Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Leo menyebalkan


__ADS_3

Pagi telah datang dan Nanda sedang memasak sedangkan nadhira masih mandi di kamar mandi dan Nathan jelas dia masih tertidur dia ingin bangun hanya saja dia canggung harus bersikap bagaimana terhadap Nanda, terkadang jantung Nathan berdebar hanya saja Nathan masih tidak tau dengan hatinya.


Tak lama nadhira selesai mandi dan sudah siap-siap serta menghampiri kakaknya yang masih tertidur.


“Kak bangun, ayo katanya mau pulang ke Bandung”ucap nadhira yang dimana hari ini kakaknya akan segera pulang ke kampung halamannya.


“Iya iya”ucap Nathan sambil meregangkan badannya.


“Bangun mandi bukan malah duduk terus”ucap nadhira yang kakaknya hanya terdiam dan tidak segera beranjak.


“Iya-iya”ucap Nathan yang berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Nadhira menghampiri Nanda yang tengah memasak dengan serius.


“Masak apa nan?”tanya nadhira tak kala menghampiri Nanda yang sedang memasak.


“Aku masak nasi goreng, biar cepet aja”ucap Nanda yang mengaduk nasi gorengnya.


“Yaudah aku duduk yah”ucap nadhira yang berjalan menuju ke meja makan menunggu Nanda selesai masaknya, dan tak lama akhirnya Nanda beres dan segera menaruh nasi gorengnya yang sudah terbagi menjadi 3 piring sesuai orang yang berada di Apartemen ini.


“Makasih nan”ucap nadhira tak kala Nanda yang menaruh makanannya.


“Iya sama-sama ayo makan”ucap Nanda yang juga duduk makan.


“Kayanya enak”ucap Nathan yang dimana dia sudah selesai bersih-bersih dan berdiri di samping nadhira.


“Iya kak enak”ucap nadhira yang makan nasi gorengnya begitu pun Nathan yang duduk dan memakan nasi gorengnya yang enak dan sesuai seleranya.


Mereka pun makan dengan Nanda yang masih canggung dengan Nathan begitupun Nathan.


“Dhira kakak gak bisa Anter kamu gak apa-apa? Soalnya kakak harus cepet pulang ada meeting”ucap Nathan karena dia yang sudah beberapa hari berada di Jakarta.


“Iya kak gak apa-apa, kita bisa naik taksi kok tenang aja”ucap nadhira tersenyum dan memaklum kakaknya tersebut.


“Kamu mau mobil kah? Biar gampang ke kantornya?”tanya Nathan yang Dimana adiknya tidak punya mobil.

__ADS_1


“Gak usah kak, dhira lagi nabung kok, dhira ingin punya mobil hasil jerih payah sendiri”ucap nadhira yang tak ingin merepotkan keluarga nya terus apalagi dia yang sudah dewasa sekarang.


“Yaudah kalau begitu, kalau butuh apa-apa hubungi kakak aja yah”ucap Nathan dia masih tetap menganggap adiknya itu masih kecil yang selalu membutuhkan bantuannya.


“Iya kak, Yaudah dhira sama Nanda mau pamit yah”ucap nadhira yang dimana sudah jadwalnya untuk berangkat kerja.


“Iya hati-hati”ucap Nathan yang dimana dia sebentar lagi juga kan pulang.


Nadhira dan Nanda pun keluar dari pintu setelah berpamitan, jangan sampai mereka terlambat kalau terlambat habislah sama bos yang super galak. Mereka pun sudah menaiki bus yah bus, karena nanda mengajak nadhira untuk menaiki bus agar lebih hemat yah walau cukup penuh tapi nadhira yang bahagia dan senang karena dia yang jarang sekali naik bus.


Tak lama pun mereka sudah sampai di kantor tersebut dan berjalan menuju ke gedung mading-masing, nanda yang turun lebih dahulu karena lantai tempatnya kerja berada di bawah sedangkan nadhira berada di atas, nadhira berjalan menuju Ruangannya dan betapa terkejutnya sudah ada setumpukan pekerjaan yang menunggu nadhira.


“Baru juga masuk udah di siapin kerjaan banyak”ucap nadhira yang menghela napasnya dan bisa-bisa hari ini dia harus lembur karena mengerjakan pekerjaannya dan kalau Leo tau dia belum menyelesaikannya Leo pasti marah.


“Selamat pagi, rajin udah datang”ucap Revan yang baru saja datang bersama dengan Leo dia sengaja datang kesana untuk bertemu dengan nadhira.


“Iya pak, kebetulan bangunnya pagi”ucap nadhira tersenyum.


“Yah iyalah, udah beberapa hari gak kerja masih aja telat”ucap Leo dengan wajah dinginnya dan tampak tegas serta menakutkan”jangan lupa bawa kopi ke kantor saya”ucap Leo memasuki ruangannya.


“Udah memang begitu, atau mau saya bikinin kopi buat pak leo nya?”tanya Revan menawarkan bantuan.


“Gak usah kak, dhira aja yang bikin, dhira duluan yah”ucap nadhira yang berjalan menuju ke arah dapurnya untuk membuatkan kopinya yang kalau terlambat dia akan di marahi oleh leo.


Nadhira yang sudah selesai membuat kopi, kemudian dia yang masuk keruangan leo untuk memberikan kopinya.


“Ini pak”ucap nadhira menaruh kopinya di atas mejanya leo.


“Makasih”ucap leo yang mengambil kopi dan hendak meminumnya.


“Ah”ucap leo yang kepanasan. Karena air kopinya yang masih panas.


“Kenapa pak?”tanya nadhira yang kembali melihat ke arahnya Leo.


“Panas dhira, kenapa kamu buat kopi panas?”tanya Leo yang kesal karena lidahnya kepanasan.

__ADS_1


“Yah jangan dulu di minum pak, di diamkan dulu sebentar kan kopinya baru aja di buat”ucap nadhira yang heran dengan kelakuan dari bosnya tersebut.


“Kamu gak tau dhira atau udah lupa sama kopi kesukaan saya hah? Saya mau kopi yang tidak terlalu panas dan dapat diminum”ucap leo yang heran mengapa nadhira lupa akan kebiasaannya padahal hanya beberapa hari dia tidak bekerja.


“Maaf pak lupa, dhira bikin lagi aja yah”ucap nadhira yang akan membuat kopi kembali karena ia lupa yang Dimana kopi yang ia buat adalah kesukaan Nathan.


“Gak usah, kerja aja sana banyak pekerjaan yang harus hari ini selesai”ucap Leo dengan cuek nya dan dinginnya.


“Iya pak”ucap nadhira dengan kesal dengan sikapnya Leo, kalau bukan dia yang butuh pekerjaan ini dan hanya pekerjaan ini yang di setujui oleh Nathan sang kakak.


Nadhira yang duduk di kursinya dengan setumpukan berkas yang harus ia lihat dan urus, apakah dia dapat menyelesaikannya sekarang atau tidak.


**


Sedangkan di tempat lain Nikko yang semakin cuek kepada Sonya enggan untuk menyapa Sonya sedikitpun.


“Nik”ucap Sonya menghampiri nikko yang tengah terduduk di sofanya.


“Apa?”tanya nikko dengan simpel.


“Ini ada kejutan buat kamu”ucap Sonya sambil memberikan sebuah kotak yang akan membuat laki-laki bahagia ketika melihat itu semua.


“Apaa?”tanya nikko dengan simpel.


“Buka aja”ucap Sonya tersenyum dan nikko membuka nya.


“Oh”ucap nikko dengan dinginnya.


“Cuman oh doang?”tanya Sonya yang heran dengan sikapnya nikko yang seakan biasa-biasa aja.


“Yah terus harus gimana? Harus bikin pengumuman?”tanya nikko sambil melihat ke arahnya Sonya.


“Yah bukan begitu. Setidaknya kamu bahagia kek ini anak kamu”ucap Sonya yang mencoba meminta perhatian dari nikko.


“Biasa aja”ucap nikko yang beranjak dari duduknya berjalan menuju ke kamar mandi tidak menghiraukan Sonya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2