
Mereka sudah selesai mekan dan sampai saat itu pun Nathan masih belum pulang dan membuat Nanda sangat khawatir begitupun dengan nadhira tapi dia mencoba berpikiran positif mungkin saja Nathan bersama dengan Leo karena hanya Leo yang di kenal oleh Nathan.
“Yaudah saya pamit yah, udah malam”ucap Revan yang bergegas pergi karena tidak enak juga kalau berlama-lama apalagi waktu yang sudah malam.
“Yaudah hati-hati di jalannya kak”ucap nadhira tersenyum kepada sang kekasih.
Revan pun keluar dari Apartemennya nadhira dan ia berjalan menuju pulang sedangkan di Apartemen Nanda dan nadhira masih duduk di kursi ruang tamu menunggu Nathan pulang berharap sang kakak yang segera pulang walaupu matanya sudah tidak dapat di tahan lagi dia yang sangat merasa ngantuk.
“Nan ngantuk”ucap nadhira yang sudah cukup lama berada di sana dan mulai terasa ngantuknya.
“Tidur aja dhira, jangan maksain”ucap Nanda yang melihat nadhira yang sudah terlihat sangat ngantuk dan lelah. Apalagi nadhira dengan banyak tugas yang selalu Nathan berikan kepadanya.
“Tapi gimana kak Nathan? Aku mau nunggu kak Nathan pulang khawatir”ucap nadhira yang takut terjadi sesuatu kepada kakaknya, walaupun ia yang mengantuk berat pun masih berusaha membuka matanya.
“Dhira tidur aja yah, biar aku yang tunggu kak Nathan. Lagian aku kan udah tidur tadi jadi belum ngantuk”ucap Nanda yang merasa kasihan dan ia pun masih belum mengantuk karena tadi dia yang sudah lumayan lama tertidur.
“Yaudah kalau begitu aku tidur yah”ucap nadhira yang berjalan menuju ke arah kamarnya dengan mata yang tertutup karena dia yang sangar mengantuk tidak dapat tertahankan. Sedangkan Nanda sesekali melihat handphonenya ia ingin menelpon Nathan tetapi dia juga yang bingung harus berbicara apa apabila telponnya telah di jawab oleh Nathan.
Beberapa jam dia menunggu Nathan berharap Nathan pulang tapi belum juga pulang sampai Nanda juga yang merasa ngantuk dan akhirnya ia tertidur di sofa menunggu Nathan pulang.
Sekitar pukul 01.00 Nathan baru saja pulang ke Apartemen adiknya itupun dia yang dalam keadaan mabuk entah mengapa Nathan mabuk-mabukan seperti itu dan entah sama siapa juga.
__ADS_1
“Dhira buka”panggil Nathan dari balik pintu luar karena ia yang tidak bisa membuka pintunya karena kepalanya yang sudah mulai pusing.
Sedangkan nadhira yang tertidur sangat nyenyak dan tidak bangun walaupun Nathan sudah memanggilnya, Akhirnya Nanda bangun karena suara Nathan yang berisik dan ia berjalan menuju ke pintu untuk membuka pintu.
“Kak Nathan kenapa?”tanya Nanda yang melihat Nathan yang terlihat tidak baik-baik saja dengan jalan yang sempoyongan.
“Gue gak kenapa-kenapa kok”ucap Nathan yang berjalan menuju ke dalam walaupun dia yang berjalan dengan sempoyongan berusaha untuk sampai ke tempat tidur karena dia yang ingin merebahkan badannya.
“Kak Nathan mabuk?”tanya Nanda yang mencium badan Nathan dan tercium bau alkohol, dengan rambut yang berantakan juga.
“Gue gak mabuk”ucap Nathan dengan jawaban yang asal dan terbata-bata.
“Kak Nathan mabuk? Kenapa kak Nathan mabuk?”tanya Nanda sambil melihat Nathan lebih dekat karena Nanda yang heran mengapa Nathan mabuk.
“Kak Nathan kenapa? Kak Nathan marah sama Nanda?”tanya Nanda yang penasaran takutnya Nathan seperti ini akibat ulahnya Nanda yang tadi saat di kantor.
“Gue gak marah sama lo, hanya saja sebegitunya lo gak percaya sama gue, sebegitunya lo yakut di apa-apain sama gue, gue juga gak segila itu”ucap Nathan dengan nada tinggi karena Nanda yang terus bertanya kepada Nathan tentang semua itu padahal ia sudah berusaha melupakan apa yang terjadi tadi sore.
“Bukan begitu kak, Maafin nanda, nanda gak bermaksud kok”ucap nanda yang merasa bersalah atas semua yang terjadi tadi sore andai saja tadi dia tidak menolak pasti Nathan gak akan mabuk-mabukan.
“Udah gue mau tidur”ucap Nathan dengan sempoyongan karena mabuk dan masuk ke kamarnya nanda karena dia ingin tidur nyaman.
__ADS_1
“Kak Maafin Nanda, Nanda janji kok gak akan nolak kalau kak Nathan ngajak Nanda jalan lagi”ucap Nanda yang mengikuti Nathan ke dalam kamar karena Nathan yang berjalan sempoyongan.
Sedangkan Nathan tidak mendengar dan malah tertidur di ranjangnya Nanda terlihat sangat nyenyak.
“Maafin Nanda kak, Nanda udah berpikiran negatif sama kakak”ucap Nanda yang memegang tangannya Nathan karena dia yang merasa bersalah, bukannya Nanda yang takut di apa-apakan oleh Nathan, Nanda hanya takut bahwa semakin dia bersama dengan Nathan Nanda akan semakin sayang sama Nathan sedangkan dia Sadar bahwa derajat dia dan Nathan sangat jauh, Nathan yang masih mempunyai keluarga sedangkan dia tidak.
“Bukannya Nanda gak cinta sama kak Nathan hanya saja Nanda yang berbeda dengan kak Nathan, Nanda berharap kak Nathan tidur nyenyak”ucap Nanda yang beranjak dari ranjangnya dan ia berniat untuk keluar kamar dan tidur di kamarnya nadhira.
“Lo jangan pergi”ucap Nathan yang mengigau ia tak ingin kalau Nanda pergi dari sisinya dan memegang tangannya Nanda dengan erat.
“Kak Nanda mau tidur di kamarnya dhira”ucap Nanda yang mencoba melekaskan tangan dari tangannya.
“Lo jangan tinggalin gue”ucap Nathan yang malah menarik tangan Nanda, Nanda langsung tersungkur kepelukan Nathan yang sedang tidur, Nanda sudah berusaha melepaskan itu semua tetapi sangat sulit sehingga Nanda hanya diam saja selagi mereka memang tidak ngapa-ngapain.
**
Pagi hari pun tiba, nadhira bangun lebih dulu karena dia juga ingin melihat apakah kakaknya sudah pulang atau belum, ia segera bergegas ke luar kamarnya untuk melihat apakah ada Nathan sudah pulang atau tidak tapi saat ia melihat ke ruang tamu sofa berharap Nathan tertidur disana karena Nanda juga yang seharusnya tidur di kamarnya tetapi tidak ada.
“Masa kak Nathan belum pulang? Kalau kak Nathan belum pulang terus dia tidur dimana?”tanya nadhira yang bertanya-tanya karena memang kakaknya tidak mempunyai siapaun disini kecuali dirinya atau mungkin saja dia bersama dengan Leo, karena sahabatnya disini hanya Leo seorang.
Sedangkan nadhira yang ingin membangunkan Nanda karena ia yakin bahwa Nanda masih tertidur karena semalam Nanda yang menunggu Nathan untuk pulang walaupun Nathan yang belum pulang juga.
__ADS_1
Nadhira yang berjalan perlahan menuju kamarnya Nanda, nadhira sudah berusaha mengetuk pintu tetapi tidak di jawab oleh Nanda dan akhirnya nadhira masuk tapi saat ia masuk dia terkaget apa yang dia lihat karena dia yang tak menyangka atas apa yang dilihat dirinya.