
Nanda yang keget dengan pertanyaan itu ia tak menyangka kalau Nathan akan bertanya seperti itu walaupun Nathan membencinya tapi Nanda tak habis pikir bagaimana bisa Nathan bertanya dengan siapa dia tidur sehingga hamil.
Nanda hanya bisa menangis tidak dapat berkata apa-apa rasanya sakit sekali melebihi saat dia di usir dari rumahnya Nathan, bisa-bisanya Nathan seperti ini kepadanya apa semenjijikkan ini dirinya sehingga Nathan berpikiran begitu.
“Aku pamit kak”ucap Nanda yang tak ingin menjawab dan memilih untuk berdiri dan pulang karena berbicara denga Nathan akan sua-sia saja.
“Lo mau kemana? Jawab pertanyaan gue”ucap Nathan yang dengan keras menarik tangannya Nanda dan ia juga membentak Nanda dengan keras, Nathan yang rasanya sudah tak bisa menahan emosinya dan ingin tau jawabnya siapa orang yang menghamili istrinya tersebut.
“Jawab aku siapa laki-laki brengsek yang berani-beraninya nidurin kamu nan, apa laki-laki yang photo berdua sama kamu saat di Bandung”ucap Nathan yang membentak Nanda dengan keras tak peduli dengan perasaan Nanda apakah Nanda sakit hati, Nathan yang sangat marah terhadap Nanda padahal yang selama ini mensia-siakan Nanda adalah dirinya sendiri.
“Udah Nath, aku lelah”ucap Nanda yang rasanya ia ingin istirahat dan tak ingin berada di sini apalagi dengan Nathan yang terus saja marah kepadanya.
“Jawab gue nan, siapa laki-laki lo jangan diam aja”ucap Nathan yang lagi dan lagi membentak Nanda.
Nadhira yang baru saja masuk ke dalam Apartemennya ia tampak kaget mendengar Nathan yang membentak Nanda padahal walapun kakaknya menyebalkan tapi Nathan tak pernah marah seperti itu kepada siapapun tapi mengapa Nathan terlihat sangat marah kepada istrinya.
“Kak Nathan”ucap nadhira membentak kakanya yang berbicara kasar dan membentak Nanda yang sudah terlihat berkaca-kaca.
“Lo kenapa Nath? Lo tenang dulu”ucap Leo yang memang mengikuti nadhira sedari tadi kerena khawatir dan siapa sangka ia akan melihat adegan ini.
“Gue gak bisa tenang Leo, gue mau tau siapa laki-laki brengsek yang meniduri Nanda dan buat Nanda hamil”ucap Nathan yang masih tetap ingin tau siapa laki-laki itu.
__ADS_1
“Kak Nathan gila atau apa sih, yah pasti Nanda hamil anak kak Nathan lah”ucap nadhira yang memang Nathan adalah suaminya terus siapa lagi kalau bukan dia ayah dari anak yang di kandung Nanda.
“Gue gak pernah sentuh dia dhira”ucap Nathan yang merasa dari awal menikah dia tidak pernah menyentuh Nanda karena memang dia yang belum mencintai Nanda dan teralihkan oleh adanya Angeline.
Nanda yang kaget karena bisa-bisanya Nathan berkata seperti itu.
“Nath, kamu gak usah tau siapa ayah bayi dalam kandungan aku, ini anak bukan anak siapa-siapa”ucap Nanda yang kesal dengan ucapan Nathan yang berbicara begitu kepadanya.
“Dasar perempuan murahan, lo berani tidur sama laki-laki lain sampai hamil, lo gak bisa jaga diri”ucap Nathan yang sudah emosi dan mengucapkan ucapan yang aneh-aneh.
Nanda yang sudah tak dapat berkata apa-apa lagi rasanya tak sanggup mendengar caci makian Nathan terhadap dirinya, Nanda berlari meninggalkannya mereka yang berada di sana, ia segera keluar dari Apartemennya nadhira.
“Nan kamu mau kemana?”tanya nadhira yang berusaha mengejar Nanda, nadhira terburu-buru agar ia dapat mengejar Nanda dan meminta maaf atas apa yang di ucapannya Nathan kepadanya.
Nadhira juga merasa heran mengapa Nathan bersikap seperti itu kepadanya. nadhira segera kembali ke Apartemennya untuk berbicara dengan Nathan.
Sedangkan Nathan yang kesal dan marah ia duduk di sofa dengan sangat emosi karena dia yang tidak mendapatkan jawaban dari nanda.
“Nath lo gila apa hah? Harusnya lo tanya baik-baik sama Nanda bukannya begini”ucap Leo yang juga ikut kesal dengan tingkah sahabatnya tersebut.
“Gue udah bicara baik-baik leo tapi dia gak menjawab pertanyaan gue, gue emosi”ucap Nathan yang tiba-tiba emosinya memuncak.
__ADS_1
“Lo harusnya sabar, nanda lagi hamil kalau dia kenapa-kenapa gimana?”tanya leo ia juga khawatir terhadap nanda karena bagaimana pun nanda merupakan karyawannya.
Nadhira yang sudah kesal dan marah ia segera mendekat ke arah kakaknya ia tak menyangka kakaknya akan sebrengsek ini, sebelumnya kakaknya memang brengsek tapi tak menyangka ia akan lebih brengsek sampai-sampai berkata kasar kepada istri sebaik nanda.
“Kak Nathan kenapa sih? Harusnya kak Nathan perbaiki hubungan kak Nathan sama nanda, bukannya kak Nathan bikin kacau”ucap nadhira yang berdiri dengan marah.
“Dhira, suami mana yang gak marah kalau istrinya hamil sama laki-laki lain”ucap Nathan yang tetap berpikiran bahwa ia tidak pernah menyentuh nanda sedikitpun.
“Kak Nathan, dhira yakin kalau nanda hamil anak kak Nathan”ucap nadhira yang percaya bahwa memang nanda anak baik-baik dan tak pernah pacaran sehingga ia yakin anak yang di Kandung nanda adalah anak kak Nathan.
“Tapi gue gak pernah sentuh dia, mana mungkin bisa hamil”ucap Nathan yang tetap membela diri.
“Nath lo nikah sama nanda cukup lama masa lo gak pernah sentuh dia hah? Lo udah nikah bukan cuma pacaran dan gue yakin lo gak mungkin gak sentuh dia”ucap leo yang tau karakter laki-laki, mana mungkin menikah tapi tidak melakukan apapun.
“Gue yakin leo gue gak sentuh dia sedikitpun”ucap Nathan.
“Kalau nanda bukan hamil anak kak nathan lalu dia hamil anak siapa kak, nanda perempuan baik-baik gak akan begitu”ucap nadhira yang memang ia sudah mengenal nanda cukup lama walaupun memang tidak terlalu akrab.
Nadhira juga yang sebenarnya ingin istirahat karena teringat kembali kepada Revan tapi karena ulah kakaknya sehingga dia tidak dapat istirahat.
“Nath lo lupa mungkin, gue yakin itu anak lo, selama dia kerja sama gue, gak pernah gue lihat nanda sama laki-laki lain, gue hanya pernah lihat dia nangis sambil melihat photo lo aja”ucap leo yang memang semenjak Revan meninggal dan nadhira yang masih cuti, nanda menjadi sekertarisnya untuk membantu pekerjaannya.
__ADS_1
“Tapi leo, gue yakin, gue gak pernah sentuh dia”ucap Nathan yang masih tidak ingat.
Leo mulai kesal dengan Nathan yang tak mengakuinya begitupun dengan nadhira sehingga mereka berdua meninggalkan Nathan agar berpikir sejenak dan menyadari perbuatannya dan menyadari apa yang ia ucapkan kepada nanda begitu kejam dan mungkin menyakiti perasaannya nanda.