
Sesuai janji Bu Vania menginap di Apartemennya nadhira karena dia yang merasa khawatir kepada nadhira sampai Nanda datang kembali ke sini.
“Tante ini tante tidur di kamar dhira aja. Biar dhira tidur di kamar Nanda aja”ucap nadhira yang mempersilahkan bu Vania agar segera istirahat di kamarnya.
“Kamu tidur sama tante aja sayang. Biar kita ada temen ngobrol”ucap bu Vania yang merasa kesepian dan ingin lebih dekat dengan sang calon menantu, bu Vania merasa sangat senang karena Revan menikah apalagi dengan perempuan seperti nadhira yang baik dan polos.
“Boleh tante, tapi dhira mau mandi dulu yah”ucap nadhira karena badannya cukup lengkap sehingga ia ingin mandi lebih dahulu.
“Yaudah sayang. Tante tunggu disini”ucap bu Vania yang masuk dan duduk di ranjangnya sedangkan nadhira masuk ke kamar mandi untuk mandi.
**
Sedangkan di tempat lain, Nanda yang barada di kamarnya sendirian. Ia menunggu nathan yang tiba-tiba saja pergi setelah mendapatkan telponnya, Nanda juga tidak tau siapa yang menelponnya sampai-sampai nathan pergi terburu-buru.
Nanda yang merasa ngantuk ia pun tidur walaupun Nathan yang belum juga pulang, sebenarnya Nanda kecewa atas sikap nathan padahal jelas Nathan yang tidak mengizinkannya untuk pulang bersama nadhira tetapi dia yang malah meninggalkan Nanda sendirian dan kebingungan.
Di tempat lain lagi dan lagi nathan menemui perempuan yang semalam bersamanya itu entah apa yang di pikirkan Nathan padahal ia yang sudah menikah dan tidak baik kalau ia meninggalkan istrinya sendirian.
“Lo kenapa Angel?”tanya Nathan yang datang karena ia khawatir kepada Angel yang mengeluh sakit.
“Kayanya magh gue kambuh deh, gue lupa belum beli obat”ucap Angel padahal ia yang berpura-pura sakit agar Nathan perhatian sama dia dan tidak perhatian kepada istrinya.
“Yaudah lo istirahat aja, biar gue yang beli obat dulu ke bawah”ucap Nathan yang membaringkan Angeline dan segera keluar untuk membeli obqt karena dia yang khawatir dan takut terjadi sesuatu kepada Angeline.
__ADS_1
“Akhirnya Nathan terpancing juga sama gue”batin Angeline ia masih tidak ikhlas dan menerima bahwa Nathan sudah menikah karena ia yang masih mencintai Nathan.
Handphonenya Nathan tergeletak begitu dan Angeline melihat ada pesan dari istrinya yang menunggu Nathan untuk pulang, Angeline membalas bahwa Nathan malam ini tidak akan pulang.
Saat ia sedang melihat handphone Nathan tak lama Nathan pulang dan membawa obat.
“Lo udah makan belum?”tanya dengan wajah yang khawatir dan ia duduk di samping Angeline.
“Belum Nath, aku merasakan sakit dari tadi dan belum sempat masak dan makan”ucap Angeline berbohong padahal ia hanya ingin cari perhatian saja.
“Yaudah bentar gue masak bubur dulu yah”ucap Nathan yang segera ke dapur untuk memasak bubur untuk Angeline. Angeline merasa sangat bahagia karena kepulangannya tak sia-sia walaupun Nathan sudah menikah tetapi dia masih perhatian kepadanya.
“Ini makan dulu”ucap Nathan yang akan menyuapi Angeline, Nathan dengan telaten menyuapinya.
**
Nanda mencoba menelpon Nathan untuk memberitahu bagaimana tapi tetap saja Nathan tidak menjawab sehingga ia segera bersiap-siap untuk kembali lagi ke Jakarta.
“Nan kamu mau kemana udah rapih?”tanya Bu Wulan yang melihat menantunya itu sudah rapih dan membawa tas.
“Nanda aja pekerjaan mendadak mah, pah, dari kantor yang mengharuskan Nanda datang”ucap Nanda menjelaskan karena takutnya ada kesalahpahaman.
“Yaudah sayang. Tapi kamu gak lelah? Apa sebaiknya kamu resign aja bekerja”ucap Bu wulan yang kasihan dan takutnya menantunya lelah dan enggan LDR bersama suaminya.
__ADS_1
“Yah gak bisa resign mendadak dong mah. Apalagi Nanda sekarang lagi di perlukan pasti perusahaan tidak mengizinkannya”ucap pak Angga yang tau bahwa dalam bekerja tidak asal keluar saja banyak hal yang harus di persiapkan sebelum resign.
“Oh yah, Nathan kemana sayang kok gak ikut turun?”tanya Bu wulan karena tidak melihat ada anaknya tersebut.
“Kak Nathan ada kerjaan mah. Semalam ia pergi”ucap Nanda berbohong padahal ia tak tau kemana suaminya tersebut.
“Kerjaan apa Nanda? Jangan bohong kamu cerita kepada om Nathan kemana?”tanya pak Angga yang melihat bahwa ada yang Nanda tutupi dari dirinya.
“Nanda gak tau pah, mah. Cuma itu yang kak Nathan bilang sama Nanda”ucap Nanda yang kalau ia berbicara takut ketahuan dan Nathan marah.
“Yaudah sayang, gak apa-apa, kalau kamu mau pulang sekarang sarapan dulu gih nanti pak supir yang anterin”ucap Bu wulan yang khawatir dengan menantunya itu yang harus pulang sendirian sedangkan Nathan entah kemana.
“Gak usah tante, Nanda berangkat sekarang aja, Nanda naik bis kereta aja”ucap Nanda yang memang tak ingin merepotkan mertuanya tersebut.
“Enggak kok sayang, nanti di anterin supir aja yah, dan kalau Nathan udah pulang tante akan suruh Nathan untuk segera menyusul kamu ke Jakarta yah”ucap Bu wulan yang ia tak tau permasalahan anaknya dan menantunya itu tetapi ia tau dari raut wajah istrinya bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja dan ada masalah.
“Gak udah mah, biar papah yang anterin Nanda aja, sekarang kamu sarapan dulu nanti papah antar”ucap pak Angga yang sangat menyayangi menantunya, ia geram dengan tingkah anaknya itu yang selalu saja pergi tanpa berpamitan.
“Yaudah pah, terima kasih”ucap Nanda yang duduk di kursinya dan ikut sarapan walaupun ia yang masih canggung harus makan bersama dengan mertuanya tersebut.
Nanda sarapan dan tak lama ia pun selesai, Nanda pamitan kepada Bu Wulan karena kalau tidak ada pekerjaan yang mendadak ia tak akan pulang ke Jakarta karena dia juga sangat sayang dan nyaman dengan keluarga nadhira yang menyayanginya dan menganggapnya sebagai anak, terlepas dari Nathan yang selalu menyakitinya.
Nanda di antar oleh pak Angga menuju stasiun kereta karena akan lebih cepat di bandingkan ia yang harus di antar supir belum lagi macet di perjalanan.
__ADS_1
“Pah Nanda pamit yah”ucap Nanda berpamitan karena memang ia akan segera naik kereta.
“Iya Nanda, hati-hati yah, nanti papah akan suruh Nathan susul kamu yah. Papah harap kamu harus sabar dengan segala tingkahnya Nathan”ucap pak Angga yang tau kalau Nathan tidak bekerja melainkan pergi begitu saja dan entah kemana, pak Angga sangat takut apabila Nanda yang ingin berpisah dengan Nathan karenanya menurut pak Angga nanda adalah yang terbaik untuk Nathan.