
Hari-hari telah berlalu dan Nikko masih tetap saja mengejar nadhira, nadhira sudah berusaha meminta kepada Nikko untuk menjauh dari hidupnya hanya saja tetap Nikko tidak menjauh darinya dan sekarang Nikko yang malah bekerja di kantor yang dekat dengan kantornya agar dia bebas melihat nadhira.
Nanda yang merupakan temannya nadhira juga sudah berusaha berbicara kepada Nikko agar menjauhi nadhira hanya saja tetap Nikko masih saja mendekati nadhira.
Pagi ini Nikko sudah berada di jalan dekat Apartemennya nadhira dan jam nadhira berangkat ke kantornya.
“Ayo berangkat sama aku”ucap Nikko yang menarik tangan nadhira memaksa nadhira untuk masuk ke dalam mobilnya.
“Aku gak mau nikk, aku mohon nik jauhin aku, kamu udah punya istri aku gak mau di sebut sebagai penganggu hubungan kamu dengan Sonya”ucap nadhira yang memohon kepada Nikko agar menjauh dari nya.
“Nik lo jangan begini dong, kamu jangan ganggu nadhira terus, kamu gak cape apa, aku aja yang lihat nya cape”ucap Nanda yang berusaha berbicara dengan Nikko agar tidak menganggu nadhira.
“Sampai kapanpun gue akan selalu ganggu dhira. Kalau dhira belum mau kembali sama saya”ucap Nikko yang masih tetap memaksa.
“Nik, sadar nik, Sonya lagi hamil harusnya kamu itu perhatiin Sonya dan jaga kandungannya Sonya”ucap nadhira yang tak ingin kalau sampai kandungan Sonya kenapa-kenapa.
“Aku gak perduli dhira. Sama Kandungan Sonya yang aku khawatir in kamu gak mau balik lagi sama aku”ucap Nikko yang masih saja memohon kepada nadhira. Tanpa di sangka Sonya melihat itu semua hatinya hancur karena melihat Nikko yang masih mengejar-ngejar nadhira. Sonya yang curiga mengapa Nikko masih ingin berada disini dan dia tau mengapa alasannya karena ada nadhira yang berada disini.
“Dhira kita telat nih. Gimana nih”ucap Nanda saat melihat jam karena kalau sampai telat pasti atasannya akan marah.
“Nik lepasin aku nik, aku gak mau telat”ucap nadhira yang berusaha melepaskan genggamannya Nikko yang begitu keras.
“Yaudah untuk kali ini boleh kamu anterin kita”ucap nadhira karena dia yang sudah kesal karena takutnya telat.
__ADS_1
“Oke”ucap Nikko tersenyum bahagia karena nadhira mau masuk ke dalam mobilnya agar tidak terlambat, nadhira mau di anterin oleh Nikko karena dengan begitu mereka tidak akan telat dan kedepannya dia akan meminta bantuan kepada Revan untuk menjemput dia agar dia tidak di ganggu oleh Niko.
Nadhira dan Nanda masuk dengan hati yang tidak enak karena mungkin dengan begini mereka akan segera sampai ke perusahaan.
Sedangkan di sana Sonya melihat itu semua dan marah karena dia masih tidak mengerti mengapa mau-maunya nadhira masuk ke dalam mobilnya Nikko yang jelas-jelas sudah mempunyai istri.
“Pak ikutin mobil mereka”ucap Sonya menunjuk mobil yang di kendarain oleh Nikko.
“Baik non”ucap supir taksi dan segera mengikuti mereka dari belakang.
Selama perjalanan Sonya kesal dan marah serta rasa cemburunya karena Nikko dengan tega masih mengejar nadhira padahal sudah jelas-jelas bahwa dia yang sedang hamil anaknya.
Tak perlu waktu lama akhirnya mereka pun sampai ke kantornya Leo dan nadhira segera turun karena sudah tidak ingin lagi bersama dengan Nikko, Nikko pun ikut turun karena ingin melihat nadhira masuk.
“Nik aku udah punya pacar yah. Aku harap kamu jangan lagi ganggu aku lagi. Cukup ini yang terakhir kali kita bertemu”ucap nadhira berbohong padahal dia yang tidak mempunyai pacar.
“Dasar pelakor, bisa-bisa nya lo gangguin suami orang”teriak Sonya sambil melihat ke arahnya nadhira.
“Aku gak gangguin suami kamu Sonya, dia yang ganggu aku terus”ucap nadhira yang tak ingin di panggil pelakor.
“Dhira bukan pelakor yah, dan kamu Sonya jaga suami kamu baik-baik agar tidak menganggu orang lain”ucap nanda yang membela nadhira karena dia tau bahwa nadhira yang tidak salah.
“Lo denger yah, jangan ikut campur, lo gak tau permasalahan di antara kita”ucap Sonya yang marah karena Nanda berbicara seperti itu.
__ADS_1
“Aku gak tau permasalahan antara kalian? Apa lo gak tau aku siapa? Kita temen sekelas yang pasti tau antara kamu dan dhira”ucap Nanda yang dengan keras membela nadhira yang memang tidak bersalah.
“Tetap aja lo gak tau, dan Denger yah gue ini istrinya Nikko dan orang yang ganggu Suami orang itu pelakor”ucap Sonya yang tak ingin kalah dan tetap saja menyalahkan nadhira.
“Apa-apaan sih, lo bukannya Diem di rumah malah datang kesini”ucap Nikko yang marah karena Sonya yang datang kesini dan menghancurkan semuanya.
Banyak orang yang melihat pertengkaran itu semua apalagi ini jamnya orang-orang datang ke kantor.
“Kalian yang lihat, perempuan ini pelakor yang ganggu suami orang”ucap Sonya dengan berteriak.
“Eh dengerin yah. Kamu atau dhira yang pelakor, kamu yang rebut Nikko lebih dahulu dari nadhira dasar gak tau malu”ucap Nanda yang membela nadhira.
“Udah nan Biarin aja”ucap nadhira yang tak ingin memperpanjang masalah lagi.
“Mereka harus di kasih pelajaran dhira, dan ingat yah Sonya lo jaga suami lo jangan pernah ganggu dhira lagi”ucap Nanda yang sudah mulai emosi.
Sedangkan Leo dan Revan heran mengapa di halaman kantornya rame akhirnya Revan melihat ke arah tersebut dan melihat nadhira yang sudah menetaskan air matanya.
“Ada ada ini?”tanya Revan yang datang kesana.
“Ini pelakor yang ganggu suami saya”ucap Sonya karena ia melihat bahwa yang datang terlihat rapi dan dia yakin bahwa itu adalah bosnya nadhira dengan begitu nadhira akan di pecat.
“Siapa yang kamu panggil pelakor? Perempuan ini tunangan saya dan yang ada suami kamu yang selalu mengejar-ngejar tunangan saya”ucap Revan dengan gentelmen dan seketika semua orang syok mendengar semua itu apalagi nadhira yang begitu syok tetapi dengan begitu mungkin Nikko akan menjauh darinya.
__ADS_1
“Saya gak percaya kamu tunangannya nadhira”ucap Nikko yang menolak percaya.
“Bener nik, dia tunangan aku, dan aku harap kamu jauhin aku, aku mohon nikk lupain aku, kamu udah punya istri dan aku mohon jaga istri kamu dengan baik dan lupain aku”ucap nadhira yang berbicara dengan lembur agar Nikko berhenti mengejarnya.