Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nanda berbohong


__ADS_3

Nanda yang bangun dari tidurnya tapi dia tidak melihat adanya Nathan di sampingnya dan ia sangat yakin kalau Nathan memang belum pulang, Nanda sangat khawatir kepada Nathan dan mencoba menelpon kembali tapi tetap saja tidak Nathan angkat.


Nanda yang segera bersiap-siap karena pagi ini ia sudah janji ingin pergi ke rumah mertuanya karena keluarga Revan akan datang melamar nadhira. Nanda bingung bagaimana cara ia memberi alasan kepada orang tuanya dimana Nathan padahal ia sendiri tidak tau di mana suaminya itu.


Setelah berpikir panjang dan merenung ia yang sudah selesai siap-siap akhirnya berangkat menggunakan taxi menuju ke rumah mertuanya, ia akan beralasan kalau Nathan masih tidur saja dan mudah-mudahan mertuanya itu percaya kepadanya.


“Kak ayo dong angkat”ucap Nanda yang sudah berada di mobil ia berusaha menelpon Nathan yang semoga saja kali ini di angkat oleh Nathan.


“Kak kemana sih”ucap Nanda yang khawatir tapi untung saja telpon kali ini di angkat tetapi yang mengangkatnya bukan Nathan terapi seorang perempuan entah siapanya Nathan.


Nanda yang mendengar jawaban dari balik telpon Nathan dimana yang menjawabnya seorang perempuan dia merasa sakit hati, kecewa dan sedih karena bagaimana bisa ia yang di tinggalkan oleh suaminya pada malam pertama pernikahannya.


Nanda yang sedikit menangis karena tidak karena air matanya yang tidak dapat ia sembunyikan, Nanda mencoba menghapus air matanya karena dia sudah sampai di rumah mertuanya takut mertuanya bertanya mengapa ia menangis, Nanda memasuki rumahnya Nathan dengan rasa cemas dan gelisah.


“Assalamualaikum”ucap Nanda tak kala ia masuk ke dalam rumah mertuanya walaupun ia yang masih sangat canggung karena dia yang tidak pernah di bawa oleh Nathan ke rumahnya karena pertemuan mereka terjadi di Apatemennya nadhira.


“Waalaikumsalam, eh Nanda udah datang sayang”ucap Bu wulan dengan ramah.”ayo sayang duduk”ucap Bu wulan mempersilahkan Nanda untuk duduk disana ada pak Angga dan nadhira yang tengah duduk berbincang.


“Nathan kemana? Kok kamu gak bareng dia?”tanya pak Angga yang melihat menantunya datang sendirian tanpa Nathan.


“Oh iya pah. Kak Nathan masih tidur tadi. Nanda duluan kesini”ucap Nanda berbohong karena ia yang bingung harus bagaimana menjawabnya.


“Jangan bohong, aku bilanga ia yang jujur Nathan kemana?”tanya pak Angga dengan tegas karena ia tau bagaimana sang anak yang sangat menyebalkan dan tak bisa di atur.


“Enggak kok pah. Kak Nathan lagi tidur mungkin kecapean”ucap Nanda berbohong kembali.

__ADS_1


“Udahlah pah jangan bicara begitu sama Nanda, nanti Nanda takut”ucap Bu wulan yang sudah melihat menantunya itu tampak ketakutan dengan mata yang seakan ingin menangis.


“Iya pah. Jangan galak-galak sama Nanda, Nanda gak biasa digituin”ucap nadhira yang kasihan kepada sahabatnya itu yang terlihat ketakutan.


“Iya pah, udah jangan bertanya yang aneh-aneh sama Nanda, mamah yakin kok Nanda gak akan bohong, iya kan sayang?”tanya Bu wulan sambil melihat ke arah menantunya tersebut karena dia sangat yakin bahwa Nanda tidak akan berbohong.


“Iya mah”ucap Nanda yang bisa tersenyum agar tidak ketahuan oleh mertuanya tersebut.


“Yaudah sayang kamu istirahat aja disana yah. Mamah sama dhira mau masak dulu buat nanti tamu”ucap Bu wulan yang takutnya sang menantu merasa lelah.


“Gak usah mah. Nanda bantuin aja”ucap Nanda yang merasa tak enak karena dia kalau dia hanya berdiam diri saja.


“Gak apa-apa nan, kamu istirahat aja yah, jangan bantuin kita pasti kamu lelah kasihan”ucap nandhira yang takutnya sang kakak ipar merasa lelah.


“Yaudah deh Nanda istirahat dulu”ucap Nanda yang merasa lelah juga.


”Mah, papah kok gak percaya yah sama Nanda, seperti Nanda yang menyembunyikan sesuatu kepada kita semua”ucap pak Angga yang berpikir dengan kerasa melihat tadi gelagatnya Nanda yang terlihat berbeda.


“Udahlah pah, mana mungkin Nanda bohong, mamah percaya kok sama Nanda, kalau Nanda itu gak akan pernah bohong sama kita”ucap Bu wulan yang kesal karena suami yang suudzon.


“Apaan sih papah, berpikiran negatif banget sama kak Nathan, dhira yakin kok kalau kak Nathan memang masih tidur karena dhira lihat kak Nathan sangat mencintai nanda”ucap nadhira yang baru saja kembali setelah mengantar nanda. yang menurut perlihatannya Nathan sangat mencintai Nanda dan tak akan pernah menyakiti nanda.


“Tapi dhira papah masih gak percaya sama kakak kamu. Papah masih khawatir kalau Nathan menyakiti hatinya nanda”ucap pak Angga yang sambil memegang korannya.


“Udahlah dhira, kita masak aja, jangan bicara sama papah kamu yang suudzon terus”ucap Bu wulan yang beranjak dari tempat duduknya bersama dengan Nadhira.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain Nathan baru saja terbangun dari tidurnya semalam ia tidak pulang karena ia yang mengantuk.


“Lo udah bangun?”tanya Angeline saat mengagetkan Nathan yang sudah bangun san sedang terduduk di ranjangnya.


“Lo lihat sendiri gue udah duduk berarti udah bangun”ucap Nathan dengan juteknya.


“Apaan sih pagi-pagi lo udah ribet, nih tadi istri lo telpon”ucap Angeline memberikan handphonenya kepada Nathan.


“Lo angkat telpon dia?”tanya Nathan saat melihat panggilan telpon yang Dimana telponnya memamg di angkat oleh Angeline.


“Iya gue angkat. Itu udah banyak banget panggilannya dan dari tadi pagi berdering terus”ucap Angeline menjelaskan.


“Yaudah gue mandi dulu”ucap Nathan yang berjalan menuju ke kamar mandinya karena dia yang khawatir dan gelisah takut ketahuan sama orang tuanya bahwa ia semalam tidak pulang.


“Oke, gue buatin sarapan”ucap Angeline yang berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk Nathan.


Nathan membersihkan badannya dengan cepat karena takutnya kelurga Revan yang sudah datang serta Nanda yang sendirian.


Tak selang beberapa lama akhirnya Nathan pun selesai mandi dan bersiap-siap. Ia segera mengambil kunci mobilnya dan hendak pulang.


“Nath lo gak mau sarapan dulu?”tanya Angeline yang melihat Nathan sudah selesai dan rapih.


“Gue gak sarapan, lo aja makan”ucap Nathan yang terburu-buru dan segera meninggalkan Apartemennya Angeline.


Sedangkan Nanda yang berada di kamarnya Nathan ia melihat ke kiri dan ke kanan untuk melihat seluruh isi kamarnya Nathan yang di cat warna hitam dan terlihat seperti kamar laki-laki, kamar Nathan pun di penuhi buku-buku dan photo yang ia pajang, Nanda duduk di ranjang dan ia membuka buku yang berada di meja dekat ranjangnya Nathan tapi saat ia melihat buku itu terselip sebuah photo Nathan dengan perempuan lain.

__ADS_1


“Kak apakah kak Nathan masih mencintai dia?”tanya Nanda dalam hatinya saat ia melihat photo tersebut.


__ADS_2