Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Sonya menyusul Nikko


__ADS_3

Hari ini nadhira terlihat berbeda karena kemarin ia bertemu dengan Nikko dan nadhira merasa takut bertemu dengan Nikko lagi karena takutnya Nikko mengganggunya dan terjadi kesalahpahaman Antara nadhira dan Sonya kedepannya.


Nadhira enggan untuk berangkat ke kantor rasanya ia ingin berdiam diri untuk hari ini ia akan berpikir dahulu bagaimana kedepannya sikapnya saat tak sengaja bertemu dengan Nikko di jalan.


Nadhira tengah terduduk di sofanya hari ini ia memutuskan untuk tidak ke kantor, hari ini ia akan meminta izin bahwa ia tengah sakit, lalu dia mengambil handphonenya untuk memberi kabar kepada Leo bahwa ia hari ini tidak akan masuk kerja.


Nadhira


“Pak Leo dhira hari ini tidak bisa ke kantor karena dhira merasa tidak enak badan dan ingin beristirahat di rumah harap bapak memakluminya”.


Balas Leo


“Oke”


“Dasar bos dinginnya minta ampun orang Chat panjang-panjang cuman di balas oke aja”ucap nadhira sambil memakan cemilannya.


“Tapi kalau gak kerja bosan, oh udah lama semenjak kerja belum pernah nonton drama lagi, apa hari ini aku nonton drama aja”ucap nadhira yang mulai menyalakan televisi nya untuk menonton drama Korea, yah nadhira suka menonton drama Korea tetapi semenjak ia bekerja di perusahaan Leo menjadi lebih sibuk sampai-sampai tidak ada waktu untuk ia menonton.


Nadhira asik menonton dengan memakan camilan yang berada di tangannya, sedangkan di kantor hari ini Revan tidak melihat nadhira, apakah gara-gara ia menyatakan cintanya kepada nadhira sehingga nadhira menghindar darinya.


“Bang dhira kemana?”tanya Revan yang sudah berada di ruangan Leo dengan muka yang khawatir wanita pujaannya tidak masuk kantor hari ini.


“Mungkin karena takut melihat kamu”ucap Leo dengan acuh tak acuh.


“Beneran dong bang kenapa?”tanya Revan yang penasaran.


“Dhira sakit”ucap Leo dengan singkat sambil membuka berkas yang akan ia siapkan untuk meeting.

__ADS_1


“Sakit apa bang?”Tanya Revan yang mulai kepo, entah dari mana otak keponya pokoknya di antara keluarganya ia termasuk orang yang sangat kepo dan cerewet.


“Kamu tanya aja”ucap Leo yang enggan untuk menjawab dari pertanyaan Revan ia lebih memilih untuk fokus membereskan pekerjaannya apalagi hari ini nadhira tidak masuk dan otomatis pekerjaannya doubel, ia tak menyuruh Revan mengerjakan karena revan yang sudah banyak kerjaan.


“Gitu amat bang sama karyawan”ucap Revan dengan cemberut.


“Revan kamu mau terus ganggu saya apa? Saya banyak kerjaan atau kalau kamu lagi senggang kamu kerjakan pekerjaan dhira yang menumpuk”ucap Leo yang sudah emosi mendengar semua pertanyaan dari revan yang mengganggu ia bekerja.


“Maaf bang, Revan kembali bekerja lagi”ucap Revan meninggalkan ruangan revan dengan lesu karena mendengar nadhira yang tidak masuk, seakan semangatnya hilang.


“Dasar Revan kalau gue punya karyawan sepuluh kaya Revan bisa-bisa gue tiap hari darah tinggi”ucap Leo, sebenarnya Leo pun terpaksa memperkerjakan revan karena revan sepupuhnya dan orang yang memahami karakternya tetapi sikap dan sifatnya yang selalu menjengkelkan orang lain.


Revan melanjutkan pekerjaannya sambil memikirkan nadhira gadis cantik yang ia cintai pada pandangan pertamanya, saat pertama bertemu revan sudah mulai menyukai nadhira.


“Khawatir jangan-jangan semalam terjadi sesuatu terhadap dhira”ucap revan yang raganya dimana tetapi pikirannya dimana.


**


Sonya yang tengah berberes-beres barang yang akan dibawanya ia tidak terlalu banyak membawa barang karena kemungkinan Nikko pun tidak akan terlalu lama berada di Jakarta. Ia memutuskan untuk membawa mobil sendiri ke tempat Nikko, Sonya sudah mengetahui keberadaan Nikko dari anak buahnya Nikko yang ia paksa untuk memberi tahu.


“Sampai jumpa sayang”ucap Sonya yang tengah mengendarai mobilnya dengan tersenyum bahagia.


Ia menelusuri kota Jakarta yang cukup padat, ia yang memang tidak terbiasa menyetir tetapi ia paksakan karena ingin bertemu dengan Nikko tetapi enggan menaiki angkutan umum.


Sampai beberapa lama akhirnya Sonya pun sampai di parkiran Apartemnya Nikko, Nikko memutuskan untuk menyewa apartemen karena kemungkinan ia akan lama berada di Jakarta karena membujuk dhira untuk kembali kepadanya mungkin butuh beberapa waktu.


“Tok tok”suara ketukan dari pintu dan segera Nikko membukakan pintunya.

__ADS_1


“Sonya”ucap Nikko yang tak menyangka bahwa Sonya akan menyusul dirinya ke jakarta.


“Sayang aku kangen”ucap Sonya yang memeluk Nikko dengan erat, ia kangen kepada suaminya. Sonya yang memang mencintai Nikko berbeda dengan Nikko yang sama sekali tidak mencintai Sonya tetapi Sonya hanya sebatas pelampiasan nafsunya yang tidak ia dapatkan dari nadhira.


“Ngapain kamu kesini?”tanya Nikko sambil melepaskan pelukan Sonya dengan paksa.


“Kamu masih tanya aku ngapain kesini? Aku kangen sama kamu, apa gak boleh seorang istri merindukan suaminya”ucap Sonya


“Tapi Sonya aku disini itu lagi kerja kalau ada kamu, kamu pasti mengganggu aku bekerja”ucap Nikko sedikit marah.


“Memang kerjaan kamu apa Nikko?”tanya Sonya sambil masuk ke dalam Apartemen Nikko tanpa di persilahkan ia duduk di sofa sambil melihat ke adaan Apartemen itu.


“Pekerjaan aku sangat penting Sonya, aku harap kamu kembali lagi ke Bandung”ucap Nikko yang ikut duduk di kursinya, bagaimana mungkin Ia dapat mendekati nadhira saat Sonya berada disini.


”aku gak bakalan pulang, kalau kamu gak pulang”ucap Sonya sambil menyilangkan tangannya.


“Terserah”ucap Nikko sambil masuk ke dalam kamarnya membiarkan Sonya sendirian di ruang tamu.


**


Sedangkan di kantor Leo sudah waktunya menunjukkan pulang, Revan yang sangat bahagia bahwa nanti saat pulang ia akan menjenguk nadhira dan ia bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya tetapi siapa sangka niatnya mungkin akan terganggu karena Leo yang sudah berada di depan pintunya.


“Bang ada apa?”tanya Revan yang kaget melihat adanya Leo.


“Kamu jangan pulang dulu hari ini kita lembur banyak pekerjaan nadhira yang beluk selesai”jelas Leo


“Tapi bang?”tanya Revan dengan lesunya.

__ADS_1


“Tapi apa? Gak mau lembur?”tanya Leo dengan tatapan tajamnya dan membuat nyali Revan seketika menciut.


“Enggak bang, ia lembur dan mana berkas yang perlu saya kerjakan”ucap Revan yang mau tidak mau hari ini ia harus lembur bagaimana tidak kalau ia menolak bisa-bisa Leo memotong gajinya lima puluh persen dan dengan itu ia selalu menuruti perintah Leo.


__ADS_2