
Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun selesai makannya dan nadhira pun beranjak dari tempat duduknya.
“Mau kemana?”tanya Revan saat melihat nadhira yang beranjak dari duduknya.
“Mau balik kerja kak Revan, gak lihat apa semua karyawan udah pada gak ada tandanya jam masuk kerja udah mulai”ucap nadhira yang tanpa sadar seluruh karyawan sudah tidak ada disana, karena sedari tadi ia hanya tertunduk karena merasa kesal akan Revan dan Leo yang mengikutinya makan di kantin.
“Santai aja, lagian saya kan bosnya”ucap Leo yang melihat nadhira sudah merasa tidak nyaman karena jam kerja yang sudah mulai kembali.
“Harusnya bos itu lebih disiplin dari pada karyawan”ucap nadhira yang memang kita sebagai seorang atasan harus menjadi contoh untuk karyawan, agar karyawan pun disiplin.
“Oke oke”ucap Leo yang beranjak dari duduknya dan berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh revan dan nadhira di belakang.
Setiap berjalan semua mata tertuju kepada Leo entah mereka takut atau memang karena ketampanannya, tah memang benar Leo sangat tampan hanya saja di yang galak dan dingin jadinya para wanita yang enggan untuk mendekati dia, karena belum apa-apa pun mereka sudah ketakutan.
Mereka menaiki lift dengan tidak saling berbicara, apalagi nadhira yang masih sangat kesal karena ua yang berniat ingin ngobrol bersama dengan Nanda malah terganggu karena kedatangan bosnya yang menyeramkan.
Dan tak lama akhirnya sampai di gedung tempat mereka bekerja sebelum itu nadhira berbicara terlebih dahulu.
“Lain kali jangan ngikutin dhira makan di kantin”ucap nadhira dengan muka kesalnya, ia marah karena tidak bisa bebas karena kemana-mana dia yang akan di ikuti oleh revan, belum lagi Nikko yang selalu mengejarnya.
“Maafkan kakak dhira”ucap Revan yang merasa bersalah kepada nadhira karena ia yang mengikutinya makan di kantin.
“Terserah kita, toh kantin masih masuk perusahaan saya”ucap Leo yang menyebalkan dengan wajah dinginnya.
“Yah kalau mau makan di kantin jangan duduk bareng dhira, jadinya kan dhira gak bebas berbicara sama Nanda”ucap nadhira yang ia merasa tidak enak kepada Nanda.
__ADS_1
Sedangkan Leo tidak mendengarkan ocehan dari nadhira memilih masuk ke dalam ruangannya karena menurut Leo nadhira sangat berisik andai saja dia bukan adiknya Nathan udah dia pecat dari dahulu kala.
Sedangkan Revan masih berdiam seribu bahasa di depannya nadhira ia enggan berbicara karena takut nadhira yang marah kepadanya.
“Kak Revan kenapa diam?”tanya nadhira yang melihat Revan bagaikan patung.
“Nunggu kamu bicara”ucap Revan yang ia akan mendengarkan nadhira berbicara karena menurutnya saat nadhira mengoceh adalah hal terimut yang ia lihat ( maklum saja lagi bucin akut).
Sedangkan dhira yang tidak mau berbicara lagi dengan Revan memilih duduk di kursinya untuk melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk, sedangkan Revan masih tetap berdiri dan tidak beranjak ke Ruangannya.
“Kak revan ngapain masih disini?”tanya nadhira yang melihat Revan sedari tadi hanya berdiri.
“Enggak”ucap Revan yang berjalan menuju ruangannya karena ia yang takut nadhira akan marah lagi, padahal ia yang sedang berusaha untuk membuat nadhira jatuh hati padanya.
Revan melanjutkan pekerjaannya dengan sedikit berpikir bagaimana caranya agar nadhira mau menjadi pacarnya, karena ia mencintai nadhira saat nadhira pertama kali datang bekerja di perusahaan ini.
“Ada apa pak?”tanya Nadhira yang masuk keruangan Leo dan melihat Leo yang terus menguap.
“Bikinkan saya kopi”ucap Leo karena merasa ngantuk sehingga ia membutuhkan kopi.
“Bikin kopi atau beli kopi pak?”tanya nadhira yang memang Leo tidak ingin minum kopi buatan di kantor tetapi harus membeli dari luar.
“Terserah”ucap Leo yang merasa kesal karena nadhira yanh terus saja bertanya bukannya buru-buru bikin kopi.
“Iya pak”ucap nadhira melangkah keluar dari ruangannya Leo dia betapa kesalnya kepada Leo.
__ADS_1
“Dasar bujang tua”batin nadhira tak kala keluar dari ruangannya Leo dan berjalan menuju tempet membuat kopi.
Dia membuat kopi seperti kesukaannya Leo dan setelah selesai ia pun berjalan kembali menuju ruangannya Leo untuk memberikan kopinya lalu nadhira menaruh kopinya di mejanya Leo yang tengah sibuk menanda tangani berkas-berkas.
“Kopinya udah pak dhira kembali lagi ke ruangan”ucap nadhira yang hendak berjalan menuju ke luar untuk meninggalkan ruangan Leo karena ia yabg tak mau lama-lama bersama dengan Leo karena aura Leo yang sangat menyeramkan.
“Apa terjadi masalah sama kamu?”tanya Leo yang ingin memastikan karena melihat nadhira yang tidak seperti biasanya karena sekarang-sekarang ini ia terlihat berbeda dan seperti sedang ketakutan.
“Enggak pak”ucap nadhira ia tak ingin memberi tahu Leo kalau Nikko yang senantiasa mengerjarnya kembali karena ia yang tak ingin kalau Leo memberi tahukan apa yang terjadi kepada Nathan karena pasti Nathan akan sangat khawatir dan akan meminta ia untuk pulang kembali ke rumah.
“Bener?”tanya Leo yang ia tidak mempercayai ucapan nadhira sebenarnya ia sangat malas untuk bertanya apa yang terjadi dengan nadhira hanya saja karena Nathan yang sudah menitipkan nadhira kepadanya yang mau tidak mau ia harus menjaga nadhira sebaik mungkin.
“Benar pak, Yaudah dhira lanjut kerja dulu”ucap nadhira yang berjalan ke luar karena ia yang tak ingin Leo bertanya lebih lanjut tentang masalahnya.
Nadhira pun duduk dan minum, ia berharap pokoknya masalah antara dirinya dan Nikko jangan sampai membawa orang lain karena ia yang sudah dewasa dan harus bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri, ia yang tak mau setiap ada masalah Nathan yang harus menyelesaikannya.
Nadhira melanjutkan pekerjaannya sampai ia berpikir bagaimana caranya agar ia terhindar dari Nikko apakah ia harus menerima cintanya Revan karena dengan begitu Nikko akan segera menjauh dari hidupnya dan tidak akan pernah mendekatinya.
Tetapi apakah bisa nadhira menerima laki-laki yang belum ia cintai apalagi rasa trauma saat ia kehilangan Nikko yang berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendirian.
“Dhira”panggil Revan tak kala melihat nadhira yang tengah bengong sampai tidak mendengar dan melihat ke arahnya yang baru saja datang.
“Iya kak kenapa?”tanya nadhira yang kaget saat melihat Revan yang ada di hadapannya.
“Nanti sore ada waktu?”tanya Revan ia berniat akan mengajak nadhira untuk makan malam bersama dan ia akan berusaha untuk menyatakan cintanya kepada nadhira dan ia berharap nadhira pun membalas cintanya.
__ADS_1
“Dhira nanti sore udah ada janji sama Nanda kak”ucap nadhira yang memang ia sudah ada janji akan bermain dan menginap di Apartemennya Nanda.
“Yaudah, sama saya bisa lain kali, Yaudah saya kembali lagi ke ruangan”ucap Revan yang berjalan meninggalkan Nadhira sendirian.