
Pertanyaan Revan yang menanyakan ia bisa masak atau tidak membuat nadhira terdiam yang bagaimana pun ia memang tidak bisa memasak, karena pas tinggal bersama dengan ibunya nadhira belum pernah memasak.
“Enggak kak”ucap nadhira cengengesan.
“Yaudah makannya kita makan dulu disini”ucap revan sambil menggandeng tangannya nadhira yang walaupun nadhira hanya terdiam saja.
“Ayo kenapa bengong”ucap revan yang melihat nadhira masih terdiam.
“Iya iya kak, tapi kayanya dhira lagi pengen makanan rumahan, udah lama dhira gak makan di Rumah”ucap nadhira yang memang ia lebih suka makanan rumahan dari pada di luar pun hanya saja sekarang ia yang tinggal sendirian dan sama sekali tidak bisa memasak sehingga sangat susah untuk ia makan di rumah.
“Yaudah kalau begitu kakak masakin aja di rumah ayo jalan”ucap Revan menarik nadhira dan nadhira pun berjalan mengikuti revan.
Mereka berjalan bergandengan menuju ke mobil kalau ada yang melihat pasti mengira bahwa mereka pasangan padahal hanya sebatas rekan kerja saja, dimana nadhira yang belum menjawab pernyataan cintanya Revan.
Mereka pun akhirnya sampai di mobil dan segera masuk, Revan menjalankan mobilnya menuju Apartemennya nadhira dengan jalanan yang begitu ramainya dan benar saja nadhira yang mengantuk dan tertidur, intinya nadhira itu tiada hari tanpa tidur di mobil.
Revan yang terus memandang nadhira yang terlihat cantik walaupun tengah tertidur, Revan yang ketika melihat nadhira selalu begitu nyaman dan tentram.
Revan terus melajukan mobilnya sambil sesekali melirik nadhira yang tengah tertidur, setelah beberapa lama akhirnya mereka pun sampai di Apatemennya nadhira dan benar saja nadhira sampai dengan ke Apartemenpun masih tetap tertidur.
“Dhira bangun”ucap Revan membangunkan dengan pelan.
“Ahhh”ucap nadhira sambil meregangkan badannya agar ia segar kembali.
“Udah sampai kak?”tanya nadhira yang tak terasa mereka udah sampai saja di Apartemen yang memang ia karena nadhira yang tertidur selama di perjalanan.
“Udah sampai, makannya ayo bangun”ucap Revan yang membuka pintu mobilnya agar nadhira keluar.
“Iya kak”ucap nadhira yang turun dari mobil milik revan.
__ADS_1
“Ayo”ucap Revan yang berjalan lebih dulu dari pada nadhira.
“Ayo kemana?”tanya nadhira bingung.
“Katanya mau makan di rumah aja, biar kakak yang masak”ucap revan tak kala menarik tangan nadhira untuk berjalan.
“Oh iya lupa”ucap Nadhira. Dan mereka pun berjalan menuju Apartemennya nadhira mereka menaiki lift dan tak lama akhirnya sampai juga nadhira membuka pintu Apartemennya dan apa yang di lihat revan, Apartemen nadhira yang berantakan dan tidak terlihat seperti Apartemen seorang wanita karena wanita yang biasanya bersih ini berantakan memang nadhira yang membersihkan rumahnya ketika ia ada waktu saja tidak setiap hari karena ia yang merasa kan lelah.
“Maaf kak berantakan”ucap nadhira yang ia tau Expresi dari Revan.
“Gak apa-apa”ucap Revan yang memasuki Apartemen tersebut.
“Mau minum kak?”tanya nadhira tak kala melihat Revan yang duduk di sofanya.
“Gak usah nanti saya ambil sendiri aja”ucap revan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju meja makan.
“Yaudah kak”ucap nadhira yang duduk di sofanya sedangkan Revan yang akan memasak tetapi melihat rumah berantakan akhirnya ia memutuskan untuk bersih-bersih dahulu karena ia merasa tidak nyaman.
“Kak Revan gak usah di bersihin biar dhira aja”ucap nadhira yang berdiri menghampiri Revan yang tengah bersih-bersih ia malu kalau harus Revan yang membersihkan Apartemen tersebut.
“Gak usah kamu diam aja”ucap revan yang tak ingin di bantu oleh nadhira.
“Yaudah deh kak”ucap nadhira kembali duduk dan menonton televisi sedangkan Revan membersihkan Apartemen itu dan setelah satu jam akhirnya Revan pun beres dan Apartemen itu terlihat bersih dan Rapih.
Lalu ia membuka kulkas untuk memasak ternyata di kulkas tidak ada sayuran apa-apa hanya ada telur yang tersisa maklum lah karena nadhira yang biasanya suka pesan Anter ia yang sangat jarang masak hanya sesekali.
Revan bingung ia harus memasak apa sampai akhirnya ia menemukan mie di laci dan Akhirnya ia memasak mie dan telur saja.
“Ayo makan”ucap Revan tak kala menaruh mie di meja makan.
__ADS_1
“Iya kak”ucap nadhira berlari dan segera duduk di kursi meja makan tersebut.
“Hanya ada mie dan telur saja, jadi kakak masakin ini aja”ucap Revan yang ia pun duduk di sebrangnga nadhira.
“Terima kasih kak, maaf dhira lupa kalau dhira belum berbelanja”ucap nadhira yang malu bagaimana tidak ia seorang gadis tetapi tidak tercermin seorang gadis karena dahulu ibunya yang selalu memanjakannya sehingga ia yang tidak terlalu pandai bersih-bersih dan memasak karena ia yang hanya focus pada studinya saja.
“Yaudah makan, lain kali kakak masakin yang enak”ucap Revan dan mereka pun makan dengan lahapnya apalagi nadhira ia yang merasa lapar.
“Ah kenyang”ucap nadhira tak kala melihat makanannya yang telah habis tak bersisa.
“Yaudah bagus kalau begitu, kakak senang”ucap revan yang membersihkan mangkuk bekas makanannya dan mencucinya.
Seakan ia seorang bapak rumah tangan saja yang mengerjakan pekerjaan rumah yah walaupun itu adalah suatu kebiasaan dimana ia yang tinggal jauh dari orang tuanya.
“Yaudah kakak pamit yah”ucap Revan tak kala selesai dari mencuci piringnya.
“Yaudah kak hati-hati dan Terima kasih udah jemput dan masakin dhira”ucap nadhira tersenyum karena ia yang bisa memakan masakan rumahan walaupun hanya sebatas mie instan tetapi ia bahagia karena makan bersama orang lain karena biasanya ia yang hanya sendirian.
“Yaudah kamu juga Cepetan tidur jangan bergadang”ucap revan yang berjalan menuju ke luar dan membuka pintu.
“Hati-hati kak, sampai bertemu besok”ucap nadhira melambaikan tangannya tak kala Revan yang berjalan meninggalkan pintu Apartemennya.
Nadhira masuk ke dalam Apartemennya dan segera memasuki kamar mandi ia yang akan mandi karena terasa lengket dan gerah setelah 30 menit akhirnya ia beres mandi dan segera memakan pakaiannya.
Dia pun duduk sambil membuka laptopnya ia berniat akan mengerjakan beberapa pekerjaan yang memang terganggu karena tadi berbelanja bersama dengan Bu Raline, tetapi ia baru ingat hahha berkas-berkasnya pun ada di kantor.
“Lupa lagi berkasnya pun kan di kantor”ucap nadhira tak kala mencari berkas-berkas itu.
Ia yang tengah berpikir bahwa Kasihan revan yang harus mengerjakan pekerjaan nadhira yang lumayan banyak ia tidak tega apakah ia harus kembali lagi ke kantor untuk mengambil berkas-berkas yang harus di kerjakan.
__ADS_1