
Nadhira baru saja bangun dari tidurnya tetapi tidak melihat ada Bu Vania tidur di ranjangnya, nadhira segera keluar untuk mengecek kemana Bu Vania.
“Tante gak usah repot-repot biar dhira aja yang masak”ucap nadhira karena tidak enak calon mertuanya sudah bangun sedari tadi dan memasak sedangkan ia baru saja bangun.
“Gak usah dhira, kamu siap-siap aja, biar tante aja yang masak”ucap Bu Vania yang sedang memotong bahan untuk memasak.
“Tapi tante, dhira gak enak”ucap nadhira yang merasa tak enak kalau harus membiarkan Bu Vania memasak.
“Gak apa-apa sayang, kamu mandi aja yah, nanti Revan jemput kamu kesini”ucap Bu Vania yang sudah menelpon anaknya untuk menjemput nadhira karena ia yang sangat khawatir.
“Yaudah kalau begitu tante, dhira mandi dulu yah”ucap nadhira yang berjalan menuju kamar mandi membiarkan Bu Vania memasak.
**
Sedangkan di tempat lain Nathan baru saja pulang ke rumahnya dengan terburu-buru. Nathan segera berjalan menuju ke kamarnya dimana istrinya semalam tidur ia merasa bersalah karena meninggalkan istrinya begitu saja.
“Nan aku pulang”ucap Nathan yang masuk ke dalam kamarnya untuk memanggil Nanda.
“Nan kamu dimana? Lagi mandi”panggil Nathan lagi karena dia tidak melihat adanya Nanda. Ia membuka kamar mandinya dan tidak ada istrinya disana.
__ADS_1
“Mah, Nanda kemana?”tanya Nathan yang melihat ibunya sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi.
“Kamu yang suaminya kok nanya sama mamah”ucap Bu wulan yang ia kesal kepada anaknya yang meninggalkan Nanda begitu saja apalagi tanpa pamit. Walaupun Nanda tidak bercerita apapun tapi Bu wulan tau bahwa Nanda menyembunyikan sesuatu dan ia tau bahwa Nathan tidak bekerja melainkan pergi untuk hal lain.
“Nathan cari di kamar gak ada mah, Nathan coba telpon Nanda juga gak ada Nathan khawatir”ucap Nathan yang kebingungan mencari keberadaan istrinya tersebut.
“Kamu urus aja urusan kamu sendiri, mamah gak mau ikut campur”ucap Bu wulan yang kesal kepada anaknya dan malah melanjutkan menontonnya, tak lama pak Angga yang pulang sehabis mengantar Nanda ke stasiun kereta.
“Pah Nanda kemana?”tanya Nathan yang mencoba bertanya kepada ayahnya dan semoga saja ayahnya tau dimana Nanda.
“Papah gak tau”ucap pak Angga yang ikut duduk di samping istrinya dan menonton televisi.
“Pah, mah. Jawab yang bener Nanda kemana? Nathan khawatir sama Nanda. Nathan takut terjadi apa-apa sama Nanda”ucap Nathan yang sambil mengecek handphone dan kembali menelpon istrinya tetapi lagi dan lagi nomornya tidak aktif.
“Nathan peduli sama Nanda pah, semalam Nathan ada urusan pekerjaan”ucap Nathan berbohong karena kalau sampai orang tuanya tau bahwa ia semalam bersama dengan Angeline bisa-bisa dia di marahi habis-habisan.
“Kerja? Apakah semudah itu papah kamu bohongi Nath? Papah tau kamu semalam dimana? Dan papah nyesel menikahkan kamu dengan Nanda yang sudah jelas anak baik-baik”ucap pak Angga yang dimana ia berpikir kalau Nathan menikah ia akan berubah dan mencintai Nanda tapi ternyata tidak Nathan malah semakin saja menggila.
“Pah, semalam Angeline sakit dan dia gak punya keluarga makannya Nathan beliin obat dan temenin dia”ucap Nathan jujur karena memang ia yang hanya kasihan saja dengan Angeline tidak ada hal lain, ia sudah berniat akan berubah demi Nanda.
__ADS_1
“Kamu bisa meluangkan waktu menemani orang lain tapi kamu tinggal istrimu sendirian Nath, papah gak habis pikir dengan pemikiran kamu yang begitu”ucap pak Angga yang menyentuh jidatnya karena ia yang pusing memikirkan Nathan.
“Pah, Angeline bukan orang lain, dia temen Nathan dan papah tau kan dulu gimana cintanya Nathan sama Angeline? Dan Gimana hancurnya hati Nathan saat Angeline pergi begitu saja”ucap Nathan yang dalam hatinya ia belum melupakan Angeline tapi ia juga harus berusaha menerima bahwa ia dan Nanda memang sudah menikah.
“Cinta? Papah sudah tau latar belakang Angeline makannya papah gak restuin kamu? Papah ingin kamu menikah dengan perempuan baik-baik Nath”ucap pak Angga yang memang pergaulan Angeline yang membuat pak Angga enggan merestui.
“Kenapa papah selalu melihat orang dari luarnya saja pah. Angeline perempuan baik-baik? Angeline gak seperti yang papah bicarakan”ucap Nathan yang tak terima cinta pertamanya di perlakukan seperti itu.
“Udah pah, Nath, jangan bertengkar malu sama tetangga”ucap Bu wulan yang mencoba menghentikan perdebatan antara Nathan dan pak Angga karena malu takutnya banyak tetangga yang mendengar perdebatan mereka apalagi baru saja Nathan menikah tetapi sudah bertengkar saja.
“Ini salah mamah yang selalu saja membela dan memanjakan Nathan”ucap pak Angga yang dimana istrinya selalu saja membela Nathan yang jelas-jelas Nathan salah.
“Pah bukannya mamah ingin membela Nathan tapi mamah hanya tak ingin ada pertengkaran di antara kalian”ucap Bu wulan yang sudah muak dan pusing dengan pertengkaran anaknya dan suaminya”Nathan kamu itu udah menikah harusnya kamu juga hargai perasaan Nanda jangan begitu saja meninggalkan Nanda”ucap Bu wulan sambil melihat ke arah anaknya.
“Mamah juga menyalahkan Nathan? Mah Nathan hanya membantu Angeline saja dan gak ada niatan Nathan untuk kembali lagi sama dia mah, semuanya masa lalu tapi Nathan gak ingin kalau papah menganggap Angeline adalah perempuan yang tidak baik”ucap Nathan yang baginya Angeline adalah perempuan yang baik dan mungkin dia dan Angeline memang bukan jodohnya saja.
“Mamah tau Nath, kamu cuman kasihan tapi kamu harus pikirin perasaan Nanda, mamah juga perempuan yang tau bagaimana perasaan Nanda Walaupun Nanda memang tidak memberitahukan apa yang terjadi kepada mamah”ucap Bu wulan yang melihat dari raut wajah dan gelagatnya Nanda.
“Mah, iya Nathan salah. Nathan janji gak akan ngulangin lagi kesalahan ini”ucap Nathan yang merasa bersalah kepada sang istri.
__ADS_1
“Udahlah mah, biarkan Nathan memikirkan bagaimana salahnya, kita gak usah ikut campur”ucap pak Angga yang menarik tangan istrinya menuju ke kamar membiarkan Nathan sendirian di ruang keluarga dengan wajah yang bingung dan sedih karena dia yang tidak tau dimana istrinya berada.
“Nan kamu dimana?”ucap Nathan yang mencoba menelpon istrinya kembali tetapi tetap saja nomor Nanda masih belum aktif dan membuat Nathan yang semakin khawatir saja, apakah Nanda pergi meninggalkannya begitu saja, berkecamuk pikiran Nathan.