
Nathan yang masih di dalam perjalanan menuju ke kontrakan tempat tinggalnya Nanda, si dalam mobil tersebut tidak ada suara sama sekali mereka berdiam diri dan tidak berbicara apapun, apalagi Nanda yang merasa deg-degan jantungnya tidak karuhan bagaimana tidak Nathan yang merupakan laki-laki yang ganteng dan banyak perempuan yang menyukainya, kenapa sekarang nathah jomblo bukan tidak ada yang cinta kepadanya tetapi karena kejadiannya nadhira dia tidak pernah mendekati lagi perempuan karena takut menyakiti perempuan lagi dan karma terhadap adiknya.
“Kontrakannya dimana?”tanya Nathan yang memang sudah hampir sampai ke tempat yang sudah Nanda beritahukan.
“Di depan kak, yang cat warna hijau”ucap Nanda menunjuk kontrakannya. Dan tak perlu waktu lama akhirnya sampai dan mereka pun turun dari mobilnya.
Betapa kagetnya Nathan melihat kontrakannya Nanda yang cukup terlihat sederhana dan dengan ruangan yang cukup kecil, bukannya nanda tidak ingin tinggal di di tempat yang lebih bagus Hany saja dia harus berusaha menghemat agar hasil ia bekerja dapat membeli rumah untuk dia kedepannya.
“Ayo masuk kak”ajak nanda tak kala pintunya sudah terbuka.
“Iya”ucap Nathan singkat.
“Duduk dulu kak, nanda mau beres-beres dulu”ucap nanda dimana dia harus membereskan pakaiannya.
“Mau saya bantuin”tanya Nathan karena dia yang tak enak kalau harus duduk melihat nanda beres-beres.
“Gak usah kak, barang nanda gak banyak kok bentar juga beres”ucap nanda yang memang tidak mempunyai barang yang banyak hanya beberapa pakaiannya dan buku-buku yang terpajang, karena memang perabotan yang ada di rumahnya itu milik pemilik kontrakan.
“Yaudah deh”ucap Nathan yang membuka handphonenya dan memainkannya.
“Bentar yah kak, nanda mau pamit dulu sama yang punya kontrakan”ucap nanda karena hampir saja dia lupa meminta izin.
“Oke”ucap Nathan dengan singkat, sedangkan Nanda yang berpamitan sebenarnya dia sangat sedih harus pindah karena bagaimana pun orang yang mempunyai kontrakan sangat baik kepadanya.
__ADS_1
Tak lama Nanda pergi walaupun orang yang punya kontrakan tidak ingin Nanda pindah tetapi apa boleh buat keputusan Nanda sudah bulat. Tak lama nanda kembali dan melihat Nathan yang malah tertidur di kursi kursi ruang tamu mungkin karena semalam Nathan kurang tidur karena sibuk memikirkan nadhira.
Nanda yang melihat Nathan tengah tertidur, dia mendekat ke arah Nathan walaupun Nathan tengah tidur tetapi wajah tampannya masih saja terpancar dan membuat nanda yang diam-diam mengagumi Nathan tetapi dia harus sadar diri dia hanya orang yang tak punya dan tak akan mungkin Nathan mau kepada perempuan seperti dirinya sedangkan mantan Nathan pun semuanya cantik dan merupakan anak orang kaya sedangkan di bandingkan dia tidak ada satu persennya.
Nanda beranjak dari tempat Nathan dan ia kembali untuk beres-beres, untung saja Nathan tidak tinggal dan akan sangat jarang bertemu sehingga nanda tak usah takut kalau lama-kelamaan dia kan mencintai Nathan.
Nanda membereskan barangnya yang memang cuman dua koper saja yang berisi pakaian kerja dan beberapa barang buku saja sedangkan Nathan masih saja tidur.
“Kak nanda udah selesai”ucap Nanda berusaha membangunkan Nathan walaupun tidak enak karena ia yang takut waktu akan segera sore dan Nathan harus kembali ke Bandung.
“Oh udah. Maaf saya ketiduran”ucap Nathan sambil mengucek-ngucek matanya.
“Iya gak apa-apa kak”ucap nanda yang memang tidak keberatan.
“Yaudah ayo”ajak Nathan sambil berjalan lebih dahulu menuju ke arah mobilnya tetapi ia lupa nanda malah membawa kopernya sendirian.
“Gak usah kak, biar nanda aja”ucap nanda karena merasa tidak enak ia harus si bantu oleh Nathan.
“Biar saya”ucap Nathan yang membawa koper yang di bawa oleh nanda dan memasukannya ke dalam bagasinya.
Setelah selesai mereka memasuki mobil kembali dan melaju menuju ke apartemennya nadhira. Di sela perjalanan ada seseorang yang menelpon Nathan dengan penuh perhatian dan terdengar manis sehingga Nanda tau bahwa Nathan mempunyai pacar padahal itu hanya teman Nathan yang selalu menelponnya.
Nanda berdiam diri tidak berbicara sedikitpun apalagi Nathan yang berbicara dengan orang lain melalui telpon, untuk mengalihkan perhatian dari pada dia bosan dia lebih baik membuka handphonenya dan melihat media sosialnya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai ke Apartemnnya nadhira dan segera keluar dari mobilnya sedangkan di tempat lain Nikko melihat nanda yang membawa koper bersama dengan Nathan sehingga dia menjadi berpikir sebenarnya apa yang terjadi.
“Sial jangan-jangan nanda tinggal sama dhira, gak ada waktu buat gue deketin dhira lagi”ucap Nikko dengan kesal, kalau begini bagaimana dia mengganggu nadhira lagi, sungguh Nathan yang pintar menempatkan orang untuk menjaga adiknya.
“Sampai kapanpun gue akan dapetin dhira kembali”gumam Nikko karena ia yang masih berusaha untuk kembali kepada nadhira kembali kerena tidak mungkin dia mendekati nadhira dalam keadaan ini dia lebih baik pergi dan akan bertindak lain kali saja saat nadhira tengah lengah dari pantauan orang lain.
Mereka membawa kopernya menuju ke lantai tempat nadhira berada kenapa Nathan menempatkan nadhira di Apatemen karena menurut ia Apatemen lebih aman dari pada rumah biasa.
“Biar Nanda aja kak yang bawa”ucap Nanda karena tidak enak melihat Nathan membawa dua kopernya.
“Gak usah biar saya”ucap Nathan bagaimanapun menurut dia laki-laki lebih kuat dan dapat membawa barang yang berat sedangkan kalau nanda yang membawa kasihan.
Mereka menaiki lift dengan masih saja terdiam, tak lama mereka akhirnya sampai si Apartemnya nadhira dan segera membuka pintunya tetapi ada orang yang tengah duduk disana siapa lagi kalau bukan Revan.
“Ngapain lo van kesini?”tanya Nathan tak kala baru saja masuk ke dalam Apartemen tersebut.
“Mau bantu dhira kak, kan kamar buat nanda harus di beresin juga banyak barang yang gak akan dhira kuat angkat”ucap Revan padahal dia sengaja ingin bertemu dengan nadhira.
“Tapi udah beres?”tanya Nathan karena kalau kamar buat nanda sudah beres barang Nanda akan di taruh disana.
“Belum bang, harus ada dua orang yang angkat”ucap Revan dengan tertawa kecil.
“Yaudah ayo”ucap Nathan yang berjalan menuju ke kamar untuk Nanda dan di sana ada nadhira yang tengah membereskan buku yang ia akan susun di ruang tamu saja.
__ADS_1
“Bukannya kesini buat bantuin dhira tapi ini dhira beres-beres sendiri”tanya Nathan karena melihat nadhira yang tengah beres-beres.
“Gue istirahat dulu kak”ucap Revan dengan tersenyum malu dah salah tingkah.