Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Telat


__ADS_3

Mereka yang sudah sampai ke kantornya dengan tergesa-gesa dan nafas yang masih memburu bukannya merasa lega setelah sampai di kantornya tetapi malah takut karena tatapan dari sang bos yang begitu tajam dan menakutkan tau kan bagaimana menakutkannya Leo saat biasa pun terlihat menakutkan apalagi di saat ia marah bertambah raut wajahnya menjadi lebih sangar lagi.


“Kalian dari mana baru datang?”tanya pak Leo tak kala melihat nadhira dan Revan yang baru datang dengan ter engah-engah.


“Maaf pak ada kejadian yang tidak terduga”ucap nadhira memberi alasan karena ia tidak mungkin menjelaskan yang terjadi tadi bukannya Leo bakal memahami tetapi bakal menceramahinya.


“Iya bang maaf kita telat”ucap Revan dengan memohon.


“Kalian tau kan kita ini banyak kerjaan apalagi kemarin kamu gak masuk dhira semakin bertambah lagi pekerjaan yang harus kalian selesaikan”ucap Leo yang menyilangkan tangannya.


“Maaf pak dhira salah”ucap nadhira tak mampu berkata-kata.


“Udahlah bang lagian kan kita juga baru telat sehari”ucap Revan membela diri.


“Sehari lama kelamaan menjadi kebiasaan”ucap Leo yang menjadi lebih marah lagi.


Nadhira dan Revan pun terdiam karena bingung harus memberi alasan apalagi semua alasan tidak akan pernah Leo terima.


“Kalian pokoknya bulan ini tidak ada bonus”ucap Leo yang memang ia orangnya sangat disiplin tidak ingin ada yang terlambat walaupun cuman satu menit.


“Tapi bang”ucap Revan yang tidak terima bahwa bulan ini tidak ada bonus.


“Tidak ada tapi-tapian pokoknya sekarang Revan kamu kerjakan pekerjaan kamu dan kamu dhira belikan saya sarapan”ucap Leo yang ia merasa lapar karena semalam ia tidak pulang kerumahnya sehingga ia tidak sarapan.


“Biar saya aja bang, dhira kasihan cape”ucap Revan yang tidak ingin melihat nadhira kelelahan apalagi nadhira yang baru saja sembuh dari sakitnya.


“Pokoknya saya pengen dhira yang beli”ucap Leo yang permintaannya tidak dapat di tolak oleh orang lain.


“Gak apa-apa kak Revan aku beliin dulu sarapan buat pak Leo”ucap nadhira sambil berjalan menuju ke arah liftnya untuk membelikan sarapan.

__ADS_1


“Bang lo jangan keras-keras dong sama dhira kasihan kan”ucap Revan membela nadhira.


“Biar dia lebih disiplin lagi”ucap Leo sambil meninggalkan ruangan staf dan masuk menuju ke ruangannya.


“Temperamennya bukannya hilang malah makin menjadi”ucap Revan tak kala melihat Leo yang masuk ke ruangannya dan ia pun masuk ke ruangannya untuk bekerja karena jangan sampai Leo marah lagi kalau kerjaan yang Leo pinta belum beres.


Sedangkan nadhira yang berjalan menuju ke arah sebuah cafe untuk memesan sarapan untuk Leo dengan napasnya yang terengah-engah karena kalau ia terlambat memberikan sarapannya bisa-bisa Leo marah lagi.


“Heran kak Nathan punya teman kaya gitu”batin nadhira yang tengah berjalan.


“Mbak pesan seperti biasa yah”ucap nadhira yang karena memang ia sudah menjadi langganannya sehingga kasirnya sudah tau lagi apa yang akan ia pesan.


“Ia Silahkan tunggu”ucap sang kasir tersebut.


Nadhira yang menunggu ketika sang pelayan membuat pesanannya ia membuka ponselnya dan ia melihat postingannya Sonya yang tengah berada du Jakarta.


“Jangan sampai aku bertemu Sonya”ucap nadhira yang sangat enggan untuk bertemu dengan Sonya lagi karena ia yang merasakan sakit hati di tikung oleh sahabatnya sendiri yang ia sangat percayai.


Ia berjalan menaiki lift menuju ke lantai 23, ia yang merasa sangat lelah apalagi ia yang mempunyai bos yang sangat menyebalkan kalau bukan ingin menghindar dari Nikko ia tidak akan pernah untuk bekerja di perusahaan ini.


Nadhira mengetuk pintu ruangan Leo dan masuk membawa nampan yang berisi sarapan dan kopi untuk Leo, sedangkan Leo tengah membuka berkas-berkasnya.


“Ini pak sarapannya”ucap nadhira meletakan nampannya di meja.


“Kamu kemarin sakit apa?”tanya Leo tak kala melihat ke arah nadhira.


“Itu anu pak”ucap nadhira terbata-bata karena ia bingung harus menjawab apa karena memang sebenarnya ia tidak sakit hanya ingin menenangkan diri dan bagaimana ia akan bersikap saat bertemu dengan nikko.


“Anu apa?”bentak Leo tak kala Nadhira yang menjawabnya tidak benar.

__ADS_1


“Hanya demam pak”ucap nadhira berbohong.


“Jaga diri kamu jangan sampai tidak masuk lagi bekerja saya yang ribet”ucap Leo dengan juteknya.


“Kirain mau bilang cepat sembuh”batin nadhira yang bagaimana bisa bosnya hanya memikirkan pekerjaannya saja dari pada kesehatan karyawannya.


“Kenapa bengong?”tanya Leo yang melihat nadhira bengong dan berdiri di tempatnya.


“Enggak pak, Dhira pamit mau ngerjain pekerjaan yang kemarin tertunda”ucap Nadhira sambil berjalan meninggalkan ruangannya Leo.


Sedangkan Leo berhenti dari mengerjakan berkasnya dan ia segera makan sarapannya karena sudah merasa lapar, derita sendiri kenapa ia tidak mau pulang ke rumah orang tuanya.


**


Sedangkan di tempat lain Nathan yang berada di rumah bersama dengan kedua orang tuanya, karena Nathan yang selalu berangkat siang untuk bekerja karena ia yang bekerja di perusahaan milik orang tuanya.


“Nath kalau berangkat pagi-pagi jangan mentang-mentang kamu kerja di perusahaan papah”ucap pak Angga yang merasa susah menasehati anaknya.


“Ia pah namanya juga telat bangun”ucap Nathan memberikan alasan.


“Ia Nath kamu itu harus serius bekerja dan kamu coba lihat di perusahaan papah kan banyak perempuan mana mungkin tidak ada yang kamu sukai”ucap Bu wulan karena melihat anaknya yang sudah tidak muda lagi tetapi belum pernah membawa perempuan.


“Mah Nathan belum mikirin itu, Nathan masih ingin menjaga dhira”ucap Nathan yang setiap orang tuanya suruh untuk menikah ia akan bilang kalau ia tidak akan menikah sebelum dhira menikah.


“Dhira udah dewasa Nath, dia juga udah bisa jaga diri dia sendiri”ucap pak Angga yang ikut berbicara.


“Mah, pah, Nathan gak mau kalau sampai nadhira bertemu dengan laki-laki brengsek lagi seperti Nikko”ucap Nathan yang malah ia tidak nafsu melanjutkan makannya.


“Dhira pasti udah bisa cari pendamping yang baik, dia pasti udah bisa belajar dari kejadian sebelumnya”ucap Bu wulan yang harusnya nadhira itu lebih memilih dalam mencari pendamping dan tidak mungkin terjerumus kejadian seperti ini kedua kalinya.

__ADS_1


“Iya mah hanya saja”ucap Nathan yang belum juga ia menjelaskan sudah di potong oleh sang ibu.


“Atau jangan-jangan kamu gak normal Nath?”tanya Bu wulan takut anaknya tidak menyukai perempuan dan ia malah menyukai laki-laki.


__ADS_2