Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Menjenguk Nadhira


__ADS_3

Revan yang kesal karena Hari ini harus lembur dan segera membuka berkas-berkasnya dan mengerjakannya agar cepat selesai.


“Bang Leo gak mau banget kalau orang lain bahagia tuh, dasar jombo, kapan bang Leo punya pacar padahal usia udah matang, kaya dan ganteng”ucap revan sambil terus membuka berkas-berkasnya.


Sampai beberapa jam akhirnya pekerjaannya selesai juga karena ia yang mengerjakannya dengan kecepatan tinggi karena mudah-mudahan aja ada waktu buat ke Apartemennya nadhira untuk menjenguk karena ia merasa khawatir dan juga rindu akan nadhira.


“Bang udah beres nih”ucap Revan tak kala masuk ke ruangan Leo dan melihat Leo pun yang tengah membuka berkas-berkasnya.


“Tumben lo cepet biasanya lambat”ucap Leo yang tidak biasanya mengerjakan pekerjaan cepat karena biasanya Revan lelet nya minta ampun.


“Iya dong bang, boleh pulang kan?”tanya Revan yang duduk di depan mejanya Leo.


“Emang kamu mau kemana? Gak sabaran banget?”tanya Leo yang berhenti membuka berkasnya.


“Bang Leo, saya itu mau lihat keadaannya dhira kalau terjadi sesuatu sama dhira gimana nanti bang Leo juga yang disalahin bang Nathan”ucap Revan menakut-nakutin Leo agar mengijinkan ia pulang lebih dulu.


Sedangkan Leo mulai berpikir dan benar juga ucapannya Revan kalau sampai Nathan tau dhira sakit dan dia tidak menjaganya bisa-bisa habis di amuk oleh Nathan.


“Yaudah aku jenguk dhira, lalu kabarin ke adanya sama saya”ucap Leo yang mengizinkan Revan pergi.


“Beneran bang?”tanya Revan dengan tersenyum bahagia.


“Ia sana pergi jangan ganggu saya”ucap Leo mengusir Revan karena berisik.


“Bang Leo gak bakalan pulang?”tanya Revan yang melihat Leo malah membuka kembali berkas-berkasnya bukannya bersiap-siap untuk pulang.


“Saya belum mau pulang, kamu pergi aja”ucap Leo


“Yaudah bang saya pamit”ucap Revan tak kala meninggalkan Leo sendirian yang tengah bekerja, akhir-akhir ini Leo yang sering berada di perusahaan bahkan menginap karena enggan pulang kerumahnya.


Revan yang sudah berada di parkiran segera memasuki mobilnya yang berniat untuk menjenguk nadhira, ia lalu menjalankan mobilnya menyusuri jalanan ibu kota yang cukup padat dengan lampu-lampu dan gedung-gedung bertingkat yang menjulang.

__ADS_1


“Saya harap kamu belum tidur dhira”gumam Revan menyetir mobilnya.


Sampai di sebuah restoran ia turun untuk memesan bubur ayam untuk nadhira dan ia juga membawa sekeranjang buah-buahan, setelah buburnya selesai ia kembali ke dalam mobilnya lalu melajukan kembali ke Apatemennya nadhira.


Sampai sekitar dua puluh lima menit akhirnya Revan sampai di parkiran Apatemnya nadhira dan ia segera keluar dari mobilnya lalu menaiki lift menuju ke unitnya nadhira.


**


Sedangkan nadhira yang tengah berada di Apatemennya merasa bosan karena seharian ia hanya menonton dan makan saja, kangen ia berkumpul dengan keluarganya tetapi ia disini hanya tinggal sendirian tidak ada orang yang bisa ia ajak bicara.


Sampai nadhira tengah terduduk dan memakan buah-buahan terdengar suara bel berbunyi.


“Siapa malam-malam kesini”tanya nadhira yang bingung tidak biasanya ada yang bertamu malam-malam begini apalagi yang dirinya tidak mempunyai teman.


“Apa jangan-jangan Nikko”ucap nadhira lagi yang mencoba berjalan menuju ke arah pintunya tetapi sebelum melihat ke arah pintu nadhira mengintip dulu dari balik pintu yah karena pintunya selalu bisa melihat keluar terlebih dahulu.


“Kak Revan”ucap nadhira tak kala yang datang adalah Revan rekan kerjanya lalu ia membuka pintunya.


“Dhira baik-baik aja kak, ayo kakak masuk”ucap nadhira menyuruh Revan masuk karena ia merasa tidak enak kalau Revan berdiri di luar saja.


Lalu Revan pun memasuki Apartemnnya nadhira dengan melihat-lihat seisi ruangan tersebut.


“Silahkan duduk kak”ucap nadhira yang menyuruh Revan untuk duduk.


“Terima kasih”ucap Revan yang duduk di sofa.


“Kak Reva mau minum apa?”tanya nadhira yang berdiri.


“Air putih aja dhira”ucap revan dan seketika nadhira pun membawa minumannya dan di letakkan di mejanya dan duduk di sofanya.


”ini dhira takut kamu belum makan”ucap Revan yang memberikan buburnya yang tadi ia bawa.

__ADS_1


“Terima kasih kak Revan maaf merepotkan”ucap nadhira yang merasa tidak enak karena Revan yang membawanya makanan.


“Yaudah cepat kamu makan”ucap revan dan seketika nadhira memakan buburnya dengan lahannya.


“Gimana keadaan kamu? Perlu ke rumah sakit kah?”tanya Revan saat nadhira tengah makan bubur.


“Gak udah kak, dhira udah baikan kok mungkin hanya kecapean aja”ucap nadhira yang memang ia tidak sakit tetapi hanya ingin istirahat saja.


“Yaudah syukur kalau begitu saya khawatir terjadi sesuatu sama kamu”ucap Revan


“Maafin dhira udah bikin khawatir kak Revan, tapi dhira baik-baik aja kok kak”ucap nadhira yang seketika berhenti memakan buburnya.


“Apa kamu menghindar dari saya? Karena pernyataan saya waktu itu?”tanya Revan membuka obrolan yang lain.


“Bukan seperti itu kak, dhira minta waktu untuk menjawab pernyataan itu, dhira harap kakak bisa menunggu keputusan nadhira”ucap nadhira yang merasa ia perlu berpikir untuk kedepannya dan harus lebih tau tentang sifat dan sikap Revan karena ia yang tak ingin terjadi hal kedua kalinya.


“Yaudah saya akan selalu nunggu kamu, Yaudah sekarang abisin buburnya”ucap Revan dan nadhira pun menghabiskan buburnya.


“Ya sudah kalau begitu kakak pamit dulu karena kamu udah makan”ucap Revan sambil beranjak dari duduknya.


“Iya kak hati-hati dan terima kasih udah perhatiin dhira”ucap nadhira yang beranjak juga dari duduknya.


“Jangan lupa minum obat biar cepat sembuh dan masuk kerja biar saya bisa lihat kamu terus tiap hari”ucap Revan yang sudah di luar pintu Apartem nadhira.


“Iya kak revan jangan khawatir, dhira pasti minum obat, kakak hati-hati”ucap nadhira sambil melambaikan tangannya kepada Revan dan akhirnya Revan pun pergi meninggalkan Apartemen tersebut karena merasa tidak enak kalau berlama-lama karena waktu yang sudah malam takur terjadi fitnah dan mengganggu tetangga.


Setelah Revan pergi nadhira pun masuk ke dalam kamarnya sambil berpikir apa yang harus ia jasa. Atas pernyataan itu apakah ia terima atau tidak, tetapi ia yang masih trauma sehingga ia tidak yakin untuk menerima cinta Revan tetapi kalau menolak juga tak enak Revan yang sangat baik.


“Semoga mendapat jalan terbaik aja”ucap nadhira membaringkan badannya di kasurnya sambil melihat ke arah dinding-dinding kamarnya.


Ia yang merasa ngantuk sampai akhirnya tertidur dengan otak yang masih berpikir tentang Revan.

__ADS_1


__ADS_2