya karena ia tak ingin yang lain menunggu dirinya lebih lama lagi, sedangkan Nathan yang menuju meja makan dan dia yang masih tampak kaget seketika dia terdiam, walaupun dia pemain wanita tapi dia tidak pernah menyentuh wanita sedikitpun karena ia yang tau bahwa ia mempunyai adik dan tak ingin adiknya pun di perlakukan seperti itu oleh laki-laki.


“Nanda nya mana kak?”tanya nadhira dimana yang datang hanya Nathan saja dan tidak melihat adanya nanda.


“Yaudah kak, kalau begit, Kakak makan dulu aja”ucap nadhira karena tak Ingin yang lain menunggu takutnya semua orang sudah lapar.


“Iya dhira”ucap Nathan yang membawa makannya.


Tak lama nanda yang datang dengan malunya dan wajah yang memerah karena tak bisa menyembunyikan perasaannya.


“Nan kenapa wajah kamu merah?”tanya nadhira yang melihat ke arah nanda yang duduk di depannya bersama dengan Nathan.

__ADS_1


“Oh ini dhira, tadi kamar nya panas jadi gini deh”ucap nanda dengan terbata-bata.


“Oh, Yaudah ayo makan, nanti keburu dingin”ucap nadhira yang dimana dia lebih dahulu mengambil makanan bersama dengan yang lainnya.


Nathan dan nanda makan dengan serius tidak banyak berbicara, mereka menjadi canggung apalagi sebelumnya juga canggung karena nanda yang tidak terlalu kenal dengan Nathan yang terkenal Playboy dan dinginnya.


Mereka pun sudah selesai makan, dan Nathan segera duduk di kursi ruang tengah tidak seperti biasanya, karena biasanya Nathan akan membersihkan meja makan dan mencuci piringnya beda dengan sekarang yang kabur begitu saja.


“Biar aku yang cuci kalian istirahat aja yah”ucap nadhira karena dia juga bisa memcuci piring walaupun tak sehebat orang lain.


“Biar aja aku dhira”ucap nanda karena merasa tidak enak padahal dia yang menumpang di Apartemnya nanda.


“Gak usah kalian istirahat aja, biar saya yang bersihin”ucap Revan karena tak ingin nadhira kecapean.


“Pokoknya kalian istirahat kalau Enggak aku marah”ucap nadhira yang kesal karena mereka yang selalu saja tidak mengizinkannya untuk beres-beres.


“Iya iya dhira, aku ke kamar dulu yah masih ada yang harus di beresin”ucap Nanda padahal dia hanya alasan saja karena dia yang tak ingin canggung bersama dengan Nathan.


“Yaudah, kamu istirahat aja yah, pasti kamu cape seharian beres-beres”ucap nadhira karena dia tau bahwa Nanda mungkin masih merasa tidak enak kalau istirahat sedangkan yang lain mahi kumpul.


Nanda yang Meninggalkan dapur menuju ke arah kamarnya.


“Yaudah aku juga kedepan yah dhira, buat temenin bang Nathan takutnya dia bosan”ucap Revan yang berjalan menghampiri Nathan tapi siapa sangka Nathan tengah tertidur pulas, karena ia yang kecapean dan merasa lelah karena dari pagi dia sudah beres-beres, sedangkan Revan yang duduk di sana dan hanya memainkan handphonenya menunggu nandhira selesai beres-beresnya.

__ADS_1


Revan yang sesekali memandang wajah nadhira dari kejauhan, dia terlihat cantik dalam keadaan apapun dan membuat Revan yang selalu tergoda dan jantungnya yang terus berdebar ketika bersama nadhira hanya saja nadhira belum membalas cintanya dan dia harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hatinya nadhira.


Nadhira yang belajar beres-beres karena dia kedepannya tidak enak kalau harus Nanda yang beres-beres sendirian, nadhira yang memikirkan ucapan dari Nathan bahwa dia yang harus menerima Revan, yah Revan memang orang baik yang selalu ada untuknya dan menjaganya, apakah dia harus berusaha membuka hatinya untuk orang lain, apakah dia dapat mengubur semua traumanya tentang laki-laki.


__ADS_2