Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Kapan menikahi nadhira


__ADS_3

Leo yang khawatir dan tak tenang akhirnya ia dan Revan pergi ke Apartemennya nadhira untuk menanyakan apa yang terjadi, sesampainya disana mereka segera menuju ke lantai tempat kamar nadhira.


“Nath buka Nath”ucap Leo yang mengetuk pintu dengan keras.


“Siapa Nath?”tanya Bu wulan yang mendengar panggilan dari luar Apartemenya nadhira.


“Bentar mah”ucap Nathan berjalan untuk membukakan pintunya karena panggilan dari luar yang ia tau dari sahabatnya itu.


“Ngapain lo kesini?”tanya Nathan yang saat di buka pintunya adalah sahabatnya yaitu Leo.


“Gue gak habis pikir sama lo Nath. Gue udah bilangkan sama lo, lo jangan jadiin Nanda mangsa, dia perempuan polos gak selevel sama lo yang badboy”ucap Leo yang masuk dengan berbicara seperti itu karena ia tak tau kalau orang tua Nathan.


“Lo diam Leo”ucap Nathan berbisik karena bisa-bisanya sahabatnya itu berbicara seperti itu.


“Apa sih Nath bisik-bisik, jangan-jangan lo suka sama Nanda makannya lo lakuin itu”ucap Leo yang masih saja terus berbicara.


“Ia heran bang Nathan bisa-bisanya begitu sama perempuan seperti Nanda, harusnya kan cari perempuan yang Lebih hot yang sering bang Nathan tidurin”ucap Revan yang juga ikut berbicara.


Sedangkan Nanda yang mendengar itu ia juga merasa sakit hati atas ucapannya Revan dan Leo bahwa dirinya memang tidak satu level dengan Nathan walaupun benar adanya.


“Udah diam kalian”ucap Nathan yang kesal karena sahabatnya berbicara yang aneh-aneh.


“Eh tante”ucap Leo yang kaget karena dia kira tidak ada siapa-siapa di rumahnya kecuali Nanda dan nadhira.


“Leo, ayo duduk”ucap pak Angga mempersilahkan Leo untuk duduk.

__ADS_1


“Oh ini nak Revan yah pasti, ayo duduk”ucap Bu wulan yang baru pertama kali bertemu dengan Revan karena selama ini nadhira tidak pernah mempertemukan mereka karena nadhira juga yang masih trauma dengan pernikahan dan percintaan.


“Iya tante”ucap Revan dan Leo yang duduk dengan rasa malunya kalau ia tau ada kedua orang tuanya Nathan pasti mereka tidak akan berbicara seperti itu.


Sedangkan Nanda dan nadhira hanya diam saja karena suasana yang baru saja tenang tetapi sudah ada kekacauan lagi.


“Kalian ngapain kesini?”tanya nadhira karena heran biasanya bosnya itu tidak pernah bolos dan selalu perhitungan kalau masalah kerjaan.


“Enggak, aku cuman Anter bang Leo aja, aku pamit yah bang”ucap Revan karena dia juga tak tau ada orang tuanya nadhira, andai dia tau pasti dia tidak akan datang kesini.


“Enak aja lo, jangan pergi duduk”ucap Nathan dengan tegas.”pah suruh anak ini tanggung jawab”ucap Nathan sambil melihat ke arah papahnya.


“Tanggung jawab apa kak?, dhira kan gak pernah ngapa-ngapain sama kak Revan”ucap nadhira yang memang dia tidak melakukan hal aneh apapun dengan Revan.


“Udah kamu diem aja dhira”ucap Leo sambil melihat ke arahnya nadhira.


“Lo diam aja, Nanda masuk kamar, Leo ayo kita keluar”ucap Nathan menyuruh semua orang pergi kecuali nadhira dan kedua orang tuanya.


“Saya permisi dulu yah, om, tante dan yang lainnya”ucap Nanda yang hanya menurut apa yang Nathan ucapkan apalagi sedari tadi rasanya dia juga ingin segera pergi dari hadapan mereka semua karena dia yang merasa malu.


“Dhira kamu juga pergi sama Nanda”ucap Nathan karena lebih baik nadhira juga pergi dari pada nadhira yang menolak dan tidak setuju dengan apa yang mereka bicarakan.


“Tapi ada apa kak? Dhira disini aja temenin kak Revan”ucap nadhira yang takut kalau sampai Orang tuanya yang berbicara hal aneh kepada Revan.


“ Udah dhira kamu ke kamar aja, mama dan papa mau berbicara dengan Revan dahulu” Ucap pak Angga sambil melihat ke arah anaknya yang terlihat gelisah.

__ADS_1


“ Ya udah kalau begitu dhira Kau kamar dulu tapi ingat kak Revan jangan di apa-apain yah”ucap nadhira yang khawatir akan kekasihnya itu.


Nadhira pun ke kamarnya bersama dengan Nanda sedangkan Leo dan Nathan keluar dari Apatemennya nadhira untuk berbicara Sedabgkan Revan sendirian dengan tangan yang gemetar karena dia yang tidak tau apa yang akan dilakukan oleh kedua orang tuanya nadhira kepadanya mudah-mudahan aja bukan hal aneh.


“Nak Revan sekarang usianya betapa tahun?”tanya Bu Wulan dengan lembut takutnya Revan yang ketakutan.


“Usia saya 24 tante”ucap Revan tersenyum sopan walaupun detak jantungnya yang begitu cepat karena ia yang sangat gugup akan hal ini.


“Oh seumuran sama dhira yah, oh yah orang tua masih ada ?”tanya Bu wulan lagi.


“Orang tua saya masih ada tante, tapi saya lebih sering tinggal bersama orang tua bang Leo karena orang tua saya yang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar negeri”ucap Revan dengan jujur.


“Udah mah jangan basa-basi lagi, kamu udah berapa lama pacaran sama nadhira?”tanya pak Angga karena ia yang penasaran dan kesal juga kepada istrinya yang bertanya berbelit-belit.


“Saya sama nadhira sudah pacaran hampir 6 bulan tante, om”ucap Revan dengan ketakutan.


“Lumayan lama, jadi kapan kamu mau menikahi nadhira?”tanya pak Angga dengan tatapan mengintimidasi dan membuat Revan yang semakin ketakutan.


“Kalau saya terserah kapan nadhira siap aja om, takutnya nadhira masih trauma akan pernikahan sehingga saya tidak mengajak nadhira terburu-buru menikah”ucap Revan yang dimana dia juga ingin menikahi nadhira secepat mungkin hanya saja dia yang masih menghargai nadhira, ia yang bahagia walaupun dia yang hanya berpacaran dengan nadhira.


“Saya ingin kamu menikahi nadhira secepat mungkin”ucap pak Angga karena dia yang takut kalau nadhira akan gagal menikah lagi dan ujung-ujungnya ia tidak jadi menikah lagi.


“Tapi om, bagaimana dengan nadhira? Apa nadhira setuju”tanya Revan karena dia yang gak ingin memaksa nadhira untuk menikah bukannya dia tidak mencintai nadhira hanya saja Revan ingin nadhira siap dan melupakan masa lalunya.


“Masalah nadhira itu menjadi urusan kamu. Saya akan memberikan waktu 3 bulan untuk kamu menikahi nadhira”ucap pak Angga karena lebih cepat lebih baik, pokoknya setelah Nathan menikah pak Angga ingin nadhira juga menikah agar beban pikiran dia lebih lega ketika anaknya yang sudah mempunyai pasangan hidup yang baik dan bertanggung jawab.

__ADS_1


“Saya siap om, insya Allah saya akan meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua saya”ucap Revan yang menerima waktu dari orang tuanya nadhira dan ini juga merupakan waktu yang sangat dia impikan akhirnya titik terang dia bersama nadhira datang juga dan semoga saja pernikahan mereka lancar tidak ada hambatan dari manapun.


__ADS_2